Minggu, 07 September 2008

kunci hidup gemilang

PETANG DAN PAGI - KUNCI HIDUP GEMILANG oleh Pdt. Jusuf BS
Sumber: Pelajaran Alkitab Tulang Elisa, Tahun II, no. 6, hal. 15-16, 1989.

Kejadian 1: 5B Setelah petang dan pagi,maka itulah hari yang pertama (TL).

Hari-hari dalam Alkitab, hari-hari orang Israel dimulai dengan petang lebih dahulu, baru pagi. Jadi setiap hari yang baru dimulai jam 6.00 sore. (Jam 7 malam yang biasa itulah jam satu bagi orang-orang Israel). Mengapa Allah mulai dengan petang dan pagi, tidak dibalik? Sebab, pada waktu petang, biasanya orang-orang beristirahat dan pada waktu pagi manusia bekerja keras.

PETANG. Malam hari seringkali menjadi masa-masa yang indah untuk berdoa dan bersekutu dengan Tuhan. Banyak orang bersekutu dengan Tuhan pada waktu malam. Misalnya:
* Ibrahim bercakap-cakap dengan Tuhan pada waktu malam
* Yakob berdoa semalam-malaman
* Anak manusia berdoa semalam suntuk. Ada persekutuan yang indah dengan Allah pada waktu malam.

Apa artinya? Semua ini menceritakan supaya dalam segala perkara (baik dalam perkara jasmani juga dalam perkara rohani) kita lebih dahulu bersekutu dengan Allah."Petang" (bersekutu dengan Allah) lebih dahulu, baru "pagi" (manusia bekerja). Pada waktu kita bersekutu dengan Allah, maka Allah bekerja di dalam hati kita, menunjukkan apa yang salah, membimbing dalam jalan yang benar, menuntun dalam rencana-rencana-Nya, memberi ilham dan kerinduan (Pil.2:13). Sebab itu lebih baik dalam setiap perkara, kita lebih dahulu bersekutu dengan Allah. Di dalam persekutuan dengan Allah, yaitu di dalam doa dan Firman Tuhan ini kita dicocokkan dengan Allah. Segala rencana dan kehendak kita diperiksa, diterangi oleh Roh Kudus, diolah dan diperbaiki sampai cocok dan sesuai dengan kehendak dan rencana Allah. Segala pikiran yang salah dinyatakan, daging dimatikan, rencana yang salah dibuang, motive yang salah dilempar keluar. Terus diolah dalam Firman dan doa, sampai akhirnya segala rencana dan kehendak kita cocok betul dengan kehendak dan rencana Allah sehingga apa yang kita buat dan rencanakan it semua sudah cocok dengan Tuhan. Inilah yang terjadi dalam persekutuan dengan Allah, inilah "petang" itu. Dahulukan Tuhan, cari dan bersekutu dengan Dia lebih dahulu.

PAGI. Sesudah petang baru datang pagi, inilah cara kerja Allah yang heran, juga kunci hidup gemilang untuk kita. "Petang" lebih dahulu baru datanglah "pagi" di mana kita harus bekerja menurut kehendak dan petunjuk Tuhan, maka hasilnya akan luar biasa indahnya! sebab kita melakukan kehendak Allah dan Allah beserta kita. Kita harus menjaga diri kita supaya tetap mengatakan dan melakukan hanya kehendak Tuhan saja, yang sudah kita mengerti dalam persekutuan petang dalam Tuhan. Hasilnya pasti indah dan gemilang. Begitulah setiap hari dari 6 hari penciptaan Allah, selalu dimulai dengan petang lalu pagi, maka nampaklah karya-karya Allah yang amat gemilang. Begitu pula kalau dalam setiap persoalan dan perbuatan kita, kita dahulukan bersekutu dengan Allah, maka hasilnya akan amat indah! Sebab bukan kita, tetapi Allah yang bekerja di dalam kita.

Suatu kesaksian:
*Ada seorang usahawan Kristen setiap pagi duduk berdoa dan belajar Firman Tuhan serta minum kopi (tehnya). Juga dalam saat-saat ini ia membicarakan semua yang akan dibuat hari itu dengan Allah. Hasilnya sangat indah, ia mencapai hidup yang sukses, sebab ia mulai lebih dahulu dengan "petang', baru kemudian dengan "pagi".
*Seorang direktur sebelum mengambil keputusan/tindakan, selalu mengunci diri dalam kantornya, berdoa sampai yakin, baru sesudah itu ia membuka kembali pintu kantornya lalu mengambil keputusan dan tindakan menurut pimpinan Tuhan. Ia selalu mulai dengan "petang" dengan Allah, baru ia bertindak (="pagi") menurut petunjuk-petunjuk dari Tuhan. Hasilnya indah-indah.
*Banyak orang berkata: "Nanti dulu, saya pikir dulu". Ini baik, sebab tidak ceroboh. Tetapi orang-orang beriman bukan hanya berpikir sendiri, tetapi berpikir dengan Allah, bersekutu dan berkonsultasi dengan Tuhan dalam doa dan Firman, itu akan membawa hasil yang indah. "Petang" dahulu lalu datang "pagi" yang penuh dengan karya Allah yang indah-indah lewat diri kita.
*Juga dalam perkara-perkara rohani, bahkan justru dalam pelayanan, kita ini perlu banyak berdoa dan bersekutu dengan Tuhan, perlu ada "petang" untuk bersekutu dengan Allah, maka akan lahir "pagi" yang penuh dengan sukses sebab Allah beserta dan berkarya di dalam kita, karena kita melakukan segala kehendak dan rencanaNya.

Setelah petang maka timbullah hari (pagi) yang indah dari Tuhan.

Dapatkanlah tulisan-tulisan rohani lain oleh Pdt. Jusuf BS melalui: PENERBIT BUKIT ZAITUN, Jl. Taman Simpang 12, Surabaya, 60271 atau Kotak Pos 1393 INDONESIA Tel.: (031) 5312222, 5340292; Fax: (031) 5313707 www.tulangelisa.org atau e-mail mereka

kumpulan kothbah dan kesaksian

January 01, 2008
Tuhan Beserta Studiku

Oleh Hetty Sagala Copyright (c) 2008 Hetty Sagala

Syalom kak.....

Saya pengen menceritakan kasih Bapa yang saya alami..

Agustus 2006, saya mulai penelitian untuk skripsi. Penelitian di lapang selama 100 hari, kemudian menulis hasil dan pembahasan. Dengan perjalanan yang panjang, bulan Maret 2007, saya diperbolehkan untuk seminar hasil dan tanggal 29-nya ujian compherensip. Bulan April tanggal 27, saya dinyatakan lulus dan dapat gelar Sarjana Pertanian (SP). Akhirnya……

Selesai judisium, Tuhan bilang “jangan cari kerja dulu anakKu sampai bulan Agustus. Saya belajar TAAT, karena saya ngerti itu yang Tuhan mau.

Tanggal 16-18 Agustus, saya ikut retret di Bandung. Waktu retret ini, Tuhan bilang lagi “AnakKu, kamu diam dulu di Malang yah, ada hal yang akan Ku tunjukkan untukmu”. Lagi-lagi saya mau belajar TAAT pada apa yang Bapa mau.

Tanggal 31 Agustus 2007, saya dapat tawaran beasiswa dari kampus untuk studi S2. Buat saya, itu adalah promosi yang luar biasa dari Bapa. Tapi nggak mau salah ambil keputusan., saya ambil waktu untuk doa puasa. Tanggal 5 September Tuhan bilang “ dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu (Mazmur 37:4)”. Saya pun meminta pendapat dari keluarga (orang tua, kakak, abang, adek-adek) dan komunitas (gereja).

Karena semua udah setuju dan saya juga mantap dengan keputusan saya, tanggal 13 saya mendaftar dan tanggal 14 test wawancara dan Toefl. Malam sebelum mengikuti test, saya berdoa untuk test. Tapi waktu berdoa, Bapa ingatkan berdoa untuk jiwa-jiwa, dan saya mau belajar TAAT. Pas mau berangkat test, saya doa lagi dan waktu itu pun, Bapa ingatin doa untuk jiwa-jiwa karena Bapa bilang “Aku yang akan membela setiap perkara-perkaramu anakKu”.

Saya pun berangkat test. Dan…………….seperti biasa, saya selalu paling kecil dimanapun. Kali ini, pas ngeliat peserta yang mengikuti seleksi adalah Bapak-Bapak & Ibu-Ibu, spontan saya kecil hati. Tapi waktu itu juga, Bapa bilang “Ketika Aku membuka jalan, gak ada yang bisa menutupnya anakKu”. Karena ada sedikit nervous, saya masuk kamar mandi dan berdoa disana (Ya ampyun…lagi-lagi nih kamar mandi jadi tempat favorit buatku). Trus Bapa bilang “AnakKu, duduklah dan jangan ngobrol dengan siapapun peserta yang duduk denganmu”. Awalnya saya TAAT, tapi saya ajak ngobrol orang yang duduk di sebelah saya. Ternyata dia baru lulus juga S1. Tapi sayang, obrolan kami jadi celah buat iblis. Langsung saya minta ampun sama Bapa dan memutuskan untuk diam. Gak lama sesudah itu, giliran saya untuk diwawancara. Sekitar 15 menit saya diwawancara, lalu saya pulang. Pas di jalan Bapa bilang lagi “Aku tau kemampuanmu anakku, Aku yang berperang bersama denganmu”. Gak tergambarkan perasaan hatiku waktu itu….mataku berkaca-kaca…

“Ya Tuhan… saya mau belajar TAAT aja sama apa yang Bapa bilang, karena tujuan hidup saya ialah menyenangkan Bapa”. Karena masih ada banyak waktu, saya belajar sebentar. Jam 1 saya berangkat test Toefl. Lagi-lagi….waktu test, Bapa ingatin berdoa untuk jiwa-jiwa karena Aku yang membela setiap perkaramu anakKu”. Belajar TAAT itulah yang saya pilih. Akhirnya test selesai dan saya buka puasa.

Di masa-masa menunggu pengumuman…yang saya lakukan ialah menjangkau jiwa-jiwa buat Tuhan dan siapin diri untuk mengerjakan banyak hal-hal yang besar dari Bapa. Waktu itu juga, ada banyak penerimaan CPNS, rasanya pengen masukin lamaran…Tapi Roh Kudus bicara kuat sekali bilang “Jangan”. Beberapa lowongan terlewatkan dan mengira saya menang dari itu semua. Tapi, ternyata belum. Waktu itu ada penerimaan CPNS Lipi dan saya pengen ikut. Lagi Tuhan bilang "jangan". Saya bilang "Tuhan saya cuma coba aja, gak diterima juga gak papa kok”. Dia Bapa yang gak pernah berhenti untuk mengajar. Pas foto saya gak bisa masuk via internet untuk registrasi dan akhirnya saya gak bias daftar CPNS LIPI.

Tanggal 12 oktober, saya janjian dinner dengan teman. Saya pesen mister penyet dengan ayam gak pake sambel. Pas lagi di kasir, HP saya bergetar dan ternyata itu adalah telpon dari pihak kampus.

Sesudah pembicaraan itu, saya berteriak histeris. Saya benar-benar ngerti….Tuhan yang berperang dalam setiap perkara saya ketika saya memutuskan untuk taat dan selalu memikirkan apa yang membuat dia tersenyum. Saya mengerti….ketika saya memikirkan dan terus mengerjakan apa yang menjadi isi hati Bapa, disitulah Dia memikirkan kebutuhan saya dan memberikan yang terbaik buat saya, bukan ketika saya sibuk dengan kepentingan sendiri. Sekali lagi aku mengalami FirmanNya dalam Matius 6:33. “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Segala berkat penghidupanku Bapa yang fikirkan. Dia tau, bahkan lebih dari apa yang saya butuhkan.

Yes…yes…yes….Thanks God dan habis itu saya gak bisa bilang apa-apa lagi. Bersyukur dengan semua rancanganNya. Luar biasa pekerajaan Tuhan dalam hidup saya. Dia menepati janjiNya tepat pada waktuNya. Apa yang gak pernah saya fikirkan sebelumnya, itu yang Bapa berikan. Thanks God

Sekarang.. saya udah kuliah lagi. Ada banyak hal juga yang Bapa proses dalam hidup saya selama kuliah ini. Kadang-kadang cuma punya waktu tidur 3 jam. Berat memang, tapi disitulah saya benar merasakan saya gak bisa kalo itu bukan karena Bapa. Di dalam segala kelemahan saya …. saya merasakan kuasaNya nyata. Tolong doakan saya….menyelesaikan kuliah tepat waktuNya Bapa dan menyelesaikan apa yang menjadi tugas saya di Malang.

Tuhan Yesus memberkati

Hetty Sagala
Posted by: Kasih / 1:24 PM 1 comments
August 01, 2007
Anak Saya Tidak Jadi Gugur

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2007 Pondok Hayat www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat


Saya seorang gadis remaja berusia 18 tahun. Kehidupan saya dulu begitu buruk. Saya senang pergi ke diskotik, minum-minuman keras dan merokok. Dalam pergaulan saya yang seperti itu saya berkenalan dengan seorang laki-laki yang berbeda agama dengan saya hingga akhirnya saya hamil dengan pria tersebut.
Saya sangat bingung ketika tahu bahwa saya hamil. Saya berusaha menggugurkan kandungan saya dengan berbagai macam obat dan jamu tetapi tidak berhasil. Hingga akhirnya kedua orang tua saya mengetahui bahwa saya hamil. Mereka sangat marah kepada saya dan memutuskan untuk mengaborsi kandungan saya, namun usaha mereka ternyata gagal.

Akhirnya Tuhan menolong kami melalui hambaNya. Oleh hamba Tuhan itu kami diingatkan akan dosa yang harus kami tanggung bila kami melakukan tindakan aborsi dan menyarankan kami untuk pergi ke Yayasan Pondok Hayat. Akhirnya sayapun dibawa ke Pondok Hayat.

Di sini saya diterima dengan baik, saya merasa kerasan apalagi banyak teman-teman yang senasib dengan saya. Saya tidak merasa sendirian menanggung semua ini. Saya juga terus dibimbing dalam kerohanian saya, agar saya hidup dekat dengan Tuhan, minta pengampunan dari Tuhan atas dosa perzinahan yang telah saya lakukan dan juga mengampuni orang yang telah menyakiti saya. Pagi-pagi sekali, dan malam sebelum tidur selalu diadakan Doa bersama para pasien dan para pengerja. Di situ kami selalu disampaikan mengenai kebenaran Firman Tuhan, seminggu sekali ada Persekutuan doa. Dari situ saya benar-benar merasa dikuatkan oleh Tuhan dan hidup saya benar-benar diubahkan. Dalam hal jasmanipun kami (saya dan teman-teman senasib) juga terus diperhatikan, mulai dari kesehatan saya dan kandungan saya, makanan saya bahkan sampai kebersihan badanpun tak luput dari perhatian para pekerja di situ.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan telah menempatkan saya di Pondok Hayat, saya percaya ini bukan suatu kebetulan melainkan ini adalah bagian dari rencana Tuhan yang indah buat hidup saya dan juga bayi yang ada dalam kandungan saya.

Tuhan begitu mengasihi saya, sehingga ketika tiba waktunya saya untuk bersalin, saya bisa melahirkan dengan lancar tanpa terlalu lama merasakan kesakitan. Sampai-sampai bayi saya sudah keluar padahal bidannya belum datang. Tapi untunglah para pekerja disini sudah terbiasa, jadi merekalah yang menolong proses kelahiran anak saya sebelum bidan datang. Bayi yang sehat dan cantik, tiada kata lain yang terucap dari bibir saya kecuali ucapan syukur kepada Tuhan atas semua yang Dia kerjakan dalam hidup saya.

(Disaksikan oleh Ayu bukan nama sebenarnya)

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2007 Pondok Hayat www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Posted by: Kasih / 1:11 AM 0 comments
December 01, 2006
Batu di Jalanan DipungutNya, Dijadikan Perhiasan Bagi KemuliaanNya

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2006 Pondok Hayat www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Tidak pernah terlintas di pikiran saya, kalau saya harus mengalami hal yang sangat menyakitkan dalam hidup saya. Saya sudah dewasa, merasa gagal segala-galanya semenjak saya tahu bahwa saya hamil (usia kehamilan sudah 5 bulan). Semula saya langsung punya pikiran untuk menggugurkannya, saya minum pil-pil terlambat bulan dan macam-macam tapi semua itu tidak menghasilkan apa-apa.

Saya bingung dan harus bagaimana, lari pada siapa, ayah dari bayi yang saya kandungpun tidak mau peduli dengan keadaan saya, tapi dia sempat memberikan brosur mengenai Pondok Hayat. Setelah saya membacanya, kemudian saya mengambil keputusan untuk tinggal di Rumah Singgah ‘Graha Pondok Hayat”. Saya merasa aman, dan di Pondok Hayat saya tak pernah kurang suatu apapun. Disana pula banyak pengajar-pengajar, yang bagi saya, memberi kekuatan agar saya bisa menerima kenyataan yang ada. Saya berdoa dan mohon ampun pada Tuhan atas semua dosa-dosa saya, terlebih juga untuk apa yang saya akan lakukan dan usaha saya untuk menggugurkan (baca: membunuh bayi saya).

Hari berganti hari saya lalui, dan sampailah pada perjuangan untuk bisa melahirkan anak saya dengan selamat. Kasih Tuhan sangat besar bagi saya. Pada saat saya melahirkan saya merasakan Tuhan bersama dengan saya. Tuhan sungguh mengurangkan rasa sakit yang harus saya alami, sampai kemudian semua berjalan baik (Ratapan 3:58).

Setelah melahirkan, saya mengalami sebuah pergumulan lagi, karena saya dihadapkan pada 2 pilihan yaitu mengambil (memelihara) anak saya atau saya serahkan pada Pondok Hayat.

Melalui pergumulan bersama Tuhan, pada akhirnya saya memilih untuk menyerahkan anak saya pada Pondok Hayat, walaupun terus terang saat itu hati saya sangat hancur karena saya harus kehilangan sesuatu yang sangat berharga, dia-lah bayi yang pernah saya akan bunuh, tetapi oleh pertolongan Tuhan dia selamat! Tapi saya lebih memikirkan nasib anak saya daripada kepedihan hati saya, saya berusaha tidak egois! Anak saya punya masa depan-nya! Yang lebih baik kalau diasuh oleh orang tua yang lengkap (ayah&ibu), dan saya yakin pengurus Pondok Hayat akan memilihkan bagi anak saya orang yang tepat! Saya rela demi kebahagiaannya.

Waktu terus berlalu dan pimpinan Tuhan tidak pernah berhenti, ada maksud yang indah di balik kepahitan yang saya alami, Tuhan berkehendak saya untuk tetap tinggal di Pondok Hayat membantu pekerjaan Tuhan disana. Sungguh saya bersyukur kalau akhirnya saya boleh terlibat dalam pekerjaan Tuhan yang besar ini. Di Pondok Hayat saya belajar banyak hal, dan yang terpenting adalah tentang “mencintai sebuah kehidupan”. Tuhan memimpin, sekarang saya mulai membentuk vocal group Pondok Hayat. Semua berkat dorongan dan nasehat seorang guru psikologi supaya saya semakin maju (menata kehidupan kembali, memberi hidup ini buat Dia). Dengan karunia-karunia yang Tuhan berikan, Tuhan ingin saya mengembangkan talenta yang Ia berikan, puji Tuhan sampai hari ini Dia menyertai, semua karena kasih Tuhan Yesus.

Untuk pertama kalinya vokal group ini tampil, memuliakan Dia di GBT Perak, lalu dalam pelayanan ke Kraksaan, kemudian di GKI Diponegoro, dan GKPB MDC. Saya yakin Tuhan akan semakin berkarya lebih lagi dalam hidup saya. Kuncinya : Buang segala kepahitan, perlu pemulihan dari Tuhan sendiri, baru Dia mengerjakan sesuatu. (Filipi 3:13b-14). Saya tahu, Tuhan telah memungut batu di jalanan dan memolesnya dengan seksama untuk dijadikan perhiasan bagi kemuliaanNya. Puji Tuhan.

R.

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2006 Pondok Hayat www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat
Posted by: Kasih / 12:03 AM 0 comments
November 01, 2006
CLICK!

Oleh: Sermawati Tanudjaja. Hak Cipta (c) 2006 Sermawati Tanudjaja. Dilarang keras untuk mengutip, merubah dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin penulis.

CLICK ! ( By Sermawati Tanudjaja )

Tulisan ini bukan resensi film ataupun promosi film dengan judul yang sama, walaupun memang saya mendapatkan inspirasi dari film tersebut.

Film ini menceritakan tentang Michael Newman yang karena begitu disibukkan oleh pekerjaannya, dia ingin memiliki sebuah remote control yang sekaligus bisa berfungsi untuk mengatur beberapa alat, seperti TV, Fan, Pintu garasi dll. Ketika dia sampai di department store, dia menemukan remote yang dicari, “ Universal Remote “ tanpa perlu membayar harganya, hanya syaratnya dia tidak boleh mengembalikan remote tersebut. Yang tidak disadarinya ternyata, alat tersebut tidak saja mengatur beberapa alat yang dimilikinya, tapi juga bisa untuk mengatur hidupnya. Imagine, guys !

Ketika dia menyadari hal itu, dia senang sekali, dia tidak perlu mendengarkan omelan istrinya dengan menekan tombol fast forward, bahkan dia bisa melihat kembali saat-sat membahagiakan dalam hidupnya dengan menekan tombol rewind ! Begitu juga untuk saat-saat yang menunggu promosi yang lama, dia cukup ‘skip’ saat penantian itu sehingga…buzz dia tiba di saat promosi dengan pestanya.

Walaupun mulanya dia begitu senang mempunyai remote yang sangat bermanfaat, akhirnya dia kehilangan moment-moment penting bersama keluarganya, perkembangan anak-anaknya, bahkan pemakaman ayahnya dan saat istrinya menceraikannya. Ketika penyesalan itu tiba, sudah terlambat baginya karena dia terlalu banyak menekan tombol skip atas kehidupannya.

Untungnya semua itu hanyalah “impian” yang dialaminya saat tertidur di department store yang dikunjunginya, sehingga ketika dia benar2 menerima hadiah berupa remote control persis seperti yang diimpikannya selama ini, dengan bijaksana dia membuang remote tersebut ke tempat sampah.

Terlepas dari banyaknya kelucuan bahkan kekonyolan adegan-adegan slapstick sepanjang film diputar, ending film ini cukup mengharukan dan menguras airmata saya (He..He..gak kebayang kalau nonton film lucu, malah nangis !).

Ada 2 hal yang menggugah dan membuat saya merenung :

Betapa seringnya kita ingin mengatur kehidupan kita seperti yang kita inginkan. Harus diakui, siapa sih yang tidak kepingin hidupnya bahagia terus, tanpa mengalami kesedihan? Siapa sih yang gak mau dapat berkat? Siapa sih yang gak mau hidup tanpa menghadapi masalah yang datang bertubi-tubi? Tapi kita seringkali lupa bahwa “…. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8 : 28). Kita gak sadar bahwa Tuhan tahu setiap hal yang telah dan akan kita alami, dan Dia tidak pernah meninggalkan kita begitu saja. Jika Tuhan mengijinkan kita mengalami hal2 yang menyedihkan, Dia memberi kita kekuatan untuk melalui hal tersebut, sehingga ketika ada saudara/i kita yang juga mengalami hal itu, kita bisa memberikan dukungan, penghiburan dan ikut berempati karena kita punya pengalaman mengatasi masalah itu.

Michael Newman, sang tokoh dalam film itu seringkali tanpa disadarinya menyakiti hati orangtuanya, terutama sang ayah. Saat ayahnya ingin makan bersama, ia menolak dengan alasan sibuk, bahkan tanpa sengaja ia membentak ayahnya karena ayahnya berusaha membujuknya. Sehingga ketika ayahnya meninggal Michael merasa sangat menyesal karena melewatkan saat-saat bersama sang ayah, bahkan tanpa pernah mengatakan “ I love you daddy !” Tapi penyesalan yang datang terlambat tidak ada gunanya. Karena saya pernah mengalami saat kehilangan ayah, saya merasakan banget kesedihan yang dialami Michael saat ditinggal ayahnya, walaupun saya sempat mengatakan bahwa saya mengasihi ayah saya ketika dia mengalami koma, tetap saja ada rasa penyesalan karena tidak berusaha menjadi anak yang membahagiakannya. So, guys, jangan anggap remeh waktu yang berlalu, karena kita gak tahu berapa lama lagi kita masih bisa bersama ortu kita di dunia ini. Yang masih memiliki orang tua lengkap, bersyukurlah ! Rawat mereka di masa tuanya, doakan mereka agar diberi kesehatan, bahagiakan mereka saat mereka masih ada bersama kita, tunjukkan bahwa kita menyayangi mereka. Saya pernah baca survey yang dilakukan terhadap orang-orang Indo, dan hasil survey menunjukkan bahwa ada 3 kalimat yang paling sulit dikatakan oleh kita. Bisa kalian terka apa kalimat2 itu? Yang pertama adalah “I love You”, kedua “I’m sorry” dan ketiga “Thank You”. Pertama kali saya baca, reaksi saya, “Masa sih?”. Kemudian saya baca uraiannya dan memang benar setelah saya renungkan, mungkin karena budaya kita juga, orang2 Indo bukan orang-orang yang ekspresif, yang bisa dengan mudah memeluk orang tua kita untuk bilang, “ I love you,mum” atau “I love you,dad “. Berat ya, untuk mengucapkannya ? Setidaknya kita tunjukkan saja dengan sikap kita perbuatan kita bahwa kita mengasihi mereka, karena perkataan saja tanpa perbuatan juga percuma.

Itulah 2 hal yang dapat saya simpulkan dari film itu. Well, saya pikir kita bisa kok menarik pelajaran dari film2 sekuler dan Tuhan bisa pakai segala macam media untuk menyampaikan pesan. Mari kita belajar bersyukur atas segala yang kita alami ( susah sih memang, tapi coba kita mulai saja ), berserah pada Dia yang mengatur hidup kita. Sehingga pada saatnya segala hal yang terjadi dalam hidup kita, saat jatuh bangunnya hidup kita bisa menjadi pelajaran berharga bagi orang lain yang mengalami hal yang sama………

Oleh: Sermawati Tanudjaja. Hak Cipta (c) 2006 Sermawati Tanudjaja. Dilarang keras untuk mengutip, merubah dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin penulis.
Posted by: Kasih / 1:22 AM 0 comments
September 01, 2006
Tangan Tuhan di dalam Hidupku

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2006 Pondok Hayat www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Aku seorang gadis yang hamil di luar nikah (dengan pacar). Begitu aku telat datang bulan, aku langsung periksa dan dokter mengatakan aku positif hamil. Saat itu aku bingung sekali, aku mengatakan ke pacarku dan dia marah sekali. Tanpa sepengetahuanku dia meninggalkan aku begitu saja.

Karena takut kehamilanku diketahui bosku, aku keluar dari pekerjaanku. Aku tidak berani pulang karena takut keluargaku marah, akhirnya aku kost. Semakin hari perutku semakin besar, aku semakin bingung. Karena keputusasaanku aku berusaha menggugurkan kandunganku. Aku meulai mengkomsumsi obat-obatan, mulai dari yang murah sampai yang mahal dan juga ke dukun beranak, namun semuanya tidak berhasil. Akupun pergi ke dokter kandungan untuk kiret, biayanya sangat mahal dan aku harus membayar uang muka sebesar Rp. 500.000,-. Pada saat masuk ruangan untuk kiret, aku melihat darah satu ember penuh dan karena takut aku tidak jadi kiret.

Di rumah aku putuskan untuk minum jamu-jamuan dan alkohol yang khusus untuk menggugurkan kandungan sampai akhirnya bukan janinku yang gugur malah aku yang masuk rumah sakit karena kehilangan cairan. Setelah keluar dari rumah sakit, aku hanya bisa menangis dan menyesali nasibku. Karena putus asa aku berusaha bunuh diri dengan minum baygon, karena Tuhan masih sayang akupun selamat.

Hingga suatu siang karena lapar aku membeli nasi bungkus, ternyata Tuhan mempunyai rencana yang indah, di dalam bungkus nasi itu diceritakan tentang Pondok Hayat. Setalah itu akupun pergi ke Pondok Hayat dan di luar dugaan aku diterima apa adanya tanpa membeda-bedakan. Selama ini aku memang belum mengenal siapa itu Yesus Kristus dan berkat bimbingan teman-teman serta pengurus Pondok Hayat yang tidak pernah bosan padaku, aku merasakan pemulihan yang luar biasa.

Aku merasakan betapa Tuhan Yesus selama ini sangat menyayangi aku, Dia tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berdosa. Mulai saat itu akupun berdoa dan bersyukur karena Tuhan begitu baik padaku, Dia tidak memberikan hambaNya hidup dalam kegelapan. Di sini aku dapat merasakan ketenangan dan kedamaian yang selama ini belum pernah aku rasakan. Aku percaya tiada yang mustahil bagi Tuhan Yesus, apa yang Dia kehendaki, itu pasti terjadi!

In
Jun 2001
Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2006 Pondok Hayat www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Posted by: Kasih / 12:51 AM 0 comments
April 02, 2006
Kulemparkan Roti ke dalam Air Hidup

[dicuplik dari kolom 30 Maret 2006 Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org]

Pengkhotbah 11: 1

Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.

Saya baru saja membaca sebuah jurnal harian dari seseorang anak muda yang baru saja pulang dari ladang penginjilan di Mozambique, sebuah negara di Afrika bagian Selatan. Ceritanya dan apa yang ia rasakan terasa begitu mirip dengan apa yang saya rasakan di tahun 2001 ketika pulang dari tempat yang sama (Iris Ministry). Pada waktu itu, pulang kembali ke kota kediamanku, hatiku begitu hancur dan sedih. Tidur tidak nyenyak, setiap hal yang kulakukan serasa demikian menjemukan dan tiada arti. Setiap orang yang kutemui, bahkan anak-anak Tuhan, begitu menyebalkan adanya. Sering saya mendapatkan diri ini, minum di sebuah kedai kopi, keren kelihatannya, tetapi hati ini menjerit kepada-Nya. Malam menjadi kawanku, siang terasa terlalu lama.

Hati itu bertanya-tanya bilamana saya akan mendapatkan kehormatan lagi untuk melayani Dia di kalangan yang miskin dan tertolak. "Mengapa aku harus di sini, Tuhan? Mengapa Engkau meminta aku untuk pulang? Aku tahu aku tidak sebanding dengan pahlawan-pahlawanMu yang aku sempat temui di sana. Mereka begitu gagah perkasa dalam-Mu. Muda dan tua, laki-laki dan perempuan, tetapi mereka seperti singa-singa muda, mencabik-cabik dan menghancurkan pekerjaan si jahat. Dan Engkau izinkan aku untuk berperang bersama mereka. Apakah sekarang aku tidak layak? Apakah aku gagal? Memang aku penuh keterbatasan, tetapi mengapa aku di sini? Aku mengasihi-Mu, apakah itu tidak cukup?"

Mengapa saya menceritakan hal yang terlalu pribadi ini? Beberapa tahun sudah lewat dan saya belum mendapatkan kesempatan lagi untuk kembali mengunjungi Mozambique ataupun ladang misi lainnya. Apakah aku tetap sedih? Apakah aku tetap kecewa? O tidak. Hati yang hancur, lambat-laun Ia pulihkan. Time does not heal. Waktu tidak menyembuhkan. Hanya Tuhan Yesus sajalah Penyembuh sejati. Puji Nama-Nya. Hidupku telah dibawa olehNya sekarang demikian jauh dari ladang Tuhan di Afrika. Tetapi puji nama Tuhan, Roh Kudus menuntun supaya saya tetap setia di dalam segala apapun yang Ia perintahkan. Dan ketaatan, dan bukan pengorbanan, bukankah itu yang Ia minta?

Hanya puji syukur yang ada di dalamku. Tak ada penyesalan lagi, tetapi melainkan puji syukur dan kebahagiaan karena Ia kuatkanku untuk tetap setia. Pelayanan-ku sekarang, visi dan misi yang Kekasih-ku berikan kepadaku, mungkin kelihatannya demikian sungguh berbeda. Tetapi saya mengerti, semua sekarang ini tidak kalah pentingnya, bahkan lebih penting, karena inilah yang Dambaan Hatiku mau di hidupku.

Pagi hari ini saya membaca Pengkhotbah 11:1. Tuhan, aku telah melemparkan hidupku di dalam Engkau, Air Hidup. Ampuni aku kalau aku pernah berfikir bahwa roti yang dilemparkan hanyut terhilang dalam kekecewaan dan kegagalan. Tetapi, aku mengucap syukur kalau aku mulai melihat bahwa hidup yang terhisap dalam arus Kasih-Mu, boleh kembali. Halleluya! Dengan penuh iman dan pengharapan aku mau terus melemparkan roti ini, Tuhan, ke dalam debur jeram kasih sayang-Mu, dan aku tahu Kasih-Mu akan membawa itu kembali, berbuah, berbuah dan berbuah lagi, seribu kali lipat bahkan tanpa terukur batasnya! Terpujilah Dia yang bersemayam di bait kudusNya!

Ayat-ayat dikutib dari Alkitab Terjemahan Baru (c) Lembaga Alkitab Indonesia, 1974.
Copyright/Hak Cipta © 2005 Kasih Kekal www.kasihkekal.org

Posted by: Kasih / 3:46 AM 0 comments
August 01, 2005
Sekarang Saya Adalah Wanita Yang Beruntung

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2005 Pondok Hayat www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Saya dulu menjadi seorang wanita yang tak beruntung. Selama 6 tahun saya hidup bersama seorang laki-laki yang hanya menikahi saya dengan nikah siri.

Suatu hari pria yang tinggal serumah dengan saya ini mengatakan bahwa dia bosan di rumah dan ingin pergi ke Surabaya untuk mencari pekerjaan. Karena dia memaksa, maka saya mengijinkan di pergi.

Waktu berjalan begitu cepat dan ternyata dia menjalin hubungan dengan wanita lain. Saya sangat terpukul dengan kejadian itu dan stres berat. Tanpa pikir panjang akhirnya saya pulang ke rumah orang tua saya. Selama 1 bulan berada di rumah orang tua, saya semakin bertambah bingung dan stress.

Merasa tidak tenang, saya putuskan untuk pergi ke Surabaya. Saya langsung mencari seorang teman dan berhasil menemukannya. Teman saya ini merasa heran melihat saya datang ke Surabaya sendiri.

Saya ceritakan semua masalah saya kepadanya. Teman ini menyarankan agar saya kembali kepada "suami" saya tetapi saya tetapi saya tetap tidak mau. Saya katakan juga kalau saya dalam keadaan hamil dan teman ini malah menyarankan saya agar melakukan tindakan aborsi.

Untung saja ada salah seorang teman lain yang mau menolong saya dan bersedia mencarikan jalan keluar. Dia menyuruh saya untuk tinggal di Pondok Hayat. Mula-mula saya tidak mau dan tidak paham tempat apa Pondok Hayat itu. Setelah sampai di Pondok Hayat saya disambut dengan ramah.

Di Pondok Hayat setiap pagi dan malam diadakan doa bersama dan belajar tentang firman-firman Tuhan. Di sini saya merasa tenang dan damai. Semua orang bergaul dengan baik dan rukun, meskipun kami berdatangan dari berbagai daerah.

Setelah beberapa saat di Pondok Hayat, akhirnya tiba saatnya untuk saya bersalin. Saya melahirkan seorang bayi perempuan yang mungil dan cantik. Setelah sebulan berada di Pondok Hayat, saya mengikuti baptisan air dan menyerahkan hidupku dalam tangan Tuhan Yesus, karena tanpa pertolongan-Nya tidak mungkin saya bisa tabah menghadapi semua ini.

Sekarang saya menjadi seorang wanita yang beruntung karena mengenal Yesus Kristus.

(Disaksikan oleh Asih bukan nama sebenarnya).

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2005 Pondok Hayat www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Posted by: Kasih / 10:44 AM 0 comments
May 01, 2005
Doa! Percaya! Melangkah!

[Dicuplik dari kolom Jurnal Kasih Kekal, April 2005.]

Kemarin malam situs Kasih Kekal menghadapi sesuatu hal yang amat sulit. Kebetulan, sesungguhnya bukan kebetulan, saya perhatikan sesuatu hal kecil di mana disadari bahwa situs Kasih Kekal sedang di bawah "serangan" atau gangguan pada waktu itu. Sebagai seorang yang sangat terbatas pengetahuannya di bidang komputer, ini tentunya adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan bagiku. Apa yang harus dilakukan? Ada sesuatu, entah itu virus, entah itu tangan usil, yang berusaha mengganggu. Yang saya tahu ini bukan dari pihak Tuhan.

Reaksi pertama adalah untuk langsung menganalisa akar problemanya dan mencabut sumber masalah ini. Yang repot adalah saya tidak tahu akarnya. Cuma saya ketahui "buah" dari si jahat ini. Apa dayaku? Untung, ...oh tidak, untung bukan sesuatu kata yang benar. Terpujilah nama Tuhan kalau Dia di fihak orang percaya! Saya mulai berdoa. Saya mulai ada hikmat. Saya mulai lakukan satu hal. Lihat hasilnya. Masih sama. Lakukan hal kedua. Masih tidak benar. Ketiga. Keempat. Sudah hampir subuh. Saya tahu Dia menuntunku. Tetapi, masalah masih berjalan terus ya? Waktu berlalu terus. Langkah kelima.......tiba-tiba.... berhenti problemanya! Halleluya!!!!! YHWH Nissi! Tuhan Panji-Panjiku!

Kalau secara logika, langkah kelima adalah yang menyembuhkan masalah ini, bukan? Tetapi saya tidak terlalu yakin akan hal itu. Ya memang itu sangat penting. Tetapi saya merasa bahwa langkah pertama sampai ke empat harus kulakukan, baru saya mendapat kemenangan ini.

Bukankah ini gambaran dari pergumulan hidup kita ini? Kita hadapi masalah. Kita doa. Kita taat. Kita melangkah. Lalu kita menggerutu "Belum berakhir ya masalah ini?" Jangan berhenti! Terus doa! Terus taat! Terus gempur itu antek-antek si jahat! Terus tumpas itu ketidak-percayaan! Terus bersandar sama Kekasih Ilahi! Doa! Melangkah! Percaya! Doa! Melangkah! Percaya! Doa.....

Dan satu saat, tidak lama lagi, dobrakan kemenangan di pihak orang benar! Asal percaya saja....

1 Samuel 17: 45-47

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

Ayat-ayat dikutib dari Alkitab Terjemahan Baru (c) Lembaga Alkitab Indonesia, 1974.
Copyright/Hak Cipta © 2005 Kasih Kekal www.kasihkekal.org






Kitab sebelumnya Kitab berikutnya

Penulis : Matius
Tema : Yesus, Raja Mesianis
Tanggal Penulisan: Tahun 60-an TM

Latar Belakang
Injil ini dengan tepat sekali ditempatkan pertama sebagai pengantar PB dan
"Mesias, Anak Allah yang hidup" (Mat 16:16). Walaupun nama pengarang
tidak disebutkan dalam nas Alkitab, kesaksian semua bapa gereja yang
mula-mula (sejak kira-kira tahun 130 M) menyatakan bahwa Injil ini ditulis
oleh Matius, salah seorang murid Yesus.

Jikalau Injil Markus ditulis untuk orang Romawi
(Lihat "PENDAHULUAN INJIL MARKUS" 08165)
dan Injil Lukas untuk Teofilus dan semua orang percaya bukan Yahudi
(Lihat "PENDAHULUAN INJIL LUKAS" 08169),
maka Injil Matius ditulis untuk orang percaya bangsa Yahudi. Latar Belakang
Yahudi dari Injil ini tampak dalam banyak hal, termasuk

(1) ketergantungannya pada penyataan, janji, dan nubuat PL untuk membuktikan
bahwa Yesus memang Mesias yang sudah lama dinantikan;

(2) hal merunut garis silsilah Yesus, bertolak dari Abraham
(Mat 1:1-17);

(3) pernyataannya yang berulang-ulang bahwa Yesus adalah "Anak Daud"
(Mat 1:1; Mat 9:27; Mat 12:23; Mat 15:22; Mat 20:30-31; Mat 21:9,15;
Mat 22:41-45);

(4) penggunaan istilah yang khas Yahudi seperti "Kerajaan Sorga" (yang
searti dengan "Kerajaan Allah") sebagai ungkapan rasa hormat orang
Yahudi sehingga segan menyebut nama Allah secara langsung dan

(5) petunjuknya kepada berbagai kebiasaan Yahudi tanpa memberikan penjelasan
apa pun (berbeda dengan kitab-kitab Injil yang lain).

Sekalipun demikian, Injil ini tidak semata-mata untuk orang Yahudi. Seperti
amanat Yesus sendiri, Injil Matius pada hakikatnya ditujukan kepada seluruh
gereja, serta dengan saksama menyatakan lingkup universal Injil
(mis. Mat 2:1-12; Mat 8:11-12; Mat 13:38; Mat 21:43; Mat 28:18-20).

Tanggal dan tempat Injil ini berasal tidak dapat dipastikan. Akan tetapi,
ada alasan kuat untuk beranggapan bahwa Matius menulis sebelum tahun 70 M
ketika berada di Palestina atau Antiokia di Siria. Beberapa sarjana Alkitab
percaya bahwa Injil ini merupakan Injil yang pertama ditulis, sedangkan ahli
yang lain beranggapan bahwa Injil yang ditulis pertama adalah Injil Markus.

Tujuan
Matius menulis Injil ini

(1) untuk memberikan kepada sidang pembacanya kisah seorang saksi mata
mengenai kehidupan Yesus,

(2) untuk meyakinkan pembacanya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Mesias
yang dinubuatkan oleh nabi PL, yang sudah lama dinantikan, dan

(3) untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dinyatakan di dalam dan melalui
Yesus Kristus dalam cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Matius ingin sekali agar pembacanya memahami bahwa

(1) hampir semua orang Israel menolak Yesus dan kerajaan-Nya.
Mereka tidak mau percaya karena Ia datang sebagai Mesias yang
rohani dan bukan sebagai Mesias yang politis.

(2) Hanya pada akhir zaman Yesus akan datang dalam kemuliaan-Nya sebagai
Raja segala raja untuk menghakimi dan memerintah semua bangsa.

Survai
Matius memperkenalkan Yesus sebagai penggenapan pengharapan Israel yang
dinubuatkan. Yesus menggenapi nubuat PL dalam kelahiran-Nya
(Mat 1:22-23), tempat lahir (Mat 2:5-6), peristiwa kembali dari
Mesir (Mat 2:15) dan tinggal di Nazaret (Mat 2:23); Ia juga
diperkenalkan sebagai Oknum yang didahului oleh perintis jalan Sang Mesias
(Mat 3:1-3); dalam hubungan dengan lokasi utama dari pelayanan-Nya di
depan umum (Mat 4:14-16), pelayanan penyembuhan-Nya (Mat 8:17),
peranan-Nya selaku hamba Allah (Mat 12:17-21), ajaran-Nya dalam bentuk
perumpamaan (Mat 13:34-35), peristiwa memasuki Yerusalem dengan jaya
(Mat 21:4-5) dan penangkapan-Nya (Mat 26:56).

Pasal 5-25 (Mat 5:1--25:46) mencatat lima ajaran utama yang disampaikan
oleh Yesus dan lima kisahan utama mengenai perbuatan-Nya yang besar
sebagai Mesias. Lima ajaran utama itu adalah:

(1) Khotbah di Bukit (pasal 5-7; Mat 5:1--7:29);

(2) pengarahan bagi orang yang diutus untuk berkeliling memberitakan
Kerajaan itu (pasal 10; Mat 10:1-42);

(3) perumpamaan tentang Kerajaan Allah (pasal 13; Mat 13:1-30);

(4) sifat seorang murid sejati (pasal 18; Mat 18:1-35) dan

(5) ajaran di Bukit Zaitun mengenai akhir zaman
(pasal 24-25; Mat 24:1--25:46).

Lima kisah utama dalam Injil ini adalah:

(1) Yesus mengerjakan tanda ajaib dan mukjizat, yang menegaskan
tentang realitas kerajaan itu (pasal 8-9; Mat 8:1--9:38);

(2) Yesus mempertunjukkan lebih lanjut adanya kerajaan
(pasal 11-12; Mat 11:1--12:50);

(3) Pengumuman kerajaan menimbulkan bermacam-macam krisis
(pasal 14-17; Mat 14:1--17:27);

(4) Yesus berjalan ke Yerusalem dan tinggal di situ pada minggu
terakhir (Mat 19:1--26:46);

(5) Yesus ditangkap, dihakimi, disalibkan dan bangkit dari antara
orang mati (Mat 26:47--28:20). Tiga ayat yang terakhir dari
kitab Injil ini mencatat "Amanat Agung" Yesus.

Ciri-ciri Khas
Tujuh ciri utama menandai Injil ini.

(1) Kitab ini merupakan Injil yang mencolok sifat ke-Yahudiannya.

(2) Ajaran dan pelayanan Yesus di bidang penyembuhan dan pelepasan disajikan
secara paling teratur. Karena hal ini, maka pada abad kedua gereja sudah
mempergunakan Injil ini untuk membina orang yang baru bertobat.

(3) Kelima ajaran utama berisi materi yang terluas di dalam keempat Injil
yang mencatat pengajaran Yesus

(a) selama pelayanan-Nya di Galilea dan

(b) mengenai hal-hal terakhir (eskatologi).

(4) Injil ini secara khusus menyebutkan peristiwa dalam kehidupan Yesus
sebagai penggenapan PL jauh lebih banyak daripada kitab lain di PB.

(5) Kerajaan Sorga\\Kerajaan Allah disebutkan dua kali lebih banyak daripada
kitab lain di PB.

(6) Matius menekankan

(a) standar-standar kebenaran dari Kerajaan Allah
(pasal 5-7; Mat 5:1--7:29);

(b) kuasa kerajaan itu atas dosa, penyakit, setan-setan, dan bahkan
kematian; dan

(c) kejayaan kerajaan itu di masa depan dalam kemenangan yang mutlak
pada akhir zaman.

(7) Hanya Injil ini yang menyebutkan atau menubuatkan gereja sebagai suatu
wadah yang menjadi milik Yesus di kemudian hari (Mat 16:18; Mat 18:17).







Halaman Utama » Berita YLSA » Berita YLSA Tahun 2008
Berita YLSA - Mei-Juni/2008
Dikirimkan oleh admin pada Sel, 2008-07-22 04:32
Daftar Berita:
[Editorial!]
[Latest News!] : 1. Peluncuran Situs SABDAzoom
: 2. Fasilitas Permohonan Doa di Situs KEKAL
: 3. Unduh Bahan Audio Terbaru di In-Christ.Net dan SABDA.net
: 4. Berita Terbaru Situs PESTA Online
[Gratis!] : Artikel Gratis di Situs TELAGA
[Prayer Request!]
[Inside YLSA] : Peningkatan Tiga Situs YLSA
[Appreciation!] : 1. Ulang Tahun Staf YLSA (Mei dan Juni)
: 2. Berita Dukacita
: 3. Staf Keluar
: 4. Staf Baru
: 5. Staf Sukarelawan Konseling
[Stop Press!] : Lowongan Pekerjaan Programmer dan Web Programmer
[Financial Report] : Laporan Keuangan YLSA April dan Mei 2008

Editorial:

Ke Atas

Para Sahabat YLSA yang terkasih dalam Kristus,

Puji Tuhan karena sampai saat ini Tuhan masih mengizinkan kita untuk berkarya bagi Kerajaan-Nya. Biarlah waktu dan kesempatan yang Dia berikan ini tidak kita sia-siakan, melainkan terus kita gunakan sebaik-baiknya.

Kehadiran Berita YLSA Mei -- Juni 2008 di hadapan para Sahabat dan Pendukung YLSA adalah untuk menyampaikan beberapa berita dari Tim Web, Tim Programmer, dan juga Tim PESTA. Kami sungguh bersyukur karena Tuhan senantiasa memberkati pelayanan kami dengan semangat dan sukacita untuk terus melayani Dia.

Apa yang telah dicapai hingga saat ini tentu tidak lepas dari dukungan para Sahabat dan Pendukung YLSA yang terus dengan setia berdoa bagi pelayanan YLSA. Kami sungguh-sungguh merasakan dukungan tersebut. Doa-doa yang Anda panjatkan memberi bau harum bagi pekerjaan Tuhan.

Selamat bertemu di Berita YLSA mendatang.

In Christ,

Yulia Oeniyati
< yulia(at)in-christ.net >
Pimpinan YLSA

Latest News:

Ke Atas

1.

Peluncuran Situs SABDAzoom

YLSA terus-menerus berusaha melakukan pembangunan situs-situs yang diharapkan semakin memerkaya sumber-sumber bahan kekristenan di Indonesia. Puji Tuhan, selama bulan Februari -- Maret 2008, Tim Programmer YLSA merancang sebuah prototipe situs Alkitab yang sementara ini diberi nama proyek SABDAzoom.

SABDAzoom dibangun dengan menggunakan "toolkit" yang bernama "jQuery". Selain memberikan tampilan yang menarik, jQuery juga memiliki kelebihan dalam memberikan kemudahan mengakses kitab dengan "slider" kitab, membaca Alkitab berdasarkan perikop, serta menampilkan versi pararel dari suatu ayat dengan "popup" (jendela di atas jendela).

SABDAzoom masih dalam tahap awal pengembangan dan masih jauh dari sempurna. Karena itu, kami mengundang partisipasi para Sahabat dan Pendukung YLSA untuk memberikan masukan melalui "Trac" yang disediakan di bagian bawah situs tersebut. Silakan Sahabat dan Pendukung YLSA berkunjung, lalu berikan masukan untuk pengembangan berikutnya.

==> http://www.sabda.org/sabdazoom/
2.

Fasilitas Permohonan Doa di Situs KEKAL

Mulai bulan Mei 2008, Sahabat dan Pendukung YLSA dapat memanfaatkan fasilitas baru dalam situs Kesaksian Kasih Allah (KEKAL) -- situs yang berisi kesaksian-kesaksian akan karya Tuhan yang luar biasa dalam hidup anak-anak-Nya. Fasilitas baru ini adalah Permohonan Doa, di mana para pengunjung bisa mengisi sebuah formulir yang disediakan dengan permohonan doa yang dikehendaki. Rekan-rekan YLSA yang tergabung dalam Tim Pendoa YLSA akan berdoa bagi Anda. Sahabat dan Pendukung YLSA juga dapat mendaftarkan diri untuk bergabung menjadi Tim Pendoa dalam situs KEKAL ini. Mari bergabung untuk saling mendoakan!

==> http://kesaksian.sabda.org/
[Situs KEKAL]
==> http://kesaksian.sabda.org/doa
[Fasilitas Permohonan Doa]
==> email: < kekal(at)sabda.org >
[Bergabung Menjadi Tim Pendoa]
3.

Unduh Bahan Audio Terbaru di In-Chris.Net dan SABDA.net

Kini Sahabat dan Pendukung YLSA dapat memeroleh bahan-bahan audio berupa rekaman seminar dan rekaman khotbah dalam situs In-Christ.Net dan server SABDA.net. Bahan-bahan audio yang dapat Anda peroleh dalam situs In-Christ.Net adalah rekaman seminar konseling "Seni Pemulihan Diri", "Dasar-Dasar Konseling", dan "Intensive Counseling Workshop" yang dibawakan oleh Pdt. Julianto Simanjuntak di Solo, pada bulan November 2007 dan bulan April 2008 yang lalu. Terdapat pula rekaman seminar kepemimpinan "Seni Memimpin Diri" yang dibawakan oleh Pdt. Robby I. Chandra pada bulan Februari 2008. Semua rekaman tersebut tersedia dalam format MP3.

Sedangkan dalam server SABDA.net, kami telah menyediakan rekaman khotbah Pdt. Rahmiati yang juga tersedia dalam format MP3. Judul-judul rekaman khotbah yang telah kami sediakan antara lain, "Apa Akibat Daripada Kemandirian Manusia?", "Pola Pikir Tuhan dan Pola Pikir Saya", serta "Kejatuhan Manusia ke Dalam Dosa". Selain judul yang telah kami tuliskan, masih ada 84 rekaman khotbah Pdt. Rahmiati lainnya yang dapat Anda peroleh dalam server SABDA.net tersebut. Kiranya seluruh bahan audio tersebut dapat menguatkan iman dan menjadi bekal pelayanan Anda. Silakan mengunduh bahan-bahan audio tersebut.

==> < http://www.in-christ.net/komunitas_solo_konseling >
[Rekaman Seminar Konseling]

==> < http://www.in-christ.net/komunitas_solo_leadership >
[Rekaman Seminar Kepemimpinan]

==> http://www.sabda.net/rahmiati/
[Bahan Khotbah Rahmiati]
4.

Berita Terbaru Situs PESTA Online

Beberapa waktu yang lalu, situs PESTA Online, yang merupakan sistem pendukung kursus teologi bagi kaum awam yang diselenggarakan oleh YLSA, telah mengalami "upgrade" mesin dengan menggunakan Drupal versi 5.7. (sebelumnya 4.7). Dari segi tampilan memang tidak terlihat perubahannya. Namun dengan peningkatan ini, situs PESTA memiliki tambahan fasilitas dan fitur baru untuk memerkaya interaksi para pengunjung situs. Kami sungguh mengucap syukur atas kemajuan ini.

==> http://www.pesta.org/

Selain itu, saat ini PESTA juga telah menambah modul baru, yaitu "Apologetika Untuk Awam I" (AUA I). Bersamaan dengan itu, PESTA juga membuka kelas diskusi untuk modul AUA-I ini pada bulan Juni 2008. Kelas AUA-I termasuk kategori kelas lanjutan karena peserta yang boleh mengikuti adalah mereka yang telah lulus dari Kursus Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK).

Dalam kelas diskusi AUA-I ini, selain mempelajari bahan, peserta juga akan berdiskusi tentang berbagai topik seputar dasar-dasar apologetika Kristen (ilmu pembelaan iman Kristen).

Bagi Sahabat dan Pendukung YLSA yang ingin mengetahui lebih banyak lagi informasi tentang PESTA dan bagaimana cara mengikuti kelas teologi awam secara tersambung (online), silakan hubungi Admin PESTA di:

==> < kusuma(at)in-christ.net >

Gratis:

Ke Atas

ARTIKEL GRATIS DI SITUS TELAGA

Jika Sahabat dan Pendukung YLSA pernah menikmati program radio dari pelayanan Tegur Sapa Gembala Keluarga (TELAGA), kini TELAGA juga bisa Anda nikmati melalui fasilitas situs TELAGA. Berikut ini kami perkenalkan sajian artikel gratis di situs TELAGA. Kurang lebih ada 49 artikel tentang keluarga dan anak yang semoga dapat menambah informasi dan memberkati Sahabat dan Pendukung YLSA sekalian. Untuk berkunjung ke situs TELAGA, silakan kunjungi alamat berikut.

==> http://www.telaga.org/

Untuk itu, berikut kami bagikan ringkasan dari beberapa artikel di situs TELAGA.

1.

Moralitas dan Rasa Hormat

Keberhasilan orang tua mendisiplin anak sangat terkait dengan kehidupan moral orang tuanya. Apabila anak menghormati kehidupan moral orang tua, anak juga cenderung mematuhi petuah orang tua. Simak artikel lengkapnya dengan mengarahkan kursor Anda ke alamat berikut.

==> http://www.telaga.org/artikel.php?moralitas_dan_hormat.htm
2.

Menolong Suami Menjadi Ayah

Ada beberapa pandangan bahwa ada pria yang siap menjadi suami ketimbang menjadi ayah atau sebaliknya. Lalu bagaimana cara menolong suami, saudara, atau teman Anda jika menghadapi keadaan tersebut? Simak tipsnya dalam artikel berikut.

==> http://www.telaga.org/artikel.php?menolong_suami_menjadi_ayah.htm
3.

Judul Artikel Lainnya
*

1001 Akal Membantu Anak Belajar
==> http://www.telaga.org/artikel.php?membantu_anak_belajar.htm
*

Bolehkah Menuntut Anak?
==> http://www.telaga.org/artikel.php?bolehkah_menuntut_anak.htm
*

Membantu Anak Memahami Makna Kematian
==> http://www.telaga.org/artikel.php?memahami_makna_kematian.htm

Prayer Request:

Ke Atas

1.

Ucapan Syukur
*

Puji Tuhan atas peluncuran situs Alkitab SABDAzoom. Biarlah situs ini boleh dipakai Tuhan untuk menjadi alat yang memermudah pengunjung mempelajari firman Tuhan.
*

Kami mengucap syukur karena Tuhan yang telah memampukan Tim Web YLSA untuk terus melakukan peningkatan (upgrade) pada situs-situs milik YLSA (Situs PESTA, KEKAL, PEPAK, C3I, dan Indolead). Semoga peningkatan yang telah dilakukan ini dapat semakin memberkati para pengunjung situs-situs YLSA.
*

Bersyukur karena bahan-bahan audio pertemuan seminar konseling dan kepemimpinan di Solo beberapa waktu yang lalu dan audio khotbah Pdt. Rahmiati, yang kini sudah bisa diakses. Kiranya bisa menjadi berkat dan pelengkap pelayanan di Indonesia.
*

Mengucap syukur atas terlaksananya kelas diskusi Apologetika Untuk Awam I (AUA-I) periode Juni/Juli. Doakan agar jalannya kursus dapat berlangsung baik dan memberkati setiap peserta yang mengikutinya.
2.

Rencana Kegiatan YLSA Juli 2008

Pada tanggal 1 Juli -- 31 Juli 2008, diselenggarakan lomba menulis di SABDA Space. Bersyukur karena proses persiapan telah berjalan dengan baik. Kiranya lomba ini dapat meningkatkan semangat menulis para peserta, khususnya menulis sesuatu yang berguna bagi kemuliaan nama Tuhan.
3.

Untuk Para Sahabat dan Pendukung YLSA

Kami sangat bersyukur atas kebersamaan Sahabat dan Pendukung YLSA yang telah bergandeng tangan serta setia membantu pelayanan YLSA, khususnya dalam doa dan dana. Biarlah kasih Tuhan senantiasa menambah-nambahkan hikmat agar para Sahabat dan Pendukung YLSA semakin bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Tuhan kita Yesus Kristus.

Inside YLSA:

Ke Atas

PENINGKATAN TIGA SITUS YLSA

Setelah melewati proses pengerjaan selama tiga bulan, Maret -- Juni 2008, akhirnya peningkatan (upgrade) tiga situs besar YLSA dapat diselesaikan. Ketiga situs besar tersebut adalah Christian Counseling Center Indonesia (C3I), Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen (PEPAK), dan Indonesian Christian Leadership Training, Network and Resources Center (Indo Lead). Situs-situs ini dikatakan situs besar karena keseluruhan data situs ini besarnya lebih dari 4.93 GB. Selain itu, situs-situs ini juga termasuk situs- situs yang paling banyak dikunjungi -- 913.649 hits/bulan.

Ketiga situs ini bisa diakses dalam alamat-alamat berikut ini.

* Situs PEPAK
==> < http://pepak.sabda.org/ >
* Situs C3I
==> < http://c3i.sabda.org/ >
* Situs INDO LEAD
==> < http://lead.sabda.org/ >

LATAR BELAKANG

Sebelum ini, situs PEPAK, C3I, dan Indo Lead masih menggunakan PHP dan HTML murni yang tidak mendukung untuk dihadirkannya unsur-unsur interaktivitas karena bersifat statis. Agar dapat menjadi situs komunitas yang dinamis dan interaktif, maka diputuskan untuk meningkatkan ketiga situs tersebut dengan menggunakan teknologi Drupal.

YLSA memiliki kerinduan untuk menghadirkan unsur komunitas di tiga situs ini untuk dapat meningkatkan kebersamaan dan juga untuk meningkatkan hasil karya tulisan dari para pengunjung. Dengan demikian, ketiga situs ini tidak hanya melengkapi pelayanan Anda dengan menyediakan bahan-bahan pelayanan anak, konseling, dan kepemimpinan saja, tetapi juga mengajak para penggunanya untuk saling membangun dan lebih menajamkan satu sama lain dalam sebuah komunitas.

TEKNOLOGI DAN FASILITAS YANG DIUNGGULKAN

Teknologi yang digunakan dalam peningkatan ketiga situs ini adalah CMS Drupal versi 5.7.0. Dengan teknologi tersebut, kami berhasil menambahkan beberapa fasilitas baru dengan tetap memertahankan fasilitas yang lama. Secara umum, fasilitas baru dalam ketiga situs ini adalah fasilitas kirim bahan (oleh pengguna), memberi komentar pada artikel yang ada, keanggotaan dan avatar, beritahu teman, fasilitas kirim pesan ke pengguna lain (private message), fasilitas berlangganan publikasi dari masing-masing situs, fasilitas kirim artikel ke e-mail ke pengguna, dan tampilan artikel untuk dicetak.

Selanjutnya ada juga fasilitas khusus "Reader`s Corner" (untuk Indo Lead) dan "Pojok Ceria" (untuk PEPAK) yang dapat dimanfaatkan untuk menyapa para pengguna yang sedang tersambung (online). Peningkatan ketiga situs ini masih akan terus kami kembangkan. Saat ini, kami juga sedang mempersiapkan fasilitas forum untuk ketiga situs tersebut.

Satu kemajuan lagi yang berhasil dicapai oleh Tim Web YLSA dalam pembangunan ketiga situs ini adalah penggunaan fasilitas "multisite drupal". Ketiga situs ini sebenarnya berada dalam satu situs. Meskipun tampilan dan alamat URL-nya berbeda-beda, namun ketiga situs menggunakan mesin dan database yang sama. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk dapat sekaligus mengakses data ketiga situs, walaupun pengguna sedang berada di salah situs saja.

MENJADI ANGGOTA

Untuk dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di ketiga situs tersebut, kami mempersilakan Sahabat dan Pendukung YLSA untuk mendaftarkan diri menjadi anggota terlebih dahulu. Caranya mudah sekali. Hanya dengan "register" (mendaftarkan diri menjadi pengguna) melalui satu dari ketiga situs yang ada.

Karena ketiga situs ini sebenarnya ada di satu situs, maka pengunjung pun dimudahkan ketika mendaftarkan diri menjadi pengguna (register). Sekali mendaftarkan diri dalam salah satu situs, otomatis telah menjadi pengguna dalam dua situs yang lain.

Nah, Sahabat dan Pendukung YLSA, segeralah berkunjung ke alamat di atas dan mendaftarkan diri menjadi pengguna. Kami harap peningkatan yang telah dilakukan di ketiga situs ini akan semakin melengkapi dan mendukung pelayanan Anda. Segala kemuliaan hanya bagi Allah semata!

Disusun oleh: Kristina Dwi Lestari dan Eviriyanti Christina

Appreciation:

Ke Atas

1. Ulang Tahun Staf YLSA (Mei dan Juni)
*

Seluruh keluarga besar Yayasan Lembaga Sabda (YLSA) mengucapkan selamat kepada rekan kami, Yohanna Prita Amelia (Divisi Publikasi) yang berulang tahun pada tanggal 9 Mei 2008. Semoga semakin bersemangat di dalam Tuhan dan senantiasa dimampukan dalam melaksanakan tugas pelayanan yang telah Dia percayakan. Selamat ulang tahun Yohanna!
*

Kami juga mengucapkan selamat berbahagia kepada Davida Welni Dana (Divisi Publikasi dan HRD) yang merayakan ulang tahunnya ke-30 pada tanggal 20 Juni 2008. Keluarga besar YLSA mendoakan agar Davida semakin luar biasa dipakai Tuhan untuk menjadi kawan sekerja-Nya.
2.

Berita Dukacita

Pada tanggal 28 Mei 2008 yang lalu, ayah dari Lany Mulati (Divisi Administrasi), telah menyelesaikan segala tugasnya di dunia ini dan kembali ke rumah Bapa di surga. Keluarga besar Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) berdoa kiranya keluarga yang ditinggalkan selalu mendapat penghiburan dan kekuatan dari Tuhan.
3.

Staf Keluar

Pada tanggal 31 Mei 2008, Puji Arya Yanti (Divisi Publikasi) telah mengundurkan diri sebagai Staf YLSA sehubungan dengan akan melahirkan putrinya yang pertama. Keluarga besar Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) mengucapkan terima kasih kepada Puji Arya Yanti atas dedikasi yang diberikan selama melayani di YLSA. Kami terus mendukung dalam doa agar kehadiran putrinya ini dapat menjadi bagian dari tugas pelayanan yang Tuhan percayakan kepadanya. Amin.
4.

Staf Baru

Setelah berhasil melewati masa percobaan selama dua bulan, Sri Setyawati telah resmi bergabung untuk melayani di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Saat ini Sri Setyawati bertugas sebagai penerjemah dan juga membantu pengerjaan proyek ITL (Interlinear). Kami mengucapkan selamat bergabung dan selamat memberikan yang terbaik bagi Tuhan melalui YLSA.
5.

Staf Sukarelawan Konseling

Tuhan sungguh sangat baik, karena ketika YLSA membutuhkan orang-orang yang memiliki pendidikan konseling untuk menolong pelayanan konseling online, Tuhan mengirimkan dua orang relawan yang sungguh sangat memberkati pelayanan YLSA.

Perkenankan kami melalui kesempatan ini memperkenalkan dua staf sukarelawan YLSA yang telah cukup lama membantu pelayanan konseling online YLSA:

1. Ibu Esther Junita Rey (Lulusan dari SAAT, S-2 Magister Konseling)
2. Ibu Neti Estin (Lulusan dari STTRII, MA Konseling)

Pelayanan Anda berdua yang penuh kasih dan tak kenal lelah sangat luar biasa. Kiranya Tuhan terus memakai Anda berdua dan terus menjadikan Anda saluran berkat bagi banyak orang yang membutuhkan pertolongan. Tuhan memberkati keluarga dan pelayanan Anda berdua.

Stop Press:

Ke Atas
LOWONGAN PEKERJAAN PROGRAMMER DAN WEB PROGRAMMER

Dunia teknologi terus berinovasi ....

* Pernahkah Anda berpikir, apa peran teknologi bagi Kerajaan Allah?
* Maukah Anda mengambil bagian dalam misi Allah di era teknologi ini?

Bergabunglah bersama kami!

Yayasan Lembaga SABDA dibangun atas kerinduan untuk mengambil bagian dalam visi misi Allah dengan memakai teknologi komputer dan internet untuk menjadi alat bagi pembangunan Kerajaan-Nya di dunia.

==> http://www.ylsa.org/

Yayasan Lembaga SABDA mengajak Anda yang memiliki kualifikasi berikut ini untuk bergabung:

1.

Lowongan Programmer/Database Designer:
1. Tingkat pendidikan tidak dibatasi (Spesialisasi Teknik Komputer/Informatika/Matematika).
2. Menguasai minimal satu bahasa pemprograman modern (C+, C#, Scripting, Java, PHP, Python, Perl, Ruby, dll.).
3. Memiliki kemampuan logika dan matematika.
4. Menguasai bahasa Inggris.
5. Memiliki pengalaman di bidangnya.
2.

Lowongan Web Programmer/Web Designer:
1. Tingkat pendidikan tidak dibatasi (Spesialisasi Teknik Komputer/Informatika/Matematika).
2. Menguasai HTML, PHP, dan MYSQL (terutama untuk Web Programmer).
3. Memiliki kemampuan desain dan menguasai minimal satu tool untuk grafis (khusus untuk web designer).
4. Diutamakan bagi yang sudah pernah membuat website.

Kualifikasi umum:

1. Sudah lahir baru, hidup baru dalam Kristus, dan sudah dibaptis.
2. Pria atau wanita; diutamakan yang belum menikah.
3. Mampu bekerja dalam tim dan memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi.
4. Dapat bekerja dengan tenggat waktu yang ketat dan memiliki ketelitian yang tinggi.
5. Memunyai semangat tinggi untuk terus belajar dan melayani di bidang teknologi informasi.
6. Bersedia ditempatkan di Solo, Jawa Tengah, minimal untuk dua tahun.

Bagi yang berminat bergabung, kirimkan surat lamaran resmi dan CV lewat e-mail ke: ==> rekrutmen-ylsa(at)sabda.org

Atau kirim secepatnya lewat pos ke:

YLSA/SABDA
KOTAK POS 25
SLONS 57135

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
==> ylsa(at)sabda.org

Financial Report:

Ke Atas

1. Laporan Aktivitas Keuangan YLSA April 2008
A. SUMBANGAN
Gunawan & Kristina (BCA) Rp 2.000.000,00 07/04/08
James Leopold Tite (BCA) Rp 100.000,00 10/04/08
TELAGA (BCA) Rp 500.000,00 10/04/08
Jusak E W M (BCA) Rp 500.000,00 11/04/08
Yenti(BCA) Rp 100.000,00 17/04/08
Awang Darmawan (BCA) Rp 200.000,00 22/04/08
Yayasan Gloria (BCA) Rp 250.000,00 25/04/08
Philip Manurung (BCA) Rp 430.000,00 25/04/08
Bambang SP Abedneg (BCA) Rp 100.000,00 29/04/08
Hendy Kasisi IR (BCA) Rp 200.000,00 29/04/08
Bunga Bank Rp 24.293,00
Pendapatan lain-lain Rp 59.000,00

Total Sumbangan Rp 4.463.293,00


B. PENGELUARAN
Kantor/Admin Rp 481.500,00
Kas Kecil Rp 54.600,00
Utility/Sumber daya Rp 2.026.900,00
Komputer Rp 45.000,00
Perpustakaan Rp 336.000,00
Pengiriman/Distribusi Rp 14.900,00
Admin Bank Rp 24.749,00
Sewa Rumah kos putri 2 th. Rp11.000.000,00
Kepegawaian Rp18.033.200,00

Total Pengeluaran Rp.32.016.849,00
2. Laporan Aktivitas Keuangan YLSA Mei 2008
A. SUMBANGAN
Gunawan & Kristina (BCA) Rp 2.000.000,00 5/5/08
Widya Kristiani So (BCA) Rp 500.000,00 8/5/08
TELAGA (BCA) Rp 500.000,00 8/5/08
Slamet Amarta (BCA) Rp 250.000,00 8/5/08
Boy Juana (BCA) Rp 3.000.000,00 15/05/08
Dr.Novian wibowo (BCA) Rp 300.000,00 15/05/08
Toni Polanco T (BCA) Rp 250.000,00 15/05/08
Yayasan Gloria (BCA) Rp 250.000,00 21/05/08
Bunga Bank Rp 16.760,00
Pendapatan lain-lain Rp 321.000,00

Total Sumbangan Rp 7.387.760,00


B. PENGELUARAN
Kantor/Admin Rp 1.748.350,00
Kas Kecil Rp 28.800,00
Utility/Sumber daya Rp 2.131.600,00
Komputer Rp 1.187.500,00
Perpustakaan Rp 3.423.900,00
Pengiriman/Distribusi Rp 10.000,00
Admin Bank Rp 20.462,00
Kepegawaian Rp17.570.500,00

Total Pengeluaran Rp.26.121.112,00

Ucapan Terima Kasih

Ucapan syukur kami naikkan kepada Tuhan atas berkat yang dilimpahkan-Nya bagi kita semua. Biarlah melalui pelayanan kitabersama, nama Tuhan semakin ditinggikan. Terpujilah Dia yang memunyai alam semesta ini!

Bagi Anda yang tergerak untuk terlibat dalam pelayanan YLSA dengan memberikan sumbangan dana, silakan mengirimkannya ke:

YAYASAN LEMBAGA SABDA
a.n. Yulia Oeniyati
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo
No. Rekening: 0790266579

Redaksi Berita YLSA:

Staf Redaksi : Kristina, Yulia, Evi, Ari, Puji, Elly
Alamat berlangganan : Kirim e-mail kosong ke: subscribe-i-kan-berita-ylsahub.xc.org
Untuk berhenti berlangganan : Kirim e-mail kosong ke: unsubscribe-i-kan-berita-ylsahub.xc.org
Untuk kirim bahan/pertanyaan : Kirim e-mail ke staf Redaksi
Arsip Berita YLSA : http://www.sabda.org/publikasi/berita_ylsa/arsip/


Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN.
Copyright(c) Berita YLSA 2008
YLSA -- http://www.ylsa.org/


http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
‹ Berita YLSA - Maret/April 2008ke atas
»

* Login or register to post comments

Gratis | Lowongan | Partisipasi | Kontak Kami | Buku Tamu
Disclaimer | © 2005-2008 | Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmaster(at)sabda.org
Laporan Masalah/Saran





Buka Tutup Itu!

pengarang : Salomo Dwika Tavianto



KETIKA manusia dikeluarkan dari Taman Eden, semata-mata karena Allah tidak bisa bersatu dengan dosa. Keinginan Allah sangat jelas: manusia memiliki hidup dan hidup di dalam kelimpahan. Hal itu sangat nyata diwujudkan dalam kehadiran Yesus Kristus di dunia.

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Tidak dipungkiri, keinginan Allah agar manusia memperoleh segala sesuatu yang baik, tidak semua manusia menikmatinya. Bukan karena kasih Allah itu semakin luntur dan pudar. Bukan pula berkat yang dipersiapkan bagi manusia itu telah menipis dan habis. Tetapi seringkali manusialah yang "berupaya menggagalkan" rencana Allah.

Contoh: Ketika menusia punya keinginan agar hidupnya semakin baik dan meningkat, maka dengan cepat dia "membatalkan" sendiri dengan berkata: "Ah tidak mungkinlah. Dari dulu aku memang hidup susah. Bahkan kakek nenekku pun juga begitu. Mana mungkin aku bisa hidup lebih baik". Bukankah hal ini upaya penggagalan dari rencana Allah?

Saat Daud datang ke medan pertempuran - ketika dia disuruh ayahnya mengirim makanan untuk kakak-kakaknya - dia tertantang dengan kesombongan Goliat. Tetapi ketika dia menyediakan diri untuk berperang dengan Goliat, apa tanggapan Saul?

1Samuel 17:33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."

Bukankah hal ini sama seperti tipu muslihat Iblis yang menggunakan mulut Saul agar Daud tidak mengalami pengalaman luar biasa bersama dengan Allah? Ada "tutup" yang berusaha mengungkung Daud.

Seandainya Daud terprovokasi ucapan Saul, mungkinkah Daud bisa menjadi raja yang besar? Kalau dalam pikirn Daud berkata demikian: "Oh iya ya. Ngapain aku ikut urusan negara. Negara biar diurusi pemerintahannya. Lebih baik aku ngurusin kambing dombaku yang dua tiga ekor aja ah!" Jika itu yang ada dalam benak Daud, mustahil Daud dipakai lebih besar lagi oleh Allah.

Suatu saat, ada seorang peneliti yang menangkapi kutu loncat dan memasukannya ke dalam sebuah stoples. Kutu loncat ini ketika berada di luar, dia mempu melompat setinggi 80 cm bahkan ada yang lebih. Ketika mereka ada di dalam stoples, mereka tidak bisa melompat dengan maksimal. Padahal mereka memiliki karunia yang maksimal.

Ketika beberapa bulan berada di dalam stoples dan kemudian dikeluarkan, apakah mungkin mereka bisa melompat tinggi-tinggi seperti sediakala? Jawabnya pasti: Tidak! Kenapa? Mereka biasa terhalang dengan tutup stoples.

Bukankah banyak Orang Kristen yang tidak mengalami kuasa Tuhan Yesus hanya karena mereka terkungkung tutup stoples? Seharusnya bisa melompat dengan maksimal, tetapu tidak mampu. Buka tutup stoples itu. Agar bisa melompat maksimal. Tuhan Yesus mengaruniakan segala sesuatu serba maksimal, agar Anda bisa melompat dengan maksimal.





Hingga Tetes Terakhir


Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. ' Hingga tetes terakhir', pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton : "Hadiah yang besar kami sediakan kepada barangsiapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!"

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, keatas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil.

Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?"

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung. "Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik keatas panggung. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua itu. Itulah yang ada di pikiran penonton. Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan amas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh diatas meja panggung. Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

"Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?"

"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika kau memiliki tanggungan beban seperti itu, kau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Kau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang kau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku".

Selalu ada tetes setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkatNya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada Pribadi yang mengasihiku.

"Bila anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut. (Bits&Pieces, The Economics Press).

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang disorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Matius 7:7-11)
sumber.www.airhidup.com





Tuhan Yesus datang Membawa Kesembuhan

pengarang : Timotius Yuvindro



Yesaya 53:5d ‘’dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh’’.

Tuhan Yesus datang kedunia ini untuk memberikan kelepasan,pemulihan dan kesembuhan bagi anak-anakNya, yang menjadi masalah adalah kenapa semua itu rasanya sangat sulit diterima oleh orang percaya? Pada saat saya mengikuti School Of Healing and Miracle (bagian dari School Of Believers yang diadakan Sekolah Theologi milik Abbalove Ministry Jakarta) saya mendapat satu pengertian yang disampaikan oleh salah satu Pengajar nya, Pnt.Sofyan Sutedja, beliau mengatakan bahwa ada beberapa poin yang harus kita lakukan untuk memperoleh kesembuhan dan mempertahankan kesembuhan…
Untuk memperoleh kesembuhan, kita harus mencari akar penyebab penyakit itu agar setiap kita diteguhkan dan diyakinkan serta memutuskan akar penyakit itu didalam nama Tuhan Yesus (berbeda jika akar penyakit kita di sebabkan oleh kesalahan kita,misal makanan yang tidak kita jaga atau kesehatan yang tidak kita jaga), mengapa terkadang setiap orang yang menghadiri KKR Kesembuhan Ilahi sembuh tapi waktu pulang, sakit itu kembali datang bahkan lebih parah lagi? Yang menjadi kesalahan bukan lah iman kita atau iman yang mendoakan, tapi yang menjadi masalah adalah pada saat kita pulang, kita mulai meragukan kesembuhan yang kita peroleh, seperti Tuhan Yesus yang menyembuhkan seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun..ibu ini tidak instant sembuh, ada prosesnya..waktu ia bertemu Tuhan Yesus, ia melihat ada banyak sekali orang yang mengerumuni Tuhan Yesus, secara kasat mata tidak mungkin ibu ini menghampiri Tuhan Yesus karena saya percaya,pasti banyak orang yang ingin memperoleh kesembuhan juga…tapi iman ibu ini yang membuat langkah dan tindakan nya semakin percaya…sehingga ibu ini sembuh (Lengkap nya kisah ini dapat di baca di Lukas 8:43 sampai selesai) kesembuhan akan menjadi milik kita asal kita mempunyai iman, tidak ragu, dan melakukan firmanNya..Tuhan Yesus bukan hanya menyembuhkan secara fisik, namun Dia menyembuhkan secara total, tubuh, jiwa dan roh kita.

Apapun yang menjadi sakitmu hari2 ini..saya mau katakan Tuhan Yesus datang untuk membawa kesembuhan bagimu…lakukan bagian kita dengan percaya,beriman,tidak ragu serta melakukan firman Tuhan maka Dia pasti melakukan bagianNya..

Kisah Para Rasul 3 :16 ‘’Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.’’

{sumber : Timotius Yuvindro - GBI Healing Movement Ministry Jambi}







Pemimpin

pengarang : J. Williams



Salah seorang pembicara dan pelatih kepemimpinan mendefinisikan kepemimpinan atau leadership sebagai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Dengan kata lain, tingkat kepemimpinan kita sejalan dengan kemampuan kita dalam mempengaruhi orang lain. Padahal dalam kehidupan kita sehari-hari, sadar atau tidak sadar kita mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang lain. Jadi, sepanjang hidup, kita akan selalu dipimpin orang lain dan bersamaan dengan itu juga memimpin orang lain. Di tempat pekerjaan, kita melakukan perintah atasan sebagai pemimpin kita, sementara itu di rumah kita memimpin isteri dan anak-anak dalam keluarga kita. Jika kita juga aktif di dalam organisasi masyarakat sebagai pemimpin maka otomatis kita juga memimpin orang-orang dalam organisasi tersebut untuk mencapai visi dan misi yang sudah ditetapkan.
Kemampuan untuk memimpin itu sendiri bisa dipelajari dan dikembangkan karena masing-masing orang mempunyai benih atau potensi sebagai seorang pemimpin. Jika kita secara sengaja dan teratur mengembangkan kemampuan tersebut, maka kita akan menjadi seorang leader yang efektif, yang mampu menggerakkan orang-orang untuk mencapai tujuan bersama dengan lebih baik.
Beberapa cara praktis untuk bisa mengembangkan kemampuan kepemimpinan tersebut dapat dijabarkan secara sederhana ke dalam enam langkah sederhana yang disingkat menjadi LEADER.

L - Learner
Seorang leader adalah seorang pembelajar. You stop learning means you stop leading. Jika anda berhenti belajar, anda berhenti memimpin. Seumur hidupnya seorang leader terus membina dirinya lewat bacaan, pergaulan dan lingkungannya. Anda yang ada saat ini akan tetap sama lima tahun dari sekarang kecuali anda mengubah apa yang anda baca dan dengan siapa anda bergaul. Anda harus secara sengaja membawa diri anda ke dalam lingkungan yang akan membangun anda lewat bacaan dan pergaulan anda. Bacaan apa yang anda baca selama ini? Dengan siapa saja anda bergaul selama ini?
You choose your own enviroment. Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Jika anda bergaul dengan seorang yang suka marah, anda juga akan terbiasa dengan sikapnya dan tidak lama kemudian anda juga menjadi pemarah. Jika anda bergaul dengan orang bijak, lambat laun prinsip-prinsip hidup orang tersebut akan masuk ke dalam hidup anda dan menjadikan anda bijak. Jika anda bergaul dengan pengusaha-pengusaha sukses, anda pun akan terbawa kepada cara berpikir dan kebiasaan yang menjadikan mereka sukses.

E - Excellent
Suka atau tidak, seorang leader akan menjadi patokan, ukuran tindakan bagi pengikutnya. You are the pace setter. Anda yang menentukan ukuran, benchmark bagi pengikut anda. Jika anda tidak menetapkan standar yang tinggi, jangan berharap pengikut anda akan punya standar kerja yang tinggi juga. Jika anda selalu terlambat tiba di tempat pekerjaan, anak buah anda juga akan terlambat tiba di tempat pekerjaan. Jika anda sering berbohong kepada customer anda, karyawan anda juga akan ikut melakukannya. Jika anda selalu mencurigai karyawan anda, perusahaan tempat anda bekerja akan menjadi tegang dan kering karena semua orang saling curiga terhadap temannya. Manajemen salah satu hotel terkenal mempunyai prinsip untuk menghargai dan memperhatikan karyawannya dengan baik. Akibatnya, semua karyawannya juga mempunyai spirit yang sama terhadap para pelanggan. Dengan sendirinya pelanggan hotel tersebut menjadi betah dan senang untuk selalu menginap di hotel tersebut. Apa yang anda buat akan ditiru dan diduplikasi oleh pengikut anda. Itu sebabnya, sebagai leader anda harus punya excellent spirit, semangat untuk mengejar dan menghasilkan yang terbaik

A – Attitude
Attitude determines altitude. Sikap anda di dalam kehidupan ini akan menentukan sejauh mana anda mengalami kemajuan. Banyak hal yang terjadi di luar kendali anda, tetapi anda yang menentukan bagaimana anda harus bersikap. Anda tidak bisa mengendalikan hujan, tetapi anda yang menentukan sikap anda. Anda bisa jengkel karena hujan, anda juga bisa bersukacita karena hujan. Anda bisa menganggap setiap tantangan yang anda hadapi sebagai penghalang, anda juga bisa menganggap tantangan tersebut menjadi peluang untuk anda maju.
Aptitude opens the door, but attitude determines how wide and how long it will be. Talenta atau keahlian anda akan membuka peluang baru bagi anda, tetapi sikap andalah yang akan menentukan sejauh mana anda bisa berkembang di tempat tersebut. Seringkali keberhasilan seseorang ditentukan oleh sikapnya dalam menghadapi persoalan.

D - Dreamer
Salah satu hal yang membedakan leader dari para pengikutnya adalah kemampuannya untuk melihat jauh ke depan. Seorang leader adalah seorang dreamer. Leader sees the unseen and translates it to his followers. Kemampuan untuk melihat sasaran yang jauh di depan dan belum terlihat oleh mata jasmani dan kemudian mengubahnya menjadi langkah-langkah praktis untuk mencapainya merupakan keahlian yang perlu terus dikembangkan. Beberapa leader membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa menterjemahkan mimpinya menjadi langkah-langkah praktis yang harus dilakukan. Walaupun demikian, kemampuan untuk bermimpi, untuk melihat hal-hal yang ingin dicapai di masa mendatang harusnya menjadi bagian sang pemimpin.

E – Encourager
Untuk mengembangkan kemampuan leadership anda juga harus menjadi seorang encourager, bukan discourager. Ketika anak buah anda melakukan kesalahan, ia sudah merasa tertuduh. Pada saat seperti itu, seringkali yang dibutuhkan adalah dorongan semangat baru agar ia tidak putus asa. Be a person of solutions oriented instead of faults finding oriented. Lebih baik berfokus pada solusi daripada berusaha untuk mencari kambing hitam.

R – Responsible
Seorang leader berani mengambil tanggung jawab. Anda tidak melemparkan tanggung jawab kepada orang lain, apalagi kepada anak buah anda, sebaliknya anda memikul tanggung jawab sekalipun anak buah anda yang membuat kesalahan. Sebagai leader, seharusnya anda tidak menyalahkan anak buah anda di hadapan orang lain karena itu hanya menunjukkan kelemahan anda sebagai leader.
Salah seorang pemimpin dunia meletakkan tulisan di meja kerjanya, “The buck stops here” - semua tanggung jawab berakhir di meja ini - untuk selalu mengingatkan dirinya bahwa dialah yang bertanggung jawab atas prestasi dan hasil kerja anak buahnya.

Be a good leader!

{sumber : www.leaderssite.blogspot.com}








Hadirat Tuhan

pengarang : Anonim



Sebagai kehidupan Kristen kita tidak bisa jauh dari hadirat Tuhan, sebab tanpa hadirat Tuhan kehidupan rohani kita tidak akan mendapatkan kekuatan. Itu sebabnya jangan sampai kita kehilangan hadirat Tuhan. Ada tokoh2 Alkitab yang begitu menyukai, mencintai dan merindukan hadirat Tuhan seperti :


1. YAKUB

Kalau kita melihat kehidupan Yakub, apa yang menjadi rahasia Yakub sampai-sampai berkat kesulungan itu jatuh padanya ? Padahal Yakub bukan anak yang sulung tapi mengapa Yakub mendapat hak kesulungan ? Mengapa bukan Esau padahal Esau adalah anak yang sulung yang seharusnya berkat itu jatuh pada Esau bukan pada Yakub tapi mengapa Yakub yang mendapatkannya ? Apa rahasia dari kehidupan Yakub ? Karna ternyata Yakub punya satu kesukaan.

Kejadian 25 : 27 “ Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang , tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah. “

Ternyata Yakub suka akan hadirat Tuhan. Satu-satunya kerinduan Yakub adalah bersekutu dengan Tuhan di dalam kemah. Yakub sangat menyukai hadirat Tuhan. Itu sebabnya Yakub selalu tinggal di dalam kemah bahkan dalam Bil 24 : 5 dikatakan “ Alangkah indahnya kemah-kemahmu hai Yakub. “ Mengapa kemah Yakub itu dikatakan indah ? Karena Yakub adalah pribadi yg suka mencari hadirat Tuhan. Lewat persekutuannya dgn Tuhan di dalam kemah ia bisa merasakan hadirat Tuhan. Kalau kita rindu menjadi kehidupan yg indah di hadapan Tuhan, syaratnya cuman satu : menyukai hadirat Tuhan lewat kita selalu bersekutu dgn Tuhan dalam kemah.

Kemah adalah : waktu khusus kita bersama dengan Tuhan. Kalau kita tidak punya saat-saat khusus dgn Tuhan, maka dikuatirkan kita akan seperti Esau menjadi kehidupan yg ditolak. Kenapa Esau ditolak saat akan diberkati ? Karna kerinduan Esau adalah berburu. Esau suka berburu binatang. Dan kehidupan yg suka berburu itu menunjuk pada kehidupan yg suka mencari kseenangan daging, itu Esau. Apa yang menjadi kesukaan kita ? Berburu mencari kesenangan daging atau berdiam dalam kemah mencari hadiratNya ?

2. DAUD

Mazmur 84 : 10a "Lebih baik satu hari dipelataranMu Tuhan daripada seribu hari di tempat lain."

Kalimat tersebut dituliskan oleh Daud dalam kitab Mazmur. Bila kalimat tersebut diucapkan oleh seorang yang biasa-biasa yang hidupnya sederhana, mungkin kelihatannya itu wajar-wajar saja dan tidak ada istimewanya. Tetapi ucapan tersebut keluar dari mulut seorang raja yang memiliki segalanya dan hidup dalam kemewahan. Daud memiliki takhta, istana, harta, dan juga banyak isteri-isteri yang cantik.

Tetapi Daud adalah satu pribadi yang luar biasa ! Bagi Daud, Tuhan bukanlah hanya sekedar Tuhan tapi Tuhan adalah kekasih dan pujaan hatinya. Sejak masih remaja, Daud sudah mengenal Tuhan dengan baik. Ketika menjadi gembala, Daud mengalahkan singa dan beruang yang hendak memangsa domba yang ia gembalakan. Goliat yang membuat nyali orang ciutpun habis dibantai Daud. Daud adalah orang yang berkenan kepada Tuhan. Bahkan Yesus sendiri disebut anak Daud.

Banyak orang Kristen yang tidak menyediakan waktu khusus buat Tuhan. Andaikan berdoa/ bersaat teduh juga hanya singkat dan sekedarnya. Bahkan banyak para pelayan/Hamba Tuhan yang lebih suka melayani daripada bersekutu dengan Tuhan. Itu sebabnya jangan salahkan Tuhan bila hidup mereka mengalami kekalahan dan kekeringan. Kita harus lebih suka bersekutu dengan Tuhan daripada kegiatan apapun. Hadiratnya adalah tempat terindah di dunia ini. Kedudukan, popularitas, harta, kerabat, sahabat, pelayanan dan keluarga tidak bisa menjadi pengganti dari kepuasan hadirat Tuhan. Maukah kita menjadi seperti Daud? Maukah kita disebut orang yang berkenan kepada Tuhan ? Rahasianya adalah mencintai hadirat Tuhan.

Apakah kita bisa berkata: " Lebih baik satu hari di pelataran Tuhan daripada seribu hari (3 tahun) di tempat lain? " Apakah kita mau lebih mencintai hadirat Tuhan lebih daripada apapun di dunia ini? Ingatlah di surga nanti kita juga akan berdiam dalam hadirat Tuhan yang begitu indah. Itu sebabnya mulailah menghormati dan mencintai hadirat Tuhan saat kita ada di bumi ini.

3. SAMUEL

Samuel masih kecil, tapi ada satu hal yg ia rindukan, itulah hadirat Tuhan. Walaupun Samuel masih kecil tapi dalam hatinya sudah timbul satu kerinduan akan hadirat Tuhan, Samuel merindukan hadirat Tuhan, terbukti Samuel ini tidur dekat Tabut, tidur dalam Ruangan Maha Suci ( I Sam 3 : 3 ). Tabut Tuhan berbicara soal hadirat Tuhan sebab tabut itu letaknya ada dalam Ruangan Maha Suci, ruangan yg diterangi oleh sinar kemuliaan Tuhan.

Biasanya orang yg selalu merindukan hadirat Tuhan itu amat peka terhadap suara Tuhan, itu sebabnya Tuhan berbicara kepada Samuel, Tuhan tidak berbicara kepada imam Eli. Apa artinya seorang imam kalau Tuhan tidak berbicara kepadanya ? Apa jadinya seorang imam tapi tidak peka terhadap suara Tuhan ? Padahal seharusnya imam itu kehidupan yg sangat dekat dengan hadirat Tuhan, sebab imam itu sudah ditahiskan, imam tidak lagi hidup dalam suasana halaman jatuh bangun di dalam dosa, tapi imam sudah masuk, masuk dalam Ruangan Suci, bahkan dalam Ruangan Maha Suci…tapi bagaimana dengan Eli ?

Kalau kita sudah jauh dari hadirat Tuhan, kalau kita sudah tidak berada dalam suasana Tabut Perjanjian, apa jadinya hidup kita sebagai seorang imam ? Di hadapan Tuhan kita sudah tidak ada artinya lagi ! Itu sebabnya jangan relakan hidup kita kehilangan hadirat Tuhan, jangan sampai kita jauh dari hadirat Tuhan. Kalau itu terjadi maka akhirnya imam Eli hrs mati ! Kehidupan Kristen yg sudah tidak merindukan hadirat Tuhan, yg hidupnya sudah jauh dari Tabut Perjanjian maka di hadapan Tuhan kehidupan itu bagaikan sudah mati, apa yg bisa dilakukan oleh orang mati ? Tidak ada !Apa yang bisa diperbuat oleh orang mati ? Sama sekali tidak ada ! Berarti kehidupan itu sudah tidak berguna lagi baik bagi Tuhan maupun bagi manusia !

Oleh sebab itu janganlah kita seperti imam Eli, sebab apa artinya kita menjadi pelayan Tuhan tapi hidup kita jauh dari hadirat Tuhan ? Apa artinya kita menjadi imam-imam yg melayani dalam rumah Tuhan tapi hidup kita tidak lagi merindukan hadirat Tuhan ? Biarlah kerinduan itu tetap ada dalam hati kita.

Esau yg suka berburu daging akhirnya Esau ditolak. Eli juga ditolak, karna hidupnya sudah dipenuhi dgn kesukaan akan daging, kesukaan Eli adalah makan, suka akan daging. Kesukaan daging membuat kita jauh dari hadirat Tuhan sebaliknya kesukaan kita untuk bersekutu dengan Tuhan membuat kita semakin dekat & semakin dekat pada Tabut Perjanjian sampai-sampai kita bisa merasakan sinar kemuliaan Tuhan yg begitu dahsyat, dan Samuel merasakan itu, Samuel merasakan Shekinah Glory, sinar kemuliaan Tuhan. Sebab di atas tutup pendamaian itulah Tuhan berfirman kepada Samuel ( I Sam 3 : 10-11 ). Kalau kita selalu merindukan hadiratNya maka Tuhan juga rindu berbicara dengan kita.

Dan kalau kita mengalami pertemuan dengan hadirat Tuhan, hal itu akan terlihat dengan jelas. Sebab akan terlihat pada wajah kita dan tentu saja akan terungkap dalam perlaku kita. Wajah kita akan menyatakan kepada orang-orang sekeliling kita, “ Aku berbeda, aku telah ada di dalam hadirat Allah Yang Mahakuasa. “ Seperti yang terjadi pada Musa, ketika Musa melihat kemuliaan dan hadirat Tuhan di gunung Sinai, ia turun dengan wajahnya bercahaya seperti terang bahkan orang-orang tak dapat memandang wajahnya.

Tetapi ingat ! Ada bahaya yang mengancam, itulah Filistin. I Samuel fasal 4, judulnya Tabut Tuhan dirampas, artinya = kehilangan hadirat Tuhan. Jangan sampai itu terjadi dalam hidup kita, jangan sampai kesibukan-kesibukan kita merampas tabut Tuhan dari hidup kita, jangan sampai kesenangan daging kita merampas hadirat Tuhan dalam hidup kita. Sebab yang merampas itu adalah Filistin.

Filistin=gambar dari kesenangan daging. Hati-hati terhadap Filistin, hati-hati terhadap kedagingan kita, kesenangan daging kita, sebab itulah musuh yg akan merampas tabut Tuhan dari hidup kita. Kadang kita bisa merasa males bersekutu mencari hadirat Tuhan karna kita pengen tidur, karna kita sudah ngantuk, nah itu Filistin. Kita punya banyak alasan untuk tidak bersekutu dengan Tuhan, kita merasa lelah, capek dan sebagainya, ingat : itu Filistin ! Filistin selalu berusaha mencoba merampas tabut dari hidup kita!

Itu sebabnya mari, milikilah satu tekad untuk selalu menyukai, mencintai dan merindukan hadirat Tuhan. Dan bila kita sudah memiliki ke3 hal ini, mari pertahankan itu, jangan sampai dirampas oleh Filistin. Mari pertahankan pengalaman indah bersama hadirat Tuhan yang menyebabkan kita bertanya :”Siapakah aku ini sehingga Engkau, Tuhan Pncipta Alam Semesta mau mengizinkan aku berada dalam hadiratMu ? “

Saudara akan penuh dengan rasa kagum ketika saudara mengalami hadirat dan kemuliaan Tuhan…
sumber artikel : www.ccamedan.org

{sumber : www.ccamedan.org}








Pdt. Anthony Chang, S.Th, MA
Khotbah Raya I 10-8-08
Graha Bethany Nginden

Lukas 15:11-32

Selain mengadakan mujizat dalam pelayanananNya, Yesus juga memberikan perumpaan. Dimana perumpamaan itu adalah kejadian yang sebenarnya atau hanya sebuah ilustrasi. Dalam dalam ayat bacaan disana dikisahkan bahwa anak bungsu meminta warisan kepada ayahnya. Dimana saat itu ayahnya belum meninggal sehingga hal ini sangatlah tidak lazim. Dan ketika anak bungsu menerima harta warisan tersebut ia pergi kota untuk menjual hartanya. Kemudian hidup berfoya-foya.
Dari hal ini sebagai orang tua seringkali kita hanya memberikan uang atau harta pada anak kita. Padahal harta bukanlah segala-galanya. Sebab jika anak kita tidak siap dengan harta yang ada maka dapat merusak hidup mereka. Sebagai orang tua kita harus bijaksana dengan tidak hanya memberi uang saja namun mempersiapkan kerohaniannya. Kemudian setelah anak bungsu menghabiskan hartanya akhirnya ia harus bekerja sebagai penjaga babi. Bahkan tidak hanya itu saja ia juga mengalami kelaparan tetapi ia tidak dapat membeli makanan.

Sampai akhirnya ia ingin makan ampas makanan babi, namun tidak seorangpun yang memberikan kepadanya. Akhirnya anak bungsu menjadi sadar dengan keadaannya, dan ia hendak pulang ke rumah orang tuanya. Begitu juga dengan kita sebagai manusia, jika kita dalam keadaan baik kita tidak menyadari akan anugerah Allah. Baru setelah kita mengalami hal yang buruk maka kita baru sadar akan anugerah Allah. Dikisahkan setelah anak bungsu itu pulang maka dari jauh ayahnya menyambutnya. Bahkan ketika anak bungsu tersebut hendak menjadikan dirinya sebagai hamba ayahnya, hal itu tidak dihiraukannya. Malahan ayahnya memberikannya jubah, kasut, dan cincin yang baru serta diadakanya pesta. Mengapa hal ini dilakukan oleh ayahnya ? sebab dalam hidup ini tidak ada orang tua yang membenci anaknya.

Namun ketika pesta berlangsung maka anak yang sulung tidak senang dengan hal ini malahan ia protes dengan ayahnya. Dan ayahnya menjelaskan bahwa sebenarnya apa yang menjadi milik ayahnya itu juga menjadi miliknya. Sikap anak sulung sangat berbeda dengan sikap dari Yusuf. Dimana ketika Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya ke Mesir ia tetap mengasihi mereka. Sampai akhirnya Yusuf difitnah, masuk penjara dan ia menjadi penguasa di Mesir.

Dalam hidup ini ketika kita sudah mengenal akan sifat dari orang yang kita kasihi maka seharusnya kita tidak membencinya, tetapi justru kita harus makin sayang. Jangan pernah kita membenci saudara kita, bahkan orang tua kita sehingga saat mereka telah meninggal maka penyesalan sudah tidak berguna lagi. Karena itu selama masih ada kesempatan biarlah kita terus dapat mengasihi mereka. Jadilah seperti Yusuf yang memiliki kekudusan, integritas dan ketulusan. Sebab apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai. Dalam hidup ini mungkin kita bisa tidak suka dengan orang lain namun kita tidak boleh membencinya. Awal diberkati dimulai dari hati. Amin.







Pdt.Dr.Rubin Adi Abraham
Ibadah Doa Malam 17 July 2008
Graha Bethany Nginden

Pengkhotbah 4:9-12

** Di Amerika selatan ada sebuah panti asuhan yang merawat 97 anak. Dimana anak-anak tersebut dirawat dengan baik. Namun para perawat yang ada tidak memiliki waktu untuk bercakap-cakap dengan anak-anak tersebut. Setelah beberapa bulan anak-anak itu mulai kehilangan nafsu makan, sulit tidur bahkan berteriak ketakutan. Setelah 1 tahun, 27 anak meninggal, begitu pun tahun berikutnya. Dari 97 anak, hanya 21 yang bertahan hidup. Hal ini dikarenakan mereka tidak mendapatkan sebuah sentuhan.
Begitu juga ketika orang percaya yang sudah lama mendengar firman namun dari antara mereka ada yang tidak bertumbuh, mengapa? Karena mereka belum mendapat sentuhan, mereka hanya mendapat makanan secara rohani.

Kisah Para Rasul 2:46-47 disana diceritakan bagaimana hidup dari jemaat yang mula-mula dimana mereka hidup dalam kelompok dan secara kuantitas dan kualitas tumbuh bersama sama sehingga mereka dapat bertumbuh



Manfaaat kesatuan dalam sebuah kelompok

1. Saling menolong

Orang yang memiliki kasih pasti akan mewujudkan dalam saling memberi pertolongan.

Galatia 6:2, Ketika dalam hidup ini kita selalu menolong orang lain maka hidup kita akan berdampak

2. Saling menghangatkan (Pengkotbah 4:11)

Dalam arti kita dapat saling menghangatkan dalam jiwa dan roh untuk saling membangun.

Ibrani 10:25, melaui beribadah dengan kawan seiman maka disana kita akan dapat saling membangun

3. Saling menguatkan (Pengkhotbah 4:12)

Di dalam sebuah kesatuan pasti ada kekuatan.



Ilustrasi : Angsa di Canada mempunyai cara yang unik dalam menghadapi musim dingin yang datang ke daerah tempat tinggalnya. Dimana para angsa akan berimigrasi (berpindah tempat tinggal) ke daerah selatan yang lebih hangat. Angsa-angsa ini akan beremigrasi secara berkelompok. Sejumlah peneliti menemukan alasan mengapa mereka terbang secara berkelompok. Hasil penelitiannya ini cukup mengagumkan, karena diketemukan mereka terbang dengan formasi yang teratur seperti Huruf V terbalik atau mata anak panah. Gaya terbang berkelompok dengan formasi ini memungkinkan mereka menempuh jarak beribu-ribu mil, yang tidak mungkin mereka jalani jika terbang secara terpisah atau sendiri-sendiri. Dengan kerjasama, maka membuat perjalanan jauh mereka berhasil dan dengan beban yang jauh lebih ringan.

Dalam Firman Tuhan ada orang yang menerapkan kasih persaudaraan yaitu Filemon

Dalam Filemon 1:1-2 di tuliskan disana bahwa Filemon adalah seorang pengusaha yang cinta Tuhan



Ciri orang yang menerapkan kasih persaudaraan

1. Menjadi Berkat bagi orang lain

2. Penuh kasih dan pengampunan (Filemon 1:5)

3. Suka mendoakan (Filemon 1:22)

Dalam Firman Tuhan dikisahkan bahwa doa Abraham membawa dampak bagi orang lain (Kejadian 19:29)

Oleh sebab itu, mulai hari ini mari kita bangun kasih persaudaraan, supaya hidup kita diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain. Amin.
sumber;http://www.bethanygraha.org/index.php?option=com_content&task=view&id=100&Itemid=1




Pdt. Dwijo Saputra
Khotbah 27 Juli 2007 Raya I
Graha Bethany Nginden

Keluaran 14:13

Dalam hidup ini Tuhan tidak pernah merancangkan hal yang buruk, untuk itu janganlah kita mudah saat mengahapi berbagai rintangan. Dan jangan sekali-kali mencari pertolongan kepada yang lain, sebab bagi Tuhan tidak ada satupun yang mustahil.

Ada 3 hal yang harus dilakukan saat kita percaya kepada Tuhan :

1. Janganlah Takut/Kuatir, karena dapat merubah cara pandang kita. Sebenarnya masalah yang kita alami itu sederhana tetapi karena kita terus memikirkannya akhirnya membuat masalah yang kita alami itu tampak besar. Dan ketika kita cemas saat alami masalah sebenarnya itu adalah hal yang sia-sia karena menurut survey 40% dari apa yang kita takutkan itu tidak pernah terjadi. Kemudian 1/3 dari apa yang kita cemaskan itu merupakan akibat dari masa lalu yang tida dapat diubah. Kemudian 12% dari pikiran kita yang cemas itu dikarenakan dari perkataan orang lain yang membuat kita kuatir. Dan 10% kekuatiran terjadi akibat dari kecemasan terhadap penyakit. Dari hal di atas kita tidak perlu cemas, pakailah waktu yang ada untuk memikirkan kebaikkan Tuhan. Jangan takut, karena di dalam kasih tidak ada ketakutan

2. Tetap Berdiri

Dalam hidup ini setiap kita harus dapat mengakhiri pertandingan dengan baik. Sehingga saat ada masalah kita tidak boleh lari dari masalah. Yakinlah bahwa kalau Yesus menjadi dasar hidup, maka kita akan tetap kokoh. Tetap lakukan bagian kita, jangan terjebak oleh masalah

3. Lihat dan pandanglah keselamatan dari Tuhan (Kel 5:1-6)

Ketika kita melihat latar belakang dari ayat yang kita baca, disana dikisahkan mengenai Musa saat diutus oleh Tuhan menghadap Firaun, Musa tetap taat. Dia melakukan apa yang Tuhan perintahkan, namun hal ini membuat orang Mesir semakin menindas orang Israel. Dimana pekerjaan orang Israel semakin diperberat. Lalu orang Israel protes terhadap Musa, hingga ia pun menghadap Tuhan kemudian Tuhan berfirman pada Musa bahwa Tuhan pasti akan bertindak. Begitu pula dalam hidup ini, seringkali ketika kita berdoa dan hidup taat namun hidup kita semakin sulit. Sehingga seringkali kita berpikir bahwa kita salah, padahal itu adalah hal yang benar dan jangan takut. Persoalan apapun yang kita alami berserulah kepada Tuhan maka Ia akan menyatakan mukjizatNya. Dan dalam hidup ini situasi yang Tuhan tunggu adalah penyerahan diri. Sehingga dari hal ini diri kita akan muncul buah Roh kesabaran, dan kita pun akan makin sabar. Karena kesabaran akan muncul ketika kita dapat berserah pada Tuhan. Orang yang sabar dalam menanti waktu Tuhan hidupnya akan makin bijaksana.






Pdt Anthony Chang Sth. MA
Khotbah Raya IV 13/07/08
Graha Bethany Nginden

Roma 12:1-2

Ayat 2 dikatakan bahwa hidup kita tidak boleh sama dengan dunia ini melainkan kita harus berubah. Hal ini menandakan bahwa di dalam dunia ini ada “sesuatu” yang membuat kita tidak boleh menjadi serupa dengan dunia ini. Penyebabnya yaitu adanya problem/ kejahatan di dalam dunia. Misalnya masalah penyuapan, atau ketika kita melihat anak kita saat dirumah kelihatan baik namun akhirnya kita temukan dia mengalami sebuah kasus. Dan memang inilah kenyataan dalam hidup ini. Matius 13:41 tertulis bahwa di dalam dunia ini ada pelaku kejahatan dan penyebabnya. Penyebab disini dapat diartikan sebuah sistem nilai yang dianut. Sedangkan pelakunya adalah setiap orang yang ada di dalamnya.


Pada umumnya sebagai orang tua kita terlalu menanamkan pendidikan formal sedangkan kita lupa untuk menanamkan hal kerohanian. Dan sistem nilai yang ada pun dapat membentuk karakter seseorang. Dan dari lingkungan yang ada di dunia ini maka akhirnya dapat timbul persaingan yang amat besar. Dimana semua persaingan berpusat pada diri sendiri, bahkan orang Kristen juga ikut dalam persaingan tersebut. Terkadang kita menemukan hidup orang dunia lebih baik dari pada hidup orang percaya, padahal mereka juga rajin beribadah ke gereja. Dengan demikian hidup anak Tuhan tidak ada bedanya dengan orang lain pada umunya. Firman Tuhan mengatakan agar hidup kita menjadi garam dunia. Hal dapat dilihat saat kita bergaul dengan orang lain, mereka dapat merasakan dampak dari hidup kita.

Namun demikian masih ada juga hidup orang Kristen yang tidak dapat dipercaya. Orang percaya larut dalam lingkungan yang ada. Karena itu hidup orang percaya harus bisa berubah, dan dapat membuat perbedaan. Kita harus bisa berubah sehingga kita dapat mengetahui mana kehendak Allah. Setiap kita harus menyadari bahwa di depan ada tugas yang telah menanti kita. Sehingga kita harus benar-benar dapat memperhatikan akan hidup dari suami, anak kita. Kita harus dapat memahami kebenaran dengan sungguh-sungguh sehingga berakar. Hidup kita harus dapat berubah dengan kuasa Roh Kudus. Jagalah Api yang ada dalam hidup kita. Beritakanlah injil, buatlah perbedaan,lakukan sesuatu yang penting.





Pastor. Kong Hee
Crusade II SPGI 2008
Graha Bethany Nginden

Ibrani 12:2 ”Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”

Setiap orang tentunya menginginkan apa yang disebut dengan keberhasilan, dan kunci keberhasilan adalah iman. Di dalam Ibrani 11 menceritakan mengenai pahlawan-pahlawan iman. Dan para pahlawan iman telah mendapatkan visi dari Tuhan. Setiap visi yang kita dapatkan dari Tuhan kadang-kadang diserang iblis. Oleh karena itu perlu kita ketahui bahwa visi yang bagus itu tidak cukup, tetapi perlu ditopang oleh kuasa Roh Kudus.

Dalam ayat ke-2 ini mengajarkan kita untuk hidup dalam iman yang sempurna. Sesuatu yang besar tidak datang dengan mudah tetapi melalui perjuangan. Apapun visi yang telah kita terima selalu diejek iblis di hadapan Tuhan supaya kita menjadi lemah.

Contoh : - Yusuf

Ketika ia menyampaikan mimpinya, maka semua saudara-saudaranya membenci dan mempermalukan dia. Bahkan diperlakukan tidak wajar, sampai dia menjadi budak orang Mesir, masuk penjara dan berbagai penderitaan. Melalui peristiwa yang dialami oleh Yusuf seolah-olah visinya lemah. Tetapi oleh karena matanya tertuju hanya kepada Tuhan maka visi yang ia terima telah tergenapi.

- Abraham

Allah telah memberikan janji kepada Abraham, bahwa ia akan menjadi bangsa yang besar. Tetapi sementara usianya yang sudah lanjut, ia masih belum mempunyai keturunan. Ia telah dipermalukan oleh keadaannya.

- Musa

Ketika ia menerima 10 perintah Allah yang di dalamnya ada salah satu perintah yang berkata: “jangan membunuh”, padahal ia pernah membunuh. Ia telah dipermalukan oleh keadaannya.

- Daud

Ia adalah raja yang diurapi, dan ia adalah orang yang berkenan di hadapan Tuhan. Tetapi Daud pernah membunuh dan berzinah. Ia memiliki pengalaman yang kelam; dan pengalamannya sempat mempermalukan dia.

- Petrus

Ia adalah orang yang ditetapkan untuk mendirikan gereja, tetapi dia justru menyangkal Yesus. Dia telah dipermalukan karena gagal untuk tetap konsisten terhdap janji yang ia terima.

Dari semua peristiwa-peristiwa di atas, apabila ada pertobatan maka Allah memulihkan. Seperti yang firman Tuhan katakan : ”Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (II Korintus 5:7). Allah tidak pernah malu memakai kita.

Ada 3 rasa malu yang harus dipatahkan dalam kehidupan kita :

1. Rasa Malu Yang Merupakan Warisan

Rasa malu yang kita dapatkan karena kita lahir dari tabiat dosa. Rasa malu diawali oleh Adam dan Hawa yaitu ketika mereka berusaha menutupi rasa malu mereka karena telah melanggar perintah Tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan yang baik dan yang buruk. Lalu bagaimana rasa malu itu dipatahkan ? Melalui pengorbanan Yesus di atas kayus salib.

2. Rasa Malu Yang Diberikan Oleh Orang Lain

Mungkin karena kegagalan kita, kecacatan, perceraian atau penderitaan yang lain, sehingga kita dipermalukan, direndahkan, tidak dihargai ataupun dilecehkan.

Contoh : Ketika kedatangan Yesus ke bumi yang dilahirkan dari perawan Maria. Semua menghakimi Dia bahwa Dia adalah anak hasil perzinahan. Bahkan orang-orang tidak mengijinkan Yesus mati sebagai orang yang terhormat. Yesus sangat dipermalukan oleh banyak orang, tetapi Dia tetap kuat dan tabah untuk menjalankan kehendak Bapa.

3. Rasa Malu Yang Sebenarnya

Rasa malu yang disebabkan oleh tindakan jahat kita. Mungkin kita melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.





Pdt. K.A.M Yusufroni
Crusade I SPGI 2008
Graha Bethany Nginden

Ayat Bacaan : Mazmur 20:1-10

Yang melatar belakangi penulisan Mazmur 20 yaitu ketika Daud hendak berperang melawan dua kerajaan yaitu kerajaan Aram dan Arab. Dimana saat itu Daud menghadapi musuh yang sangat kuat. Seperti yang telah dijelaskan pada 2 Samuel 10:6-10. Dan kekuatan Daud benar-benar di bawah kekuatan musuh (1 Tawarikh 19:7). Secara manusia untuk memperoleh kemenangan sangat mustahil karena peperangan ini tidak seimbang. Namun satu hal yang Daud percaya bahwa kemenangan atau keberhasilan ada ditangannya, sebab Daud tahu kemana ia harus mengadu dan berharap. Daud hanya berharap kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Allah yang berkuasa baik di bumi maupun di sorga.

Saudara, bukankah keberadaan kita kadang-kadang seperti Daud yang mengalami tekanan yang begitu berat dan menghadapi jalan buntu, sehingga membuat kita putus asa. Tetapi melalui peristiwa yang dialami oleh Daud biarlah kita belajar untuk tetap percaya bahwa Allah dipihak kita dan sanggup melepaskan kita dari segala persoalan atau pergumulan.

Apabila kita perhatikan ayat ke-2 pada Mazmur 20, maka akan kita temukan nilai kebenaran dimana dalam terjemahan aslinya tidak ada kata kiranya, tetapi langsung ditulis “Tuhan menjawab engkau pada waktu kesesakan.” Sebab kata “kiranya” memiliki pengertian yang sama dengan kata “mudah-mudahan atau semoga.” Dan kata mudah-mudahan atau semoga memiliki arti ketidak pastian. Selanjutnya, kata-kata yang tidak pasti akan melemahkan iman kita. Bukankah Allah yang kita sembah di dalam nama Yesus adalah Allah yang pasti menjawab doa-doa kita ? Sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul 4:12), kecuali nama Yesus. Dalam bahasa Ibrani nama Yesus adalah Yesua. Dan di dalam nama Yesuslah ada 5 arti / perkara yang perlu kita pahami, terutama pada masa penuaian :

1. Keselamatan

Hanya pada Yesus ada keselamatan, dan di luar Yesus adalah kebinasaan. Segala perbuatan baik tidak akan membawa seseorang pada keselamatan namun hanya percaya kepada Yesus. Namun bukan berarti kita boleh berbuat kejahatan. Perbuatan baik merupakan buah yang harus kita hasilkan setelah percaya kepada Yesus.

2. Kebebasan

Hanya percaya kepada Yesus, maka seseorang akan dibebaskan dari segala belenggu dan kutuk dosa, termasuk dibebaskan dari sakit penyakit.

3. Pertolongan

Pada saat seseorang berada dalam suatu masalah yang kekuatannya di luar kita, maka Yesuslah yang sanggup memberikan pertolongan kepada kita. Dan pertolongan Tuhan untuk kita tidak pernah terlambat, namun tepat pada waktunya.

4. Kemenangan

Berbagai macam tantangan dan persoalan boleh datang kepada kita, tetapi percayalah bahwa kita akan keluar sebagai pemenang. Dan kemenangan itu adalah kemenangan yang gilang-gemilang, dalam pengertian yaitu kemenangan yang tidak disangkakan.

5. Kemakmuran

Dia telah bangkit dari kematian untuk memberikan kelimpahan bagi mereka yang pecaya kepadaNya. Sebab Ia datang ke dunia memberikan kelimpahan. Dan segala apa yang kita rancangkan dalam hidup ini pasti berhasil, sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.




Rev. David Mohan
Crusade II SPGI 2008
Graha Bethany Nginden

”Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya. Lalu turunlah Musa dari gunung mendapatkan bangsa itu; disuruhnyalah bangsa itu menguduskan diri dan merekapun mencuci pakaiannya.”

Keluaran 19:10 & 14

Dalam Perjanjian Lama, berbicara mengenai kekudusan hanya terbatas pada bagian luar saja atau hal yang tampak, tetapi dalam Perjanjian Baru Allah berbicara mengenai hal kekudusan yaitu hal yang ada di dalam diri manusia.

Lalu bagaimanakah seseorang menerima kekudusan dari Allah ? Memiliki sikap takut akan Allah. Selanjutnya kita harus kembangkan takut akan Allah dalam hal :

1. Kekudusan (2 Korintus 7:1)

Yang dimaksudkan dengan kekudusan disini adalah kita memamerkan karakter Yesus. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat maka kita harus bertumbuh yaitu hidup dalam kekudusan. Setiap manusia tentunya mengalami hal-hal yang sama baik itu mengalami penderitaan, sakit penyakit, dan persoalan lainnya. Tetapi yang membedakan kita dengan mereka adalah apabila kita hidup dalam kekudusan. Karakter Yesus harus nyata dalam kehidupan kita. Allah mengubah umatnya pada masa penuaian. Dan kuasa dosa tidak berkuasa atas hidup kita sebab kita tidak berada di bawah hukum Taurat melainkan hukum kasih karunia.

Seringkali kita takut pada manusia daripada kepada takut kepada Allah. Contoh adalah Abraham. Dalam Kejadian 20:10-11 diceritakan bahwa Abraham melakukan kebohongan dengan jalan mengakui istrinya adalah adiknya karena ia takut dibunuh. Tetapi oleh kasih Allah ia dan istri tetap selamat. Dan contoh yang lain yaitu : ketika saya (David Mohan) berkunjung ke rumah salah satu jemaat. Mereka adalah suami istri yang sering bertengkar, dan saat itu mereka sedang bertengkar. Setelah mereka tahu bahwa saya datang, maka suami istri itu bersikap manis; seolah-olah merupakan keluarga yang harmonis. Tetapi, ketika saya pulang maka pintu rumah dan jendela segera ditutup, kemudian mereka bertengkar lagi. Inilah gambaran bahwa mereka takut hanya kepada manusia, tetapi tidak takut kepada Allah. Dan perlu diketahui bahwa orang yang tidak takut akan Tuhan akan kehilangan sukacita, berkat dan urapan. Biarlah tubuh, jiwa dan roh kita menjadi persembahan yang hidup.

2. Dalam Perkataan (Roma 3:13-18)

Dalam gereja masih banyak orang yang saling memfitnah. Bukankah firman Tuhan berkata bahwa lidah itu seperti api (Yakubus 3:5-8). Untuk itu kita harus berhati-hati dengan lidah kita. Walaupun lidah itu itu kecil tetapi dapat melakukan hal yang besar, baik itu berupa hal yang baik maupun hal yang jahat.

3. Keluarga (Efesus 5:21)

Dalam keluarga perlu adanya sikap saling menghargai, menghormati maupun mengasihi dan saling menopang antara satu dengan yang lain sebagai tanda sikap hati yang takut akan Tuhan.

4. Iman (Yosua 3:5)

Kita harus mengembangkan iman kita. Oleh karena itu apapun yang kita lakukan atau kerjakan maka kita harus berjalan dalam iman. Dan jangan lupa untuk memperkatakan kata-kata iman supaya kita dapat melakukan perkara yang besar.





Rev. Bart Pierce
Crusade IV SPGI 2008
Graha Bethany Nginden
Ayat Bacaan : II Raja- raja 5:1-27

Cerita nabi besar yang bernama Elisa, yang di dalamnya juga diceritakan mengenai Gehazi dan Naaman. Naaman adalah seorang panglima raja Aram yang gagah perkasa tetapi terkena sakit kusta. Di dalam Kitab Imamat dijelaskan bahwa kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh dosa.

Saat ini penyakit kusta menggambarkan adanya kepahitan, kebencian, iri hati, dll. Lalu bagaimana seseorang ditahirkan dari kusta ? Orang yang sakit kusta dapat ditahirkan melalui beberapa tahap seperti yang tertulis dalam Imamat 14:2-7. Dimana orang tersebut harus menyediakan dua ekor burung yang hidup dan tidak haram, juga kayu aras, kain kirmizi dan hisop. Dan orang tersebut dipercik darah burung yang telah disembelih di atas air mengalir sebanyak tujuh kali. Kejadian ini seperti halnya yang dilakukan oleh Naaman yaitu harus mencelupkan dirinya di sungai Yordan sebanyak tujuh kali.

Kayu aras adalah gambaran salib Yesus, sebab salib Yesus terbuat dari kayu aras. Sedangkan kain kirmizi adalah symbol dari darah Yesus. Dan Hisop adalah gambaran cambukan yang diderita oleh Yesus. Jadi proses ini berbicara tentang penebusan melalui juru selamat yaitu Yesus Kristus.

Mungkin timbul pertanyaan, “Mengapa mujizat tidak terjadi ?” Karena kadang kala kita tidak menangkap apa yang menjadi kehendak Tuhan. Untuk itu biarlah kita belajar dengar-dengaran suara Tuhan. Apabila kita dengar-dengaran firman Tuhan dan taat untuk melakukan maka mujizat akan terjadi dalam kehidupan kita.

Apabila kita meneliti kisah di atas maka kita temukan sikap Gehazi yang serakah. Dan dari keserakahannya, maka kusta yang dialami oleh Naaman pindah kepada Gehazi beserta keluarganya (II Raja-raja 5:20-27). Tetapi dari kisah selanjutnya kita akan temukan kisah yang luar biasa, dimana Gehazi dapat bertemu dan bercakap-cakap dengan raja (II Raja-raja 8:1-4). Padahal seorang yang sakit kusta tidak boleh bertemu dengan raja. Jangankan bertemu dengan raja, masuk pintu gerbang istana saja tidak diperkenankan. Tetapi oleh karena mujizat Tuhan maka Gehazi diperkenankan bertemu dengan raja. Untuk mendapatkan mujizat itu mereka harus masuk pintu gerbang istana raja. Sebelumnya mereka harus menerobos perkemahan musuh.

Karena pada saat itu di Israel terjadi kelaparan yang luar biasa, sehingga ia berfikir jikalau mereka duduk-duduk di muka pintu gerbang akan mati kelaparan, maka mereka mulai memberanikan diri untuk menerobos makan di tempat musuh. Dan setelah mereka merebos di wilayah musuh ternyata sudah ada tidak ada orang sama sekali, akhirnya orang yang terkena sakit kusta makan sepuas-puasnya dan mengambil harta benda musuh (II Raja-raja 7:5), tetapi selanjutnya mereka mulai bermaksud untuk menyampaikan kabar baik ini kepada raja. Sementara mereka dalam perjalanan, mereka belum mengalami mujizat. Tetapi setelah mereka dekat pintu gerbang dan mulai masuk maka mujizat terjadi atas mereka, sehingga mereka menjadi tahir dari penyakit kusta.

Demikianlah dalam kehidupan kita bahwa mujizat itu dekat dengan ambang pintu kehidupan kita. Untuk itu janganlah putus asa dalam menghadapi pergumulan hidup karena apabila kita mau bertindak disertai dengan niat baik maka mujizat itu terjadi atas kehidupan kita. Amin.




Rev. Peter Kumar
Workshop IV SPGI 2008 (Theater 12.30-13.30)
Graha Bethany Nginden

· - Yesus dipenuhi dengan kehendak Tuhan

· - Yesus dipenuhi dengan pekerjaan Tuhan

· - Yesus tidak peduli apa yang dikatakan orang lain.

*
Yoh 14:24

“ Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukan dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. ”

· Terus ikut Tuhan kemanapun Dia pergi, karena jika kita mengikut Dia, Dia akan mengajar setiap kita.

· Dalam Markus 16:20 menunjukkan adanya kebersamaan antara murid dengan Yesus.

· Kita tidak bisa mengikut Yesus tanpa mengenal Yesus terlebih dahulu. Dan jika kita sudah mengenal Yesus, maka Ia yang akan mengajar kita bagaimana melakukan pekerjaan Tuhan (bekerja bersama-sama dengan Yesus). Yoh 14:10

· Yesus mengajar kepada kita untuk merasakan dan mengenali hadirat Tuhan.

· Tuhan dapat bergerak dimanapun kita berada. Mengapa Ia bergerak? Karena Tuhan mau bersama-sama dengan kita.

· Kis 4:20 à Kuasa Roh Kudus mempromosikan seorang murid menjadi seorang saksi.

· Untuk menjadi seperti Yesus, kita harus mengenal Tuhan, mengerti kehendak-Nya dan mau belajar dan diajar untuk naik ke tingkatan yang lebih tinggi.