Selasa, 06 September 2011

KUMPULAN RENUNGAN MANNA SORGAWI

*
o
GIAT MENCARI PERKARA YANG KEKAL

". . . giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan . . . dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia." (1 Korintus 15:58)

Pernah diadakan riset mengenai penggunaan uang sebesar USD 1 (kira2 Rp.9.000,-)

Kalau uang sebesar Rp. 9.000,- digunakan untuk makan maka akan habis khasiatnya dalam waktu 5 jam

Kalau uang sebesar Rp. 9.000,- digunakan untuk membeli dasi akan ketinggalan zaman setelah dipakai dalam waktu 5 minggu.

Kalau uang sebesar itu digunakan untuk membeli topi akan ketinggalan mode setelah dipakai dalam waktu 5 bulan.

Kalau uang sebesar Rp. 9.000,- digunakan untuk membeli peralatan mobil akan tahan hanya untuk waktu 5 tahun.

Kalau uang sebesar Rp. 9.000,- digunakan untuk membangun jalan akan tahan untuk waktu 50 tahun.

Namun demikian, kalau uang sebesar Rp. 9.000,- digunakan untuk Kerajaan Allah akan bernilai kekal.

Berapa besar uang kita yang kita persembahkan untuk kepentingan Kerajaan Allah?

Sumber: Ilustrasi Khotbah
*
Manna Roti Surgawi
28 Juli 2010
Manna Roti Surgawi
o
MEMILIH BAGIAN YANG TERBAIK

Lukas 10 : 38-42. Cerita tentang Martha dan Maria saat menerima Yesus dalam rumah mereka sebenarnya adalah kisah nyata yang sering kita alami sekarang ini.

Marta ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada Yesus, sehingga dia begitu sibuk memikirkan dan mengerjakan segala sesuatu yang menurut dia "TERBAIK" untuk Tuhannya. tapi satu hal yang dilupakan yaitu Marta tidak mencari tahu apa yang disukai Yesus terlebih dulu, sehingga semua jerih payahnya menjadi sia-sia. Oleh sebab itu Alkitab mengajar kepada kita untuk mengerti apa yang disukai Tuhan lebih dulu sebelum melakukan sesuatu.

Bagaimana kita bisa mengerti KEHENDAK ALLAH ?

Lukas 10 : 39. yaitu duduk di kaki Yesus, apa prakteknya ?

1. Saat kita membaca Alkitab atau mendengar Firman Allah, jangan membacanya sebagai tulisan manusia, tetapi sebagai tulisan Allah untuk kita (II Petrus 1 : 20-21) sehingga kita tidak melihatnya sebagai karangan Paulus, Petrus, Yohanes atau nabi-nabi, tapi tulisan Allah melalui hamba-hambaNya.

Saat kita mendengar Firman Allah, jangan mendengarnya sebagai perkataan manusia, tapi sebagai Perkataan Allah melalui Hamba-hambaNya, maka kita akan merasakan seperti Tuhan sedang berbicara langsung kepada kita, untuk keadaan kita, masalah kita dan masa depan kita (I Tesalonika 2 : 13).

2. Saat kita berdoa, rendahkan diri sungguh-sungguh dan biarkan Tuhan lebih dulu berbicara dalam hati kita, jangan menggurui Tuhan seperti yang dilakukan Marta. sebab sebelum kita berbicarapun sebenarnya Tuhan sudah tahu tentang keadaan kita, masalah kita, kekuatiran kita, dll.

Kalau kita sudah mengerti Kehendak Tuhan dan melakukannya, maka segala jerih lelah kita untuk Tuhan tidak sia-sia (I Korintus 15 : 58) sebab menghasilkan bagian yang terbaik, yang akan tidak diambil dari kita yaitu Pintu Sorga yang terbuka untuk kita (Matius 7 : 21-23).

Tuhan memberkati kita. Amin
*
Manna Roti Surgawi
29 Juli 2010
Manna Roti Surgawi
o
# ENGGAN MELEPASKAN #

ENGGAN MELEPASKAN
Bacaan : Kolose 3:1-17


Suatu hari, seorang anak balita sedang asyik bermain pasir di pantai ditemani ayahnya. Lalu, datanglah penjaja es krim. Sang ayah segera membeli sebuah untuk anaknya. Namun, ketika melihat mulut anaknya penuh pasir, ia pun urung memberikan es krim itu. "Ayo, Sayang, buang dulu kotoran itu dari mulutmu. Ayah punya sesuatu yang lebih baik untukmu!" Kisah ini ditulis oleh Max Lucado, ayah dari anak itu, dalam bukunya Just Like Jesus (Gloria Graffa). Ia berkata, "Saya tak akan memberinya es krim sebelum ia membersihkan mulutnya, sebab saya mengasihinya. Saya tidak ingin ia makan es krim bercampur pasir!"


Tuhan menawarkan kepada kita sesuatu yang lebih baik. Hidup baru yang dipenuhi kasih, damai, dan berkat. Namun, sebelum bisa menerimanya, kita perlu membersihkan diri lebih dulu dari "pasir" dosa. Tindak asusila, hawa nafsu, fitnah, dan perkataan kotor, bagaikan pasir yang memenuhi mulut. Rasul Paulus menyebutnya sebagai kelakuan manusia lama yang harus ditanggalkan. Setelah itu baru kita dapat mencicipi indahnya hidup dengan kelakuan manusia baru (ayat 12). Sama seperti es krim tidak enak dimakan bersama pasir, gaya hidup lama juga tidak bisa kita campur dengan gaya hidup manusia baru. Yang lama harus ditanggalkan, supaya yang baru bisa kita kenakan.

Lihatlah kembali buah rohani orang-orang pilihan Allah yang ditulis Paulus di ayat 12-15. Apakah ada di antaranya yang belum mewujud dalam diri Anda? Apa penyebabnya? Apakah karena masih ada sisa-sisa kelakuan manusia lama yang enggan Anda lepaskan? --JTI

HIDUP KUDUS ADALAH KEHARUSAN, BUKAN PILIHAN

Sumber: e-RH
*
Manna Roti Surgawi
30 Juli 2010
Manna Roti Surgawi
o
# TIDAK AMBIL PUSING #

TIDAK AMBIL PUSING
Bacaan : 2Samuel 16:5-14

Dalam bukunya Don't Sweat the Small Stuff (Jangan memusingkan hal-hal sepele), Richard Carlson menulis, "Dalam hidup kita setiap hari, banyak hal kecil terjadi ... kendaraan kita disalip dengan sembrono, dikritik secara tidak fair, kita memikul lebih banyak tugas dari yang lain, dan sebagainya ... semua itu akan membebani hati dan pikiran kita, apabila kita tidak belajar untuk tidak memusingkan hal-hal kecil tersebut."

Suatu kali, dalam masa pelarian dari kejaran Absalom, anaknya yang memberontak, tanpa diduga-duga Daud mendapat cercaan pedas dari Simei, salah seorang kerabat Saul. Begitu pedas dan tajam cercaan itu sampai-sampai Abisai, salah seorang pengawalnya, panas hati dan berkata, "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya" (ayat 9). Akan tetapi, Daud tidak mau ambil pusing. Ia menegur Abisai dan kemudian melanjutkan perjalanan.

Mungkin sekarang ini kita pun tengah mengalami situasi tidak menyenangkan akibat sikap atau perilaku buruk orang-orang di sekitar kita; entah itu kelakuan rekan sekerja yang tidak pada tempatnya, sikap tetangga yang tidak bersahabat, atau gosip-gosip tidak benar yang disebarkan para pendengki. Daripada kita terus memikirkan dan memasukkannya ke dalam hati, malah bikin susah sendiri, lebih baik kita tidak ambil pusing. Sayang waktu dan tenaga kita. Apalagi kita juga jadi tidak bisa menikmati hidup ini. Serahkan saja semuanya itu kepada Tuhan. Biarkan Tuhan yang menjadi "hakim". Seperti kata Daud, siapa tahu hal-hal itu justru Tuhan pakai sebagai sarana untuk mencurahkan kebaikan-Nya kepada kita (ayat 12) --AYA

KADANG TIDAK AMBIL PUSING

DENGAN KELAKUAN BURUK ORANG LAIN ITU PERLU

(Sumber: e-RH)
*
Manna Roti Surgawi
31 Juli 2010
Manna Roti Surgawi
o
KEHIDUPAN SANG ELANG.

Elang merupakan jenis unggas yg mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan yg sangat berat pada umurnya yg ke 40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayap menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau Menjalani suatu proses transformasi yg sangat menyakitkan selama 150 hari.

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yg baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yg panjang dan menyakitkan.

5 bulan kemudian, bulu2 yg baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yg sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaruan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yg mengikat, meskipun itu adalah sesuatu yg menyenangkan dan melenakan.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal2 baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yg terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda.

Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita..........

Jadi siapa yang didalam Kristus , ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.(2 Kor 5:17).

Tuhan Yesus memberkati.

Catatan dari Jing Evy Lee.
*
Manna Roti Surgawi
01 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
KERJA DAN MAKAN BERSAMA

Katak adalah binatang pemangsa serangga.Dengan cara melompat-lompat, katak akan berusaha menangkap mangsanya. Tetapi, sesuai dengan kemampuannya, katak hanya bisa menangkap serangga setinggi lompatannya saja.Alkisah, disebuah kubangan air bekas hujan, berkumpullah banyak katak. Mereka kelaparan karena sudah beberapa jam tidak ada serangga yang bisa dimangsa. Ketika seekor katak melihat ada beberapa ekor nyamuk yang terjebak di tembok berlumut yang ada di pinggiran kubangan air tersebut, ia memberitahukan kepada teman-temannya. Sayangnya,posisi nyamuk-nyamuk tersebut tidak bisa dijangkau hanya dengan lompatan. Maka diadakanlah rapat para katak untuk membahas strategi mendapatkan mangsanya. Satu keputusan yang cukup bijak berhasil diambil, yaitu kerja sama. Masing-masing katak merelakan punggungnya untuk dijadikan tangga secara rapi hingga mencapai ketinggian dimana nyamuk-nyamuk tersebut berada.

Karena tinggi, maka diperlukan kesediaan dari puluhan katak. Dan, terbentuklah susunan katak hingga berhasil menjangkau ketinggian yang cukup untuk menangkap mangsanya. Sudah pasti katak yang berada di tempat paling ataslah yang bisa menangkap nyamuk tersebut. Dan, dia juga yang menyantap nyamuk-nyamuk itu.Setelah selesai menyantap, katak tersebut langsung berteriak memberikan laporan tentang keberhasilan menangkap dan menyantap nyamuk buruan mereka. Katak-katak yang lain hanya terdiam dalam keadaan perut yang masih kosong. Itulah kerja sama yang mereka bisa lakukan, tidak pernah bisa membagi hasil pekerjaan bersama secara adil dan merata ke seluruh katak yang ikut ambil bagian dalam perjuangan mereka.

Cara kerja sama seperti kisah katak tersebut tentu harus kita jauhi. Di keluarga, dibutuhkan kerja sama ayah, ibu dan anak. Masing-masing bisa menikmati uang hasil kerja keras ayah; ayah dan anak menikmati kenyamanan dan kebersihan rumah karena anaknya berhasil. Di gereja, jemaat diberkati oleh karena pelayanan yang dilakukan hamba Tuhan; hamba Tuhan bisa menikmati berkat Tuhan melalui persembahan jemaat; hamba Tuhan dan jemaat bersukacita karena pertumbuhan yang terjadi. Demikian juga di organisasi lain, kerja sama yang hasilnya bisa dinikmati bersama harus diupayakan.

Untuk bisa terjadi seperti itu,maka masing-masing anggota harus menerapkan firman Tuhan yang berbunyi, “Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir,dalam satu kasih, satu jiwa,satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Filipi 2:2-4)

Doa
Di dalam nama Yesus aku mohon kepada Bapa supaya aku mampu mengatasi keinginan untuk memperhatikan kepentinganku sendiri dan mengabaikan orang lain. Amin

Kata-kata bijak
Di dalam kerja sama yang benar, setiap anggota akan merasakan hasilnya, buruk ataupun baik.

Tuhan Yesus memberkati Anda.
*
Manna Roti Surgawi
01 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
KERJA DAN MAKAN BERSAMA.

Katak adalah binatang pemangsa serangga.Dengan cara melompat-lompat, katak akan berusaha menangkap mangsanya. Tetapi, sesuai dengan kemampuannya, katak hanya bisa menangkap serangga setinggi lompatannya saja.Alkisah, disebuah kubangan air bekas hujan, berkumpullah banyak katak. Mereka kelaparan karena sudah beberapa jam tidak ada serangga yang bisa dimangsa. Ketika seekor katak melihat ada beberapa ekor nyamuk yang terjebak di tembok berlumut yang ada di pinggiran kubangan air tersebut, ia memberitahukan kepada teman-temannya. Sayangnya,posisi nyamuk-nyamuk tersebut tidak bisa dijangkau hanya dengan lompatan. Maka diadakanlah rapat para katak untuk membahas strategi mendapatkan mangsanya. Satu keputusan yang cukup bijak berhasil diambil, yaitu kerja sama. Masing-masing katak merelakan punggungnya untuk dijadikan tangga secara rapi hingga mencapai ketinggian dimana nyamuk-nyamuk tersebut berada.

Karena tinggi, maka diperlukan kesediaan dari puluhan katak. Dan, terbentuklah susunan katak hingga berhasil menjangkau ketinggian yang cukup untuk menangkap mangsanya. Sudah pasti katak yang berada di tempat paling ataslah yang bisa menangkap nyamuk tersebut. Dan, dia juga yang menyantap nyamuk-nyamuk itu.Setelah selesai menyantap, katak tersebut langsung berteriak memberikan laporan tentang keberhasilan menangkap dan menyantap nyamuk buruan mereka. Katak-katak yang lain hanya terdiam dalam keadaan perut yang masih kosong. Itulah kerja sama yang mereka bisa lakukan, tidak pernah bisa membagi hasil pekerjaan bersama secara adil dan merata ke seluruh katak yang ikut ambil bagian dalam perjuangan mereka.

Cara kerja sama seperti kisah katak tersebut tentu harus kita jauhi. Di keluarga, dibutuhkan kerja sama ayah, ibu dan anak. Masing-masing bisa menikmati uang hasil kerja keras ayah; ayah dan anak menikmati kenyamanan dan kebersihan rumah karena anaknya berhasil. Di gereja, jemaat diberkati oleh karena pelayanan yang dilakukan hamba Tuhan; hamba Tuhan bisa menikmati berkat Tuhan melalui persembahan jemaat; hamba Tuhan dan jemaat bersukacita karena pertumbuhan yang terjadi. Demikian juga di organisasi lain, kerja sama yang hasilnya bisa dinikmati bersama harus diupayakan.

Untuk bisa terjadi seperti itu,maka masing-masing anggota harus menerapkan firman Tuhan yang berbunyi, “Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir,dalam satu kasih, satu jiwa,satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Filipi 2:2-4)

Doa
Di dalam nama Yesus aku mohon kepada Bapa supaya aku mampu mengatasi keinginan untuk memperhatikan kepentinganku sendiri dan mengabaikan orang lain. Amin

Kata-kata bijak
Di dalam kerja sama yang benar, setiap anggota akan merasakan hasilnya, buruk ataupun baik.

Tuhan Yesus memberkati Anda.
*
Manna Roti Surgawi
02 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
@ Aku Berubah Karena DIA @

Dalam harian bahasa Mandarin "The Liberty Times" muncul sebuah tulisan kecil namun menarik perhatianku. Judul tulisannya berbunyi: "Aku berubah hanya karena dia". Penulisnya adalah seorang wanita yang mengisahkan bagaimana pertemuannya dengan seorang cowok telah mengubah cara hidupnya di masa silam, dan lebih lagi telah membantunya untuk sungguh menjadi seorang feminine.

"Sejak kecil aku selalu senang mengenakan pakaian cowok, mengenakan celana jeans, rambut dipotong pendek. Beberapa kali saya membangun persahabatan dengan lawan jenis. Namun lima pacarku pada akhirnya selalu saja menolak aku dan cerai karena aku kurang menunjukan sikap feminine. Namun sejak aku bertemu dengan 'dia' aku kini sungguh telah berubah. Sejak kecil aku tak pernah menyukai warna merah muda. Namun demi 'dia' saya mulai menyukai segala yang berwarna merah muda, mulai dari warna hand phone, pakaian, bahkan tali pengikat rambut. Sejak kecil aku senang memakai sepatu sport. Namun sejak bertemu dengannya saya sudah menjelajahi semua toko yang menjual sepatu yang bertumit tinggi. Sering kakiku lecet karena harus mengenakan sepatu kulit, tetapi saya menahan semua rasa sakit itu. Saya adalah seorang yang takut kedinginan, dan lebih senang memakai celana jeans panjang. Namun hanya karena 'dia' walaupun udara dingin, saya mulai memakai rok walau kadang aku harus diserang flu. Berbagai jenis rok, mulai dari jenis sutra hingga rok jeans mulai aku beli. Ini terjadi sejak saya bertemu dengannya. Dulu saya tak senang menggunakan parfum. Namun kini aku mulai belajar bagaimana harus memilih jenis minyak wangi, aku mulai belajar bagaimana harus merias diri. Hanya karena 'dia' aku kini telah berubah. Aku kini telah berubah menjadi lebih baik dari dulu, aku kini berubah menjadi seorang yang sungguh-sungguh perempuan, hanya karena 'dia'."

Dalam bacaan yang diambil dari Kisah Para Rasul 20:17-27, kita mendengar bagaimana Paulus berkisah tentang nasib yang pernah dan akan menimpa dirinya. Ia menasihati jemaat yang datang bertemunya di Miletus untuk bertekun mewartakan pertobatan kepada orang Yahudi dan Yunani sebagaimana telah diperbuatnya sendiri. Dan kini oleh desakan Roh, Paulus akan beralih menuju Yerusalem walaupun ia sendiri tahu apa yang akan terjadi atas dirinya di Yerusalem. Roh Kudus telah menyatakan kepada dirinya bahwa penjara dan sengsara telah menantikan kedatangannya di Yerusalem. Namun demikian Paulus tidak merasa takut. Paulus tidak melarikan diri, ia tidak mengelak. Ia dengan berani memasuki kota abadi Yerusalem, dengan berani menghadapi dan menerima tantangan tersebut.

Kita mengenal siapakah Paulus ini sebelumnya. Dahulu ketika Paulus masih menyandang nama seorang 'Saulus', ia adalah seorang musuh orang-orang Kristen. Ia adalah musuh para pengikut Kristus. Ia dengan berbagai cara telah berusaha agar kelompok kristen dibekukan, agar mereka tidak membuka mulut dan bersaksi tentang Yesus yang bangkit. Ia telah memberikan peritah untuk merajam Stefanus dengan batu hingga mati. Itu adalah kisah masa silam tentang Paulus. Namun saat ini ia telah berubah. Dan apa yang telah membantu perubahan mendasar dalam diri Paulus? Sama seperti tulisan kecil di atas, Paulus telah menjawab bahwa 'DIA' (Yesus yang bangkit) telah mengubah dirinya. Hanya karena 'DIA' Paulus kini berubah. Hanya karena 'DIA' Paulus kini bersedia menerima hukuman penjara, bahkan rela menerima ajalnya di ujung sebilah pedang. Hanya karena 'DIA'.

Apakah akupun telah ikut berubah? Apakah anda juga telah ikut berubah seperti Paulus? Apakah 'DIA' telah menjadi kekuatan yang bisa meluluhkan kekerasan bathin kita dan bangkit berdiri dan secara tegas bersaksi tentang 'DIA' yang bangkit? Semoga kitapun boleh berkata; Hanya karena 'DIA' saya kini telah berubah.
*
Manna Roti Surgawi
03 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
FIRMAN ALLAH TETAP TEGUH

Abad-abad berlalu, Firman Allah tetap teguh!
Kerajaan timbul dan tenggelam,
Dinasti-dinasti berganti,
Raja-raja naik dan turun takhta,
dihina dan dikoyak-koyak,
badai kebencian telah menghempaskannya,
kaum Atheis menyerangnya,
kaum Agnostik mengejeknya,
orang jahil menertawakannya,
orang kafir mencampakkannya,
orang pandai mengritiknya,
halilintar menyambarnya dengan murka,
bagaikan landasan meremukkan jutaan godam,
nyala api menjilatnya,
anak panah kedengkian menembusnya,
radikalisme mengobrak-abriknya,
kabut keraguan mencoba mengaburkannya,
gigi-gigi waktu mencoba membuatnya aus,
orang jahat meramalkan kemusnahannya,
modernisasi mencoba memutarbalikkannya,
tetapi FIRMAN ITU TETAP TEGUH!!! (1 Pet 1:25)

Maukah Anda berdiri teguh atas-Nya???

Sumber: Jendela Kebenaran

*
Manna Roti Surgawi
04 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
SAHABAT SEJATI.

Tokoh Perjanjian Lama Ayub dan Daniel mempunyai banyak kemiripan. Keduanya mengalami berbagai percobaan dan tantangan berat. Akan tetapi, keduanya juga memperoleh sukses besar berkat kehadiran Allah di dalam hidup mereka. Keduanya dipandang sebagai raksasa-raksasa iman, yang seorang karena kesabarannya dalam menanggung penderitaan, dan yang lain karena kesuciannya di tengah budaya yang najis.
Ayub dan Daniel mempunyai persamaan yang lain, yaitu masing-masing mempunyai tiga orang sahabat yang berarti. Akan tetapi, persamaan mereka berakhir di sini. Teman-teman Ayub menjadi duri dalam daging. Mereka justru menyalahkannya ketika ia membutuhkan belas kasih dan pendampingan. Pada saat Ayub bergumul dengan kehilangan dan kesedihan, Elifas, Bildad, dan Zofar tampaknya cenderung menambah kesakitannya daripada memberi pertolongan dalam kesengsaraannya.

Ketiga teman Daniel sangat berbeda. Ketika mereka bersama-sama ditangkap, Daniel dan sahabat-sahabatnya; Sadrakh, Mesakh, dan Abednego saling mendukung serta menguatkan dalam masa-masa sulit ini. Mereka berdiri bersama-sama untuk menghormati Allah (Daniel 1) dan berdoa (2:17,18), serta menolak untuk menyembah patung raja (3:16-18). Sahabat-sahabat seperti inilah yang kita butuhkan!

Jadi, sahabat seperti apakah saya? Amsal 17:17 mengatakan demikian, "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu." Siapakah yang membutuhkan Anda untuk menjadi sahabatnya pada hari ini?

SAHABAT SEJATI BAGAIKAN PENOPANG UNTUK DINDING YANG MIRING.

Tuhan Yesus memberkati Anda.
*
Manna Roti Surgawi
05 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
LAHIRNYA TEOLOGI KUCING DAN ANJING.

Kucing dan anjing merupakan binatang peliharaan yang di sukai oleh manusia.Namun jika diperhatikan, ada perbedaan sifat dan pola pikir antara keduanya. Kucing lebih terikat pada makanan dan tempat, sedangkan anjing lebih terikat kepada tuannya. Ketika kucing menemukan rumah di mana dia mendapatkan tempat yang lebih nyaman dan makanan yang lebih banyak, maka dengan mudah ia berpindah tuan. Kucing lebih mengenali tempat tinggalnya, sedangkan anjing lebih mengenali tuannya.Seringkali, apa pun yang anjing alami dari tuannya, misalnya kurang diberi makan bahkan kurang kasih sayang, kalau anjing itu sudah lama ikut tuannya, maka dapat dipastikan ia akan tetap setia.
Mereka berbeda dalam hal “kesetiaan” dan “balas budi”. Itu sebabnya orang sering mengatakan bahwa anjing adalah” man’s best friend”. Perbedaan pola pikir kucing dan anjing inilah yang kemudian diangkat untuk menganalogikan sikap hidup orang Kristen terhadap Tuhan. Dari sinilah lahir istilah “Teologi Kucing dan Anjing”, dimana kucing didefinisikan sebagai orang percaya yang mengutamakan hidup bagi diri sendiri, sedangkan anjing adalah orang percaya yang setia dan mengutamakan hidup bagi Tuhan.
Ada kisah nyata tentang seekor anjing yang ketika ditinggal mati tuannya, ia tetap setia menunggui makan tuannya sampai akhirnya anjing ini juga mati di samping makam tuannya. Belum pernah ada kisah yang sama terjadi pada seekor kucing!
Matius 15:21-28 menceritakan Yesus pergi dari Genesaret menuju ke Tirus dan Sidon. Kota ini kemungkinan besar belum pernah melihat mujizat yang dilakukan oleh Yesus, karena Ia belum pernah pergi ke sana (Mat 11:21). Perempuan Kanaan ini mungkin hanya mendengar tentang Yesus dari kabar-kabar yang berhembus pada saat itu.Ketika perempuan ini berseru kepada Yesus, Ia seolah tidak peduli dan diam saja (ay 23), bahkan murid-murid menyuruhNya mengusir perempuan itu. Saat itu yesus tidak berkata apa-apa kepada perempuan itu, Ia hanya menjawab murid-muridNya mengenai pengutusanNya kepada domba-domba Israel. Waktu perempuan ini mendengarnya, dia datang menyembah Yesus dan tetap memohon.Maka Yesus menjawabnya dan berkata bahwa roti itu hanya layak diberikan bagi anak-anak dan bukan untuk “anjing”. Wanita ini berkata bahwa memang dia seperti seekor anjing, tetapi bukankah anjing juga bisa makan dan hidup dari remah-remah roti yang jatuh dari meja tuannya? Perkataan wanita ini membuat Yesus kagum akan kebesaran imannya.Sebenarnya Yesus sedang menguji hati perempuan itu. Secara tidak langsung perempuan ini mengatakan bahwa dia seperti anjing yang selalu berharap kepada tuannya, dan Tuhan memperhitungkan ini sebagai iman yang luar biasa !
Apakah kita juga memiliki kasih dan kesetiaan yang besar kepada Tuhan, seperti kesetiaan seekor anjing pada tuannya? Berbahagialah orang yang setia pada Tuhan!

Doa
Tuhan, beriku hati yang taat dan setia kepada Engkau sebagai Tuan dalam hidupku. Mampukan aku menyenangkan hatiMu dalam segala hal. Dalam nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.

Kata-kata bijak: Kesetiaan seseorang terbukti di saat ia tetap melekat pada Tuhan, meskipun jalan hidupnya berat.

MANSOR.
*
Manna Roti Surgawi
06 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
SERAHKANLAH SEGALA KEKUATIRANMU KEPADANYA

I Petrus 5 : 7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Apa kehendak Tuhan dalam ayat ini :

1. Tuhan ingin kita mengerti betapa tidak berdayanya kita, sehingga kita dipermainkan dengan ketakutan-ketakutan akan perkara-perkara yang belum terjadi, bahkan yang tidak pernah terjadi yaitu "KEKUATIRAN".

2. Tuhan ingin kita mengerti betapa kuatnya, hebatnya, berkuasanya Tuhan kita, sehingga mampu menanggung "SEGALA" apa yang menjadi ketakutan kita.

3. Tuhan ingin kita mengerti, bahwa Ia "mau" menolong kita, kapanpun kita membutuhkan pertolonganNya (Ibrani : 4 : 15-16)

Tuhan Yesus memberkati. Amin
*
Manna Roti Surgawi
07 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
PELANGI SESUDAH BADAI.

Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.

Semasa anak-anak, menyeberangi sungai besar yang sedang meluap karena banjir tidak membuatku takut, begitu pula dengan mendaki gunung yang tinggi.
Satu-satunya yang paling kutakuti adalah hujan badai yang disertai angin kencang.
Jika cuaca sudah mulai mendung dan awan hitam terlihat menggelantung dikaki langit, hatiku mulai gelisah. Apalagi jika aku melihat kilat, mendengar bunyi guntur dan mulai merasakan hembusan angin kencang disertai butiran-butiran air yang menunjukkan bahwa hujan sudah mulai turun. Disaat-saat seperti itu aku akan berjalan mondar-mandir didalam rumah sambil menaikkan doa agar tidak terjadi angin kencang. Aku takut mendengar bunyi gemuruh angin dan melihat pohon-pohon yang tinggi meliuk-liuk karena tiupan angin kencang. Kondisi seperti itu selalu menjadi ancaman yang menakutkan bagiku. Seandainya ada alat pendeteksi detak jantung, disaat-saat seperti itu, orang akan tahu bahwa jantungku berdegup begitu cepat dan kuat.

Entah mengapa dimasa kanak-kanak dulu, hujan badai, angin kencang yang disertai petir dan guntur, selalu mebuatku berpikir bahwa kiamat sedang datang. Tetapi jika badai itu sudah tenang, perlahan-lahan jiwaku yang goncang kembali normal. Yang lebih membuatku bisa bernafas lega, jika aku melihat pelangi membentang dilangit sesudah hujan turun. Muncul pelangi sesudah badai seolah-olah berkata, “TENANGLAH, BADAI TELAH BERLALU DAN SEMUA BAIK-BAIK SAJA.”

Didalam hidup manusia, ada saat dimana badai hidup datang. Badai bisa diartikan sebagai permasalahan dan kesulitan hidup yang membuat kita merasa sangat tertekan dan takut. Badai hidup bisa datang dalam bentuk penyakit yang berat, kesulitan ekonomi, masalah rumah tangga, masalah pekerjaan, maupun masalah didalam pelayanan.

Dalam menanggapi kondisi seperti ini, sebagian orang menjadi putus asa dan mengambil jalan pintas, tetapi sebagian lagi tetap memandang Tuhan dan menaruh seluruh harapannya kepada Tuhan. Golongan kedua yang termasuk hitungan orang-orang yang menaruh harapannya kepada Tuhan sekalipun dihimpit kesukaran, pada akhirnya akan merasakan kelegaan.

Selama air bah yang menakutkan, Tuhan memelihara Nuh dan keluarganya. Meskipun terapung-apung diatas air selama beberapa waktu lamanya, tetapi pada waktunya, air bah itu surut juga dan pelangipun nampak.(Kejadian 9:8-13).

Kita tidak bisa menghindar dari badai kehidupan, tetapi kita bisa memilih untuk tetap setia dan percaya kepada Tuhan.
Ada ungkapan yang mengatakan, “BETAPA GELAP HARI-HARI KITA DAN BETAPAPUN SUKARNYA JALAN YANG KITA LALUI, TETAPI BERSAMA DENGAN TUHAN SELALU ADA PELANGI MENANTI DIDEPAN.”

Jika saat ini kita sedang diterpa badai hidup, janganlah takut. Teruslah arahkan hati kepada Tuhan karena Ia yang memelihara kita adalah setia. Ia selalu menuntun kita ketika melalui janlan yang sukar, dan dengan tangan yang kuat Ia menggendong kita.

DOA:
Bapa, buatlah jiwaku tenang dan topanglah aku dengan tangan-Mu yang berkuasa. Aku mau melalui hari-hari yang sulit bersama dengan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Bersama Tuhan, jalan hidup yang sukar sekalipun akan selalu berakhir dengan sukacita.

MANSOR.
*
Manna Roti Surgawi
08 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
ENGKAU TUANKU vs AKU TUANMU.

Alkisah ada seorang penjaja roti yang menjual rotinya masing-masing seharga 50 sen di sebuah stan makanan di sudut jalan.Seorang pelari lewat dan melemparkan uang 50 sen ke dalam kaleng penjaja roti, tetapi tidak mengambil roti. Ia melakukan hal yang sama setiap hari selama beberapa bulan. Suatu hari, saat pelari tersebut lewat, penjaja roti menghentikannya. Pelari tersebut kemudian bertanya, “Anda mungkin ingin tahu mengapa saya selalu memberi uang, tetapi tak pernah mengambil roti, kan?” “Bukan,” kata penjaja roti. “Saya hanya ingin memberi tahu Anda bahwa harga roti kini telah naik menjadi 60 sen.”
Kisah di atas merupakan gambaran yang tepat bagi pola pikir kucing. Perbedaan pola pikir kucing dan anjing dapat dilihat di mana anjing berkata, “Engkau memberiku makan, engkau mengelusku, engkau memberiku tempat, engkau mengasihiku, engkau pasti tuanku, engkau pasti Tuhan. “Sebaliknya kucing berkata, “Engkau memberiku makan, engkau mengelusku, engkau memberiku tempat, engkau mengasihiku, aku pasti tuanmu, aku pasti Tuhan.”
Mengenai kedua binatang ini, orang sering berkata bahwa anjing mempunyai majikan,tetapi kucing mempunyai pelayan. Meskipun kucing dan anjing sama-sama binatang kesayangan, tetapi anjing lebih menunjukkan cirri-ciri kesetiaan dan suka melayani, sedangkan kucing mandiri dan angkuh. Saya pernah memelihara kucing dan anjing. Ketika saya pulang di rumah dari berpergian, si anjing akan segera keluar dengan posisi berjalan meniarap dan menunjukkan kegirangannya. Setelah itu ia menjilati kaki saya dan berdiri di atas kedua kaki belakangnya sambil menyembah-nyembah. Berbeda dengan si kucing, ia tidak begitu peduli dan ia akan tetap pada posisinya semula. Jika ia sedang tidur, maka ia akan tetap melanjutkan tidurnya. Suatu saat ketika kucing saya sedang tidur, saya mendekat dan mengelusnya. Spontan ia mencakar dan menggigit, lalu pergi meninggalkan saya dengan angkuhnya.
Secara kasat mata memang sulit membedakan mana orang Kristen yang menghidupi teologi anjing dan mana yang menghidupi teologi kucing. Keduanya sama-sama ke gereja,sama-sama berdoa, sama-sama membaca Alkitab. Orang Kristen yang berteologi “kucing” memandang Tuhan sebagai pelayan, sedangkan orang Kristen yang berteologi “anjing” memandang Tuhan sebagai tuan.
Orang Kristen yang menghidupi teologi kucing sering memperlakukan Tuhan dengan sikap yang sama dengan si penjaja roti. Bukannya berterima kasih atas apa yang telah diberikanNya, ia justru ingin lebih. Bukankah kita seringkali berlaku seperti ini? Entah mengapa kita merasa Tuhan berutang untuk memberi kita kesehatan yang baik, hidup yang nyaman, dan berkat materi. Tidak sedikit orang Kristen yang menganggap Tuhan sebagai pelayan yang berkewajiban untuk melayani dan memberikan semua yang baik.

Doa
Tuhan, Engkau adalah Tuan yang memerintah atas hidupku. Ampuni aku yang seringkali banyak menuntut dariMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

MANSOR.
*
Manna Roti Surgawi
09 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
DUA SIKAP MENUJU SORGA

Seorang petani menyuruh dua anak laki-lakinya untuk mencangkul ladang yang akan ditanami kacang tanah. “Jika ada yang tidak mau mencangkul, ia tidak akan mendapatkan makan siang,”kata petani. Kedua anak laki-laki itu pun mulai mencangkul. Keduanya nampak sangat serius di dalam bekerja, hingga keringat bertetesan di wajah dan seluruh tubuh mereka. Ketika tiba waktunya makan siang, kedua anak laki-laki itu pun menikmati makan siang yang lezat. Usai makan siang, anak tertua kembali mencangkul hingga selesai, sementara si anak bungsu menghilang setelah menikmati makan siang.
Cerita di atas menggambarkan sikap anjing dan kucing terhadap keselamatan yang akan membawa mereka ke surga. Sikap kucing dan anjing dapat digambarkan sebagai berikut:keduanya takut masuk neraka, sehingga mereka berjalan ke Sorga. Bedanya, kucing berjalan melangkah mantap menuju Sorga. Kucing menerima Yesus dan diselamatkan dari Neraka,tetapi ia masih ingin menikmati kesenangan dunia yang berdosa. Ia tidak peduli bagaimana menjalani hidup setelah diselamatkan.
Lain halnya dengan anjing. Anjing tahu bahwa ia sudah diselamatkan, tetapi tidak hanya berhenti sampai pada tahap diselamatkan. Ia tahu bahwa Tuhan memiliki tujuan dalam penyelamatan itu, yaitu supaya hidupnya memuliakan Tuhan. Anjing selalu mengarahkan pandangannya ke Sorga dan menyesuaikan hidupnya dengan kehendak Tuhan.
Apa perbedaan yang besar antara diselamatkan “dari sesuatu” dan diselamatkan”untuk sesuatu”. Sebagai orang percaya, Tuhan tidak semata-mata menyelamatkan kita dari kebinasaan kekal, tetapi diselamatkan untuk satu tujuan. Ini berarti kita harus menyesuaikan diri dan memenuhi maksud penyelamatan tersebut. Penganut teologi kucing sudah merasa puas dengan menjadi orang Kristen yang ke gereja pada hari Minggu dan itu sudah cukup.Tidak ada antusiasme untuk lebih mengenal Sang Juruselamat dan melakukan sesuatu yang Sorga seperti yang digambarkan dalam Mat 13:44, “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.” Mereka begitu menghargai keselamatan yang diterima dan tahu bagaimana selanjutnya hidup sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan.
Masuk pada golongan manakah Anda? Apakah Anda sudah cukup puas dengan menjadi orang Kristen, namun tetap hidup menurut kehendak hati Anda sendiri? Ataukah Anda sudah belajar untuk tetap memandang kepada Yesus saja sebagai Tuan kita?

Doa
Tuhan Yesus, terima kasih atas anugerah keselamatan yang Engkau berikan. Ajarku mengasihiMu dan selalu merindukan Sorga. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin

Kata-kata bijak
Diselamatkan bukan tujuan akhir kita, melainkan langkah awal untuk hidup dalam kehendak Tuhan.

Mansor
*
Manna Roti Surgawi
09 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
@ SELAGI MASIH HIDUP @

(
(SELAGI MASIH HIDUP
Bacaan : Ayub 14:7-12


Sodikin hanya bisa menangis tersedu-sedu mengiringi penurunan peti jenazah ayahnya ke liang kubur. Satu hal yang sangat ia sesali, selama ayahnya hidup ia kurang sekali memperhatikannya. Bahkan untuk sekadar menemaninya ngobrol atau main catur, jarang sekali ia lakukan. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusannya sendiri. Tiga bulan lalu ia baru mengetahui ayahnya menderita sakit berat hingga dirawat di rumah sakit sampai meninggalnya. Sekarang, apa yang bisa ia lakukan untuk "menebus" kesalahannya? Tidak ada. Ayahnya sudah terbujur kaku. Tidak ada kesempatan kedua.

Ya, kematian selalu berarti berakhirnya sebuah kesempatan. Sebuah titik. Manusia, seperti yang digambarkan dalam bacaan Alkitab hari ini, berbeda dengan pohon. Kalau sebuah pohon ditebang, ia punya kesempatan untuk bertunas lagi (ayat 7). Pun, apabila pohon itu akarnya menjadi tua dan tunggulnya mati, pada saatnya ia bisa bersemi lagi (ayat 8)8). Akan tetapi manusia, begitu ia tiba pada kematiannya, maka selesailah sudah hari-harinya di dunia ini (ayat 10). Tamat. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan terhadapnya.

Apa maknanya bagi kita? Salah satunya adalah: betapa pentingnya kita menghargai, membahagiakan, dan mencurahkan kasih sayang kepada orang-orang terdekat-entah kakek dan nenek kita, atau ayah dan ibu kita, atau siapa pun-selama mereka masih hidup. Jangan menunda- nunda. Sebab kalau mereka sudah terbujur kaku di dalam peti jenazah, tidak ada yang bisa kita lakukan. Menangis sejadi-jadinya pun tiada berguna, tidak mengembalikan kesempatan yang telah berlalu. Hanya meninggalkan sebuah sesal --AYA

BAHAGIAKANLAH ORANG-ORANG YANG KITA CINTAI

SELAMA MEREKA MASIH HIDUP


(Sumber: e-RH)
*
Manna Roti Surgawi
10 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
FALSAFAH LIMA JARI.

1. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.

2. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.

3. Ada si jangkung jari tengah yang sombong , paling panjang dan suka menghasut jari telunjuk.

4. Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.

5. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut

Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan ( menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).


Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua?
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti.


Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu- saling menyayangi- saling menolong- saling membantu- saling mengisi- bukan untuk saling menuduh- menunjuk- merusak.....


Smua perbedaan dari stiap kita adalah keindahan yg sengaja diciptakan agar kt rendah hati utk mnghargai org lain, tdk ada satupun pekerjaan yg dpt kt krjakan sndiri. Mgkn Kelebihan kt adl kekurang org lain, tp jg Kelebihan org lain mgkn jg Kekurangan kita. Tdk ada yg lbih bodoh atau lebih pintar, perihal bodoh atau pintar itu adalah kerelatifan dlm bidang/talenta yg diberikan Tuhan agar kt bersama2menuju satu impian...


Keseluruhan yg diciptakanNYAlah yang menjadi sempurna.... Bukan satu individu yg sempurna....

1 Kor 12:25 Supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

Oleh Jing Evi Lee.
*
Manna Roti Surgawi
11 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
MENJADI BENDAHARA YANG BAIK

Amsal 3 : 27-28. Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.
Janganlah engkau berkata kepada sesamamu :"Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi", sedangkan yang diminta ada padamu.

ayat ini mengajarkan kepada kita untuk menjadi BENDAHARA yang baik dari Tuhan kita Yesus Kristus, sehingga kita tetap dipercaya untuk mengemban Berkat Tuhan.

dalam hal ini kita harus mengerti prinsip utama tentang Berkat Tuhan yaitu bahwa dalam setiap berkat yang Tuhan percayakan kepada kita, ada hak orang lain di dalamnya, sehingga kalau kita menahan "HAK" itu maka kita bukan saja bersalah kepada orang itu, tapi juga bersalah kepada Tuhan sang pemilik yang sebenarnya, dan kita hanya orang kepercayaan Tuhan yang menerima titipan Tuhan itu, akibatnya apa ? Tuhan akan menarik kepercayaanNya itu dari seseorang. (Lukas 16 : 1-9)

Oleh sebab itu apa yang harus kita pelajari sebagai seorang Bendahara Tuhan yang baik ?

1. Kapan kita harus memberi. Jangan mendahului Tuhan tapi juga jangan berlambat-lambatan. kalau Tuhan sudah menekankan dalam hati kita untuk berbuat sesutu segera lakukan, jangan ditnunda-tunda, sebab waktuNya Tuhan adalah waktu yang terbaik, pemberian kita akan sangat dibutuhkan, berguna dan menghasilkan perlipat gandaan "Ucapan Syukur" kepada Allah. (II Korintus 9 : 6-15).

2. Kepada siapa kita harus memberi. Kita harus berdoa supaya pemberian kita mencapai sasarannya, yaitu orang-orang yang benar-benar membutuhkannya, jangan mengikuti suka atau tidak sukanya kita pada orang yang kita akan berikan, sebab adakalanya Tuhan justru menunjuk orang yang "tidak kita sukai" untuk menerima pemberian kita, ingat kita hanya bendahara, bukan pemilik itu sendiri, kalau kita taat, pasti pemberian itu akan mendatangkan kebaikan untuk semua.

Oleh sebab itu lakukan yang Tuhan ingin kita lakukan, dan jangan menunda-nunda.
Tuhan memberkati. Amin.
*
Manna Roti Surgawi
12 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
SUARAMU BAGAIKAN SIMPONI.

Banyak wanita dan pria yang merasa kecewa karena tidak lagi merasakan kedekatan emosional dalam pernikahan mereka. Itulah yang dialami Susan dan suaminya.
Sebagai respons dari kekecewaan terhadap suaminya, Susan kerap berlaku kasar dan mengeluarkan kata-kata yang tajam. Emosi dihati Susan dan suaminya pun meningkat, mereka bahkan saling mengancam akan mengakhiri pernikahan itu dengan bercerai.

Seiring berjalannya waktu, Susan dan suaminya sama-sama merasakan pahitnya proses perceraian yang mereka jalani. Ketika mereka bertemu untuk penandatanganan berkas-berkas yang terakhir, mata mereka saling menatap sangat dalam. Dimata suaminya Susan menemukan perasaan yang dialaminya. “Aku tidak ingin bercerai, kurasa dia juga tidak ingin bercerai dariku,” kata hatinya berbisik.
Saat Susan mencoba menyatakan isi hatinya itu, dengan datar suaminya menjawab, “Kita sudah melangkah sejauh ini, kurasa kita harus menyelesaikannya.” Susan tidak pernah mengharapkan keadaan itu, ia hanya ingin suaminya mengerti isi hatinya.

Jangan membiarkan emosi membawa kita kejalan yang diinginkannya, khususnya kejalan yang membuat kita menyesal seumur hidup.

Komunikasi adalah unsur yang sangat penting dalam sebuah hubungan.
Ketika wanita sudah berbicara panjang lebar dan pria hanya menjawab “emmm” maka emosi wanita langsung naik. Wanita akan stress karena merasa tidak dianggap.
Gejala yang timbul pada pria ini disebut “Guy Attention Deficit Syndrome” (GADS). Banyak wanita yang mengeluh karena pasangannya menderita GADS ini. Jika pria hanya memberi tanggapan “emmm” saat wanita bercerita, ia bukannya tidak mendengar apa yang diucapkan si wanita tetapi memang begitulah cara pria mendengarkan wanita. Menurut peneliti dari University of Sheffield, Inggris, pria dan wanita punya struktur otak yang berbeda dalam mendengarkan sesuatu; otak pria tidak langsung terhubung pada saat wanita berbicara. Pria menggunakan bagian otak primitifnya saat memproses suara wanita, yaitu bagian otak yang berfungsi untuk memilih. Struktur otak inilah yang membuat pria lebih lama mencerna perkataan wanita. Lebih lanjut dikatakan bahwa pria memproses suara wanita dibagian otak yang sama saat mereka mendengarkan musik. Hal ini dikarenakan wanita lebih kompleks dan punya kekuatan melodi yang lebih besar. Jadi jika wanita mendengar pria berbicara, ia perlu menganalisanya lebih lama untuk mengetahui maksud ucapan itu.
Itulah sebabnya mengapa 5 menit setelah wanita selesai berbicara, pria baru menanggapi informasi yang diterimanya. Riset ini tentu membantu kelancaran komunikasi kita dengan lawan jenis.

Untuk menenangkan hati pasangan yang sedang marah atau stress, pria cukup berkata, “Sayang, suaramu bagaikan musik ditelingaku. Bukannya aku tidak mendengarkan ucapanmu, tetapi simponi itu membuat aku tidak bisa mendengar kata-katamu.”

DOA:
Tuhan Yesus, ada keindahan dalam keluarga kalau kami mengerti hambatan dan cara berkomunikasi dengan mengenal kemampuan pasangan kami. Mampukan kami oleh kasihMu. Amin.

Pengkhotbah 9:9 Nikmatilah hidup dengan istri yang kau kasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan Tuhan kepadamu dibawah matahari, Karena itulah bagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah dibawah matahari.

Mansor.
*
Manna Roti Surgawi
13 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
@ NASIHAT @

NASIHAT
Bacaan : Amsal 6:20-24

Seorang gadis Indonesia berpacaran dengan pria Belanda, lewat situs jodoh di internet. Usia si gadis 25 tahun. Pacarnya 55 tahun. Karena sudah dua kali bercerai, si pria "tidak lagi percaya pada pernikahan." Jadi si gadis diminta hidup bersamanya tanpa menikah. Alasannya? "Pernikahan hanya status. Hanya selembar kertas. Tak menjamin kebahagiaan kita." Sang gadis setuju, karena lagi tergila-gila. Keberatan dari orangtuanya dianggap kuno. Nasihat dari teman-teman gereja dan pendeta tak digubris. "Saya sudah berdoa!" katanya. "Saya yakin Tuhan menjodohkan saya dengan belahan jiwa saya itu."

Saat seseorang berambisi mencapai sesuatu, biasanya ia buta. Tak dapat menilai dengan objektif; tak mampu membaca kehendak Tuhan. Saat itulah ia perlu mendengar nasihat orangtua atau mereka yang dewasa rohani. Nasihat mereka harus dipelihara, tidak disia-siakan, sebab Tuhan kerap menyatakan kehendak-Nya melalui mereka. Tuhan bisa juga memakai penilaian bijak mereka untuk menerangi jalan seseorang. Penulis Amsal menggambarkan nasihat mereka ibarat pelita atau cahaya yang menerangi kebutaan diri. Melindungi orang dari bahaya mengambil jalan yang salah.

Apakah Anda sedang bergumul untuk mengambil keputusan penting? Apakah Anda sedang mencari kehendak Tuhan? Selain berdoa dan bergumul secara pribadi, bukalah telinga dan hati bagi pendapat orang lain. Mintalah nasihat orangtua, juga orang kristiani lain yang mengenal Anda dengan baik. Pengalaman dan pergumulan mereka dengan Tuhan bisa memberi Anda nasihat bijak. Memang tidak setiap nasihat mereka dapat disamakan dengan kehendak Tuhan. Namun, nasihat mereka tak dapat diabaikan --JTI

BANYAK ORANG MEMBERI NASIHAT

NAMUN HANYA ORANG BIJAK YANG BISA MEMANFAATKANNYA


Sumber: e-RH
*
Manna Roti Surgawi
13 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
KESAKSIAN ELIZABETH : NERAKA DAN SURGA.

http://pedson.blogspot.com/2008/01/neraka-dan-sorga-elizabeth.html
*
Manna Roti Surgawi
14 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
LEMBAH KEPUTUSAN

Lembah-lembah di Israel pada umumnya subur dan menguntungkan. Salah satu lembah yang terkenal kesuburannya adalah Lembah Eskol yang terletak di utara Hebron. “Eskol” artinya “tandan”.Daerah ini disebut Eskol karena setandan buah anggur yang dipotong oleh dua pengintai Israel yang dikirim ke sana.
Ada dua pelajaran iman yang bisa diambil dari Lembah Eskol.
Lembah Eskol adalah lembah keputusan. Setelah mengembara di padang gurun, sampailah bani Israel di pintu Tanah Perjanjian, di Kadesh Barnea.Dari situ Musa mengutus 12 orang pengintai untuk menyelidiki Tanah Perjanjian. 12 pengintai itu diambil satu orang dari setiap suku, namun sepuluh orang kehilangan iman mereka untuk merebut tanah yang melimpah dengan susu dan madu itu. Kesepuluh orang itu memberikan laporan yang melemahkan hati, mereka mengatakan bahwa orang Kanaan “memakan penduduknya”.Jadi, mereka memutuskan untuk tidak mentaati Tuhan. Tetapi Yosua dan Kaleb kembali dengan iman dan antusiasme yang tinggi. Mereka percaya bahwa Tuhan akan mengalahkan musuh-musuh mereka dan membawa mereka menduduki Tanah Perjanjian.
Tuhan melihat peristiwa di Lembah Eskol dalam cara pandang yang berbeda. Lembah Eskol adalah tempat untuk pengambilan keputusan, tempat di mana bangsa Israel harus membuat keputusan atas hidup mereka, apakah mereka akan maju atau mundur; memegang janji Tuhan atau mengabaikannya; menikmati kelimpahan atau binasa di padang gurun!
Setiap kali Anda berada di “Lembah Eskol” kehidupan Anda, yaitu lembah keputusan Anda, peganglah janjiNya dan lakukan apa yang Dia ingin untuk Anda lakukan. Mintalah Tuhan memimpin Anda untuk menggenapi kehendakNya!
Lembah Eskol adalah lembah kelimpahan. Sampai saat ini anggur terbaik di tanah Israel tumbuh di Lembah Eskol dan Golan. Patung atau gambar dua orang pria yang membawa setan dan besar buah anggur menjadi salah satu symbol Israel , kedua orang tersebut adalah Yosua dan Kaleb. “Ketika mereka sampai ke lembah Eskol, dipotong merekalah di sana suatu cabang dengan setandan buah anggurnya, lalu berdualah mereka menggandarnya”. (Bil 13:23-24). Buah yang dibawa dari Lembah Eskol seharusnya menjadi bukti bagi kebenaran janji Tuhan.Tandan anggur dengan buahnya yang banyak merupakan gambaran hidup yang berkelimpahan, tetapi penggenapan janji Tuhan ini harus diraih dengan iman dan ketaatan.Peristiwa Lembah Eskol menjelaskan bagaimana orang Israel menanggapi berkat yang Tuhan ingin berikan, mereka tidak mempercayai janji-janji itu. Tuhan mampu melakukan perkara yang besar dan memberi kelimpahan jauh dari yang dapat kita pikirkan. Dia mau serta sanggup memulihkan perekonomian kita dan memberi hidup yang berkelimpahan. Masalahnya, percayakah Anda pada janjiNya? (Catt: menggandar=memikul)

MAZMUR 65-10-11.

Doa
Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau datang untuk memberiku hidup yang berkelimpahan. Oleh kemurahanMu,genapilah janjiMu dalam hidupku. Dalam namaMu aku berdoa.Amin

Kata-kata bijak:
Iman dan ketaatan membuat orang percaya menerima janji dan berkat-berkatNya yang berkelimpahan.

Mansor
*
Manna Roti Surgawi
14 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
Jerat: harTA, tahTA dan waniTA

JERAT: HARTA, TAHTA dan WANITA
# Pendalaman Alkitab GIA Kelapa Gading #
By: Pdt.Yahya Mulyono

Iblis sedang bekerja secara luar biasa untuk menghancurkan hidup manusia. Jerat yang sering digunakan olehnya adalah TIGA-TA: harTA, tahTA dan waniTA. Karena itu tidak mengherankan bila ada statement: ”Pria yang berhasil dalam hidupnya adalah pria yang mampu mengalahkan harta, tahta dan wanita.” Jerat tiga-TA ini telah memakan banyak korban di dunia ini. Tentunya pembahasan ini tidak hanya diperuntukkan bagi kaum pria, tapi juga kaum wanita. Jerat-TA yang ketiga (waniTA) di sini berbicara tentang masalah cinta, nafsu dan seks. Sedangkan harTA berkaitan dengan uang, materi dan kekayaan.
Dan tahTA berkenaan dengan jabatan, kedudukan dan popularitas.

Sebelum kita mempelajari jerat tiga-TA tersebut, kita perlu mengerti tiga sumber kejatuhan manusia menurut 1 Yohanes 2:16 yaitu: keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Tiga hal tersebut menguasai manusia yang hidup secara duniawi, yakni keinginan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan (2:17). Mengapa tiga keinginan tersebut menjajah hidup manusia? Karena manusia tidak mengasihi Bapa, sebaliknya ia lebih mengasihi dunia ini, sehingga tabiat duniawi dominan dalam hidupnya (2:15). Karena itu kekristenan kita harus terus bertumbuh secara rohani menjadi umat Tuhan yang sungguh-sungguh mengenal dan mengasihi Bapa.

Pada bagian 1 Yoh.2:12-14 dijelaskan ada tiga tahapan menjadi orang Kristen sejati:
1. Golongan anak-anak: yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan telah menerima pengampunan dosa (ayat 12).
2. Golongan orang-orang muda: kuat iman dan hidup dalam firman Tuhan sehingga dapat mengalahkan yang jahat (ayat 13b, 14b).
3. Golongan bapa-bapa: yang dewasa rohani dan telah mengenal Bapa sorgawi (ayat 13a).

Tuhan menghendaki hidup kita mengalami peningkatan, jangan berhenti hanya sekedar percaya Yesus dan menerima pengampunan dosa, tapi menjadi umat-Nya yang kuat dan hidup dalam firman sehingga mampu mengalahkan tipu daya si jahat. Dan puncaknya, membangun hubungan intim dengan Bapa, sampai akhirnya mengenal Dia dengan benar. (bandingkan dengan pelajaran Tabernakel: Kristen halaman, Ruang Suci dan Ruang Maha Suci). Jika kita ingin hidup berkemenangan dan mampu mengalahkan jerat si iblis, maka kehidupan rohani dan iman kita harus makin meningkat dan kuat di dalam Tuhan.


1. JERAT HARTA

Banyak orang yang jatuh dalam dosa disebabkan karena jerat harta: penipuan, korupsi, pembunuhan dan kejahatan lainnya. Harta, yang meliputi uang, materi dan kekayaan, sebenarnya bukan sesuatu yang salah/jahat. Namun jika harta menjadi tujuan utama dalam hidup ini bisa menjadi jerat yang menjerumuskan kita dalam dosa. Karena itu nasihat firman Tuhan (Mazmur 62:11), ”janganlah hatimu melekat pada harta.” Sebab jika hati kita melekat pada harta, maka kasih kita kepada Tuhan akan beralih pada harta.

Sebagi umat yang menerima perjanjian berkat dari Tuhan, kita tidak perlu alergi dengan harta sebab ”Berkat Tuhan lah yang menjadikan kita kaya” (Amsal 10:22). Apakah orang Kristen tidak boleh kaya? Boleh saja, tinggal bagaimana kita menyikapi kekayaan tersebut sebagai berkat Tuhan atau tujuan hidup yang harus kita kejar mati-matian. Jika kita sadar bahwa harta/kekayaan adalah berkat Tuhan, maka kita harus dapat mengelola keuangan dengan benar. Bagaimana caranya? Kita harus berani ”menyebar harta” (Amsal 11:24) yaitu dengan cara: mengembalikan milik Tuhan (persepuluhan), persembahan untuk pekerjaan Tuhan, menolong saudara dan sanak family, serta membantu sesama yang mengalami kesulitan hidup. Tapi mereka yang menjadikan harta sebagai tujuan hidup, akan mengejar kekayaan (ingin kaya) sehingga ia akan jatuh ke dalam jerat dan dosa (1 Tim 6:9-10). Orang seperti ini jika menjadi kaya biasanya cenderung menjadi kikir dan tidak peduli dengan sesama (ingat, orang kikir tidak dapat masuk kerajaan sorga – 1 Kor. 6:9-10). Karena itu Yesus juga berfirman ”Orang kaya sukar masuk ke dalam kerajaan sorga” (Matius 19:23). Dalam konteks cerita tersebut Yesus menjawab pertanyaan seorang muda yang kaya, bagaimana caranya dapat memperoleh hidup yang kekal? Pemuda kaya tersebut menjalankan syariat agama dengan sungguh-sungguh, namun ternyata ia kikir. Karena itu Yesus memerintahkan pemuda tersebut menjual hartanya dan membagikan pada orang miskin. Ternyata ia menolak perintah Tuhan karena ia seorang yang kikir. Jerat harta telah menghancurkan kehidupan pemuda yang saleh itu.

Dalam Matius 6:19-24 Tuhan Yesus mengaitkan jerat harta dengan keinginan mata. Hawa jatuh dalam dosa bukan karena ia tidak mengerti firman, tapi karena ia jatuh dalam keinginan mata sehingga ingin menjadi seperti Tuhan (keangkuhan hidup) – Kej. 3:5-6.


2. JERAT TAHTA

Tahta di sini meliputi: jabatan, kedudukan, posisi dan popularitas. Keinginan untuk memperoleh kedudukan (tahta) biasanya dilatarbelakangi dengan keangkuhan hidup. Yesaya 14:12-14 bintang timur (KJV ”lucifer”) jatuh karena sombong/angkuh, ingin seperti Allah dan bahkan ingin menduduki tahta Allah. Lucifer adalah malaikat yang mempunyai kedudukan istimewa selain Mikhael dan Gabriel. Tapi karena keistimewaannya itu ia menjadi sombong dan mencari tahta. Akhirnya ia dihukum dan dibuang ke bumi (Wahyu 12:7-9). Karena itu kita harus berhati-hati dengan pujian yang diberikan orang lain karena keberhasilan atau kelebihan kita, jika tidak hati-hati kita bisa mencuri kemuliaan Tuhan dan membangun tahta kerajaan sendiri.
Dalam 2 Petrus 2:10,18 dijelaskan karena mencari popularitas maka seseorang bisa mencuri kemuliaan Tuhan dan bahkan menghujat Tuhan (contoh: John Lennon the Beatles, Madonna, dll). Jika sudah meras diri top/populer maka timbul keangkuhan hidup. Termasuk di dalamnya ”hamba-hamba Tuhan” dikatakan sebagai guru-guru palsu, di mana karena kharisma yang dimiliki maka ia mencuri kemuliaan Tuhan, mencari tahta dan akhirnya sombong dan menghujat nama Tuhan.


3. JERAT WANITA

Jerat yang ketiga berbicara tentang masalah cinta, nafsu dan seks. Dosa ini terkait erat dengan keinginan mata dan keinginan daging. Dari sinilah timbul perselingkuhan dan perzinahan, baik zinah badani maupun zinah hati. Zinah badani ditulis dalam Keluaran 20:14 ”Jangan berzinah” sedangkan zinah hati ditulis dalam Matius 5:28, yaitu memandang perempuan dan ”menginginkannya” (terjemahan asli ”tergeraklah syahwatnya atau terangsang). Sekalipun seseorang tidak melakukan hubungan secara badan (seks) dengan bukan pasangannya, tapi karea ia memandang dan terangsang, di hadapan Tuhan hal tersebut sudah termasuk perzinahan.

Bagaimana mengatasi jerat dosa ini? Mazmur 119:37,38 mengajarkan agar mata kita menghindar dari melihat hal-hal yang hampa. Yesus berkata, ”cungkillah matamu, penggallah tanganmu” (Mat.5:29-30), ini berbicara tentang amputasi rohani. Kita harus berani memotong sumber dari kejahatan/dosa agar lepas dari jerat dosa kenajisan.
Belajarlah untuk menerima kekurangan atau kelemahan isteri/suamimu, jangan mencoba membanding-bandingkan dengan orang lain. Dengan menghargai kekudusan hidup nikah, maka tidak akan ada perselingkuhan dan perzinahan dalam hidup nikah kita.
*
Manna Roti Surgawi
16 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
@ Menggunakan dan Mempertahankan Kemerdekaan @

Menggunakan dan Mempertahankan Kemerdekaan

Gal 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Gal 5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Kristus telah memerdekakan kita melalui kemenangan-Nya atas dosa dan maut di atas kayu salib. Namun menggunakan kemerdekaan dalam Kristus melalui pertobatan dan iman berbeda dengan mempertahankan kemerdekaan hidup kita dalam Kristus. Kristus telah membebaskan kita agar kita dimerdekakan dari dosa, namun kita diperingatkan jangan kembali pada kuk perhambaan, yang dalam konteks ini adalah legalisme (Galatia 5:1), atau mengubah kemerdekaan kita menjadi kesempatan bagi kedagingan (Galatia 5:13). Menjadikan orang lain merdeka dalam Kristus memungkinkan mereka berjalan dengan iman yang menurut firman Allah adalah benar, untuk hidup dengan kuasa Roh Kudus dan tidak menuruti keinginan daging (Galatia 5:16). Kehidupan Kristen yang sejati menghindari legalisme dan kebebasan.

Jika Anda belum memiliki kemerdekaan, mungkin itu adalah karena Anda belum berdiri teguh dalam iman atau tidak aktif mengambil tempat Anda dalam Kristus. Tanggung jawab setiap orang Kristen adalah melakukan segala yang diperlukan demi mempertahankan hubungan yang benar dengan Allah dan sesama. Nasib kekekalan Anda tidak dipertaruhkan. Allah tidak akan pernah meninggalkan dan membiarkan Anda (lihat Ibrani 13:5), namun, kemenangan Anda setiap hari akan dipertaruhkan bila Anda gagal menuntut dan mempertahankan kedudukan Anda dalam Kristus.
*
Manna Roti Surgawi
17 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
LEBIH MENGENAL DIA.

Suatu ketika ada seorang actor yang diundang ke sebuah perjamuan. Untuk mengisi acara, para tamu memintanya untuk mendeklamasikan sebuah puisi. “Baiklah, adakah permintaan khusus tentang puisi apa yang harus saya bawakan?” tanya sang actor. Seorang pendeta yang sudah berumur, berdiri dan memintanya membawakan Mazmur 23 tentang “Tuhan, gembalaku yang baik”. Raut wajah sang actor tiba-tiba berubah. Perubahan itu bukan disebabkan karena ia tidak tahu apa isi Mazmur 23, melainkan karena ia tidak terbiasa membawakan sesuatu yang berbau rohani. Namun demikian, ia tetap menyanggupinya karena ia percaya pada kemampuannya berakting. “Saya akan mendeklamasikan Mazmur 23 dengan syarat bahwa sesudah saya membawakannya, Pak Pendeta juga akan mendeklamasikannya”,kata sang actor. Sekarang giliran pendeta yang kaget, “Saya sama sekali tidak pandai berakting, tetapi jika Anda menghendakinya saya akan membawakannya”, jawab pendeta tua itu. Sang actor mendeklamasikan Mazmur 23 dengan segala kemampuannya dan setelah selesai, semua hadirin bertepuk-tangan kagum karena kebolehannya. Kini giliran sang pendeta untuk mendeklamasikan Mazmur 23. Ia berjalan ke depan dengan tenang dan mulai mengucap Mazmur 23 dengan suara lembut bergelombang. Ketika ia kembali ke tempat duduk, ia heran karena semua orang yang hadir saat itu meneteskan air mata.
Sang actor berdiri dan dengan rasa malu berkata, “Para hadirin, saya mengakui bahwa saya hanya bisa memikat mata dan telinga kalian, tetapi hamba Tuhan itu telah memikat hati kalian. Kalian tahu perbedaannya, saya mengetahui Mazmur 23, tetapi dia mengenal Sang Gembala”
Ketika seseorang menulis, akan sangat berbeda jika ia menulis dengan “hati” dibanding dia yang sekedar menulis dengan logika atau rasionya. Orang-orang yang membaca tulisannya dapat merasakan apakah ia menulis dengan “hati”, yaitu dengan cara melibatkan seluruh emosinya ataukah ia hanya sekedar menulis dengan logika. Ini sama halnya kalau kita hanya mengenal Yesus Kristus dengan pikiran. Mungkin kita mengerti banyak tentang Yesus dan firmanNya, kita selalu memenangkan perdebatan tentang firmanNya, tetapi ini tidak menjamin bahwa kita benar-benar mengenal Dia. Kehadiran orang-orang di sekitar kita. Pengaruh itu merupakan hasil hubungan pribadi kita dengan Yesus. Biarlah masing-masing kita memiliki kerinduan seperti Rasul Paulus yang menghendaki untuk mengenal Yesus Kristus dan kuasa kebangkitanNya.

Kata-kata bijak
Kenallah Dia bukan hanya dengan pikiran, tetapi terutama dengan hatimu.

Tuhan Yesus memberkati Anda.

Mansor
*
Manna Roti Surgawi
18 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
PEMENANG

Oleh : Jing Evy Lee.

''Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dr Amerika yg memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; US Open (1968), Australia Open (1970) dan Wimbledon (1975).
Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass.
Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yg ia terima.Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya,"Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?"Ashe menjawab,"Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis,diantaranya 5 juta orang yg bisa belajar bermain tenis,
500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional,
50 ribu datang ke arena untuk bertanding,
5000 mencapai turnamen grandslam,
50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon,
empat orang di semifinal, dua orang berlaga di final.
Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan,
"Mengapa saya?", Jadi ketika sekarang saya dlm kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan,
"Mengapa saya?"

Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yg mulus, kesehatan. Ketika yg kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan.
Tetapi tidak demikian.
Ia berbeda dgn kebanyakan orang.


Ayub juga demikian...
Ia adalah seorang biasa seperti kita kebanyakan...
Ia adalah salah satu orang terkaya di jamannya.
Tapi apa yang terjadi dengannya? Peristiwa yang tidak mengenakkan terjadi dalam hidupnya...
Diijinkan atas Kehendak Yang Maha Kuasa...
Kekayaan, penyakit, penderitaan terjadi dalam hidupnya....
Bahkan ia tidak beroleh penghargaan dan penghormatan di mata istrinya....
Ia dihina dan dicaci, bahkan ia diminta untuk mengutuki Allah dan Tuhannya...

Pantaskah?!?!?!?

Tetapi Ayub melakukan yang benar....
"...Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?...."

Itulah cerminan hidup beriman
Tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup yang menekan berat.

Ketika menerima sesuatu yang buruk, ingatlah saat - saat ketika kita menerima yang baik.

"Winning horse doesn't know why it runs the race.
It runs because of beats & pain.
Life is a race, God is your rider.
So if u are in a pain, then think, God want You to win"

"Bertanding dalam Iman itu yang Tuhan mau''
''Dan Tuhan ingin kita semua bisa jadi pemenang''

God Bless you all..............
*
Manna Roti Surgawi
19 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
HAMBA YANG DISUKAI ALLAH.

Adalah hal yang menyenangkan bagi kita jikalau kita menjadi orang yang disukai oleh manusia, akan tetapi lebih menyenangkan lagi kalau kita menjadi orang yang disukai oleh Allah.
Alkitab menyatakan bahwa Samuel disukai, baik oleh Tuhan maupun oleh manusia. (1 Sam 2:26).
Dalam catatan Alkitab hanya ada seorang manusia lain yang seperti Samuel ini – yaitu Tuhan Yesus! (Luk 2:52). Samuel bukan hanya menjadi orang yang disukai, tetapi Tuhan juga menyertainya. (1 Sam 3:19).
Berikut ini ada beberapa hal yang dapat kita pelajarai dari Samuel sehingga ia menjadi orang yang disukai Allah:

Pertama: Mempunyai pikiran pada Allah atau God-centered (1 Sam 7:2-3).
Samuel adalah orang yang mempunyai iman dan pikiran Allah, ia juga adalah orang yang setia kepada Allah. Sudah 20 tahun sejak Tabut Allah dikembalikan orang Filistin dan tinggal di Kiryat-Yearim dan selama 20 tahun itu Alkitab tidak menceriterakan apa yang dilakukan oleh Samuel. Tetapi kita boleh yakin bahwa Samuel TERUS SETIA melayani, menasehati dan mendorong umat Allah agar mereka bertobat, menjahui penyembahan berhala serta berpaling kepada Allah, sampai pada saat kebangunan rohani di Mezpa hingga kemenangan di Eben-Heazer.
Samuel adalah seorang tokoh yang membawa bangsa Israel kembali kepada Allah.

Kedua: Ketaatan pada Allah. (1 Sam 8:5-7,20).
Calvin pernah berkata, bahwa tidak ada sesuatupun yang lebih besar daripada kehendak Allah kecuali Allah sendiri.
Hal ini mengingatkan kita bahwa kehendak Allah itu begitu penting dan serius!
Apakah kita sudah berjalan dalam kehendak Allah atau kehendak sendiri? LAI memberi judul pada fasal 8 ini “Orang Israel menghendaki seorang raja”. Waktu itu bangsa Israel menolak sistem pemerintahan “teokrasi” yang telah didirikan oleh Allah, yaitu pemerintahan oleh Allah melalui seorang nabi, sebaliknya mereka menginginkan seorang raja seperti bangsa-bangsa kafir yang tinggal disekitar mereka.
Sekalipun Samuel kesal dengan permintaan-permintaan itu, tetapi ketika Allah dengan jelas menyatakan bahwa ia harus mengikuti permintaan tersebut, maka dengan segera ia TAAT TOTAL kepada Tuhan, sekalipun dengan demikian ia harus turun dari kedudukannya sebagai pemimpin umat Israel. Ia bahkan dengan serius mencari penerusnya dan kemudian dengan rendah hati menyerahkan kekuasaannya dengan damai sejahtera.

Ketiga: Kesederhanaan Samuel (1 Sam 9:17-27).
Pertanyaan Saul kepada Samuel, “Dimanakah rumah pelihat?” memberi kesan bahwa tidak ada yang istimewa dalam penampilan Samuel. Sebagai pemimpin tertinggi umat Israel, tentulah wajar baginya untuk mengenakan pakaian yang istimewa dengan segala atribut kepemimpinannya. Namun, sebagai hamba Tuhan, Samuel HIDUP SEDERHANA. Ia berpenampilan seperti orang-orang biasa lainnya, kewibawaan kepemimpinannya terletak pada karakter dan kepribadiannya dan bukan pada penampilan luarnya.

Marilah kita belajar dari hal-hal ini, agar hidup dan pelayanan kita, selalu berkenan pada Allah juga disukai oleh manusia!

Tuhan Yesus memberkati.

Kata-kata bijak: MELAYANI TUHAN DENGAN SETIA ADALAH PRIORITAS YANG PALING PENTING. (Mansor)
*
Manna Roti Surgawi
20 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
Sepakbola Tanpa Gawang

Sepakbola Tanpa Gawang

Baca: Kejadian 1:26-31
Ayat Mas: Matius 5:48

Bayangkan permainan sepakbola tanpa gawang. Betapa kacau dan anehnya. Dua puluh dua orang dewasa berebut satu bola. Ten­dang sana, tendang sini. Bola ja­uh dikejar, su­dah dekat ditendang. Untuk apa semua itu kalau tidak ada gawang? Se­pakbola men­jadi menarik karena ada ga­wang yang dituju. Setiap pemain punya tu­juan yang sa­ma: mencetak gol ke ga­wang lawan se­banyak-banyaknya. Tuhan menciptakan kita di dunia ju­ga dengan tujuan tertentu. Betapa tidak me­­na­riknya hidup kita ini kalau sekadar un­­tuk “meng­­­gelinding” tanpa tujuan yang jelas.

Dalam a­yat mas kita, Tuhan Yesus meminta su­paya kita sempurna sama se­perti Bapa di sur­ga. Kata sem­purna, bu­kan ber­­­­­arti ku­dus tan­pa cacat cela. Kalau de­­­mi­kian arti­nya, je­las kita tidak mungkin menjadi sesempur­na Allah. Dalam bahasa Yunaninya kata sempurna adalah teleios, dari ka­ta telos artinya: tujuan, akhir, maksud. Seseorang disebut teleios ka­lau ia sepenuhnya bisa berfungsi sesuai dengan tujuan ia dicip­ta­kan di dunia ini. Jadi ucapan Tuhan Yesus tersebut bisa diartikan be­­gini: “Hendaklah kamu hidup sesuai tujuan Allah menciptakan ka­mu”.

Lalu apa tujuan Tuhan menciptakan manusia? Seperti ditulis da­­lam kisah penciptaan: menjadi “segambar dan serupa” dengan Allah (Kejadian 1:26). Ungkapan “gambar dan rupa” Allah, itu bukan se­kadar menunjukkan status kita sebagai ciptaan “tertinggi”, tetapi ju­ga sebagai tugas panggilan untuk kita “mencerminkan” Allah da­lam hidup di dunia ini; baik karya maupun kasih dan kebaikan-Nya.

Kita hidup di dunia bukan kebetulan tetapi membawa misi Allah untuk dunia ini.

Penulis: Ayub Yahya
Diambil dari: Renungan Harian
*
Manna Roti Surgawi
21 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
ADAKAH KITA MERASA BERHUTANG?

Seorang hamba Tuhan bertanya kepada jemaat yang sedang duduk beribadah, " Siapa yang merasa berhutang kepada Tuhan, silahkan angkat tangan."Hamba Tuhan ini mengulangi pertanyaannya beberapa kali dan hanya terlihat dua tiga tangan yang diangkat.

Ternyata hanya sedikit orang yang merasa berhutang kepadaTuhan, tidak banyak yang merasa bahwa karya penyelamatan yang dilakukan TuhanYesus merupakan karya terbesar yang telah memindahkan mereka dari "kebinasaan"kepada "kehidupan."

Rasa berhutang akan sangat mempengaruhi sikap hidup dan tindakkan seseorang.



Sebuah hyme yang begitu terkenal dengan judul "Amazing Grace" atau "Sangat Besar Anugrah-Mu" dalam bahasa Indonesia, merupakan pernyataan pribadi dari seseorang yang merasakan bahwa anugerah Allah semata-matalah yang telah menyelamatkan dan melayakkan dia untuk melayaniTuhan. Potongan lagu tersebut mengatakan "Amazing grace how sweet the sound that saved a wretch like me" artinya, "Anugerah yang mengagumkan betapa manis terdengar, yang menyelamatkan orang celaka sepertiku."



John Newton pengarang lagu tersebut tadinya memiliki prinsip hidup, tingkah laku dan hati yang "hitam" sebagaimana layaknya orang yang hidup jauh dari Tuhan. John merasakan kehidupan yang sangat dan menyakitkan ketika ia hidup jauh dari Tuhan. Ia adalah anak seorang kapten kapal yang begitu dihormati, namun pernah jatuh dalam kemiskinan dan kehinaan. Begitu dalam kejatuhannya sehingga John yang adalah bangsa kulit putih harus menjadi budak dari majikan negro dan isteri majikannya memperlakukan begitu kejam. Tetapi akhirnya ia dilayakkan untuk melayani Tuhan dan menjadi seorang pendeta. Ketika meninggal pada tahun 1807, diatas batu nisannya tertulis " John Newton,pejabat, seseorang yang dahulunya menentang Kristen dan penganut kebebasan yang oleh anugerah yang kaya dari Tuhan danJuru selamat kita Yesus Kristus, dijaga, dibaharui, diampuni, dan diurapi untuk memberitakan iman yang dahulu sangat berusaha dihancurkan olehnya, hampir16 tahun di Olney di Bucks, dan 28 tahun digereja ini."

John Newton memiliki kesadaran seperti Rasul Paulus yang begitu mengagumi karya Allah yang telah mengubahkan serta melayakkannya untuk melayani Allah. Paulus bahkan menyebut dirinya sebagai orang yang paling berdosa dari semua orang berdosa, sehingga ia merasa sangat berhutang kepada Allah. (1 Tim 1:12-17)

Jika ia melakukan begitu banyak pengorbanan untuk pengabaran injil, kita tahu bahwa ia melakukan hal itu karena ia merasa sangat berhutang kepada Allah.



Bagaimana dengan Anda? Adakah rasa berhutang kepada Allah didalam diri Anda yang akan mendorong Anda untuk melakukan sesuatu bagi-Nya?

DOA:

Bapa, sungguh aku tidak dapat membalas anugerah-Mu yang besar yang telah menyelamatkan aku. Kiranya Engkau berkenan memakai hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Tuhan Yesus memberkati.

Kata-kata bijak: Orang yang tidak merasa berhutang kepada Allah, tidak akan terbeban untuk melakukan sesuatu bagi-Nya. (Mansor).


*
Manna Roti Surgawi
21 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
BERHARAP PENUH KEPADA ALLAH

Daniel 3 : 17-18. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.

Perkataan ini diucapkan oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego yaitu orang-orang yang berharap penuh kepada Allahnya, walaupun menghadapi sesuatu yang mempertaruhkan hidupnya sekalipun.

Mengapa mereka begitu kuat mempertahankan Iman mereka ?

1. Sebab mereka yakin bahwa Allah yang mereka sembah adalah Allah yang Maha Kuasa, mengatasi segala seuatu, sehingga tidak ada sesuatu yang tidak dapat dikerjakan oleh Allah, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil, baik dahulu, sekarang bahkan sampai selama-lamanya.

Bagaimana dengan kita sekarang ini ? adakah kita lebih membesarkan masalah, pencobaan yang kita alami melebihi Kemaha Kuasaan Allah kita ?

2. Sebab mereka lebih memilih mati sebagai orang-orang yang beriman dari pada tetap hidup, tetapi sebagai orang-orang yang murtad, sebab kematian orang-orang beriman justru permulaan hidup kekal bersama Yesus, sebaliknya hidup sebagai orang murtad adalah permulaan kematian kekal.

Apa yang dialami Sadrakh, Mesakh dan Abednego sebagai upah keyakinan mereka kepada Allahnya ?

Daniel 3 : 28. Allah tidak pernah mengecewakan orang-orang yang berharap penuh kepadaNya, dan lewat pergumulan yang kita alami akan menyatakan KemuliaanNya bahkan sampai kepada orang-orang yang tidak percaya sekalipun. Amin
*
Manna Roti Surgawi
22 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
KEULETAN ABRAHAM LINCOLN.

Abraham Lincoln adalah seorang pribadi yang ulet. Sifatnya yang pantang menyerah telah membuatnya mampu bertahan melalui berbagai rintangan dan menjadi orang yang berhasil. Abraham Lincoln mampu membuat kegagalan menjadi “batu loncatan” untuk maju dari satu keberhasilan kepada keberhasilan yang lebih tinggi. Lihatlah catatan sejarah hidupnya di bawah ini.
1816 :Keluarganya diusir dari rumahnya,sehingga ia harus bekerja
1818 :Ibunya meninggal dunia
1831 :Gagal dalam berbisnis
1832 :Gagal menjadi anggota legislatif. Ia kehilangan pekerjaan dan ingin sekolah di
falkutas hukum tetapi tidak diterima.
1833 :Meminjam uang untuk memulai lagi bisnisnya dan bangkrut pada tahun itu juga.
Ia harus melunasi hutangnya selama 17 tahun.
1834 :Terpilih sebagai anggota legislatif
1835 :Bertunangan, kemudian tunangannya mati dan ia patah hati
1836 :Mengalami “nervous breakdown” dan harus berbaring selama 6 bulan
1838 :Ingin menjadi pembicara badan legislatif, tetapi gagal
1840 :Ingin menjadi “Elector”, tetapi gagal
1843 :Ingin menjadi anggota kongres, tetapi gagal
1846 :Berhasil menjadi anggota kongres
1848 :Tidak terpilih untuk yang kedua kalinya sebagai anggota kongres
1849 :Melamar sebagai walikota, tetapi ditolak
1854 :Ingin menjadi anggota Senat Amerika, tetapi gagal
1856 :Mencalonkan diri sebagai Wakil President Amerika, tetapi gagal karena ia hanya
mendapat suara kurang dari 100
1858 :Ingin menjadi anggota Senat Amerika lagi, tetapi kalah
1860 :Terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.

Salah satu kunci keberhasilan adalah tidak melihat rintangan atau kegagalan sebagai akhir dari segalanya, melainkan sebagai pemacu semangat untuk berusaha lebih lagi. Rintangan dan kegagalan yang kita alami secara bertubi-tubi akan membuat kita kuat di dalam menghadapi hidup. Pandanglah segala rintangan dan kegagalan sebagai latihan untuk mengasah kesabaran dan alat untuk menguji keuletan kita. Ingatlah bahwa keberhasilan membutuhkan keuletan dalam berusaha dan kecerdikan dalam menggunakan kesempatan.

Tuhan Yesus memberkati.

Kata-kata bijak
Di balik rintangan ada keberhasilan, di balik keuletan ada kesuksesan. (Mansor)
*
Manna Roti Surgawi
23 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
SELALU BERKATA BENAR (HATI YANG JUJUR)

Seorang wanita berdiri dihadapan hakim dan juri, meletakkan satu tangannya diatas Alkitab dan satu lagi terangkat, lalu ia mengucapkan sumpah. Selama beberapa saat, dengan Allah sebagai penolongnya, wanita itu akan “mengatakan kebenaran, yang sungguh benar, dan hanya kebenaran yang akan ia saksikan.”

Ia adalah seorang saksi. Tugasnya bukan untuk mengarang sebuah kebenaran. Tugasnya adalah untuk menyampaikan kebenaran. Biarkan penasehat hokum menafsirkannya. Biarkan juri memutuskan. Dan, biarkan hakim mengetuk palu. Tetapi saksi mengungkapkan kebenaran. Biarkan saksi menambah atau mengurangi kebenaran, maka ia menodai hasil persidangan. Tetapi, biarkan ia melakukannya – menyampaikan kebenaran – maka keadilan memiliki peluang.

Umat Kristiani pun adalah saksi. Kita juga bersumpah. Seperti saksi dipengadilan, kita dipanggil untuk menyampaikan kebenaran. Mungkin tidak ada bangku saksi, dan mungkin tidak ada hakim, tetapi Alkitab selalu ada, dunia yang memperhatikan kita adalah jurinya, dan kita adalah saksi utama. Kita dipanggil kepengadilan tidak lain oleh Yesus sendiri: “KAMU AKAN MENJADI SAKSI-SAKSI-KU DIYERUSALEM DAN DISELURUH YUDEA DAN SAMARIA DAN SAMPAI KEUJUNG BUMI.” (Kis Rsl 1:8).

Kita adalah para saksi. Dan sama seperti saksi dipengadilan, kita dipanggil untuk bersaksi, untuk mengatakan apa yang kita lihat dan dengarkan. Dan, kita harus berbicara sejujur-jujurnya. Tugas kita bukanlah untuk menyembunyikan atau membesar-besarkan kebenaran. Tugas kita adalah menyampaikan kebenaran. Titik.

Tetapi, ada satu perbedaan antara saksi dipengadilan dengan saksi bagi Kristus. Saksi dipengadilan pada akhirnya harus turun dari kursi yang disediakan untuk saksi, tetapi saksi Kristus tidak pernah melakukannya. Oleh karena klaim mengenai Kristus selalu dipermasalahkan, maka persidangan tidak pernah berakhir, dan kita selalu berada dibawah sumpah. Bagi umat Kristiani, kesaksian palsu bukanlah pilihan. Itu juga bukan pilihan dimata Yesus.

Jadi mulai dari sekarang, tidak boleh lagi ada kebohongan. Bicaralah jujur satu dengan yang lain (Efesus 4:25)TJB.

Tuhan yesus memberkati Anda (Max Lucado).
*
Manna Roti Surgawi
23 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o

(revisi artikel)
oleh Job Lie pada 23 Agustus 2010 jam 5:33

Seorang wanita berdiri dihadapan hakim dan juri, meletakkan satu tangannya diatas Alkitab dan satu lagi terangkat, lalu ia mengucapkan sumpah. Selama beberapa saat, dengan Allah sebagai penolongnya, wanita itu akan "mengatakan kebenaran, yang sungguh benar,dan hanya kebenaran yang akan ia saksikan."

Ia adalah seorang saksi.Tugasnya bukan untuk mengarang sebuah kebenaran. Tugasnya adalah untuk menyampaikan kebenaran. Biarkan penasehat hukum menafsirkannya. Biarkan juri memutuskan. Dan, biarkan hakim mengetuk palu. Tetapi saksi mengungkapkan kebenaran. Biarkan saksi menambah atau mengurangi kebenaran, maka ia menodai hasil persidangan. Tetapi, biarkan ia melakukannya – menyampaikan kebenaran – maka keadilan memiliki peluang.

Umat Kristiani pun adalah saksi. Kita juga bersumpah. Seperti saksi dipengadilan, kita dipanggil untuk menyampaikan kebenaran. Mungkin tidak ada bangku saksi, dan mungkin tidak ada hakim, tetapi Alkitab selalu ada, dunia yang memperhatikan kita adalah jurinya,dan kita adalah saksi utama. Kita dipanggil kepengadilan tidak lain oleh Yesus sendiri: "KAMU AKAN MENJADI SAKSI-SAKSI-KU DIYERUSALEM DAN DISELURUH YUDEA DAN SAMARIA DAN SAMPAI KEUJUNG BUMI." (Kis Rsl 1:8).

Kita adalah para saksi. Dan sama seperti saksi dipengadilan, kita dipanggil untuk bersaksi, untuk mengatakan apa yang kita lihat dan dengarkan. Dan, kita harus berbicara sejujur-jujurnya. Tugas kita bukanlah untuk menyembunyikan atau membesar-besarkan kebenaran. Tugas kita adalah menyampaikan kebenaran. Titik.

Tetapi, ada satu perbedaan antara saksi dipengadilan dengan saksi bagi Kristus. Saksi dipengadilan pada akhirnya harus turun dari kursi yang disediakan untuk saksi, tetapi saksi Kristus tidak pernah melakukannya. Oleh karena klaim mengenai Kristus selalu dipermasalahkan, maka persidangan tidak pernah berakhir, dan kita selalu berada dibawah sumpah. Bagi umat Kristiani, kesaksian palsu bukanlah pilihan. Itu juga bukan pilihan dimata Yesus.

Jadi mulai dari sekarang, tidak boleh lagi ada kebohongan. Bicaralah jujur satu dengan yang lain (Efesus 4:25)TJB.

Tuhan yesus memberkati Anda(Max Lucado).
*
Manna Roti Surgawi
24 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
SITUKANG LEDENG.

Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air dirumahnya. Kran itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh.
Atas rekomendasi seorang temannya, Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya.
Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk.

Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah boss pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman.
Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz, si tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi.
Boss Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara si tukang ledeng.
Pada hari yang telah disepakati, si tukang ledeng datang ke rumah Mr. Benz untuk memperbaiki kran yang bocor.
Setelah kutak sana kutak sini, kranpun selesai diperbaiki dan si tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya.

Sekitar 2 minggu setelah hari itu, si tukang ledeng menghubungi Mr.Benz lagi untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah.
Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng.
Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran dirumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan si tukang ledeng.

Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya?
Ya, namanya Christopher L.Jr.
Saat ini beliau adalah General manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz!

Siapa yang menyangka Christopher L. Jr. yang hanya "seorang tukang ledeng" bisa menjadi GM dari Perusahaan Mobil terkenal???
Apa rahasianya???

Seringkali kita berpikir bahwa apapun yang kita kerjakan hanya sepele kelihatannya, sehingga tidak jarang kita melakukan hanya setengah hati atau sembrono...tetapi jika kita mengerjakan dengan ketulusan dan niat yang baik dari hati, maka pekerjaan/kegiatan yang kita lakukan akan membawa hasil yang luar biasa....

Ternyata jika kita bekerja dengan hati, akan berbuah banyak kebaikan pada hidup yang akan kita lalui nantinya.
"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu".


Setialah dalam perkara yang kecil sekalipun...maka engkau akan menerima tanggung jawab dan kepercayaan dalam perkara yang lebih besar... (Matius 25:21)

God bless you all :):)
*
Manna Roti Surgawi
24 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
Manusia Ciptaan yang Ajaib

Seorang ahli pernah mengurai unsur-unsur yang ada dalam tubuh manusia, hasilnya:

* 4/5 tubuh manusia terdiri dari air
* 6,5% tubuh manusia terdiri dari oksigen
* 18% terdiri dari karbon
* 10% terdiri dari hidrogen
* 3% terdiri dari nitrogen
* 1% terdiri dari kalsium
* 1% terdiri dari fosfor
* 1% terdiri dari zat tembaga
* 1% terdiri dari zat timah
* Fosfor dalam tubuh manusia dapat digunakan untuk membuat 2.000
pentol korek api
* Zat besi dapat digunakan untuk membuat 2 batang paku
* Lemak dalam tubuh dapat digunakan untuk membuat 7 btg sabun mandi
* Zat gula dapat dipakai untuk memaniskan 10 cangkir teh.

Secara fisik, sungguh murah harga tubuh manusia. Tetapi karena ada hidup yang dari Allah itulah tubuh manusia telah melakukan hal-hal yang luar biasa dan ajaib. Orang muda yang badannya sehat dan berat badannya fit dalam waktu 24 jam:

* jantungnya berdetak kira-kira 103.689 kali
* darahnya mengalami peredaran sepanjang kira-kira 168 juta mil
* bernapas kira-kira sebanyak 23.040 kali
* menghirup udara kira-kira 438 kubik kaki
* menggerakkan kira-kira 750 otot-ototnya.

Ajaib bukan?

Tuhan menjadikan kita makhluk ciptaan-Nya sungguh ajaib. Raga yang murah harganya diberikan kekekalan di dalamnya, ada napas Allah di dalamnya. Organ-organ tubuh kita melakukan pekerjaan yang begitu berat dan rumit namun tubuh kita tetap segar. Sungguh ajaib hidup kita.

Sebab itu, jangan ada seorang pun - menamakan diri orang Kristen - tetapi minder dengan keadaan dirinya. Ingat!!! Sungguh ajaib diri kita, apalagi Tuhan yang menciptakan hidup kita.

"Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?" (Mazmur 8:5)
*
Manna Roti Surgawi
25 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
PEKA PADA KEHENDAK TUHAN

Yesaya 50 : 4, .....Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Pelajaran apa yang kita dapatkan dari ayat ini ?

Tuhan inginkan kita untuk bisa memiliki "KEPEKAAN" terhadap apa yang menjadi KEHENDAK TUHAN untuk pribadi kita, pekerjaan, rumah tangga bahkan masalah-masalah yang kita hadapi, sehingga kita bisa mengatasinya bukan dengan kekuatan kita tapi dengan kekuatan Allah.

Untuk bisa memiliki KEPEKAAN pada KEHENDAK TUHAN apa yang harus kita alami ?

1. Kita harus masuk pada proses pembelajaran yang TERUS MENERUS dan DISIPLIN (...setiap pagi). pisau atau pedang hanya bisa tajam kalau terus menerus diasah, demikian juga dengan kepakaan kita pada kehendak Tuhan harus terus diasah lewat setiap keadaan yang kita alami, sebab tidak ada sesuatu yang kita alami terjadi secara kebetulan, semuanya pasti ada Kehendak Tuhan didalamnya, tapi sering kali kita tidak bisa menangkapnya, sebab kepekaan kita tidak terlatih untuk itu.

2. Awali segala sesuatu dengan Kehendak Tuhan sebab disitu letak Keberhasilan dan Kemenangan kita (Yosua 1 : 7-9)

Kata "PAGIi" mengandung paling tidak 2 pengertian :

a. Pagi hari secara umum, awali hari kita dengan doa sampai kita mengerti apa Kehendak Tuhan bagi kita untuk sepanjang hari ini, ada kalanya karena kesibukan kita dan keterbatasan waktu, kita berdoa hanya sekedarnya saja tanpa mengerti apa kehendak Tuhan untuk kita, sehingga saat kita menghadapi masalah sepanjang hari, kita menghadapinya seperti orang yang mengadapi soal ujian dan tidak mempunyai JAWABANNYA.

b. Pagi dalam pengertian "AWAL", mulaikan segala PEKERJAAN walaupun itu sudah menjadi rutinitas kita, atau RENCANA, atau USAHA BARU atau apa saja yang baru dengan melibatkan Tuhan, maka kita akan terkagum-kagum atas campur tangan Tuhan dalam segala sesuatu yang kita kerjakan, Tuhan akan mengawalinya, Tuhan akan melanjutkannya, bahkan akan mengakhirnya dengan segala sesuatu yang baik. (Filipi 1 : 6, Kolose 3 : 17, Jakobus 4 : 13-15)

Tuhan memberkati kita semua. AMIN
*
Manna Roti Surgawi
26 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
APABILA KITA TIDAK MENGATAKAN KEBENARAN.

(Lanjutan dari judul “Selalu berkata benar”)
Ananias dan Safira menjadi bukti tentang betapa besar kita manusia tidak mempercayai kebenaran. Mereka menjual sebidang tanah dan memberi setengah hasil penjualannya kepada gereja. Mereka berbohong kepada Petrus dan para rasul, dengan menyatakan bahwa tanah itu terjual seharga uang yang mereka berikan. Dosa mereka bukanlah karena mereka menahan sejumlah uang untuk diri mereka sendiri, melainkan karena menyalah artikan kebenaran. Kebohongan mereka berujung pada kematian mereka. Lukas menulis, “Seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu menjadi sangat ketakutan” (Kisah Para Rasul 5:11).

Cukup sering saya mendengar orang lain membahas kisah ini dengan tawa yang dipaksakan dan berkata, “Untung Allah sudah tidak membunuh orang karena bohong.” Saya tidak yakin hal itu.
Bagi saya dusta masih berujung pada maut. Mungkin bukan kematian secara fisik, melainkan kematian:

Pernikahan.
Kebohongan adalah rayap didalam rongga pohon keluarga.

Kesadaran.
Tragedi dari kebohongan kedua adalah bahwa hal ini selalu lebih mudah diucapkan ketimbang kebohongan pertama.

Karier.
Tanyailah siswa yang dikeluarkan dari kelas karena menyontek atau karyawan yang dipecat karena penggelapan uang, apakah kebohongan bisa berakibat fatal?

Iman.
Bahasa iman dan bahasa dusta memiliki dua kosakata yang berbeda. Mereka yang fasih berbahasa dusta mendapati bahwa pengakuan dan pertobatan sulit untuk diucapkan.

Kita bisa juga menyebutkan sederet kematian kedekatan hubungan, kepercayaan, pendamaian, kredibilitas, dan menghargai diri sendiri. Tetapi barangkali kematian paling tragis yang terjadi akibat dusta adalah kesaksian kita. Pengadilan tidak akan menggubris kesaksian dari saksi yang bersumpah palsu. Begitu juga dengan dunia ini. Apakah kita mengira rekan kerja kita akan mempercayai perkataan kita tentang Kristus disaat mereka bahkan tidak bisa mempercayai perkataan tentang bagaimana kita mengelola keuangan kita? Bahkan lebih signifikan lagi, apakah menurut kita Allah akan memakai kita sebagai saksi apabila kita tidak bersedia menyuarakan kebenaran?

Setiap tim futbol SMA memiliki seorang pemain yang tugasnya adalah menyampaikan intruksi pelatih kepada para pemain lainnya. Bagaimana jika pemain itu tidak berkata jujur? Bagaimana jika sang pelatih menyuruh mereka lewat, sedangkan utusan itu berkata bahwa pelatih menyuruh mereka lari? Satu hal yang pasti: sang pelatih tidak akan memakai pemain itu dalam waktu yang lama.
Allah berkata apabila kita setia pada hal-hal yang kecil, Dia akan mempercayakan kita dengan hal-hal yang lebih besar (Matius 25:21).

Dapatkah Dia mempercayai Anda dengan hal-hal yang kecil?

Tuhan Yesus memberkati Anda (Max Lucado)
*
Manna Roti Surgawi
27 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o

Nats : Tetapi bila manusia mati ... Seperti air menguap dari dalam tasik, dan sungai surut dan menjadi kering (Ayub 14:10,11)

SELAGI MASIH HIDUP
Bacaan : Ayub 14:7-12


Sodikin hanya bisa menangis tersedu-sedu mengiringi penurunan peti jenazah ayahnya ke liang kubur. Satu hal yang sangat ia sesali, selama ayahnya hidup ia kurang sekali memperhatikannya. Bahkan untuk sekadar menemaninya ngobrol atau main catur, jarang sekali ia lakukan. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusannya sendiri. Tiga bulan lalu ia baru mengetahui ayahnya menderita sakit berat hingga dirawat di rumah sakit sampai meninggalnya. Sekarang, apa yang bisa ia lakukan untuk "menebus" kesalahannya? Tidak ada. Ayahnya sudah terbujur kaku. Tidak ada kesempatan kedua.


Ya, kematian selalu berarti berakhirnya sebuah kesempatan. Sebuah titik. Manusia, seperti yang digambarkan dalam bacaan Alkitab hari ini, berbeda dengan pohon. Kalau sebuah pohon ditebang, ia punya kesempatan untuk bertunas lagi (ayat 7). Pun, apabila pohon itu akarnya menjadi tua dan tunggulnya mati, pada saatnya ia bisa bersemi lagi (ayat 8)8). Akan tetapi manusia, begitu ia tiba pada kematiannya, maka selesailah sudah hari-harinya di dunia ini (ayat 10). Tamat. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan terhadapnya.

Apa maknanya bagi kita? Salah satunya adalah: betapa pentingnya kita menghargai, membahagiakan, dan mencurahkan kasih sayang kepada orang-orang terdekat-entah kakek dan nenek kita, atau ayah dan ibu kita, atau siapa pun-selama mereka masih hidup. Jangan menunda- nunda. Sebab kalau mereka sudah terbujur kaku di dalam peti jenazah, tidak ada yang bisa kita lakukan. Menangis sejadi-jadinya pun tiada berguna, tidak mengembalikan kesempatan yang telah berlalu. Hanya meninggalkan sebuah sesal --AYA

BAHAGIAKANLAH ORANG-ORANG YANG KITA CINTAI

SELAMA MEREKA MASIH HIDUP


Sumber: e-Renungan Harian
*
Manna Roti Surgawi
28 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
MENGHADAPI MUSIK.

(Lanjutan dari judul: “Selalu berkata benar).

Beberapa tahun yang lalu seorang pria pergi untuk bermain orkestra milik kaisar Cina walaupun ia tidak bisa memainkan musik. Setiap kali kelompok ini berlatih atau tampil, ia akan menempelkan flute-nya dibibirnya, berpura-pura bermain, tetapi tidak mengeluarkan suara. Ia menerima gajih yang cukup dan menikmati hidup yang layak.

Lalu suatu hari sang kaisar meminta setiap pemusik untuk bermain solo. Peniup flute ini sontak menjadi gugup. Ia tidak punya waktu untuk belajar bermain alat musiknya. Lalu ia berpura-pura sakit, tetapi dokter kerajaan tidak tertipu. Pada hari ia harus bermain solo, penipu itu menegak racun dan akhirnya ia mati. Penjelasan kasus bunuh dirinya kemudian dipakai sebagai peribahasa yang padanan bahasa Inggrisnya berbunyi: “Ia menolak untuk menghadapi musik.”

Cara untuk bisa sembuh dari penyakit dusta sebenarnya sederhana: hadapilah musik. Sampaikan kebenaran. Beberapa orang dari kita selama ini hidup dalam dusta. Beberapa orang dari kita berjalan dibayang-bayang dusta. Kebohongan yang disampaikan Ananias dan Safira berujung pada kematian; begitu pula kebohongan kita. Beberapa orang dari kita telah mengubur pernikahan, bagian dari kesadaran diri, bahkan bagian dari iman kita,semua itu karena kita tidak mau mengatakan kebenaran.

Apakah Anda berada dalam dilema, memikirkan apakah Anda harus mengatakan kebenaran atau tidak? Pertanyaan yang harus Anda renungkan dalam momen seperti ini adalah: Akankah Allah memberkati kebohongan saya? Apakah Dia, yang membenci kebohongan, akan memberkati strategi yang dibangun atas dusta? Apakah Tuhan yang menyukai kebenaran, akan memberkati bisnis kebohongan? Apakah Allah akan menghormati karier manipulator? Apakah Allah akan datang dan membantu orang yang curang? Apakah Allah akan memberkati ketidak jujuran saya?
Menurut saya pun tidak.

Periksalah hati Anda. Tanyakanlah beberapa pertanyaan yang susah kepada diri Anda sendiri?

Apakah saya sudah benar-benar jujur kepada pasangan dan anak-anak saya? Apakah relasi saya tulus? Bagaimana dengan lingkungan kerja dan sekolah saya? Apakah saya selalu jujur ketika melakukan transaksi? Apakah saya seorang murid yang bisa dipercaya? Pembayar pajak yang jujur? Saksi yang dapat diandalkan ditempat kerja?

Apakah Anda mengatakan kebenaran….. selalu?
Jika tidak, mulailah hari ini. Jangan tunggu sampai besok. Riak dusta hari ini akan menjadi ombak dihari esok dan banjir ditahun depan. Mulailah hari ini. Jadilah serupa dengan Kristus. Sampaikanlah kebenaran, yang sebenar-benarnya, dan hanya yang benar.

Tuhan Yesus memberkati Anda. (Max Lucado)

Kuasailah dirimu dan berjaga-jagalah! Lawanmu si Iblis, berjalan keliling seperti singa yang mengaum-aum mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia, berdirilah teguh didalam iman. (1 Petrus 5:8,9 NIV)
*
Manna Roti Surgawi
29 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
MAYBE YES......MAYBE NO.....

By :Jackson 'Ku' Hizkia

Pada jaman dahulu, ada sebuah desa di mana tinggal seorang tua yang sangat bijaksana. Penduduk desa percaya bahwa orang tua itu selalu dapat menjawab pertanyaan mereka atau memecahkan persoalan mereka.

Suatu hari, seorang petani di desa itu datang menemui orang tua yang bijak ini dan berkata dengan putus asa, "Pak Tua yang bijaksana, tolonglah saya. Saya sedang mendapat musibah. Kerbau saya mati dan saya tak punya binatang lain yang dapat membajak sawah! Bukankah ini musibah paling buruk yang menimpa saya?" Orang tua yang bijak tersebut menjawab, "Mungkin ya, mungkin tidak." Petani itu bergegas kembali ke desa dan menceritakan kepada tetangga-tetangganya bahwa orang tua yang bijak itu kini sudah menjadi gila. Tentu saja inilah musibah terburuk yang dialaminya. Mengapa orang tua itu tidak melihatnya?

Namun, keesokan harinya tiba-tiba muncul seekor kuda yang masih muda dan kuat di dekat tanah milik petani itu. Karena tak punya kerbau lagi untuk membajak sawahnya, petani itu berpikir untuk menangkap kuda itu sebagai ganti kerbaunya. Dan akhirnya ditangkapnyalah kuda itu. Betapa gembiranya si petani. Membajak sawah tak pernah semudah ini rasanya.

Ia datang kembali ke orang tua yang bijak itu dan meminta maaf, "Pak Tua yang bijaksana, Anda memang benar. Kehilangan kerbau bukanlah musibah yang paling buruk yang menimpa diri saya. Inilah rahmat terselubung bagi saya! Saya tak akan pernah bisa memiliki kuda baru seandainya kerbau saya tidak hilang. Anda pasti setuju bahwa inilah hal terbaik yang pernah saya dapatkan." Orang tua itu menjawabnya sekali lagi, "Mungkin ya, mungkin tidak." Lagi-lagi begini, pikir si petani. Pastilah orang tua yang bijak itu sudah benar-benar gila sekarang.!

Tetapi sekali lagi si petani tidak mengetahui apa yang terjadi. Beberapa hari kemudian anak laki-laki si petani jatuh dari kuda yag sedang dinaikinya. Kakinya patah dan tak bisa lagi membantu ayahnya bertani. Tidak, pikir si petani. Sekarang kami akan mati kelaparan. Sekali lagi si petani datang menemui orang tua yang bijak itu. Kali ini ia berkata, "Bagaimana Anda bisa tahu bahwa mendapatkan kuda bukanlah sesuatu yang baik bagi saya? Lagi-lagi anda benar. Anak saya terluka dan tak bisa lagi membantu saya bertani. Kali ini saya benar-benar yakin bahwa inilah hal terburuk yang pernah menimpa saya. Sekarang pasti Anda setuju."

Tetapi seperti yang terjadi sebelumnya, orang tua yang bijak itu dengan tenang menatap si petani dan dengan suaranya yang sejuk berkata sekali lagi, "Mungkin ya, mungkin tidak." Marah karena merasa orang tua yang bijak tersebut menjadi begitu bodoh, si petani langsung pulang ke desanya

Keesokan harinya, datanglah tentara yang bertugas mengumpulkan semua pemuda yang bertubuh sehat untuk dijadikan prajurit dalam perang yang baru saja meletus. Anak laki-laki si petani adalah satu-satunya pemuda di desa itu yang tidak diikutsertakan. Ia tetap hidup, sementara pemuda lainnya kemungkinan besar akan mati dalam peperangan.

Serahkanlah segala perkara dlm tangan Tuhan & percayalah, pasti Tuhan akan memberikan apa yg kita butuhkan, asal kita hidup jgn menyimpang kekiri atau kekanan dari jalan Tuhan dan lagi Bersyukurlah atas segala hal, baik yang baik maupun yang buruk, sebab Tuhan tahu yang terbaik untuk kita, Kadangkala kita merasakan hal itu buruk, tetapi nyatanya demi kebaikan kita juga. Amin.~
*
Manna Roti Surgawi
30 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
Tuhan Membela Penjahat?

Tuhan Membela Penjahat?

Ayat Mas: Kejadian 4:15


Di kelas Sekolah Minggu, seorang anak bertanya mengapa Kain tetap dilindungi Tuhan setelah membunuh Habel. “Mengapa Tuhan membela penjahat?” Selama ini ia berpikir bahwa orang jahat tidak disayang Tuhan. Namun, mengapa Tuhan seolah-olah melindungi Kain de¬ngan memperhitungkan pembalasan tujuh kali lipat bagi orang yang membunuhnya? Apakah benar Tuhan “bermain-main” dengan keadilan-Nya sendiri? Di satu sisi, Dia menyerukan keadilan, tetapi di sisi lain Dia seolah-olah “tidak adil” dengan melindungi seorang pembunuh seperti Kain. Jadi, bagaimana sebenarnya Tuhan memandang pendosa? Kisah Kain dan Habel jelas menyatakan dua hal yang tak dapat dipisahkan dari karya Tuhan atas umat-Nya. Seperti sekeping koin, sisi pertama adalah keadilan dan sisi lain adalah kasih. Dia menyatakan kasih dan keadilan secara bersamaan. Ada akibat dosa yang harus ditanggung Kain: ia diusir, menjadi pengembara yang harus bekerja ekstra keras untuk bertahan hidup. Namun, keadilan Tuhan selalu disertai kasih, yaitu dengan melindungi Kain dari orang yang akan membunuhnya. Kasih dan keadilan Tuhan berlaku dalam segala situasi. Maka, masalahnya bukan semata-mata “Tuhan membela penjahat”, tetapi Dia memberi kesempatan bagi orang sejahat apa pun untuk bertobat. Jika Tuhan berlaku demikian, sepantasnyalah kita memberikan kesempatan bagi orang lain untuk berubah. Jangan menghakimi berdasar pengalaman masa lalu. Apalagi jika “masa hukuman” telah dijalani, terimalah kembali ia seutuhnya untuk memulai sesuatu yang baru. Tuhan pun setiap kali menerima diri kita kembali setelah kita mengaku dosa, bukan?

BELAJAR MENERAPKAN KEADILAN DAN KASIH TUHAN: BENCI DOSANYA, TETAPI TETAP KASIHI ORANGNYA
*
Manna Roti Surgawi
31 Agustus 2010
Manna Roti Surgawi
o
TUHAN MENENUN KEMBALI KAKIKU YANG HANCUR.

Milka adalah seorang janda beranak tiga yang sehari-harinya berjualan minuman dan makanan sederhana di sebuah kantin sekolah. Sampai pada suatu hari, sebuah kejadian yang sangat mengenaskan menimpanya. Ia terlindas oleh sebuah bis hingga kedua kakinya hancur. Rusuknya pun patah sehingga menusuk paru-paru dan hatinya.

Kejadian itu seperti tidak terduga karena tiba-tiba sudah ada sebuah bis yang langsung melintas di depan matanya dan menabrak Milka sekelebat saja. Milka terpental dan saat itu dia tidak menyadari kalau sebenarnya tulang rusuknya menikam levernya, sehingga bagian dalam tubuhnya rusak. Milka terpental menyerempet ke arah tembok dan terpental masuk ke dalam kolong bis. Milka terseret dan terlempar sekitar 30 m ke depan.

"Kejadian itu hari Selasa, tanggal 6 Juni tahun 2006. Saat itu saya mau pergi doa ke gereja. Saat itu saya mau masuk ke terminal, saya jalan seperti biasa. Ketika itu sebenarnya perkiraan saya bis itu masih jauh, tapi tiba-tiba bis itu sudah di depan badan saya dan menyerempet saya. Di belakang saya ada pagar tembok, saya menempel di tembok, dan bus itu menyambar begitu kuat ke badan saya. Saya terjatuh di bawah kolong bus, dan saya terseret sampai ke depan sekitar 30 m. Saya sempat bilang "Yesus!!", dan sekelebat kepala saya terhindar dari hantaman bis. Saya kira kalau tidak ditolong Tuhan pastilah kepala saya yang tersambar bis, mungkin sudah gegar otak dan bisa saja kepala saya hancur. Ternyata tulang belikat saya sudah putus namun saya tidak menyadarinya sama sekali. Saya masuk ke bawah kolong bis, terseret beberapa meter dan kaki saya tergilas oleh bis itu. Saat itu saya antara sadar dan tidak sadar, ya itu namanya kekuatan Tuhan. Saat itu saya masih bisa berbicara, saya masih bisa melihat keadaan kaki saya. Kondisi kaki yang tergilas itu sudah copot, hancur, daging terbelah dua, jadi dagingnya sudah lepas, jadi seperti terbuka kayak sandal, dan cuma menempel pada ujung jari," kisah Milka mengenai kejadian tragis yang dialaminya.

Kejadian itu spontan membuat semua orang yang melihat kejadian tersebut menjerit histeris. Mereka sudah mengira pastilah orang yang tertabrak itu meninggal. Ketika mereka melihat Milka yang terseret, mereka lebih shock karena daging kaki Milka sudah terlepas dan mengeluarkan banyak darah, ibaratnya tinggal menggantung di satu bagian sisi jarinya. Sungguh pemandangan yang mengenaskan.

Puji Tuhan ada orang yang iba dan membantu Milka dan segera membawanya ke rumah sakit. Milka langsung mendapat pertolongan di ruang UGD, dan saat itu dokter mengatakan harus diamputasi. Tapi Milka menolak hal itu dan percaya bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan dia.

Pupung, adik Milka yang menerima kabar kecelakaan itu tidak dapat mempercayainya. Pupung hanya berpikir, orang kecelakaan kok masih bisa menelepon? Melalui telepon itu Milka hanya mengatakan kalau dirinya sudah ditabrak bis dan diseret. Dengan menaiki ojek, Pupung pun segera pergi ke rumah sakit Pertamina, karena Pupung harus segera menandatangani surat ijin pengoperasian kaki Milka. Sesampainya di rumah sakit, Pupung hanya mendapati Milka yang sudah terbaring bersimbah darah di rumah sakit. Pupung benar-benar tidak habis pikir, bagaimana dengan kondisinya yang seperti itu, Milka masih bisa menelepon mengabari keadaannya kepada Pupung dan seorang kakaknya yang lain.

Waktu semakin mendesak dan Milka pun dipersiapkan untuk dioperasi. Namun sebelum itu, Milka sempat diperiksa sekali lagi oleh tim dokter yang menanganinya. Ternyata dari hasil pemeriksaan tersebut, Milka mengalami luka trauma lain yang tidak hanya membahayakan kakinya tapi juga nyawanya. Karena dokter curiga dengan pendarahan hebat yang dialaminya, ada kemungkinan rongga perut atau abdomen Milka juga mengalami luka yang cukup serius.

Kalau membayangkan kondisi Milka saat itu, kakinya bagaikan kaki monster. Benar-benar menyeramkan, sudah tidak ada kulitnya dan yang tampak hanya gumpalan-gumpalan daging merah saja.

"Secara teoritis, pilihan terapi terbaik adalah amputasi. Bu Milka ini menurut kita pasien yang sangat kooperatif, sangat baik, sangat pasrah menyerahkan hidupnya ke dokter dan juga ke Tuhan," ujar salah seorang tim dokter yang menangani Milka.

Melihat keadaan Milka, Pupung sangat sedih. Karena secara manusia, kondisi Milka sepertinya sudah tidak ada harapan lagi. Dokter sendiri hanya bisa menyarankan Pupung untuk mendoakan Milka. Karena hanya doa yang bisa menyelamatkan, karena dengan kondisi seperti ini, Milka seharusnya sudah meninggal dunia.

Operasi penyelamatan berhasil. Milka telah berhasil melewati masa krisisnya. Saat menjaga sang kakak, Pupung teringat akan mimpinya. Beberapa malam sebelumnya Pupung bermimpi ia sedang membasuh kaki seseorang sampai bersih, tapi Pupung tidak tahu kaki siapakah itu. Namun saat di ruang UGD, Pupung yang sedang teringat mimpinya sadar bahwa di dalam mimpinya ia sedang membasuh kaki kakaknya sendiri.

Saat mengevaluasi kaki Milka, dokter menemukan sesuatu yang luar biasa. Ujung-ujung jari kaki Milka memerah. Tim dokterpun semakin optimis kalau memang kaki Milka masih bisa diselamatkan. Dan tuntunan Tuhan tidak berhenti sampai di situ. Saat tagihan rumah sakit selama Milka dirawat di rumah sakit hampir mencapai 120 juta, Pupung bingung darimana mereka bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Namun Tuhan sudah mengatur semuanya. Ada sumbangan dari gereja 70 juta, dan keluarga juga menjual rumah sampai akhirnya seluruh biaya yang dibutuhkan dapat terlunasi. Pupung benar-benar tidak menyangka bagaimana uang sebanyak itu bisa Tuhan sediakan tepat pada waktunya. Pupung pun dikuatkan dan ia percaya apapun yang ia doakan mulai saat itu pasti akan terjadi sepanjang ia selalu dekat dengan Tuhan.

Iman Milka terbukti karena selama ini dia tetap mengucap syukur dalam segala kesakitan yang dia alami. Milka melewati 4 kali operasi, paru-parunya harus dilubangi karena terendam darah dan juga pemasangan pen.

"Tuhan yang saya rasakan itu memang luar biasa. Setiap hari jam 6 sore, dengan memakai walkman, saya selau bernyanyi ‘Semua Baik'. Sampai kadang-kadang sakit di kaki yang menurut dokter bisa tak tertahankan, namun tidak saya rasakan," kisah Milka mengenang kejadian kecelakaan yang dialaminya.

Dari mukjizat yang terjadi, 2 tahun berlalu semenjak kecelakaan itu terjadi, Milka telah banyak mengalami kebaikan Tuhan. Terlebih lagi di saat ia dapat berjalan kembali dengan normal.

"Menurut kami berdasarkan pengalaman kedokteran kami selama 6 tahun di sini, kasus ibu Milka merupakan suatu hal yang fantastik. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana mekanismenya sampai bisa selamat seperti ini," ujar dokter yang menangani Milka.

"Itu suatu mukjizat. Karena kaki yang seharusnya dibuang, tetap dipertahankan. Jadi mukjizatnya ada dua, yang seharusnya mati tapi hidup dan hidupnya masih dengan kaki yang lengkap," ungkap dokter Nia yang juga menangani Milka.

Semua operasi yang dijalani Milka berhasil dan Milka benar-benar menyadari bahwa semua karena kebaikan dan campur tangan Tuhan dalam setiap kehidupannya. Milka tahu bahwa tanpa Tuhan tidak mungkin dia bisa kembali pulih melihat keadaan yang dideritanya akibat kecelakaan itu demikian parah. Sekarang Milka hanya bisa mengucap syukur terharu dan semakin bertekad untuk setia dalam mengikuti Tuhan karena kebaikan Tuhan sungguh nyata dalam hidupnya.

"Dia sangat luar biasa karena Dia sangat baik. Sampai saya bisa pulih lagi, saya bisa berjalan lagi. Dokter berkata kalau saya akan cacat, tapi Tuhan berkata tidak," ujar Milka haru penuh ucapan syukur. (Kisah ini ditayangkan 12 Januari 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).



Sumber Kesaksian :



Lani Milka
*
Manna Roti Surgawi
01 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
Pembaharuan Budi, Bukan Sekedar Penampakan yang Baru

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu ..." (Roma 12:2)

Di Amerika Selatan ada sejenis burung yang bulunya berwarna kuning. Orang Indian telah belajar suatu seni mengubah warna bulu-bulu burung tersebut dengan menyuntikkan cairan kulit kodok pada luka-luka bekas cabutan itu. Bulu-bulu yang tumbuh kembali pada bekas luka-luka itu mempunyai warna yang lain dari bulunya yang asli. Namun karakter burung itu tidak berubah, karena perubahan itu hanya terjadi pada luarnya saja bukan pada dalamnya, yaitu sifat dan karakter burung itu.

Pada zaman ini manusia selalu berusaha ingin mengubah penampakan luarnya supaya lebih indah dari aslinya. Dengan operasi bedah plastik, hidung dan mata manusia dapat diperindah. Dengan mode yang aktual penampakan manusia dipercantik. Dengan komestik wajah yang buruk dapat diubahkan. Kalau orang Indian belajar suatu seni mengubah warna bulu burung, pada hari ini manusia mempraktekkan suatu seni mengubah penampakan diri sendiri.

Yang dikehendaki oleh Tuhan bukan perubahan penampakan luarnya saja tapi juga dalamnya. Perubahan perbuatan dan sikap hidup yang bersumber mula pada perubahan hidup yang di dalam yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus.
*
Manna Roti Surgawi
02 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
MELAYANI DIBIDANG MASING-MASING.

Lukas 3:10-14.
Orang banyak bertanya kepadanya: “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?” Jawabnya: “Barang siapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barang siapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat demikian.” Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: “Guru, apakah yang harus kami perbuat?” Jawabnya: “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.” Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya:”Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”

Ada orang-orang Kristen yang berpikiran bahwa jika bertobat, maka ia harus meninggalkan pekerjaannya dan mulai melayani Tuhan dengan menjadi hamba Tuhan fulltime. Sedikit demi sedikit ia mulai tidak menyukai pekerjaan yang selama ini ia geluti, dan sebaliknya, ia mulai menggunakan waktu dan perhatiannya lebih banyak untuk melakukan berbagai pekerjaan pelayanan. Pemahaman seperti ini tidak seperti apa yang Alkitab ajarkan! Pekerjaan kita adalah suatu panggilan yang indah. Ada yang terpanggil untuk melayani dibidang rohani, namun ada juga yang terpanggil untuk melayani dibidang-bidang sekuler, sosial atau kemanusiaan.

Ketika orang banyak yang bertobat datang kepada Yohanes Pembaptis dan menanyakan apa yang harus mereka perbuat, Yohanes menjawab, “Barang siapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barang siapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.” Artinya, Yohanes meminta mereka untuk hidup dengan saling mengasihi dan bertolong-tolongan. Yohanes tidak menuntut mereka untuk menjadi hamba Tuhan penuh waktu seperti diirnya, tetapi tetap seperti keadaan mereka ketika dipanggil Tuhan, hanya saja yang salah harus diperbaiki, dan yang kurang sempurna harus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.

Ketika pemungut-pemungut cukai bertobat dan bertanya kepada Yohanes Pembaptis, apa yang harus mereka lakukan, ia tidak mengatakan, “Memang dunia perpajakan sarat korupsi, kecurangan dan ketamakan, tinggalkanlah pekerjaanmu dan jadilah hamba Tuhan sepenuh waktu.” Tidak! Yohanes Pembaptis tidak mengatakan hal itu, namun ia berkata, “ Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.” Artinya, tetaplah bekerja pada bidang yang engkau geluti sekarang ini, tetapi bekerjalah secara benar dihadapan Tuhan dan manusia. Bekerjalah secara profesional dan jadilah kesaksian yang indah dan harum bagi nama Tuhanmu!

Ketika prajurit-prajurit bertobat dan datang kepada Yohanes untuk menanyakan apa yang harus mereka kerjakan, Yohanes tidak menjawab, “Tinggalkan pedangmu, itu akan membuat engkau menjadi sombong dan berdosa. Dan sekarang, layanilah Tuhan dengan menjadi hamba Tuhan yang fulltime.” Namun Yohanes menjawab, “ jangan merampas, dan jang memeras dan cukuplah dirimu dengan gajimu.” Artinya, tetaplah bekerja pada bidang yang engkau tekuni saat ini, tetapi bekerjalah dengan benar dan jangan menggunakan kekuasaanmu untuk merugikan orang lain.

Kita terpanggil untuk menjadi saksi Tuhan dimanapun kita berada, dengan profesi apapun sejauh hal itu tidak merugikan orang lain!

D O A:
Tuhan aku mau menjadi saksi bagiMu ditempat dimana aku saat ini sedang berkarya. Mampukan aku ya Tuhan oleh kuat kuasaMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.

Tuhan Yesus memberkati Anda.

Kata-kata bijak:
Apapun yang diperbuat, jika dilakukan seperti untuk Tuhan maka itu menjadi sebuah pelayanan kepadaNya.
(Mansor).
*
Manna Roti Surgawi
03 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
Mencapai Puncak

Mencapai Puncak
Baca: Filipi 3:10-16

Pagi-pagi buta, dua orang pemuda men­daki gunung untuk melihat matahari ter­bit. Dua jam berlalu. Selama waktu ter­se­­but, semestinya para pendaki sudah tiba di puncak. Namun, mereka baru menem­puh setengah jalan, karena kerap berhenti kelelahan. Tiap kali beristirahat, mereka me­­lihat pemandangan indah di bawah. Go­­daan di hati acap kali muncul: “Buat apa naik lagi? Di sini saja peman­da­ng­an­nya sudah indah!” Setelah tiba di puncak, ba­rulah mereka menyadari betapa mereka rugi apabila berhenti mendaki. Peman­dang­an di puncak ternyata jauh lebih in­dah daripada di tempat-tempat perhen­ti­an.

Perjalanan iman kita ibarat pendakian me­nuju puncak; menuju kesempurnaan dan kekudusan. Jalannya sulit dan men­da­ki. Pada saat kita penat, go­daan terbesar yang kerap muncul ada­lah perasaan cukup. Kita me­rasa sudah cukup lama berjuang. Bu­kan­kah hasilnya sudah tampak, buat apa berjuang lagi? Akhirnya kita mandek; berhenti. Ra­sul Paulus tidak ingin hal itu terjadi atas diri­nya. Karena itu, ia bertekad untuk “melupakan apa yang di be­la­kang­ku” (ayat 13). Ia tidak mau terpukau dengan segala prestasi yang telah ia raih. Ia berprinsip “aku belum menangkapnya”. Garis akhir be­lum terlihat. Yang terbaik masih harus diraih. Kesadaran ini men­do­rongnya untuk terus maju berjuang—berlari menuju tujuan.

Apakah Anda penat karena sudah lama berjuang untuk pemu­lih­­an diri ataupun keluarga? Apakah kelelahan membuat Anda ingin ber­henti sampai di sini? Apakah Anda merasa cukup puas hi­dup di ba­wah standar yang Tuhan inginkan? Jangan berhenti se­be­lum men­­capai puncak! Di sana tersedia berkat yang jauh lebih in­dah.

DI SEPANJANG JALAN MENUJU KESEMPURNAAN ADA BANYAK TEMPAT PERHENTIAN YANG PENUH GODAAN
*
Manna Roti Surgawi
04 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
KEKUATAN DAN KELEMAHAN.

Di sebuah kota kecil di Jepang, terdapat seorang anak yang lengan kirinya buntung, tetapi ia sangat menyukai beladiri judo, dan sudah mengikuti latihan di sebuah dojo.

Selama berlatih, sang guru hanya mengajarkan satu jurus saja. Walaupun jurus itu termasuk sukar untuk dikuasai, anak ini merasa tak puas, karena ia melihat murid-murid lainnya mempelajari bermacam-macam teknik. Akhirnya setelah 6 bulan, ia tak kuasa lagi menahan kesabarannya.

Lantas ia menemui sang guru; “Sensei, bolehkah aku bertanya? Mengapa selama 6 bulan ini aku hanya berlatih jurus ini saja”.

Gurunya hanya menjawab singkat “Karena engkau murid yang istimewa dan hanya jurus ini yang engkau perlukan”

Ia tak berani lagi bertanya dan memilih untuk berlatih dengan tekun. Semakin lama jurus itu semakin dikuasainya dan mendarah daging dalam dirinya. Tak ada seorangpun yang semahir dia dalam menggunakan jurus tsb.

Setahun kemudian, sang guru menyertakan dirinya dalam kejuaran nasional di ibukota. Walaupun merasa pesimis & minder, ia menuruti permintaan sang guru & mereka berangkat ke ibukota.

Kejuaraan dimulai. Di luar dugaannya, dengan mudah ia bisa menjatuhkan & mengunci lawan-lawannya. Babak demi babak ia lalui, sampai akhirnya ia harus menghadapi juara tahun lalu di babak Final. Walau memakan waktu cukup lama dan menguras tenaganya, lagi-lagi ia berhasil memenangkan pertandingan.

Dalam perjalanan pulang, sembari membahas & mengevaluasi pertarungannya, sang anak melakukan Hansei ( perenungan ) bertanya kembali.

“Sensei, saya heran, mengapa hanya bermodal satu jurus ini saja saya bisa memenangi pertandingan. Saya masih belum mengerti ucapan Sensei dulu, apa istimewanya saya dan mengapa hanya satu jurus ini?”

Sang Sensei (Guru) tersenyum & berkata :

"Muridku, Cara bertarung setiap orang adalah unik, tergantung dari kekuatan & kelemahannya. Praktisi beladiri perlu mempelajari berbagai teknik & jurus sampai akhirnya ia menemukan kekuatan & kelemahannya dan akhirnya memilih teknik & jurus yang sesuai, yaitu teknik2 yang memanfaatkan kekuatannya dan menutupi kekurangan atau bahkan mengubahnya sebagai kekuatan”.

“Engkau istimewa, karena kekuranganmu sudah jelas. Sehingga tak perlu engkau menghabiskan waktu mempelajari berbagai jurus & teknik yang sudah pasti tidak engkau perlukan. Dan jurus itu paling cocok bagimu, karena selain jurus tersebut salah satu jurus tersulit dalam Judo, satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan mengunci lengan kirimu”.


Kadang orang mengira bahwa kekurangannya merupakan hukuman, kutukan dan menyesalinya. Padahal, di dunia ini banyak sekali terdapat kemungkinan dan tak mungkin semuanya diraih. Orang-orang yg memahami kekurangannya seharusnya bisa menyadari hal-hal yang mustahil ia lakukan dan tak membuang waktu percuma untuk mengejarnya.

Dan orang-orang yang juara adalah orang-orang yang menggunakan semaksimal kekuatannya dan berhasil menggunakan kelemahannya juga sebagai kekuatan.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Korintus 12:9-10).

Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. (2 Korintus 11:30). Amin..~




GOD BLess Us.~
*
Manna Roti Surgawi
05 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
OVE UR PARENTS

oleh Stefanus Zefanya pada 29 Agustus 2010 jam 15:17
Waktu kita berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikan kita.. sebagai
balasannya, kita menangis sepanjang malam..


Waktu kita berumur 2 tahun, dia mengajari kita bagaimana cara berjalan, sebagai
balasannya,kita kabur waktu dia memanggil kita



Waktu kita berumur 3 tahun, dia memasak semua makanan kita dengan kasih sayang .... sebagai
balasannya .... kita buang piring berisi makanan kita ke lantai



Waktu kita berumur 4 tahun, dia memberi kita pensil warna .... sebagai
balasannya .... kita corat coret tembok rumah dan meja makan



Waktu kita berumur 5 tahun, dia membelikan kita baju-baju mahal dan indah .... sebagai
balasannya .... kita memakainya bermain di kubangan lumpur



Waktu berumur 6 tahun, dia mengantar kita pergi ke sekolah .... sebagai
balasannya .... kita berteriak 'NGGAK MAU ....!'



Waktu berumur 7 tahun, dia membelikan kita bola .... sebagai
balasannya kita melemparkan bola ke jendela tetangga



Waktu berumur 8 tahun, dia memberi kita es krim .... sebagai
balasannya .... kamu tumpahkan dan mengotori seluruh baju kita



Waktu kita berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursus kita, sebagai
balasannya .... kita sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar



Waktu kita berumur 10 tahun, dia mengantar kita kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun .... sebagai
balasannya .... kita melompat keluar mobil tanpa memberi salam



Waktu kita berumur 11 tahun, dia mengantar kita dan temen-temen kita kebioskop .... sebagai
balasannya .... kita minta dia duduk di barisan lain



Waktu kita berumur 12 tahun, dia melarang kita melihat acara tv khusus untuk orang dewasa .... sebagai
balasannya .... kita tunggu sampai dia keluar rumah



Waktu kita berumur 13 tahun, dia menyarankan kita untuk memotong rambut karena sudah waktunya, sebagai
balasannya .... kita bilang dia tidak tahu mode



Waktu kita berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemah kita selama liburan .... sebagai
balasannya .... kita nggak pernah menelponnya



Waktu kita berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memeluk kita .... sebagai
balasannya .... kita kunci pintu kamar kita



Waktu kita berumur 16 tahun, dia mengajari kita mengemudi mobil .... sebagai
balasannya .... kita pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya



Waktu kita berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting .... sebagai
balasannya .... kita pakai telpon nonstop semalaman



waktu kita berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kita lulus SMA .... sebagai
balasannya .... kita berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi



Waktu kita berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliah kita dan mengantar kita ke kampus pada hari pertama .... sebagai
balasannya .... kita minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen



Waktu kita berumur 20 tahun, dia bertanya 'Darimana saja seharian ini?'.... sebagai
balasannya .... kita menjawab 'Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang'



Waktu kita berumur 21 tahun, dia menyarankan kita satu pekerjaan bagus untuk karier masa depan kita .... sebagai
balasannya .... kita bilang 'Aku nggak mau seperti kamu'



Waktu kita berumur 22 tahun, dia memeluk kita dan haru waktu kita lulus perguruan tinggi .... sebagai
balasannya .... kita nanya kapan kita bisa main ke luar negeri



Waktu kita berumur 23 tahun, dia membelikan kita 1 set furniture untuk rumah baru kita .... sebagai
balasannya .... kita ceritain ke teman kita betapa jeleknya furniture itu



Waktu kita berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunangan kita dan bertanya tentang rencana di masa depan .... sebagai
balasannya .... kita mengeluh 'Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu'



Waktu kita berumur 25 tahun, dia membantu kita membiayai pernikahan kita .... sebagai
balasannya .... kita pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km



Waktu kita berumur 30 tahun, dia memberi kita nasehat bagaimana merawat bayi kita .... sebagai
balasannya .... kita katakan 'Sekarang jamannya sudah beda'



Waktu kita berumur 40 tahun, dia menelpon kita untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekat kita .... sebagai
balasannya kita jawab 'Aku sibuk sekali, nggak ada waktu'



Waktu kita berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatan kita .... sebagai
balasannya .... kita baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya



dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang .... dan tiba-tiba kita teringat semua yang belum pernah kita lakukan .... dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam



MAKA .... JIKA ORANGTUA KITA MASIH ADA .... BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KITA BERIKAN SELAMA INI JIKA ORANG TUA KIITA SUDAH TIADA .... INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADA KITA


I LOVE U MOTHER

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu, si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu :
1) Membantu Pergi Ke Warung Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000


Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.



1) OngKos mengandungmu selama 9bulan - GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu - GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu - GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS



Air mata si anak berlinang setelah membaca.
Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, 'Saya Sayang Ibu'.

Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya :
'Telah Dibayar' ....


Mother is the best super hero in the world.


Efesus 6: 2-3

6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
*
Manna Roti Surgawi
06 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
MENJADI YANG TERBESAR

Nats : Siapa saja ingin menjadi yang pertama di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya (Markus 10:44)

MENJADI YANG TERBESAR
Bacaan : Markus 10:35-45


Sekelompok kuda liar sedang makan rumput di sebuah padang belantara. Tiba-tiba muncul seekor harimau kelaparan yang tengah mencari mangsa. Kuda-kuda itu serentak melindungi diri dengan cara berdiri saling berhadapan membentuk lingkaran. Sang harimau tidak berani mendekat, takut kena tendang. Akan tetapi, dengan tipu muslihatnya ia lalu berkata, "Sungguh sebuah barisan yang bagus. Bolehkah aku tahu kuda jenius mana yang mencetuskan idenya?" Kuda-kuda itu termakan hasutan sang harimau. Mereka berdebat siapa yang pertama kali mencetuskan ide membuat barisan kokoh tersebut. Tidak ada kata sepakat, akhirnya mereka cerai-berai. Sang harimau pun dengan mudah memangsa mereka satu per satu.


Dalam sebuah kelompok-baik kelompok kerja di perusahaan, maupun kelompok pelayanan di gereja-salah satu kerikil paling tajam yang bisa muncul adalah persaingan tentang siapa yang paling berpengaruh; paling berjasa; paling penting. Apabila sudah begitu, kelompok tersebut akan menjadi sangat rapuh. Seperti yang terjadi pada kelompok kuda dalam cerita di atas.

Persaingan demikian rupanya terjadi juga di kalangan para murid Tuhan Yesus. Setelah sebelumnya mereka berdebat tentang siapa yang terbesar di antara mereka (Markus 9:33-37), sekarang tahu-tahu Yakobus dan Yohanes tampil meminta tempat utama kepada Guru mereka (ayat 37). Kesepuluh murid lain kontan marah kepada kedua bersaudara itu. Tuhan Yesus segera meluruskan pemahaman mereka. Siapa yang ingin menjadi yang terbesar, ia harus menjadi pelayan bagi semua (ayat 43, 44). Artinya, kebesaran sejati terletak dalam kerendahan hati --AYA

JANGAN MENCARI-CARI KEBESARAN

SEBAB ITU JUSTRU MENUNJUKKAN "KEKECILAN" DIRI KITA
*
Manna Roti Surgawi
06 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
MEMAMAH BIAK

MEMAMAH BIAK
Baca: Mazmur 1:1-3

Tinggal di pedesaan memberi kesan tersendiri bagi saya. Setiap senja saya mencium aroma yang spesifik, yaitu bau rumput yang sengaja dibakar untuk mengusir nyamuk. Saya juga mendapati be-berapa petani yang tidur sekamar dengan lembunya. Mereka sama-sama melepas lelah setelah seharian membajak di sawah. Bila saya memerhatikan lembu yang beristirahat di siang hari, saya melihat mulutnya selalu bergerak mengunyah sesuatu. Ya, sapi itu sedang memamah biak. Binatang yang memamah biak me-miliki lambung dengan banyak ruang [poligastrik: berperut banyak]. Makanan yang masih kasar dan mula-mula disimpan di perut, dikeluarkan lagi ke mulut untuk dikunyah dan dicerna lagi di lapisan perut yang lain dan seterusnya, sehingga akhirnya lembu itu mendapat sari makanan untuk kebutuhan tubuhnya. Sungguh hebat mesin susu ini, sehingga dari rumput yang hijau bisa dihasilkan susu yang putih. Itulah yang seharusnya kita lakukan untuk benar-benar menikmati firman Tuhan. Membaca Alkitab bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban bersaat teduh; merasa terbeban, tetapi tidak mendapatkan sesuatu. Kita perlu membaca dan merenungkannya siang dan malam, menggali, dan mengadakan refleksi: Apa yang saya baca? Mengapa demikian? Bagaimana menerapkannya? Hanya dengan demikian dan di bawah bimbingan Roh Kudus (Yohanes 16:13), kita akan mengalami dan merasakan yang Daud rasakan, yakni menikmati manisnya madu surgawi, Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih daripada madu bagi mulutku (Mazmur 119:103)

KITA MAKAN TIGA KALI SEHARI UNTUK MEMELIHARA TUBUH BERAPA KALI SEHARI KITA MEMBERI MAKAN JIWA KITA?
*
Manna Roti Surgawi
07 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
TIDAK BOLEH PLIN-PLAN

"Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan . . ." (Matius 6:24)

Pada suatu ketika, terjadilah peperangan antara kelompok binatang darat dan kelompok unggas. Dalam peperangan itu muncullah si keluang. Waktu terlihat kelompok unggas menang, keluang-keluang mulai terbang di sekitar unggas dan mengatakan bahwa mereka adalah kelompok unggas. Namun, waktu kelompok unggas mengalami kekalahan, keluang itu bergelantungan mendekati kelompok binatang darat mengatakan bahwa mereka adalah termasuk golongan binatang darat. Waktu kelompok binatang darat dikalahkan oleh kelompok unggas, keluang itu lari ketakutan. Karena takut dan rasa malu kepada kelompok unggas maupun kelompok binatang darat, maka menurut cerita tersebut, keluang itu hanya pada malam hari kalau keluar beraksi.

Sifat plin-plan sebenarnya merupakan sifat yang tidak terpuji, akan mempermalukan dan merugikan diri sendiri. Bahkan sangat berbahaya akan mengakibatkan kematian (jasmani terlebih rohani). Karena bagaikan satu badan memiliki dua kepala yang berlainan. Dimana dua kepala itu cenderung untuk bebas, tidak bergantung satu dan yang lainnya. Menimbulkan frustasi dan kekacauan.

Demikian pula seorang Kristen, jikalau dia dipimpin oleh dua kepala.
*
Manna Roti Surgawi
08 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
PERTOLONGANKU DATANGNYA DARI TUHAN

Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung, dari manakah akan datang pertolonganku ?
Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Mazmur : 121 : 1-2.

Banyak kali setiap kali kita mengalami masalah, maka mata kita segera mencari sesuatu atau seseorang yang kiranya dapat menolong kita, misalnya saat mengalami sakit, maka langsung pikiran kita mencari obat apa yang paling manjur, atau dokter spesialis mana yang paling hebat, atau rumah sakit mana yang paling canggih, padahal dalam banyak kasus obat tidak mampu lagi menolong, dokter dan rumah sakit angkat tangan dengan penyakit seseorang bahkan mungkin melakukan mal praktek, dan ini berlaku juga untuk masalah-masalah lainnya, yaitu apa-apa, siapa-siapa yang kita andalkan bagaikan gunung-gunung yang tinggi tidak mampu untuk menolong kita bahkan mengecewakan kita.

Seharusnya disaat itu kita segera mengalihkan pandangan kita kepada Gunung Zion simbol dari tempat Allah sang Pencipta bertahta (Ulangan 12 : 5), Berdoa, rendahkan diri, mohon belas kasihan Tuhan berlaku atas kita, maka secepatnya kita akan alami kuasa penciptaan Tuhan kita yang dapat melakukan segala perkara, disetiap waktu, disetiap tempat kita membutuhkan pertolonganNya.

Tuhan akan menunjukkan kepada kita sesuatu atau orang-orang yang tidak kita sangkakan untuk menolong kita, mereka akan menjadi tangan Tuhan untuk menolong kita secara tidak langsung, atau bahkan kita akan mengalami mujizatNya.

Oleh sebab itu dalam segala persoalan, carilah pertolongan dari Tuhan, itulah pertolongan yang sempurna, yang tidak bisa dilakukan oleh siapapun, kecuali Tuhan, Allah kita yang hidup.

Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.
*
Manna Roti Surgawi
09 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
JANGAN PERNAH NGAMBEK LAMA-LAMA.

Bagi yg sudah pernah baca,luangkan waktu untuk baca sekali lagi.

Ini adalah cerita sebenarnya (diceritakan oleh Lu Di dan di edit oleh Lian Shu Xiang)

Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga. Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka, tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini, setelah 2 tahun menikah, saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama.

Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan nenek, nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah.

Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur, menanam bunga dan sebagainya. Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari, tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata : “Mari,kita jemput nenek di kampung”.

Suami berbadan tinggi besar, aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana. Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya. Kalau terjadi selisih paham diantara kami, dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan. Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.

Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah. Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar, sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami : “Istri kamu hidup foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?” Aku menjelaskannya kepada nenek : “Ibu, rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira. “Nenek berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa : “Ibu, ini kebiasaan orang kota, lambat laun ibu akan terbiasa juga.”

Nenek tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga, dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengkan kepala. Setiap membawa pulang barang belanjaan, dia selalu tanya itu berapa harganya, ini berapa. Setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras. Suamiku memencet hidungku sambil berkata : “Putriku, kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yang sebenarnya.” Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.

Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan, wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes.

Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku sangat letih, aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot, misalnya ; dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan, dikumpulkan bisa untuk dijual katanya. Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik, dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.

Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci, agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur. Suatu hari, nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya, dia segera masukke kamar sambil membanting pintu dan menangis. Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidak perduli. Aku menjadi kecewa dan marah. “Apa salahku?” Dia melotot sambil berkata : “Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?”

Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama, suasana mejadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, tidak tahu harus berpihak pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku, seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri?

Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu, aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat tidur, suami berkata : “Lu di, apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?” sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku. Dan dia akhirnya berkata : “Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi. “Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu.

Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua. Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut. Setelah agak reda, aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam, diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!

Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku, nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh……suamiku segera mengejarnya keluar rumah.

Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku. Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan nenek di rumah ini, aku sudah banyak mengalah, mau bagaimana lagi? Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata : “Lu Di, sebaiknya kamu periksa ke dokter. “Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu. Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?

Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari tidak bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku. Aku berkata pada diriku sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak. Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi…..mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras. Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?

Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi, memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian, aku menangis dengan sedihnya. Tengah malam, aku mendengar suara orang membuka laci, aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya. Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu. Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku. Sungguh lelaki yg sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang. Aku tersenyum sambil menitikan air mata.

Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya. Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung. “Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit. Mulutku terbuka lebar. Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal. Suamiku tidak pernah menatapku, wajahnya kaku. Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku. Sambil menangis aku menjerit dalam hati : “Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?”

Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku, jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian. Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain, pagi itu nenek berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku mengejar sambil berlari, nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang. Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian. Jika aku tidak muntah pagi itu,jika kami tidak bertengkar, jika…………dimatanya, akulah penyebab kematian nenek.
(bersambung)





*
Manna Roti Surgawi
10 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
@ HARTA WARISAN @

Dua bersaudara dari keluarga yang berkecukupan. Setelah kematian kedua orang tuanya, mereka kini harus membagi harta warisan yang ditinggalkan. Namun setelah harta tersebut dibagikan, kedua bersaudara ini tidak pernah hidup rukun dan damai. Sang kakak menuding bahwa adiknya mewarisi lebih banyak dari yang dimilikinya. Sang adik juga menuding hal yang sama terhadap kakaknya, bahwa sang kakak memiliki harta warisan lebih banyak dari yang diwarisinya. Keduanya saling menuding bahwa pembagian harta tersebut tidaklah adil dan seimbang.

Mereka sudah melewati berbagai proses hukum, namun tetap saja persoalan mereka tak dapat diatasi secara memuaskan. Semua nasihat tak pernah berhasil. Semua keputusan seakan tawar. Keduanya tak dapat menerima semua nasihat dan keputusan yang diberikan.

Setelah mencari dan mencari akhirnya mereka menemukan seorang guru yang bijak. Kedua bersaudara tersebut datang ke hadapannya dengan harapan bahwa duri yang selama ini menusuk daging dan menghancurkan hubungan persaudaraan mereka dapat dikeluarkan.

Sang bijak bertanya kepada sang kakak; "Anda yakin bahwa harta yang dimiliki adikmu melebihi warisan yang engkau terima?" Sang kakak dengan penuh yakin menjawab; "Sungguh demikian!" Sang bijak lalu berpaling kepada sang adik dan mengulangi pertanyaan yang sama; "Anda yakin bahwa kakakmu mewarisi harta peninggalan orang tua lebih dari pada yang anda peroleh?" Dengan keyakinan yang sama sang adik menjawab; "Ya demikianlah!"

Sang bijak lalu memberikan sebuah perintah kepada keduanya; "Kumpulkan semua harta yang telah diterima masing-masing dan serahkan itu kepada yang lain." Sang kakak menyerahkan semua harta warisan yang diperolehnya kepada adiknya, demikian pula sang adik menyerahkan harta warisan yang diperolehnya kepada sang kakak. Dan sejak itu tak ada lagi pertentangan karena harta warisan di antara mereka berdua.
-----------
Kita senantiasa mengira bahwa nasib orang lain selalu lebih baik dari diri sendiri, bahwa orang lain lebih diberkati Tuhan dari pada diri kita sendiri. Kita lupa bahwa Tuhan mencintai setiap insan dengan cinta yang sama. Kita mungkin hanya mampu melihat berkat yang kelihatan yang dimiliki orang lain, namun lupa untuk melihat berkat-berkat berlimpah yang diberikan Tuhan atas diri kita namun sulit dilihat oleh kasat mata. Lihatlah dirimu dari sudut pandangan yang lain, maka anda akan dipenuhi keharuan dan rasa syukur yang mendalam. Tuhan mencintaimu!
*
Manna Roti Surgawi
11 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
@ Mengingat Kotbah? @

Seorang Kristen menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar dan mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap minggu. Tulisnya, "Saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak bisa mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan begitu banyak waktu — demikian pun para pastor itu telah memboroskan waktu mereka dengan khotbah-khotbah itu."

Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca.

Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya ada seseorang yang menulis demikian: "Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama ini istri saya telah memasak 32.000 jenis masakan. Selama hidup saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan itu yang dilakukan istri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya, maka saya sudah lama meninggal."

Sejak itu tak ada lagi komentar tentang khotbah.


TIPS MENDENGAR KOTBAH:

1. PERSIAPKAN HATI DAN PIKIRAN DG BAIK
2. JANGAN MENILAI SIAPA PENGKOTBAHNYA, TAPI DENGAR SAJA
FIRMAN YANG DISAMPAIKAN
3. BILA PERLU CATAT POINT PENTING DARI KOTBAH YANG
DISAMPAIKAN SEHINGGA DAPAT DIPELAJARI ULANG
4. JANGAN HANYA MENDENGAR KOTBAH, RENUNGKAN SETELAH ITU
DAN LAKUKAN DALAMKEHIDUPAN SEHARI-HARI

Firman Tuhan itu pelita yang menerangi jalan hidup kita (Mazmur 119:105)
*
Manna Roti Surgawi
12 September 2010
Manna Roti Surgawi
o

Bagi yg sudah pernah baca,luangkan waktu untuk baca sekali lagi.

Ini adalah cerita sebenarnya (diceritakan oleh Lu Di dan di edit oleh Lian Shu Xiang)

Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga. Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka, tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini, setelah 2 tahun menikah, saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama.

Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan nenek, nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah.

Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur, menanam bunga dan sebagainya. Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari, tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata : “Mari,kita jemput nenek di kampung”.

Suami berbadan tinggi besar, aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana. Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya. Kalau terjadi selisih paham diantara kami, dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan. Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.

Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah. Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar, sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami : “Istri kamu hidup foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?” Aku menjelaskannya kepada nenek : “Ibu, rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira. “Nenek berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa : “Ibu, ini kebiasaan orang kota, lambat laun ibu akan terbiasa juga.”

Nenek tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga, dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengkan kepala. Setiap membawa pulang barang belanjaan, dia selalu tanya itu berapa harganya, ini berapa. Setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras. Suamiku memencet hidungku sambil berkata : “Putriku, kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yang sebenarnya.” Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.

Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan, wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes.

Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku sangat letih, aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot, misalnya ; dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan, dikumpulkan bisa untuk dijual katanya. Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik, dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.

Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci, agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur. Suatu hari, nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya, dia segera masukke kamar sambil membanting pintu dan menangis. Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidak perduli. Aku menjadi kecewa dan marah. “Apa salahku?” Dia melotot sambil berkata : “Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?”

Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama, suasana mejadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, tidak tahu harus berpihak pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku, seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri?

Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu, aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat tidur, suami berkata : “Lu di, apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?” sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku. Dan dia akhirnya berkata : “Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi. “Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu.

Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua. Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut. Setelah agak reda, aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam, diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!

Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku, nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh……suamiku segera mengejarnya keluar rumah.

Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku. Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan nenek di rumah ini, aku sudah banyak mengalah, mau bagaimana lagi? Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata : “Lu Di, sebaiknya kamu periksa ke dokter. “Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu. Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?

Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari tidak bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku. Aku berkata pada diriku sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak. Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi…..mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras. Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?

Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi, memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian, aku menangis dengan sedihnya. Tengah malam, aku mendengar suara orang membuka laci, aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya. Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu. Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku. Sungguh lelaki yg sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang. Aku tersenyum sambil menitikan air mata.

Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya. Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung. “Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit. Mulutku terbuka lebar. Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal. Suamiku tidak pernah menatapku, wajahnya kaku. Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku. Sambil menangis aku menjerit dalam hati : “Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?”

(bersambung)



* Tulis komentar...
*
Manna Roti Surgawi
12 September 2010
Manna Roti Surgawi
o

(lanjutan)

Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku, jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian. Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain, pagi itu nenek berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku mengejar sambil berlari, nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang. Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian. Jika aku tidak muntah pagi itu,jika kami tidak bertengkar, jika…………dimatanya, akulah penyebab kematian nenek.

Suamiku pindah ke kamar nenek, setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol. Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak. Tetapi melihat sinar matanya, aku tidak pernah menjelaskan masalah ini. Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku. Waktu berlalu dengan sangat lambat. Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain. Dia pulang makin larut malam. Suasana tegang didalam rumah.

Suatu hari, aku berjalan melewati sebuah café, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam. Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra. Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi. Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya. Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa. Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu. Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku. Suara detak jangtungku terasa sangat keras, setiap detak suara seperti suara menuju kematian. Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka, jika tidak…mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka.

Malam itu dia tidak pulang ke rumah. Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi. Sepeninggal nenek, rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir. Dia tidak kembali lagi ke rumah, kadang sewaktu pulang ke rumah, aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar. Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini. Tetapi itu tidak terjadi………, semua berlalu begitu saja.

(bersambung)
*
Manna Roti Surgawi
12 September 2010
Manna Roti Surgawi
o

(lanjutan)

Aku mulai hidup seorang diri, pergi check kandungan seorang diri. Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama, hati ini serasa hancur. Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini, tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya. Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah.

Suatu hari pulang kerja, aku melihat dia duduk didepan ruang tamu. Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja, tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu. 2 bulan hidup sendiri, aku sudah bisa mengontrol emosi. Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya : “Tunggu sebentar, aku akan segera menanda tanganinya”. Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku. Aku berkata pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis. Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar. Selesai membuka mantel, aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit. Sambil duduk di kursi, aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya. “Lu di, kamu hamil?” Semenjak nenek meninggal, itulah pertama kali dia berbicara kepadaku. Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg menglir keluar dengan derasnya. Aku menjawab : “Iya, tetapi tidak apa-apa. Kamu sudah boleh pergi”. Dia tidak pergi, dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan. Perlahan-lahan dia membungkukan badanya ke tanganku, air matanya terasa menembus lengan bajuku. Tetapi di lubuk hatiku, semua sudah berlalu, banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali.

Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata : “Maafkan aku, maafkan aku”. Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa. Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan. Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga. Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya.

Berharap dinding es itu akan mencair, tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Hanya sewaktu memikirkan bayiku, aku bisa bertahan untuk terus hidup. Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es, tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia, tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya. Sejak menanda tangani surat itu, semua cintaku padanya sudah berlalu, harapanku telah lenyap tidak berbekas.

Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku, aku segera berlalu ke ruang tamu, dia terpaksa kembali ke kamar nenek. Malam hari, terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli. Itu adalah permainan dia dari dulu. Jika aku tidak perduli padanya, dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit. Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia lupa…….., itu adalah dulu, saat cintaku masih membara, sekarang apa lagi yg aku miliki?

Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir. Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi, perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak. Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming. Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar, malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer. Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku. Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.

Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras. Dia segera berlari masuk ke kamar, sepertinya dia tidak pernah tidur. Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya. Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit. Sepanjang jalan, dia mengenggam dengan erat tanganku, menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku. Sampai di rumah sakit, aku segera digendongnya menuju ruang bersalin. Di punggungnya yg kurus kering, aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya. Sepanjang hidupku, siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?

Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya. Keluar dari ruang bersalin, dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia. Aku memegang tanganya, dia membalas memandangku dengan bahagia, tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai. Aku berteriak histeris memanggil namanya.


Tuhan Yesus memberkati Anda.
*
Manna Roti Surgawi
12 September 2010
Manna Roti Surgawi
o

(lanjutan)

Setelah sadar, dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya………aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya, tetapi kenyataannya tidak demikian, aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini. Kata dokter, kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan, bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter, bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk. Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.

Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya, aku masih berpikir dia sedang bersandiwara…………Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami. “Anakku, demi dirimu aku terus bertahan, sampai aku bisa melihatmu. Itu adalah harapanku. Aku tahu dalam hidup ini, kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan, sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu. Didalam komputer ini, ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi. Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah.

“Anakku, selesai menulis surat ini, ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun -tahun. Ayah sungguh bahagia. Cintailah ibumu, dia sungguh menderita, dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling ayah cintai”.

Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah, semua tertulis dengan lengkap didalamnya. Dia juga menulis sebuah surat untukku. “Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini. Maafkan salahku, maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya. Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini, berarti kau telah memaafkan aku. Terima kasih atas cintamu padaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannyapada anak kita. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya”.

Kembali ke rumah sakit, suamiku masih terbaring lemah. Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata : “Sayang, bukalah matamu sebentar saja, lihatlah anak kita. Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya”. Dengan susah payah dia membuka matanya, tersenyum…………..anak itu tetap dalam dekapannya, dengan tanganya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah. Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata………………..

Teman-teman terkasih, aku sharing cerita ini kepada kalian, agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini. Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah pesan dari cerita ini : “Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati. Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan : Jika kita tahu besok adalah hari kiamat, apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat, pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.



Tuhan Yesus memberkati Anda.


*
Manna Roti Surgawi
13 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
Di Balik Kepahitan

Di Balik Kepahitan
Ayat Mas: Ayub 42:5

Ketika usianya menjelang 17 tahun, Joni Eareckson mengalami kecelakaan—meloncat di tempat dangkal ketika berenang. Ia mengalami lumpuh total; hanya bisa menggerakkan leher. Awalnya ia sa¬ngat putus asa, sempat begitu marah kepada Tuhan. Tetapi berkat dukungan keluarga dan orang-orang terdekatnya, ia lalu “bangkit”. Sampai sekarang Joni tetap lumpuh, tetapi hidupnya telah menginspirasikan keteguhan bagi jutaan orang di seluruh dunia. Ia menjadi pembicara seminar di banyak negara, melukis ratusan lukisan dengan mulutnya, menulis lebih dari 30 buah buku best seller, mendirikan “Joni and Friends”, organisasi internasional untuk para penyandang cacat fisik.

Hal serupa terjadi pada Ayub. Dari hidup yang semula berkelimpahan, kemudian ia kehilangan segala-galanya; harta milik, anak-anak, bahkan kesehatannya (Ayub 1,2). Bisa dibilang, Ayub jatuh dari tempat tinggi ke dasar lembah yang gelap dan sempit. Sungguh menyakitkan. Tetapi justru dari situlah Ayub mengalami sesuatu yang hakiki dalam hidupnya, yaitu mengenal Allah secara pribadi. Dulu ketika hidup makmur berkelimpahan, ia tahu Allah hanya dari “kata orang”, tetapi sekarang, “Mataku sendiri memandang Engkau” (ayat 5).

Mungkin sekarang Anda tengah mengalami kepahitan dan penderitaan hidup, entah apa pun penyebabnya. Jangan kecil hati. Sebab kerap di balik kepahitan dan penderitaan itu tersimpan “mutiara kehidupan”. Seperti yang dialami oleh Joni Eareckson, juga Ayub dalam bacaan kita hari ini. Kuncinya, jangan menyerah dan jangan pu¬tus berharap. Tuhan bisa memakai apa yang tampaknya buruk untuk menyalurkan kebaikan.

Sehabis hujan deras, muncul pelangi
*
Manna Roti Surgawi
14 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
DAMAI SEJAHTERA DARI TUHAN YESUS KRISTUS

"......Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu......" (Yohanes 14:27)

Suasana aman, tentram, dan damai sejahtera dalam kehidupan sebenarnya dicari oleh manusia di sepanjang zaman di mana pun juga. Pada suatu hari, seorang yang kaya memesan pada dua orang pelukis untuk melukiskan keadaan damai sejahtera itu menurut versi masing-masing pelukis.

Pelukis pertama melukiskan sebagai berikut:
Ada sebuah danau yang tenang airnya, tidak ada topan, maupun badai. Melatarbelakangi danau itu tampak gunung dan bukit-bukit yang hijau segar. Di danau itu tampak sebuah perahu yang berlayar perlahan dinaiki seseorang yang bersantai-santai di atas perahunya itu. Orang tersebut mengalami keadaan damai sejahtera menurut versi lukisan dari pelukis pertama.

Pelukis kedua melukiskan damai sejahtera itu sebagai berikut:
Ada sebuah bukit terjal dengan air terjun yang mengganas dan hujan badai mengamuk serta awan gelap menyelimuti langit. Di tebing air terjun itu mengalir terdapat batu berlubang yang ditempati seekor burung yang bersiul-siul kegirangan. Burung itu mengalami keadaan damai sejahtera menurut versi lukisan dari pelukis kedua.

Hasil karya pelukis pertama itu melukiskan tentang damai sejahtera dari dunia ini: damai sejahtera yang timbul oleh sebab semua indah dan menyenangkan. Damai sejahtera kalau ..... dan kalau ..... dan kalau .... Damai sejahtera yang dipengaruhi oleh keadaan yang nampak dan bergantung pada kondisi sekitar kita.

Hasil karya pelukis kedua itu melukiskan tentang damai sejahtera dari Kristus: damai sejahtera yang timbul sebab Yesus Kristus ada dalam hati kita. Damai sejahtera yang tidak ditentukan oleh keadaan. Damai sejahtera walaupun ..... dan walaupun ..... dan walaupun ...... Itulah damai sejahtera yang sejati.

Dalam aktivitas kita sepanjang hari ini, mungkin ada hal-hal yang terjadi disekitar kita yang sedikit banyak mempengaruhi suasana hati dan pikiran kita. Tetapi sebagaimana gambaran di atas, biarlah kita mau berkata: "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranku dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:7). JBU ALL
*
Manna Roti Surgawi
15 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
Father's love letter

http://66.160.159.4/0a/e1/0ae1a8cba52e4ab51f96715892b5b84d/ba114807/0ae1_w_2.3gp?c=110715537&u=251132925&s=BKuHvO
*
Manna Roti Surgawi
15 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
JANGAN BIARKAN KEBAIKAN TERHENTI PADAMU.

Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobil truk tuanya di depan mobil wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobilnya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.



Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tidak baik.



Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.



Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuklah ke dalam mobil supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson."



Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.



Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.



Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.



Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.



Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."



Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.



Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekadar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.



Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan.



Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu. Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.



Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'"



Di bawah lap itu terdapat lima lembar uang kertas $100 lagi. Masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.



Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Sekarang segalanya akan beres, kita sudah punya uang untuk biaya kelahiran, Aku mengasihimu". Itulah kata-kata yang keluar dari mulut pelayan wanita itu yang juga adalah isteri Bryan Anderson. Amin..!!





"Berilah dan kamu akan diberi : suatu takaran yang baik, yg dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38).







GOD BLess Us.~ 
*
Manna Roti Surgawi
16 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
IMAN YANG DIWUJUDKAN MELALUI PERBUATAN.

Yosua 2:4, 15-16, Yakobus 2:25

Seorang Skotlandia mengoperasikan perahu kecil untuk mengangkut para penumpang. Suatu hari, seorang penumpang memperhatikan bahwa di dua dayung yang dipakai oleh orang Skotlandia tersebut terukir kata “iman” pada salah satu dayung dan kata “perbuatan” pada dayung lainnya. Kedua kata tersebut telah menggelitik hati sang penumpang untuk menanyakan maksudnya kepada si pendayung. Merasa bahwa itu adalah kesempatan yang baik untuk bersaksi, si pendayung berkata, “Baiklah, aku akan memperlihatkan kepadamu”
Ia pun mengangkat satu dayung dan mendayung hanya dengan satu dayung saja yang bertuliskan “perbuatan”. Beberapa kali mendayung, perahu itu hanya berputar-putar di sekitar tempatnya semula. Setelah itu ia menaikkan dayung tersebut dan memakai dayung lainnya yang bertuliskan “iman”. Seperti ketika ia memakai dayung pertama, perahu itu juga hanya berputar-putar di sekitar tempatnya semula.
Setelah demonstrasi yang ia lakukan, pendayung tersebut mengambil kedua dayung dan mulai mendayungkannya bersama-sama. Perahu itu pun mulai meluncur maju. “Kau lihat, ini adalah gambaran kehidupan orang Kristen”. Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia, sebaliknya perbuatan tanpa iman juga sia-sia. Tetapi ketika iman bekerja sama dengan perbuatan, itulah yang akan mendatangkan berkat dan kemajuan.
Iman Rahab terhadap Allah Israel diwujudkan melalui perbuatan nyata:
Pertama, ia menyambut baik kedatangan kedua pengintai. Life Application Study Bible menuliskan salah satu sebab mengapa kedua pengintai masuk ke rumah Rahab, karena Allah yang menuntun mereka ke sana. Allah tahu bahwa hati Rahab terbuka kepadaNya dan ia akan menjadi alat bagi kemenangan Israel atas Yerikho.
Kedua, ia mengupayakan keselamatan jiwa mereka. Iman Rahab kepada Allah mendorongnya untuk menyelamatkan “orang-orangNya”, yakni kedua pengintai tersebut dengan menyembunyikan mereka. Allah seringkali memakai orang dengan imannya yang sederhana, untuk menyelesaikan rencanaNya yang besar.
Ketiga, ia meminta jaminan keselamatan nyawanya sendiri dan keluarganya. Rahab meminta jaminan keselamatan karena ia yakin bahwa Yerikho telah diserahkan kepada bangsa Israel, bangsa yang Allahnya dahsyat dan berkuasa.
Iman dan keyakinan kepada Allah tidaklah cukup hanya sebatas perkataan saja. Alkitab mengajarkan kita untuk menyatakan iman melalui perbuatan nyata. Jika perbuatan kita tidak sesuai dengan apa yang kita yakini ataupun apa yang kita katakan, maka iman itu sebenarnya kosong atau mati.

Doa
Bapa di Sorga, berikan aku kemampuan untuk mewujudkan apa yang aku imani melalui perbuatan nyata. Biarlah hidupku di dunia ini menjadi kesempatan untuk mempraktekkan imanku kepadaMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Tuhan Yesus memberkati Anda.
*
Manna Roti Surgawi
17 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
@ JEMBATAN PERDAMAIAN @

Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka terjebak ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah kali pertama mereka bertengkar demikian hebatnya. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan. Saling meminjamkan peralatan pertanian. Dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang akrab itu kini retak.

Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.

Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan,? kata pria itu dengan ramah. ?Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan.?Oh ya !? jawab sang kakak.Saya punya sebuah pekerjaan untukmu.?Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ah sebetulnya ia adalah adikku.

Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan Airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang Memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, Tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku Sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya.

Kata tukang kayu, Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang.?Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai Kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu.

Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru Saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya.

Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang Pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.

Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki Jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar. Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu.Maafkan aku? kata sang adik pada kakaknya. Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, Saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu,pinta sang kakak.Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini,? kata tukang kayu,tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.?
*
Manna Roti Surgawi
18 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
MENGALAH UNTUK MENANG

Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. (I Korintus : 9 : 19)

Kemenangan yang sesungguhnya bukanlah bagaimana orang lain bertekuk lutut dihadapan kita, atau mereka bungkam saat kita berdebat dengan mereka, tapi bagaimana kita tetap teguh pada Keyakinan kita dan orang lain bisa diberkati dengan keyakinan kita, tanpa merasa disakiti atau dipermalukan, dan untuk itu diperlukan PENGORBANAN.

Rasul Paulus relah melakukan apa saja, bahkan sampai memperhambakan dirinya kepada semua orang demi untuk memenangkan mereka bagi Kristus, bagi orang Yahudi Ia menjadi seperti orang Yahudi, bagi orang bukan Yahudi, ia menjadi seperti orang bukan Yahudi, mungkin untuk sebagian orang pandangan ini bisa dicap sebagai orang yang tidak punya pendirian atau plin-plan, tapi justru Rasul Paulus menunjukkan betapa kuat pendiriannya, sehingga dimanapun dia berada, ia tidak terpengaruh dengan sekelilingnya, tapi justru Ia bisa mempengaruhi lingkungannya.

Tuhan Yesus mengajar kan prinsip ini kepada Murid-muridNya : “Kamu adalah garam dunia” …., garam hanya bisa berguna kalau garam bisa mempengaruhi lingkunganya dengan memberi rasa asin, dan itu bisa terjadi kalau garam itu melarut dimana garam itu berada, bisa kita bayangkan betapa hambarnya dunia ini kalau tidak ada garam, atau ada garam tapi kehilangan rasa asin, atau ada garam yang tidak bisa melarut, pada kesempatan lain Yesus mengatakan : barangsiapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka diantara kamu hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Bagaimana dengan kita ? apakah Kemenangan (Keselamatan) kita sudah menjadi berkat untuk orang-orang yang ada disekitar kita ? Tuhan Yesus Memberkati kita semua . AMIN.
*
Manna Roti Surgawi
19 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
TIDURLAH DENGAN MENGGUNAKAN LAMPU REDUP.

Ternyata berbahaya kalo tidur pake lampu...

(By Jing E.L)

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia. Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.



Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.



Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.



Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.



Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.



Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi.

Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.



semoga bermanfaat...






*
Manna Roti Surgawi
19 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
PELAYAN YANG BAIK.

Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari hujan, pasangan ini mendekati meja resepsionis untuk mendapatkan tempat bermalam.



"Dapatkan anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami.



Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota.



"Semua kamar kami telah penuh," pelayan berkata. "Tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ?



Tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini."Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. "Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja," kata sang pelayan. Akhirnya pasangan ini setuju.



Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki-laki tua itu berkata kepada sang pelayan, "Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk anda." Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. Mereka bertiga tertawa. Saat pasangan ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan sesorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu hal yang mudah.



Dua tahun berlalu. Sang pelayan hampir melupakan kejadian itu ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut. Surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai dengan tiket pulang-pergi ke New York, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi pasangan tua tersebut. Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York, dan membawa dia kesudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah di sana, sebuah istana dengan batu kemerahan, dengan menara yang menjulang ke langit.



"Itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk engkau kelola".



"Anda pasti sedang bergurau," jawab laki-laki muda.



"Saya jamin, saya tidak," kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar.



Nama laki-laki tua itu adalah William Waldorf Astor, dan struktur bangunan megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Astoria Hotel.



Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama adalah George C. Boldt. Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling bergengsi di dunia.



Pelajarannya adalah; perlakukanlah semua orang dengan kasih, kemurahan dan hormat, dan anda tidak akan gagal.



"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu,jika kamu melakukannya." (Yohanes 13:13-17)



"Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan." (Lukas 22:26)
*
Manna Roti Surgawi
20 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
@ KEKUATAN SEBUAH SURAT @

Anda tentunya mengingat seorang aktor yang bernama John Wayne. Namun mungkin Anda tidak mengetahui apa yang terjadi padanya sebelum ia meninggal. Inilah ceritanya!

Anak perempuan Robert Schuller, Cindy, mengalami kecelakaan sepeda motor dan salah satu kakinya harus diamputasi. John Wayne merupakan penggemar berat Robert Schuller. Ia mendengar Dr. Schuller berkata pada salah satu program yang dibawakannya bahwa anak perempuannya mengalami kecelakan dan kakinya harus diamputasi.

John Wayne menulis surat kepada anak perempuan Dr. Schuller demikian: Halo Cindy, saya turut bersedih atas kecelakaan yang kamu alami. Saya harap kamu baik-baik saja. Salam, John Wayne.

Surat itu dikirimkan kepada Cindy dan ia bermaksud membalasnya. Cindy menulis: Halo Pak Wayne, saya telah menerima surat Anda. Terima kasih Anda telah menulisnya untuk saya. Saya benar-benar menyukai Anda. Saya akan baik-baik saja karena Yesus pasti akan menolong saya. Pak Wayne, apakah Anda mengenal Yesus? Saya harap Anda mengenal Dia, Pak Wayne, karena saya tidak dapat membayangkan Surga akan lengkap tanpa kehadiran John Wayne di sana. Saya harap jika Anda belum mengenal Yesus, Anda akan memberikan hati Anda untuk Yesus saat ini juga. Sampai jumpa di Surga. Dan Cindy menuliskan namanya pada surat itu. Kemudian ia memasukkannya ke dalam amplop, mengelemnya dan ditulisnya menyilang di depan amplop itu "John Wayne", tepat pada saat itu masuk seorang pengunjung ke dalam kamar untuk menjenguknya.

Pengunjung itu bertanya pada Cindy," Apa yang sedang kamu lakukan?"

Jawab Cindy, "Saya baru saja menulis surat untuk John Wayne, tetapi saya tidak tahu bagaimana menyampaikan surat ini kepadanya."

Lalu pengunjung itu berkata, "Sungguh lucu, malam ini saya akan makan malam dengan John Wayne di Klub Newport di Pantai Newport. Berikan surat itu pada saya dan saya akan menyampaikannya untuk dia."

Cindy memberikan surat itu kepadanya dan dimasukkannya ke dalam kantung jaketnya.

Malam itu ada dua belas orang yang sedang duduk disekitar meja bersiap untuk makan malam. Mereka semua sedang tertawa dan bercanda ria, kemudian pengunjung itu menjangkau kantongnya dan teringat akan surat titipan tersebut. John Wayne sedang duduk diujung meja dan pengunjung itu mengeluarkan surat tersebut sembari berkata, "hei Duke, hari ini saya ke tempat anak gadis Schuller dan dia menulis sebuah surat untuk mu. Dia juga memintaku menyerahkan surat tersebut padamu. Ini silahkan."

Mereka menyerahkan surat tesebut kepada John Wayne dan kemudian bercanda ria dan tertawa kembali. John Wayne segera membukanya. Sesaat seseorang dari mereka memperhatikan John Wayne yang tiba-tiba meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka bertanya ada apa. John Wayne menjawab (dan dapatkah kau mendengar apa yang dia katakan) " Saya akan membacakan surat ini kepada kalian". John Wayne membacanya dan kemudian mulai tersengguk-sengguk. John Wayne melipat surat itu lalu memasukan dalam sakunya, dan dia mengarahkan pandangannya kepada pengunjung pengantar surat sembari berkata "Katakan pada gadis kecil tersebut, saat ini di restoran ini John Wayne memberikan hatinya kepada Yesus Kristus dan aku akan bertemu denganya di Surga"

Tiga minggu setelah itu John Wayne meninggal. Kita tidak pernah tahu bagaimana kesaksian kita terhadap sesama akan mempengaruhi kehidupan abadi mereka kelak.
*
Manna Roti Surgawi
21 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
RAIHLAH TUJUAN HIDUP ANDA

1. UCAPAN ANDA MEMBERI DAMPAK TERHADAP TUJUAN ANDA!
Amsal 18:21 menyatakan, "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya."
Perhatikan bahwa tidak ada wilayah abu-abu untuk dampak dari ucapan Anda; ucapan Anda akan membawa dampak pada kehidupan atau kematian! Suatu hari seorang guru kelas Alkitab untuk orang dewasa memberi tugas kepada para siswanya, "Datangilah seseorang yang Anda kasihi dan katakan kepadanya bahwa Anda mengasihi dia."
Pada awal jam pelajaran berikutnya, salah seorang siswa pria berkata kepada guru tersebut bahwa ia merasa marah saat mendapat tugas itu karena ia tidak sanggup melakukannya terhadap siapa pun. Kemudian siswa itu melanjutkan pembicaraan,
"Tetapi, dalam perjalanan pulang, hati nurani saya mulai berbicara.
Lima tahun yang lalu, saya dan ayah bertikai dengan serius dan
pertikaian itu belum pernah sungguh-sungguh dibereskan. Kami
saling menghindar, kecuali kalau kami mau tidak mau harus hadir
dalam pertemuan keluarga. Setibanya di rumah, saya telah
berhasil meyakinkan diri sendiri bahwa saya akan mengutarakan
kepada ayah kalau saya mengasihinya. Keputusan ini saja sudah
terasa seperti beban berat yang terangkat dari dalam dada saya.
Pukul 17:30, saya sudah berada di rumah ayah dan menekan bel.
Beruntung sekali, ayahlah yang membuka pintu. Saya tidak boleh
menyia-nyiakan waktu! Saya maju selangkah melewati pintu yang
sudah terbuka sambil berkata, "Yah, saya datang karena saya
ingin mengatakan bahwa saya mengasihi Ayah!" Suatu perubahan
tampak terjadi pada diri ayah. Di depan mata saya, wajahnya
melembut, kerut-kerut di wajahnya terkesan menghilang, dan ia
mulai menangis. Ia meraih dan merangkul saya seraya berkata,
'Aku mengasihimu juga, Nak, tetapi aku tak pernah mampu untuk
mengatakannya.'"
Dua hari sesudah percakapan itu, ayah saya mendapat serangan jantung yang parah dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Dengan ucapannya, ia telah mengubah nasib hubungannya dengan ayahnya.

Yesus berkata, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum" (Matius 12:36-37). Perhatikan kedua kata itu... dibenarkan atau dihukum. Tidak ada wilayah netral. Ucapan dan perbuatan Anda akan menentukan tujuan hidup Anda, baik hidup sekarang maupun hidup kekal.
To be continued......

*
Manna Roti Surgawi
22 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
INGATLAH AKAN ISTERI LOT

Ingatlah akan isteri Lot ! (Lukas : 17 : 32)

Ayat terpendek dalam Alkitab ini adalah ucapan Yesus sendiri sebagai PERINGATAN bagi kita yang hidup diakhir zaman ini.
Isteri Lot adalah gambaran orang-orang yang seharusnya selamat, hampir selamat, tetapi pada akhirnya binasa, mengapa ? sebab ia menoleh kebelakang !

Mengapa ini bisa terjadi ? apakah ini bisa terjadi pada orang lain juga ? pertanyaan ini mungkin ada dibenak kita, jawabannya adalah :

1. Karena Isteri Lot hatinya tidak dilepaskan dari harta kekayaannya yang tertinggal di Sodom, Ia tidak memiliki gaya hidup buruk seperti kebanyakan penduduk Kota Sodom dan Gomorah, tapi Ia begitu terikat dengan kekayaannya lebih dari KESELAMATAN yang Tuhan sedang berikan kepadanya .
Oleh sebab itu dalam Injil Matius : 6 : 21 Tuhan Yesus katakan dimana hartamu berada disitu juga hatimu berada, Tuhan memberkati seseorang dengan kekayaan bukan untuk membuat seseorang terikat dengan kakayaan itu, tapi supaya dengan apa yang Tuhan berkati, kita bisa berbuat sesuatu bagi orang-orang yang membutuhkannya, sehingga kita menjadi kaya dalam perbuatan-perbuatan baik
(I Timotius : 6 : 17-18)
Abraham jauh lebih kaya dari Lot, tapi hatinya sama sekali tidak terikat pada kekayaannya, tapi hatinya selalu merindukan sesuatu yang sifatnya rohani (Ibrani : 11 ; 8-16)

2. Karena Isteri Lot tidak memiliki visi kedepan Rasul Paulus dalam
II Korintus : 4 : 17-18 melihat Kemuliaan yang Tuhan berikan didepannya jauh melebihi dari penderitaan yang dia alami sekarang ini, sehingga dalam Filipi : 3 : 12-14, Ia mengerahkan segenap kekuatan, perhatian dan segala-galanya demi mencapai apa yang Tuhan Perlihatkan kepadanya.

Keadaan Isteri Lot ini bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memendang bulu, oleh sebab itu dengan peringatan dari Tuhan Yesus ini, harus membuat kita waspada dan jangan mau kendur dalam kerohanian kita, tetap berkobar-kobar sampai Tuhan datang kembali (Roma : 12 : 11).

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin
*
Manna Roti Surgawi
23 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
BAN SEREP

Diana adl wanita karier. Setiap hari hidupnya lekat dg setir kemudi. Ia biasa menyetir sendiri mobil sedannya ke mana2. Suatu hari ban mobilnya bocor di jalan tol.

Segera ia menelepon teman untuk minta bantuan.

"Di mobilmu pasti ada ban serep, " seru temannya,

"Tahukah kamu cara memasangnya?" Diana menjawab: "Jangankan memasangnya, di mana letak ban serep itu saja aku tdk tahu!"

Ban serep mmg jarang diperhatikan. Ia baru diingat dan dicari saat kondisi sdg darurat.



Sama halnya dg doa.......

Org sering memandang doa sbg ban serep.

Mereka tekun berdoa saat hidup sdh trs tidak karuan.

Begitu jalan hidup kembali lapang, doa pun menghilang......



Sikap ini bertentangan dg pandangan Rasul Paulus. Ia memandang doa sbg "senjata Allah".

Doa hrs terus dikenakan agar org beriman dpt bertahan dalam godaan.

Ia harus dinaikkan "setiap waktu"

Kata "waktu" di sini memakai istilah KAIROS yg berarti kesempatan.

Jadi, berdoalah pada setiap kesempatan yg muncul.



Berdoa setiap waktu bukan berarti 24 jam kita harus melipat tangan dan menutup mata, melainkan terus hidup dlm kontak batin dg Tuhan. Menyadari kehadiran-Nya.

Doa harus dijadikan setir kemudi.

Sesuatu yg utama, penting, dan mengendalikan sepak terjang kita.

Dg hidup dalam suasana doa, Tuhan bisa memimpin kita berkata dan bertindak sesuai kehendak-Nya.

Kita bisa terus sehati sepikir dengan-Nya.



Cobalah periksa kehidupan doa Anda akhir-akhir ini. Bagi Anda, apkh doa menjadi sekadar ban serep, atau menjadi setir kemudi yg mengendalikan arah hidup Anda?



BERDOA SETIAP WAKTU MENGHINDARKAN KITA DARI MASALAH YANG TIDAK PERLU.



Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua orang kudus (Efesus 6:18).

Tuhan Yesus memberkati Anda.
*
Manna Roti Surgawi
24 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
"Roti Untuk Hari Esok"

Oleh Ron Hutchcraft
Mazmur 23:1


Seorang gadis cilik dirawat dengan baik di sebuah rumah yatim piatu. Tapi kelihatannya tidak pernah ada cukup makanan, dan anak-anak itu nampaknya selalu lapar. Sebuah rumah yatim piatu di negara yang banyak sekali anak-anak kehilangan orang tuanya, dan tidak memiliki dana yang cukup untuk merawat mereka. Kami mendengar kisah dari pasangan yang baru saja mengadopsi gadis cilik tersebut, yang berumur 4 tahun. Kami mendengarkan kisah bagaimana, dalam minggu-minggu pertama anak itu tinggal dengan mereka sebagia sebuah anggota keluarga. Gadis itu, “memakan semua yang ada dalam pandangan matanya”. Makan, sampai gadis itu sakit. Sungguh kisah yang menghancurkan hati melihat mungkin gadis itu pernah tidak memiliki cukup makanan. Tapi, ayah dan ibunya yang baru memiliki sebuah ide cemerlang. Mereka membiarkan gadis cilik itu menggenggam sepotong roti sekehendak hatinya dan hal itu sangat menolong dia.

Seorang anak, yang dalam masa lalunya, merasa ketakutan ia tidak akan memiliki apa yang ia butuhkan – dan sekarang memiliki rasa aman yang baru. Apa yang ia butuhkan pada masa depannya berada dalam genggaman tangannya. Ini adalah gambaran Anda jika Anda adalah anak Allah yang beriman kepada Yesus Kristus. Apa yang Anda butuhkan untuk hari esok sudah berada dalam tangan Anda. Bapa Surgawi menjanjikan banyak hal dalam FirmanNya.

Mazmur 23:1 mungkin adalah janji Allah yang Anda butuhkan pada saat ini. “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” Allahmu adalah Gembala yang selalu berusaha memenuhi kebutuhan domba-dombanya, kapanpun dan apapun yang mereka butuhkan. Karena Ia mengetahui seluruh kebutuhanMu, saya rasa aman bagi Anda untuk berkata, “Tuhan adalah gembalaku. Aku tidak akan kekurangan atas hal-hal yang aku perlukan… secara fisik, keuangan, pernikahanku, secara emosi, atau kehidupan rohaniku.”

Dalam beberapa waktu saya pernah berpikir saya seharusnya memiliki hal yang Tuhan tidak berikan pada saya, apapun bentuknya itu. Tapi saya salah, dan Tuhan tidak pernah salah. Suatu saat lainnya, saya berpikir saya membutuhkan satu hal sekarang tetapi waktu Tuhan sangat berbeda dan jauh lebih baik. Dan pada waktu lainnya, Ia akan memenuhi kebutuhan Anda sebelum Anda merasa betapa perlunya hal tersebut bagi diri Anda sendiri. Jadi, perlindungan Tuhan selalu berdasarkan atas apa yang terbaik bagi saya dan waktu terbaik untuk saya.

Janji-janji Allah adalah roti yang berada dalam genggaman Anda, sebuah jaminan bahwa apa yang Anda butuhkan, pada intinya, sudah berada pada tangan Anda karena Ia telah memberikannya untuk Anda. Allah menjanjikan “kekuatan yang sesuai dengan umur” (Ul 33:25), “kecukupan kasih karuniaNya” (2 Kor 12:9). Allah juga berjanji Anda dapat menghampiri tahtaNya dan “menemukan anugrah di saat Anda membutuhkan” (Ibr 4:16). Allah berjanji bahwa “Allah akan memenuhi keperluan menurut kekayaan dan kemulian Yesus Kristus “ (Fil 4:19). Tak ada jaminan akan keamanan yang lebih baik dari semua ini. Dan Alkitab penuh dengan hal-hal tersebut.

Mungkin Anda pernah dikecewakan oleh seseorang di masa lalu, dan mungkin Anda seringkali berpikir tentang apa yang apa yang Anda butuhkan dan kapan. Dengan Allah sebagai Bapa Surgawi, dan Anda sebagai anakNya yang telah dibeli melalui Kristus Yesus, hal tersebut adalah kekhawatiran yang sia-sia. Dan, tentu saja, mempermalukan Allah sebagai pemilik hidup Anda. Anda hidup dengan rasa aman yang terbaik di dunia. Anda hidup dari tangan ke mulut. Dari tanganNya ke mulut Anda dan apa yang Anda butuhkan untuk hari esok sudah ada dalam genggaman Anda.
*
Manna Roti Surgawi
25 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
MELUKAI DIRI SENDIRI.

Ayub 5:2. Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.

Dipertengahan ibadah remaja, Alan bersaksi tentang betapa ruginya orang yang menyimpan rasa iri hatinya. Alan adalah anak remaja yang pendiam dan senang menyendiri, tetapi minggu itu Alan bersaksi dengan begitu beraninya tentang iri hati. Inilah penuturan Alan tentang betapa buruknya rasa iri hati. “ Dulu iri hati adalah milik saya karena saya mau ditumpanginya. Saya memilih beberapa orang dan menaruh rasa iri kepada mereka. Tahun lalu saya memilih Decky sebagai sasaran rasa iri saya. Rasa iri itu dimulai ketika Decky berhasil mengantar timnya menjadi juara, sedangkan saya tidak. Sungguh sepanjang tahun saya iri kepadanya. Setiap kali saya dengan dia duduk berdampingan, maka rasa iri itu semakin dalam sampai saya memutuskan untuk membenci Decky sepenuh hati. Setiap kali Decky berbicara kepada saya, maka saya akan meresponnya dengan anggukan saja dan Decky mengira bahwa saya memperhatikan apa yang dibicarakannya. Hati saya selalu panas kalau berbicara dengannya dan herannya Decky selalu baik kepada saya. Suatu hari Decky membantu saya keluar dari kesulitan, ia membela saya didepan Kepala Sekolah, sehingga saya bebas dari hukuman. Saya yakin selama ini Decky tidak menyadari bahwa saya sangat membencinya. Sekarang saya menyadari bahwa rasa iri hanyalah memberatkan dan melukai hati saya sendiri. Karena itu dengan doa dan kemauan yang kuat saya memutuskan untuk membuang rasa iri itu. Sekarang Decky dan saya menjadi teman baik. Ternyata ketika rasa iri itu telah tercabut dari hati, maka saya merasakan kelegaan yang luar biasa.”

Tidak ada keuntungan yang diperoleh dari rasa iri, selain dari memperbanyak musuh dan menyiksa bathin sendiri. Ketika Anda mengijinkan rasa iri menguasai Anda, maka Anda sendirilah yang akan rugi karena kemungkinan besar orang yang Anda benci karena rasa iri itu tidak merasakan apa yang Anda rasakan. Firman Tuhan mengatakan bahwa, “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.” (Amsal 14:30).

Rasa iri hati adalah sifat manusia lama dan jika sifat iri itu masih menguasai Anda, maka Anda harus meminta supaya Tuhan memperbaharui hati Anda. Anda adalah ciptaan baru dan sebagai ciptaan baru Anda seharusnya tidak mengenakan jubah lama itu.

Tuhan menentang iri hati, karena itu tidak ada tempat diKerajaan Sorga bagi mereka yang masih menyimpan rasa iri. Rasa iri pasti menimbulkan kebencian, kemudian kebencian akan membunuh kasih Tuhan yang seharusnya ada dan nyata dalam kehidupan anak-anakNya. Karena itu buanglah rasa iri dari hidup Anda dan kenakanlah kasih sebagai pengikat dalam pergaulan Anda sehari-hari kepada sesama manusia.

DOA:
Tuhan, aku mau membuang rasa iri dari hatiku yang menimbulkan kebencian dan menghilangkan damai sejahteraku itu. Aku memohon didalam nama Tuhan Yesus Kristus. A m i n.
*
Manna Roti Surgawi
26 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
BATU DAN MUTIARA

Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanannya. Setelah lama berjalan, lelahlah pedagang itu, kemudian dia beristirahat sejenak. Selama dia beristirahat, dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian dia meneruskan perjalanannya.

Selama dia berjalan lagi, tiba-tiba dia melihat ada yang berkilau-kilauan di pinggir jalan. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah sebuah mutiara yang indah. Alangkah senangnya hati pedagang tersebut, mutiara itu diambil dan disimpannya tetapi dalam kantong yang berbeda dengan kantong tempat batu tadi. Kemudian dia meneruskan perjalanannya kembali.

Adapun si batu kecil itu merasa bahwa pedagang itu begitu memperhatikan dirinya, dan dia merasa begitu bahagia. Namun pada suatu saat mengeluhlah batu kecil itu kepada dirinya sendiri.

"Tuan begitu baik padaku, setiap hari aku digosoknya walaupun aku ini hanya sebuah batu yang jelek, namun aku merasa kesepian. Aku tidak mempunyai teman seorangpun, seandainya saja Tuan memberikan kepadaku seorang teman".

Rupanya keluhan batu kecil yang malang ini didengar oleh pedagang itu. Dia merasa kasihan dan kemudian dia berkata kepada batu kecil itu.

"Wahai batu kecil, aku mendengar keluh kesahmu, baiklah aku akan memberikan kepadamu sesuai dengan yang engkau minta."

Setelah itu kemudian pedagang tersebut memindahkan mutiara indah yang ditemukannya di pinggir jalan itu ke dalam kantong tempat batu kecil itu berada.

Dapat dibayangkan betapa senangnya hati batu kecil itu mendapat teman mutiara yang indah itu. Sungguh betapa tidak disangkanya, bahwa pedagang itu akan memberikan miliknya yang terbaik kepadanya. Waktu terus berjalan dan si batu dan mutiara pun berteman dengan akrab. Setiap kali pedagang itu beristirahat, dia selalu menggosok kembali batu dan mutiara itu.

Namun pada suatu ketika, setelah selesai menggosok keduanya, tiba-tiba saja pedagang itu memisahkan batu kecil dan mutiara itu. Mutiara itu ditempatkannya kembali di dalam kantongnya semula, dan batu kecil itu tetap di dalam kantongnya sendiri. Maka sedihlah hati batu kecil itu. Tiap-tiap hari dia menangis, dan memohon kepada pedagang itu agar mengembalikan mutiara itu bersama dengan dia. Namun seolah-olah pedagang itu tidak mendengarkan dia.

Maka putus asalah batu kecil itu, dan di tengah-tengah keputusasaannya itu, berteriaklah dia kepada pedagang itu, "Oh tuanku, mengapa engkau berbuat demikian ? Mengapa engkau mengecewakan aku ?"

Rupanya keluh kesah ini didengar oleh pedagang batu tersebut. Kemudian dia berkata kepada batu kecil itu "Wahai batu kecil, kamu telah kupungut dari pinggir jalan. Engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Mengapa engkau mengeluh ? Mengapa engkau berkeluh kesah ? Mengapa hatimu berduka saat aku mengambil mutiara itu daripadamu ? Bukankah mutiara itu miliku, dan aku bebas mengambilnya setiap saat menurut kehendakku ? Engkau telah kupungut dari jalan, engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Ketahuilah bahwa bagiku, engkau sama berharganya seperti mutiara itu, engkau telah kupungut dan engkau kini telah menjadi milikku juga. Biarlah aku bebas menggunakanmu sekehendak hatiku. Aku tidak akan pernah membuangmu kembali."
Yang dimaksud dengan batu kecil itu adalah kita-kita semua, sedangkan pedagang itu adalah Tuhan sendiri. Kita semua ini buruk dan hina di hadapanNya, namun karena kasihnya itu Dia memoles kita, sehingga kita dijadikannya indah di hadapanNya. Sedangkan yang dimaksud dengan mutiara itu adalah berkat Tuhan bagi kita semua. Siapa yang tidak senang menerima berkat ? Berkat itu dapat berupa apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin berupa kegembiraan, kesehatan, orang tua, saudara dan sahabat, dan banyak lagi. Apakah kita pernah bersyukur, setiap kali kita mendapat berkat itu ? Dan apakah kita tetap bersyukur, jika seandainya Tuhan mengambil semuanya itu dari kita ? Bukankah semua itu milikNya dan Ia bebas mengambilnya kembali kapanpun Ia mau ? Bersyukurlah selalu kepadaNya, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan kita semua.

Yer 29:11-12
Bukankah Aku ini mengetahui rencana-rencanaKu kepadamu ? Yaitu rencana keselamatan dan bukannya rencana kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari esok yang penuh harapan. Maka kamu akan berseru dan datang kepadaKu untuk berdoa dan Aku akan mendengarkan kamu.
*
Manna Roti Surgawi
27 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
@ Pelayan yang baik hati @

Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari hujan, pasangan ini mendekati meja resepsionis untuk mendapatkan tempat bermalam.

"Dapatkan anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami.

Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota.

"Semua kamar kami telah penuh," pelayan berkata. "Tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ?

Tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini."
Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. "Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja," kata sang pelayan. Akhirnya pasangan ini setuju.

Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki-laki tua itu berkata kepada sang pelayan, "Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk anda." Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. Mereka bertiga tertawa. Saat pasangan ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan sesorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu hal yang mudah.

Dua tahun berlalu. Sang pelayan hampir melupakan kejadian itu ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut. Surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai dengan tiket pulang-pergi ke New York, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi pasangan tua tersebut. Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York, dan membawa dia kesudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah di sana, sebuah istana dengan batu kemerahan, dengan menara yang menjulang ke langit.

"Itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk engkau kelola".

"Anda pasti sedang bergurau," jawab laki-laki muda.

"Saya jamin, saya tidak," kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar.

Nama laki-laki tua itu adalah William Waldorf Astor, dan struktur bangunan megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Astoria Hotel.

Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama adalah George C. Boldt. Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling bergengsi di dunia.

Pelajarannya adalah; perlakukanlah semua orang dengan kasih, kemurahan dan hormat, dan anda tidak akan gagal.

"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu,jika kamu melakukannya." (Yohanes 13:13-17)

"Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan." (Lukas 22:26)
*
Manna Roti Surgawi
28 September 2010
Manna Roti Surgawi
o

Bag. 2 (terakhir)

2. Pikiran Anda memberi dampak terhadap tujuan hidup Anda!

Raihlah tujuan hidup Anda! Buatlah keputusan-keputusan yang mendekatkan Anda dengan Tuhan, dan ingatlah untuk menjaga pikiran-pikiran Anda. Setiap keputusan Anda dibangun di atas sebuah pikiran. Rasul Paulus menulis, "Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus!" (2 Kor 10:5).

Perzinahan tidak diawali di sebuah penginapan/motel/hotel/dll.; ia diawali dari pikiran (Mat 5:28 "Setiap orang yang memandang perempuan serta mengingininya {NIV: look at a woman lustfully}, sudah berzinah dengan dia di dalam hati").

Pembunuhan tidak diawali ketika senjata meletus atau pisau menghujam; itu diawali dari pikiran (1 Yoh 3:15 "Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia...")

Perceraian tidak diawali di ruang pengadilan; ia diawali ketika pikiran mulai membayangkan betapa indahnya kalau hidup tanpa pasangan Anda.

Awasilah pikiran-pikiran Anda, karena itu akan menjadi ucapan Anda.
Pilihlah kata-kata Anda, karena itu akan menjadi tindakan Anda.
Pahamilah tindakan-tindakan Anda, karena itu akan menjadi kebiasaan Anda.
Pelajarilah kebiasaan-kebiasaan Anda, karena itu akan menjadi karakter Anda.
Kembangkan karakter Anda, karena itu akan menjadi tujuan hidup Anda.

Tuhan Yesus memberkati Anda semua!
*
Manna Roti Surgawi
29 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
THE IMPORTANT THING.

Beberap tahun yg silam, seorg pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta.

Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur.

Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

"Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta?" tanya si Pemuda

"Oh... Saya mau ke Jakarta terus "connecting flight" ke Singapore nengokin anak saya yang kedua" jawab ibu itu.

"Wouw..... hebat sekali putra ibu, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.



Pemuda itu merenung.



Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.

"Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya Bu? Bagaimana dengan adik-adiknya?"

"Oh ya tentu", si Ibu melanjutkan ceritanya

"Anak saya yg ketiga seorang Dokter di Malang,

yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung,

yang kelima menjadi Arsitek di Jakarta.

yang keenam menjadi Kepala Cabang Bank di Porwokerto.

yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang."



Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.



"Terus bagaimana dengan anak pertama ibu?"



Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab.

"Anak saya yang pertama menjadi Petani di Jember nak. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar"

Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu..... kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani?”



Dengan tersenyum ibu itu menjawab,

"Ooo ...tidak tidak begitu nak... Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani"



Today's lesson :

Everybody in the world is a important person!!!

Open your eyes...

your heart...

your mind...

your point of view...

because we can't make summary before read "the book" completely.



The wise person says...

The more important thing is not WHO YOU ARE

But WHAT YOU HAVE BEEN DOING!!!





Butterflies do not know the color of their wings, but people know how beautiful they are...

As we do not know how wonderful we are...but God knows how special we are in His eyes


*
Manna Roti Surgawi
30 September 2010
Manna Roti Surgawi
o
BETAPA BERHARGANYA SAYA.

Suatu hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik.

Sambil memegang uang pecahan AS $ 100, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?”Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat.



“Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.” Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat.



Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?” Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.



“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. :gila:Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.



“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?” Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.



“Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting. Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya.

Biarpun lecek dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 dolar.”





Dalam kehidupan ini, kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita.

Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.

Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, kita tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai kita.



Jadi setiap kali merasa diri tak berarti, ingatlah akan selembar uang 100 dolar tersebut.



Jangan pernah lupa – Kita adalah SPESIAL



***

Butterflies do not know the color of their wings ; but people know how beautiful they are...

As we do not know how wonderful we are ; but God knows how special we are in His eyes




*
Manna Roti Surgawi
01 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
Galah Rangsang

Galah Rangsang. Kata ini diterjemahkan dari kata kentron. Arti harfiahnya ada dua : yaitu 1.Sengat (pada binatang), atau 2. Tongkat (galah) yang tajam yang digunakan sebagai cambuk/cemeti. Tongkat cambuk ini biasa digunakan untuk mencambuk hewan penarik beban.

Ayat dalam PB yang menggunakan kata ini adalah Kisah Rasul 26:14, I korintus 15:55-56, Wahyu 9:10. Makna penggunaan kata ini adalah menunjuk pada kekuatan dan penguasaan. Pada saat Tuhan mengatakan pada Saulus "Sukar bagimu menendang galah rangsang." (Kis 16:24) maksudnya adalah perlawanan terhadap kuasa Tuhan yang memanggilnya adalah perbuatan yang sia-sia dan menyakitkan. Bahkan perlawanan ini akan menyakitkan Paulus sendiri. Di kemudian hari, Paulus juga menggunakan kata ini ini untuk menjelaskan tentang kuasa maut yang dikalahkan Tuhan Yesus melalui kebangkitanNya ( I Kor 15:55-56). Nampaknya Paulus mendasarinya dari Hosea 13:14.

Rasul Yohanes juga memakai kata ini untuk menggambarkan hukuman Tuhan bagi orang yang tidak memakai materai Allah dimana mereka tidak bisa lepas dari kuasa penyiksaan yang diijinkanNya (Wahyu 9:10). (dari Manna Sorgawi Oktober 2003)
*
Manna Roti Surgawi
02 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
KEBEBASAN YANG BERTANGGUNG JAWAB

“Segala sesuatu diperbolehkan” , benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan “, benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. (I Korintus 10 : 23)

Tuhan memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada manusia untuk melakukan segala sesuatu, tetapi disisi lain Tuhan juga akan menuntut pertanggung jawaban atas segala sesuatu yang kita lakukan (Pengkhotbah : 11 : 9), Oleh sebab itu patokan apa yang harus kita perhatikan supaya apa yang kita lakukan tidak membuat kita dihukum pada akhirnya :

1 Apakah yang kita lakukan berguna atau tidak.
“Berguna” artinya : bermanfaat atau mendatangkan kebaikan, untuk siapa ? terutama untuk orang lain, kita adalah garam dan terang dunia, yaitu orang –orang yang relah berkorban untuk kepentingan orang lain, sebab kalau hanya berguna untuk diri sendiri, maka itu justru bisa mendatangkan kerugian untuk orang lain. (I Korintus 10 : 33)

2. Apakah yang kita lakukan membangun atau tidak.
Artinya untuk kepentingan bersama, kita sendiri dan orang lain saling menguatkan dalam hal-hal yang baik.

Kalau kita memperhatikan 2 hal diatas maka kita akan selamat dan menjadi berkat buat orang lain
I Timotius 4 : 16, I Korintus : 9 : 27.
Tuhan yesus memberkati kita semua. Amin

.
*
Manna Roti Surgawi
03 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
SELALU ADA KESEMPATAN.

Hidup manusia seperti sebuah buku.

Cover depan adalah tgl lahir.

Cover belakang adalah tgl kematian.



Tiap lembarnya, adalah tiap² hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.



Ada buku yg tebal, ada buku yg tipis.

Ada buku yg menarik dibaca, ada yg tidak sama sekali.



Sekali menulis, tidak akan pernah berhenti sampai selesai.

Yg hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.



Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, Tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.

Kita selalu diberi kesempatan yg baru utk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya, memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita yg sudah ditetapkanNya untuk kita masing².



RATAPAN 3:22-23. Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi: besar kesetiaan-Mu!



SELAMAT BERIBADAH TUHAN YESUS MEMBERKATI.
*
Manna Roti Surgawi
04 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
Ketik Reg Spasi ...

Baca: Amsal 3:21-24

Eph 5:11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.


SMS atau Layanan Pesan Singkat melalui telepon genggam hingga sekarang ini masih ngetren. Bisa dibilang hampir semua kalangan akrab dengan SMS. Semula tujuan SMS adalah untuk lebih memudahkan komunikasi, tetapi seiring dengan perkembangan bisnis, SMS pun kemudian jadi punya tujuan beragam. Mulai dari ”menjual” kegiatan artis terkenal, sampai ramalan astrologi; mulai dari cari jodoh sampai kuis berhadiah uang; mulai dari pilih idola sampai pilih ringtone. Semua bisa dilakukan dengan SMS. Cukup dengan “Ketik Reg Spasi …” Dari sisi pebisnis barangkali itu sah-sah saja. Namanya juga memanfaatkan peluang. Namun, dari sisi kita sebagai konsumen, kalau tidak pandai-pandai mengendalikan diri, bisa repot juga. Ibarat kita berada di tengah arus sungai, bisa-bisa terseret tanpa daya. Bukan sekadar mengorbankan uang, tenaga, dan waktu untuk hal-hal yang tidak ada gunanya, tetapi juga salah-salah kita bisa kecanduan dan terjurumus ke hal-hal yg salah. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk selalu memakai pertimbangan dan kebijaksanaan dalam menjalani hidup ini. Tentu termasuk dalam mempergunakan SMS. Artinya, sebelum kita melakukan segala sesuatu pikirkan matang-matang. Jangan sekadar mengikuti rasa senang atau hobi, tetapi perhatikan juga baik-buruknya; baik buat diri sendiri, maupun buat orang lain. Dan terutama, apakah itu juga sungguh-sungguh berkenan di mata Tuhan. Hanya dengan pertimbangan dan kebijaksanaan inilah kita tidak akan dicelakakan oleh rupa-rupa tawaran dunia (ayat 23). Hidup kita pun akan lebih tenang dan tenteram (ayat 24).
*
Manna Roti Surgawi
05 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
PENGHARAPAN BAGI HATI YANG GELISAH

Cepat atau lambat, kita masing-masing mungkin mengalami kepedihan dan frustrasi ketika kita menghadapi masalah. Kita merasa stres karena kondisi ekonomi yang merosot atau kesehatan yang mengalami masalah serius. Kita juga bisa merasa putus asa ketika menghadapi kemelut pernikahan atau persoalan dalam hubungan dengan sesama. Kita bisa secara tiba-tiba, dan tanpa dapat dijelaskan, mengalami sebuah tragedi yang hadir seperti kilat menyambar di tengah langit biru yang jernih. Segala sesuatu berjalan kacau, banyak orang mengecewakan kita, dan permasalahan kita menggunung.

Kita ingin memperbaiki hidup kita, namun kelihatannya kita sedang berada di dalam kondisi krisis yang terus-menerus. Bagaimana kita dapat menghadapi dengan realistis segala kegagalan dan kekecewaan itu, namun masih tetap merasa optimis? Bagaimana saya dapat belajar untuk percaya lagi pada orang-orang yang telah mengecewakan saya? Di mana saya dapat menemukan kekuatan menghadapi badai-badai kehidupan yang sedang saya alami?

Alkitab berkata, "...untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita" (Ibr 6:18-19). Pengharapan adalah sauh bagi jiwa yang akan menopang Anda di tengah-tengah badai kehidupan. Pengharapan adalah sebuah teropong yang memungkinkan kita melihat kemungkinan-kemungkinan masa depan di balik persoalan-persoalan masa kini. Pengharapan adalah sebuah obat yang ampuh untuk perasaan putus asa dan depresi. Daud berkata, "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!" (Mzm 42:6). Demikian juga yang dikatakan Rasul Paulus bahwa kita harus "Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!" (Rom 12:12).

Pengharapan yang dibangun di atas dasar firman Tuhan bukan sekedar perasaan sentimentil. Pengharapan sekokoh batu karang. Pengharapan adalah iman yang merentangkan tangannya di tengah kegelapan dengan percaya diri yang mutlak. Ketika badai kehidupan mengamuk, ketika angin dan gelombang menghantam jiwa Anda, ketika tragedi memukul dan kegelapan menyelimuti sekeliling Anda, ketika kegagalan mencengkeram leher Anda, peganglah erat-erat pengharapan yang merupakan sauh bagi jiwa Anda.

Pengharapan adalah sebuah kaktus, bukan sebuah sofa yang empuk. Pengharapan membuat Anda melompat dan melakukan sesuatu untuk memecahkan masalah. Pengharapan adalah memberdayakan iman tatkala menunjukkan keraguan akan lebih mudah dilakukan. Pengharapan memberi Anda kemampuan untuk merasa bahagia dengan apa yang Anda miliki sementara mengupayakan apa yang Anda inginkan. Pengharapan akan memotivasi Anda untuk melaksanakan segala sesuatu yang mustahil. Ingat kisah Abraham (baca: Roma 4:18).

Berharaplah di dalam Tuhan! Sebab, ada pengharapan untuk hati yang gelisah dan pengharapan untuk setiap krisis yang dikenal oleh manusia. Paulus mengatakan dalam Roma 8:24, "Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan." Pengharapan bukan SESUATU, pengharapan adalah SESEORANG! Yesus Kristus adalah PENGHARAPAN. Taruhkan pengharapan Anda kepada-Nya.
Tuhan Yesus memberkati kita semua!

Sumber: Peringatan dua menit dari Tuhan
*
Manna Roti Surgawi
06 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
HATI-HATILAH SUPAYA JANGAN JATUH

Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh !
(I Korintus : 10 : 12)

Penyebab terbesar kegagalan atau kejatuhan seseorang bukanlah karena persoalan atau percobaan yang dihadapi terlalu besar atau melebihi kemampuan seseorang untuk menghadapinya, tetapi karena ia merasa kuat dan meremehkan apa yang sedang dihadapinya, saat itu akan menjadi titik terlemah seseorang , dan hanya selangkah dari kejatuhan, sehingga Raja Salomo dalam Amsal : 16 : 18 mengatakan bahwa : Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.

Kalau demikian halnya apa yang harus kita lakukan saat menghadapi tantangan hidup ?

Dalam ayat ke 13 Rasul Paulus ingatkan kembali tentang pentingnya penyertaan Tuhan dalam apapun keadaan kita, terutama saat menghadapi pencobaan.
Kalau ada penyertaan Tuhan, maka Ia akan memberikakan jalan keluar atas segala persoalan bahkan kebuntuan-kebuntuan yang kita hadapi, sehingga kita bisa melewati setiap masa sukar dalam kemenangan bersama Yesus. (Roma : 8 : 31-37)

Tuhan Yesus memberkati kita . Amin
*
Manna Roti Surgawi
07 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
AKU INGIN MAMA KEMBALI.

Sebuah kisah teladan dari negeri China (SUATU RENUNGAN YANG INDAH)



Untuk siapapun yang mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari ortu kuncinya satu memaafkan , sehingga kedamaian ada pada hidup kita , jaman dulu sdh biasa ortu bertindak seperti itu , banyak faktor, salah satunya kemiskinan dan pendidikan yg rendah. Moga 2 tulisan dibawah ini membawa kita semua , terutama yg mengalami hal 2 buruk, setelah membaca ini ada damai dalam hidup kita, Amin.



Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.



Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luarbiasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China.

Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.



Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya. Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagaitukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.



Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.



Zhang Da menyuntik sendiri papanya.



Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.



Aku Mau Mama Kembali.



Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.



Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya… ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Allah tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan…. bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya



Tuhan Yesus memberkati Anda.
*
Manna Roti Surgawi
08 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
Obrolan Dua Butir Telur

Obrolan Dua Butir Telur

--------------------------------------------------------------------------------

BagikanDua butir telur sedang berdiskusi mau jadi apa mereka kelak. Telur pertama berkata dia ingin menjadi tiram...dia hanya diam dalam air dan makanan akan datang dengan sendirinya seiring dengan arus laut. Dia tidak perlu bersusah payah mengambil keputusan dan inisiatif juga tidak perlu bertanggung jawab terhadap siapapun.

Telur kedua tidak sependapat...dia ingin menjadi seekor elang dia bebas kemanapun dia ingin pergi dan bebas mengambil keputusan serta menentukan jalan hidupnya sendiri. Seekor elang tidak mengikuti arus lautan tapi bisa mengatur dan kadang kala melawan arus angin.

Dari cerita dua butir telur tadi...kira2 mau jadi yang mana??? Tiram yang cuma pasrah dan merasa puas dengan keadaan sekarang...atau seekor elang yang bebas menentukan hidupnya dan pergi kemana saja dia suka.

Seorang pemenang akan berkata "Memang tidak mudah...tapi BISA!!!" Tapi seorang pecundang akan berkata " Memang bisa...tapi tidak mudah"


Sumber: e-artikel
*
Manna Roti Surgawi
09 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
SETIA SAMPAI AKHIR.

Sebuah kisah nyata tentang seorang gadis muda yang bernama Agnes Gonza Bojuxhiu, putri seorang kontraktor bangunan yang kaya raya di Albania. Pada suatu hari ia membuat suatu keputusan yang sangat mengejutkan. Di usianya yang masih sangat belia, 17 tahun, ia memutuskan untuk masuk ke dalam tarekat “Sisters of Loreto”, sebuah tarekat yang kemudian mengirim dia untuk melayani di Kalkuta, India.



Gadis ini begitu risau melihat situasi sosial di Kalkuta saat itu. Kemiskinan di Kalkuta, serta kerusuhan berdarah antara Hindu dan muslim yg pecah pada tahun 1946 mendorongnya dgn kuat untuk turun ke masyarakat untuk menolong yang tidak berdaya. Gadis ini tanpa kenal lelah terus mencurahkan kasihnya untuk menolong mereka yg miskin, sakit dan teraniaya. Ia begitu rindu utk meningkatkan martabat manusia yg sdh terbuang oleh masyarakatnya & itu menjadi misi pelayanannya.



Ia melayani dengan setia melewati berbagai kesukaran sampai masa tuanya hingga Tuhan memanggilnya di tahun 1997. Dialah Ibu TERESA yg sangat kita kenal & kenang karena kasih & kesetiaannya dalam pelayanan bagi orang-orang di INDIA.



***Banyak orang yang mudah sekali tersentuh dan terharu setiap kali berbicara tentang kesetiaan. Akan tetapi tidak banyak orang yang benar-benar bisa memiliki kesetiaan hingga akhir hidupnya. Jalan panjang yang penuh liku seringkali membuat kita sulit untuk setia. Rasanya tidak terlalu sulit bagi kita untuk setia jika segalanya berjalan dengan baik.



Ketika hubungannya dengan keluarga baik, para rekan kerja juga ramah dan baik pada kita, bos di kantor mempercayai kita dan tubuh kita sehat, kita bisa setia. Tapi bagaimana jika badai kehidupan datang, saat karier kita mengalami kegagalan, istri atau suami meninggalkan kita, anak-anak mulai tidak mau patuh, semua teman menjauh, penyakit yang parah menggerogoti tubuh kita, dan penderitaan itu berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, seakan tidak ada habisnya. Adakah kita mulai tidak setia dan mencari pertolongan dari yang lain, di luar Tuhan?



Ataukah kita berada di ekstrim lain dimana kesetiaan itu harus kita kerjakan, pekerjaaan kita menuntut tanggung jawab yang lebih besar hingga kita tidak sempat melayani lagi”



Dan seandainya kita diberikan suatu tugas pelayanan yang sama sekali jauh dari popularitas, tidak terlihat orang lain, sebuah pelayanan yang tampaknya kecil dan tidak berarti. Masihkah kita bersedia untuk melakukannya dengan setia dan bertanggung jawab sama seperti pada saat kita melayan di muka umum?



Allah mengukur kesetiaan kita bukan dari satu peristiwa saja, tapi dari seluruh peristiwa yang kita alami sepanjang hidup kita, karena kesetiaan yg dikehendaki oleh Allah adalah kesetiaan yg kontiniu, yg bisa kita buktikan terus-menerus dalam hidup kita hingga akhir. DIA menginginkan kita setia baik dalam suka maupun duka, baik saat kehidupan kita terasa lancar maupun sukar. Dan DIA ingin kita setia baik pada saat kesetiaan itu bisa dilihat orang lain maupun sama sekali tidak nampak oleh seorang pun selain Allah sendiri. Dalam segala keadaan dan setiap waktu, Allah ingin kita setia.



Tidak semua sisi kehidupan pelayanan yang kita lakukan bisa dilihat orang lain dan tidak semua pelayanan yang kita hadapi berupa hal yang menyenangkan. Kita bisa saja menipu mata manusia dgn menampakkan diri kita setia dalam melayani di muka umum sedangkan di lain pihak kita sama sekali tidak setia dalam pelayanan yang ‘dibalik layar’. Tapi kita tidak bisa menipu Tuhan. DIA tahu benar apa yang kita lakukan. Allah tahu siapa yg sungguh-sungguh setia kepadaNya dan siapa yang tidak.



Alangkah indahnya jika selalu setia dalam segala keadaan sehingga pada saat kita menghadap-NYA DIA memanggil dan menyebut kita “engkau hamba-KU yang setia “. Amin.~



"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." (2 Timotius 4:7).
*
Manna Roti Surgawi
10 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
J A N J I.

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, ”berapa lama lagi kamu baca koran itu? tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.” Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu tampak ketakutan, air matanyabanjir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”.

Aku mengambil mangkok dan berkata, “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak ,nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.” Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata, “boleh ayah. Akan saya makan curd rice ini tidakhanya beberapa sendok, tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta…” agak ragu2 sejenak… “…akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”



Aku menjawab,“Oh pasti sayang”.

Sindu tanya sekali lagi,“betul nih ayah?”

“Yah pasti..” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, “janji” kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata: “Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.” Sindu menjawab, “jangan khawatir ,Sindu tidak minta barang2 mahal kok.”

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yangmemaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya,dia mendekatiku dengan mata penuh harap. Dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/dibotakinpada hari Minggu. Istriku spontan berkata, “permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidakmungkin!” Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita. Aku coba membujuk: “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak.”



Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, “tidak ada ‘yah, tak ada keinginan lain,” kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu, “tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaankami.” Sindu dengan menangis berkata, “ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya kenapa ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala )untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknyasendiri.”

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, “janji kita harus ditepati.” Secara serentak istri dan ibuku berkata, “apakah aku sudah gila?” “Tidak,” jawabku, “kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri.”

“Sindu permintaanmu akan kami penuhi.”

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak, “Sindu tolong tunggu saya.” Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak. Aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang.



Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, “anak anda ,Sindu, benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anaksaya, dia menderita kanker leukemia.” Wanita itu berhenti sejenak, nangis tersedu-sedu, “bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek/dihina oleh teman2 sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”

Aku berdiri terpaku dan aku menangis. Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang kasih.



Tuhan Yesus memberkati Anda.
*
Manna Roti Surgawi
11 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
@ Kisah Di Balik Lukisan Perjamuan Terakhir @

Kisah Di Balik Lukisan Perjamuan Terakhir Lukisan 'Perjamuan Terakhir' dilukis oleh Leonardo Da Vinci, seorang artis Italia yang terkenal. Lukisan ini dibuat selama 7 tahun, dan menggambarkan 12 rasul serta Yesus sendiri yang sedang mengadakan perjamuan terakhir. Mereka ini dilukis berdasarkan model orang-orang yang hidup. Pertama-tama, Da Vinci memilih untuk melukis Kristus. Ratusan anak muda diamati untuk mencari pola wajah dan kepribadian yang cocok, tidak terlalu tercemar oleh dosa.

Akhirnya setelah berminggu-minggu, ada seorang anak muda berusia 19 tahun yang terpilih menjadi model diri Yesus Kristus dalam lukisan tersebut. Selama enam bulan, Da Vinci melukis karakter ini dengan serius. Selama enam tahun , Da vinci melanjutkan pekerjaannya. Satu demi satu, dia mencari tokoh-tokoh yang tepat untuk dilukis sebagai perlambang kesebelas rasul.

Akhirnya tinggal tokoh Yudas Iskariot sebagai tahap akhir dari mahakaryanya. Yudas Iskariot ? Dia adalah murid yang mengkhianati Yesus dengan imbalan 30 keping perak atau setara nilainya dengan US$16,95. Selama berminggu-minggu, Da Vinci mencari orang berwajah keras, bertampang penipu dan suka mengkhianati teman sendiri.

Akhirnya dia menemukan sesosok pria di penjara bawah tanah di Roma. Orang tersebut dijatuhi hukuman mati sebagai seorang penjahat dan pembunuh. Ketika Da Vinci melihatnya dalam kegelapan bawah tanah, dia melihat pria yang tak terurus, berewokan dan rambutnya yang tidak disisir, menutupi raut mukanya. Seraut wajah yang melukiskan sifat yang sangat kejam dan bejat. Inilah sosok yang dapat mewakili karakter Yudas dalam lukisan, pikir Da Vinci. Atas seijin raja, tahanan ini dibawa ke Milan untuk dilukis.

Selama enam bulan tahanan ini duduk di hadapan Da Vinci. Saat menyelesaikan sapuannya yang terakhir, Da Vinci berkata kepada pengawal, "Saya sudah selesai. Bawalah tahanan ini keluar." Saat itu, si tahanan mendadak melepaskan diri dari pengawasan si pengawal dan berlari menuju ke Da Vinci seraya menangis, "Oh, Da Vinci, pandanglah saya ! Apakah anda tidak tahu siapa diri saya sebenarnya ?" Dengan mata tertatih, Da Vinci mengamati wajah si tahanan. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, "Tidak, saya tidak pernah melihat anda sebelumnya hingga anda diijinkan ke luar dari penjara bawah tanah Roma."

Sambil menengadahkan wajah ke atas, tahanan itu menangis dan berdoa, "Ya Tuhan, apakah saya sudah terjatuh begitu dalamnya ?" Lalu dia memandang kembali si pelukis dan sambil menangis dia berkata, "Da Vinci, saya adalah anak muda yang pernah anda lukis 7 tahun yang lalu sebagai perlambang Yesus !"

Inilah kisah nyata di balik lukisan 'Perjamuan Terakhir', yang mengajar kita tentang besarnya pengaruh pemikiran yang benar dan yang salah bagi seseorang. Anak muda yang tadinya begitu murni dan tidak terlalu tercemar oleh dosa-dosa dunia, tujuh tahun kemudian jatuh ke dalam dosa dan kejahatan. Dia pun berubah, dari perlambang Yesus, menjadi perlambang karakter seorang Yudas Iskariot.
*
Manna Roti Surgawi
12 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
TAMAK DAN IRI HATI MENIMBULKAN PERSELISIHAN

"Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi." (Yakobus 4:2)

Dalam sebuah kisah diceritakan, seorang saleh membawa dua orang, si kikir yang tamak dan si cemburu yang iri hati dalam perjalanannya. Orang saleh itu menjanjikan pada dua orang tersebut bahwa mereka diberi hak dan kesempatan untuk meminta apa pun padanya dan akan dikabulkan permintaannya itu. Persyaratannya begini: Orang yang pertama bila meminta mendapat satu bagian; orang yang kemudian mendapat bagian dua kali lipat dari yang diminta oleh orang pertama.

Si cemburu mulai berpikir kalau aku yang meminta duluan, tentu akan mengenakkan kawanku karena dia akan mendapatkan dua kali lipat dari yang kuminta. Si tamak juga berpikir, kalau aku yang meminta duluan tentu akan mengenakkan kawanku sebab dia akan mendapat lebih banyak dari padaku.

Mereka saling berpandangan, siapa yang akan meminta lebih dulu. Keadaan semakin tegang, akhirnya si tamak mencekik kawannya dan mengancam, kalau tidak meminta duluan akan dibunuhnya.

Akhirnya si cemburu setuju untuk meminta lebih dulu. Si cemburu berkata kepada orang saleh itu, "Tuan, cungkillah mataku yang satu ini sebagai hadiah bagiku." Si saleh melakukan apa yang diminta oleh si cemburu. Setelah itu orang saleh itu mencungkil kedua mata si tamak.

Memang ketamakan dan iri hati sering menimbulkan pertengkaran, sebab itu harus dibuang jauh-jauh dari ingatan orang Kristen.

Sumber: Jendela Kebenaran
*
Manna Roti Surgawi
13 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o

Karena yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. (I Korintus 3 : 7)

Seringkali kita merasa, kitalah yang paling utama, lebih dari orang lain, terutama dalam pekerjaan kelompok yang mengalami keberhasilan, kita meniadakan peran orang lain sehingga terjadi perpecahan.
Dalam ayat ini Rasul Paulus ingin membuka mata kita, bahwa yang paling utama dari semua yang utama adalah peran dari Tuhan dalam apapun yang kita kerjakan.

Kita harus melakukan apa yang menjadi tugas kita masing-masing, yang menanam harus melakukan tugasnya untuk menanam, yang menyiram harus melakukan tugasnya untuk menyiram, bahkan yang menuai harus melakukan tugasnya untuk menuai, tapi diatas segala-galanya adalah Tuhan yang menumbuhkan, karena kalau Tuhan tidak menumbuhkan maka sia-sia orang yang menanam, atau menyiram, dan orang yang menuai tidak pernah akan menuai.

Kalau kita menyadari bahwa Tuhanlah yang terutama maka :

1. Kita tidak pernah mengakui bahwa keberhasilan yang dicapai adalah hasil kerja kita sendiri, tapi hanya anugrah Tuhan semata.

2. Kita akan menghargai peran orang lain sebagai sesuatu yang saling melengkapi, penuai tidak bisa menuai kalau tidak ada yang menanam dan orang yang menyiram akan melakukan pekerjaan sia-sia kalau tidak asa yang menanam, atau orang yang menanam dan menyiram akan bekerja sia-sia kalau tidak ada yang menuai, semuanya akan busuk. Tapi diatas segala-galanya adalah kita akan menghargai apa yang dilakukan Tuhan untuk kita yaitu : MENUMBUHKAN !!!

Tuhan Yesus memberkati kita. Amin
*
Manna Roti Surgawi
14 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
BERHALA

Hosea 14: 9 Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

Hosea 14: 9, Who is wise, and he shall understand these things? prudent, and he shall know them? for the ways of the LORD are right, and the just shall walk in them: but the transgressors shall fall therein. (Siapakah yang bijaksana dan memahami semuanya ini? Yang memahami dan mengetahuinya? Sebab, jalan-jalan Tuhan adalah lurus dan orang benar akan berjalan didalamnya. Namun para pemberontak akan tersandung padanya.)

CATATAN: Baris yang diatas adalah terjemahan LAI, sedangkan baris yang dibawah adalah kutipan dari King James Version yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk lebih mudah dimengerti

Renungan
Ayat diatas merupakan ayat penutup dari Kitab Hosea. Jika anda ada waktu bacalah selengkapnya Kitab Hosea yang terdiri dari 14 pasal. Isinya merupakan kecaman Tuhan atas bangsa Israel yang memberontak dan pada akhirnya menyembah dewa-dewa lain (bukan mengatakan "my God - only God" terhadap Allah Abraham, Ishak dan Yakub tetapi "my gods" terhadap dewa-dewa dan berhala). Hati-hati dengan diri kita sebab kita juga bisa seperti umat Israel "my gods" terhadap harta kita, kedudukan dan status kita, kepintaran kita dan segala "kita" lainnya.

Tuhan marah karena DIA yang memberkati umat Israel menjadi kaya dan memiliki, namun bukan dipakai untuk memuliakan diri-Nya malah memuliakan ilah-ilah lain. Dan kata atau kalimat penutup itu mengajukan pertanyaan siapakah yang bijaksana yang dapat mengerti jalan-jalan Tuhan dan berjalan di dalamnya. Mereka yang tidak bijaksana - tidak mengerti jalan-jalan Tuhan - tidak akan berjalan didalamnya bahkan sebaliknya akan tersandung jatuh; berarti tidak akan sampai di tujuan untuk bersama dengan Tuhan selama-lamanya.


(Sumber: DR.Eliezer H.Hardjo, Ph.D.)
*
Manna Roti Surgawi
15 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
@ MAKAN SIANG BERSAMA TUHAN @

Ada seorang anak yang rindu bertemu dengan Tuhannya. Ia menyadari bahwa perjalanan panjang diperlukan ke rumah Tuhan, karena itu dikemaslah tasnya dengan kue Twinkies dan satu pack root beer berisi 6 kaleng lalu memulaikan perjalanannya.

Ketika telah melampaui beberapa blok dari rumahnya, ia bertemu dengan seorang tua. Ia sedang duduk di taman dekat air memperhatikan burung burung.

Sang anak duduk dekat dengannya lalu membuka tas. Ketika ia mengambil root beer (bir tidak beralkohol) untuk melepaskan dahaganya ia perhatikan bahwa orang tua itu kelihatan lapar sedang memandang padanya. Dengan segera ia menawarkan kue Twinkie kepada orang tua itu.

Dengan gembira ia menerima dan memberikan senjum padanya. Senyum itu luarbiasa menarik sehingga anak ini senang untuk menikmatinya lagi. Itu sebabnya anak ini menawarkan lagi kepada orang tua itu sekaleng root beer.

Sekali lagi, ia tersenyum kepadanya. Anak ini sangat gembira! Sepanjang petang mereka duduk disana, makan dan tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata.

Ketika malam turun, anak ini merasa lelah, ia berdiri untuk meninggalkan tempat itu, namun sebelum ia melangkahkan kakinya, ia berbalik dan lari ke orang tua itu dan memberikan sebuah pelukan.

Orang tua itu memberikan senyumnya yang lebar. Ketika anak ini membuka pintu rumahnya beberapa waktu kemudian, ibunya terkejut melihat kegembiraan memancar di wajah anaknya. Ia bertanya: Apa yang terjadi hari ini sehingga membuat kamu begitu senang?

Sang anak menjawab: "Saya berkesempatan makan siang bersama Tuhan".

Dan sebelum ibu memberikan responsnya, anak ini menambahkan: " Ibu, Ibu tahu senyumnya, itulah senyum paling indah yang pernah saya lihat".

Sementara itu, si orang tua, juga penuh dengan kegembiraan, pulang kerumahnya. Anaknya terpesona melihat kedamaian memancar diwajahnya dan bertanya: "Ayah, apa yang terjadi hari ini membuat kamu sangat bergembira?

Ia menjawab: "Saya makan Kue Twinkies di taman bersama Tuhan".

Dan sebelum anaknya merespon, ia menambahkan: "Kamu tahu, Dia lebih muda dari yang saya duga."

Terlalu sering kita menganggap remeh kuasa dalam senyum, jamahan, kata-kata yang baik, telinga yang mendengar, pemberian yang tulus atau perhatian perhatian kecil. Semua itu berpotensi membuat kehidupan seseorang menjadi istimewa atau bahkan merubah kehidupan seseorang.

Julie A. Manhan
*
Manna Roti Surgawi
16 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
RUANG KOSONG

Setiap orang memiliki ruang kosong dalam hidupnya, yaitu sebuah ruang yang selalu membuat mereka merasa sedih, tidak berguna dan jauh dari apa yang diharapkan.

Sebagian orang terperangkap pada ruang kosong ini dan sebagian lagi mengacuhkan ruang kosong ini.

Ruang kosong ini memang penuh kehampaan dan selalu berhubungan dengan rasa hampa dalam hidup.

Ruang ini akan muncul terutama saat orang kehilangan harapan, kepercayaan dan lemah dalam iman.

Semua pasti pernah mengalami ruang ini.

Sepi, sendiri, menakutkan dan penuh tanda tanya.

Ruang kosong menjadi masa yang tidak mengenakkan.

Namun ia ada dan harus dihadapi.

Maka menemukan satu hal yang paling penting untuk mengisi ruang kosong ini adalah penting.

Sebuah pekerjaan yang sangat intim dengan diri, pekerjaan yang membangkitkan hidup dan pekerjaan yang membawa diri pada pemenuhan.

Semua orang bisa menemukan pekerjaan ini, namun sebagian orang ada yang belum bisa.

Pekerjaan itu ialah DOA.

Berdoalah ketika hidup mengalami ruang kosong ini dan biarkan hati damai disana karena tinggal bersama keheningan Allah.

Berdoalah dan isi ruang itu dengan berbicara secara jujur, dari hati dan sungguh kepada Allah.

Yakinlah bahwa Allah mampu mengisi ruang kosong itu sehingga hidup menemukan makna dan ada arti disana.

Doa membawa kita semakin dekat dg Allah...

Tuhan Yesus Memberkati Anda
*
Manna Roti Surgawi
18 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama diruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan.

Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan."

Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.
Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.

Author Unknown

Teman, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak. Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.
*
Manna Roti Surgawi
19 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
BERCERMIN PADA ALLAH YANG SEMPURNA

"........ Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Matius 5:48)

Raja Abdullah dari Yordania mempunyai dua cermin istimewa yang dipasang dalam kamar-kamar yang dipakainya untuk para tamunya. Cermin yang satu dapat membuat tamunya kelihatan kurus dan cermin yang lainnya dapat membuat tamunya kelihatan gemuk.

Cermin-cermin tersebut mungkin dapat membuat tamunya merasa terhibur karena badannya yang kurus itu kelihatan gemuk atau sebaliknya menjadi sangat sedih karena badannya yang kurus itu kelihatan sangat ceking. Demikian juga dengan tamu yang badannya gemuk, mereka akan sangat terhibur karena badannya akan kelihatan langsing atau sebaliknya menjadi sangat kecewa bahkan mungkin marah karena melihat betapa gemuknya mereka.

Masalahnya adalah terletak pada kaca cermin tersebut. Sebab cermin itu tidak memberikan penilaian yang sebenarnya.

Demikian juga dengan kita, kalau hidup kita bercermin pada penilaian orang lain terhadap kita, maka akan membuat kita kadang merasa senang atau sebaliknya kecewa dan bahkan sangat marah. Sebab, penilaian orang sangat relatif, bisa berbeda dan mungkin bertentangan antara satu dengan lainnya. Mereka memberikan gambaran tentang kita yang relatif atau mungkin yang tidak sebenarnya.

Hanya bercermin pada Allah, Tuhan kita, Yesus Kristus, yang sempurna, melalui firman-Nya, tidak akan pernah membuat kita kecewa; karena Dia melihat keadaan kita yang sebenar-benarnya.

Tuhan Yesus memberkati kita semua!
*
Manna Roti Surgawi
20 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
KERANG REBUS ATAU KERANG MUTIARA?

Waktu kerang mencari makan, ia akan membuka cangkang penutup badannya. Buka, tutup, buka, tutup.



Suatu hari disaat cangkang seekor kerang muda terbuka, sebutir pasir masuk ke dalam cangkang kerang itu.



Sang kerang muda menangis sambil memanggil-manggil ibunya. "Bu sakit bu..ada pasir masuk ke dalam tubuhku".



Sang ibu menjawab: "Sabar ya nak, jangan pedulikan sakit itu, bila perlu berikanlah kebaikan pada sang pasir yg menyakitimu itu".



Kerang muda pun menuruti nasihat ibunya. Ia menangis, tapi air matanya ia gunakan untuk membungkus pasir yg masuk ke dalam tubuhnya. Hal itu terus menerus dia lakukan.



Dengan baluran air mata itu, rasa sakitnya pun berangsur berkurang bahkan hilang sama sekali.



Beberapa saat kemudian, kerang2 itu dipanen. Kerang yg ada pasirnya dipisahkan dari kerang yg tdk ada pasirnya.



Kerang tak berpasir dijual secara obral di pinggir jalan menjadi "kerang rebus".



Sedangkan kerang yang berpasir dijual ratusan bahkan ribuan kali lipat lebih mahal. Mengapa begitu?

Karena butiran pasir berbalut air mata yang ada di dalam kerang itu telah berubah menjadi inti mutiara.



Sama dg kita, bila dalam hidup ini kita tak pernah ditempa oleh kesulitan maka kita tidak akan punya nilai tinggi dan akan bernasib seperti kerang rebus yang dijual secara obral di pinggir jalan.



Sebaliknya kalau kita mampu menghadapi tiap kesulitan bahkan mampu memberi manfaat pada org lain ketika kita mendapat kesulitan, kita akan menjadi kerang mutiara yg sangat dibutuhkan orang dan yg kita hasilkan juga dipakai oleh orang2 terhormat.



Hidup adalah pilihan. Anda boleh memilih menjadi kerang rebus atau mutiara....atau hanya sebutir pasir yg bikin air mata mengalir?

Life is a choice, be the best on your side...Jadilah yg terbaik dlm hidup kita..

Roma 5:3-5 Karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan didalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.



Tuhan Yesus memberkati.
Komentari · SukaTidak Suka · Bagikan
*
Manna Roti Surgawi
21 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
ALLAH DAPAT MEMPERBAIKI CARA PANDANG ANDA.

Nabi Elisa dan pelayannya: keduanya saat itu sedang berada di Dotan ketika seorang raja yang sedang marah mengirim pasukannya untuk membunuh mereka.
2 Raja-raja 6:15-17.
Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi keluar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada disekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?”
Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.”
Lalu berdoalah Elisa: “Ya Tuhan: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.”
Maka Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

Dengan kuasa Allah, bujang itu dapat melihat para malaikat.
Siapa yang berani mengatakan kepada Anda hal ini tidak mungkin terjadi kepada Anda?
Allah tidak pernah berjanji untuk melepaskan kita dari pergumulan kita. Namun, DIA berjanji untuk membantu kita mengubah cara kita memandang pergumulan itu.

Rasul Paulus menulis sebuah paragraph untuk mendata isi dari suatu kantong sampah: kekacauan, masalah, penderitaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, dan ancaman kematian. Mereka adalah sumber sampah yang ingin kita hindari. Tetapi, Paulus menguraikan kebaikan-kebaikan didalamnya. “Tetapi didalam semuanya ini kita lebih daripada orang-orang yang menang didalam Tuhan” (Roma 8:35-37NCV).
Kita mungkin memilih kata depan lain. Kita dapat memilih “dilepaskan dari semuanya ini”, atau “dijauhkan dari semuanya ini”, atau bahkan “tanpa semuanya ini”.
Tetapi, Paulus berkata, “didalam” semuanya ini.
Solusi yang terbaik bukanlah menghidari permasalahan, melainkan mengubah cara pandang kita terhadap permasalahan. Allah dapat mengubah cara pandang Anda.
Dia bertanya: “Siapakah yang membuat orang melihat?” dan jawabnya, “Itu Aku Tuhan” (Keluaran 4:11NCV).
Allah mengijinkan Beleam melihat malaikat, Elisa melihat tentara sorga, Yakub melihat tangga sorga, dan saulus melihat Sang Penebus.
Banyak orang telah membuat permintaan seperti seorang yang buta, “Guru, aku ingin dapat melihat” (Markus 10:51 NCV). Dan,ada banyak orang yang telah berjalan dengan tujuan yang benar. Siapa yang berani berkata bahwa Allah tidak akan melakukannya untuk Anda?

Tuhan Yesus memberkati Anda.
(Max Lucado dalam buku Just Like Jesus)
*
Manna Roti Surgawi
22 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
TUHAN YANG MENYEDIAKAN

Tak pernah kekurangan aku...

Selalu Ia menyediakan keperluanku tepat pada waktunya...

Karena aku tau dan kuyakin Ia memberikan masa depan yang penuh harapan

Bagiku dan bagimu....

Praise The Lord...





Linda Knight , dalam sebuah tulisannya telah menceritakan pengalaman hidupnya seperti ini : Suatu kali Linda pernah diminta oleh seorang tetangganya untuk menjaga anak- anaknya sementara ia bekerja. dan orang itu akan memberinya bayaran yang cukup besar. umtuk beberapa saat Linda mempertimbangkan tawaran itu . Linda pun memiliki anak-anak yang sudah bisa diajak maen bersama sembari ia melakukan pekerjaan itu .





Linda pun langsung menerima tawaran kerja tersebut . Tanpa di duga , dua minggu kemudian , suaminya diberhentikan dari pekerjaannya . Sekalipun mengecewakan , tetapi Linda knight mengerti bahwa Tuhan sudah terlebih dahulu mempersiapkan kebutuhannya bahkan sebelum kebutuhan itu muncul .







Membaca kitab Ester , kita akan semakin mengerti bahwa Tuhan selalu bekerja dengan rencana . Tuhan tahu bagaimana mempersiapkan jalan bagi umatnya jauh lebih dari apa yang bisa dipikirkan manusia . Dalam kitab Ester kita dapat mengerti bahwa bagaimana Allah mempersiapkan cara untuk membebaskan umat-NYA.







Kepatuhan Ester mengikuti panggilannya , menjadikan bangsa Yahudi diselamatkan . Guys , Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang sangat Tahu dengan apa yang kita butuhkan hari ini , bahkan untuk hari depan kita .Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok . Masalah-masalah apa yang tiba-tiba bisa terjadi di depan kita.





Namun Tuhan selalu mengingatkan kita supaya kita jangan kuatir terhadap apapun juga termasuk apa yang terjadi di depan kita. mengapa ? Karena Tuhan berjanji akan memelihara dan mencukupi kebutuhan kita . Tuhan kita telah mempersiapkan kebutuhan kita sebelum kebutuhan itu muncul . Dia bekerja dengan cara yang ajaib dalam hidup kita hari ini .





Mungkin kita tidak akan pernah bisa memahami apa yang dilakukan Tuhan dalam hidup kita saat ini , Namun percayalah bahwa Tuhan sudah menyiapkan memenuhi kebutuhan kita di masa depan . Ini adalah sebuah pengharapan bagi kita ! Allah tidak akan meninggalkan kita dan selalu tersedia jalan keluar bagi orang yang menantikannya . Jadi , tidak ada alasan untuk kita kuatir tentang apapun juga selama kita berjalan bersama-NYA .







Sebab Aku ini mengetahui Rancangan-rancangan apa yang ada pada-KU mengenai kamu , demikianlah Firman Tuhan , Yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan , untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan . < Yeremia 29:11 >





Trust and Believe Him

By: Jing Evi Lee
*
Manna Roti Surgawi
23 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
APA YANG KAU KEHENDAKI SUPAYA AKU PERBUAT BAGIMU ?

Tanya Yesus kepadanya : “Apa yang kau kehendaki supaya aku perbuat bagimu ? “ Jawab orang buta itu : “Rabuni, supaya aku dapat melihat !” (Markus : 10 : 51)

Pertanyaan yang Tuhan Yesus katakan kepada Bartimeus sipengemis buta ini adalah juga pertanyaan yang sama yang Tuhan Yesus katakan kepada dua orang bersaudara muridNya yaitu Yakobus dan Yohanes (Markus 10 : 36)

Mungkin kita berpikir pertanyaan Yesus ini bagaikan seseorang memberikan selembar blangko cek yang sudah ditandatangani oleh pemilik cek tersebut yang dapat kita isi jumlahnya berapapun yang kita mau, tetapi sebenarnya dengan pertanyaan Tuhan ini, Ia ingin melihat sejauh mana kedewasaan rohani kita.

Dari jawaban yang diberikan akan memperlihatkan apakah seseorang mengerti dengan apa yang dia minta atau tidak dan ini menentukan seseorang akan mendapatkan apa yang dia minta atau tidak.

Kepada Yakobus dan Yohanes, Tuhan yesus tidak mengabulkan permintaannya, tetapi permintaan dari Bartimeus dikabulkan oleh Tuhan, mengapa ? sebab Bartimeus meminta sesuatu yang benar-benar dia butuhkan yaitu supaya bisa melihat.
Bartimeus membutuhkan uang, makanan, pakaian, dll, tapi diatas segala-galanya ia membutuhkan mata yang bisa melihat, sebab dengan mata yang bisa melihat, maka ia tidak usah lagi meminta-minta dan bergantung pada belas kasihan orang lain, bahkan lebih dari itu ia bisa mengikut Yesus.

Pernahkah kita berdoa supaya mata rohani kita bisa melihat ? sehingga bisa melihat begitu banyak kebaikanNya yang sudah kita terima ? tanda orang yang mata rohaninya bisa melihat adalah Doanya tidak semata-mata doa meminta-minta, tapi juga ada Ucapan Syukur dalam segala perkara kepada Allah dan Doa Penyembahan yaitu Doa yang memuliakan Allah.

Raja Salomo mendapatkan kesempatan untuk meminta sesuatu kepada Tuhan, dan karena Salomo meminta sesuatu yang baik di mata Tuhan, sesuatu yang sangat dibutuhkan yaitu hati yang berhikmat, maka apa-apa yang tidak diminta sekalipun ditambahkan kepada Salomo baik kekayaan maupun kemuliaan. (I Raja-raja : 3 : 1-15)

Apa yang sangat kita butuhkan ? Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius : 6 : 33)

Tuhan Yesus memberkati kita sekalian. Amin.
*
Manna Roti Surgawi
25 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
Cawan

Kata Cawan dalam Alkitab Indonesia diterjemahkan dari bahasa Ibrani gabiya dan kos , sedang dalam bahasa Yunaninya adalah poterion . Penggunaan kata cawan biasanya diartikan secara literal maupun figuratif . Dalam arti literal cawan berarti sebuah tempat untuk zat cair, walaupun penggunaannya bisa juga untuk benda lain, seperti biji-bijian ataupun serbuk. Kadangkala difungsikan juga sebagai mangkuk, piala, cangkir, bejana atau vas kecil. Bahan cawan bermacam-macam seperti emas, perak,tembaga,perunggu,kristal, batu alam dan sebagainya demikina pula bentuk dan coraknya beraneka ragam , ada cawan yang memiliki gagang/tangkai dan ada pula yang tanpa gagang. Ada yang polos tapi ada pula yang berukir,seperti garis-garis atau ornamen lain.

Secara figuratif, kata cawan mengandung beberapa makna. Cawan bisa berarti persahabatan atau penerimaan tamu. Tuan rumah akan menawarkan cawan berisi anggur kepada para tamu sebagai tanda penerimaan ataupun persahabatan. Dalam pemahaman persahabatan ini, Rsaul Paulus menegaskan kepada jemaat Korintus bahwa mereka tidak bisa menjalin persahabatan dengan roh jahat sekaligus menerima Yesus dalam hidup mereka (1 korintus 10:21). Cawan juga digunakan sebagai simbol kemakmuran atau berkat Allah (mazmur 16:5) cawan juga menggambarkan kutuk dan murka Allah (Yesaya 51:17).Ketika Yesus di berdoa dio Taman Getsemani menjelang penangkapan sebelum penyaliban, Dia bergumul untuk minum cawan murka dan kutuk Allah (Matius 26:36-46). Murka dan kutuk yang seharusnya untuk manusia, tetapi Tuhan Yesus yang tidak berdosalah yang menanggung hukuman dosa manusia.

(dari Manna Sorgawi April 2004)
*
Manna Roti Surgawi
26 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
KEMBALI KE RUMAH

Dr. Lin Yu Tang adalah seorang sarjana. Ayahnya seorang pendeta di China. Ketika menanjak dewasa, ketidak-puasan terhadap pendidikan Kristen dari orang tuanya menggumpal di hatinya. Ia murtad meninggalkan kekristenan.

Tahun 1938, ia menulis buku yang masyur: "Pentingnya Hidup". Dalam salah satu pasalnya, ia membeberkan tentang "Mengapa Saya Jadi Ateis?"

Penyangkalannya terhadap Tuhan juga tidak melegakan jiwanya. Lalu ia menelusuri berbagai aliran filsafat Timur dan Barat. Agama-agama lain pun sempat dicobanya. Ia mencari sentausa bagi jiwanya, tapi tak juga memperolehnya.

Akhirnya, setelah melewati beberapa pergumulan yang melelahkan selama beberapa puluh tahun, ia menemukan sejahtera itu di dalam KRISTUS!!!

Di tahun 1958, ia menulis suatu kesaksian yang berjudul: "Perjalanan Saya Kembali ke Kristus". Kesaksian itu ditutup dengan kalimat, "Upaya pencarian saya selesai sudah. Saya telah kembali ke rumah."

Sumber: Jendela Kebenaran
*
Manna Roti Surgawi
27 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
KATAKAN SAJA SEPATAH KATA

Matius : 8 : 8 , …..katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Untuk mengalami mujizat tidak diperlukan teori yang rumit-rumit, atau perdebatan yang tidak putus-putusnya, tapi hanya membutuhkan sepatah kata saja yaitu “TAAT”, Taat kepada siapa atau apa ? Taat kepada setiap Firman yang keluar dari mulut Allah (Matius : 4 : 4) itulah IMAN.

Ketaatan yang bagaimana yang dikehendaki Tuhan ?

1. Ketaatan Mutlak, seperti ketaatan seorang prajurit terhadap atasannya .

….jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu : Pergi ! maka ia pergi, dan kepada seorang lagi : Datang ! maka ia datang, ataupun kepada hambaku : Kerjakanlah ini !, maka ia mengerjakannya (Matius : 8 : 9)

Ketaatan ini adalah ketaatan untuk melakukkan apa saja yang diFirmankan kepada kita, walaupun itu tidak sesuai dengan logika, keinginan, harapan kita, tanpa perbantahan, tanpa keraguan tapi dengan keyakinan penuh bahwa Tuhan sanggup melaksanakan apa yang Ia janjikan dalam FirmanNya.

Contoh : sepuluh orang kusta yang diperintahkan Tuhan Yesus untuk memperlihatkan dirinya kepada Imam-imam, walaupun mereka menghadapi ancaman dilempar batu saat masuk kota, tapi karena itu adalah perkataan Tuhan, maka saat mereka melangkah dengan langkah iman, disaat itu mujizat terjadi (Lukas : 17 : 11-19)

2. Ketaatan Penuh, yaitu ketaatan untuk melakukan “SELURUH” apa yang Tuhan Firmankan kepada kita. Sebab yang Tuhan kehendaki bukan ketaatan 90 %, ataupun bahkan ketaatan 99,99..%, tapi ketaatan 100 %.

Contoh : Panglima Naaman ditahirkan dari kustanya tidak saat dia berbantah-bantah tentang cara penyembuhannya atau tentang dimana dia harus membenamkan diri dalam sungai, tapi saat ia taat untuk mandi di Sungai Yordan, bukan saat kali yang ke 3 atau ke 5, bahkan bukan pada kali yang ke 6, tapi baru pada kali ke 7, sebab memang Tuhan lewat Elisa memerintahkan dia untuk mandi 7 kali dalam Sungai Yordan, disaat itu Naaman alami mujizat (II Raja-raja : 5 : 1-27).

Kalau kita ingin mengalami campur tangan Tuhan dalam masalah kita, maka satu perkataan yang Tuhan ingin lihat ada pada kita yaitu ; TAAT ! disaat kita taat, disaat itu juga mujizat terjadi dalam kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin
*
Manna Roti Surgawi
28 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
JAWABAN ATAS KELEMAHAN

Roma 12:4-5.
Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak adalah satu tubuh didalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

Nama-nama seperti Martin Luther King Jr, Mao Tze Dong, Adolf Hitler dan Sukarno dikenal sebagai orang-orang yang piawai dalam berbicara dan berorasi didepan umum. Mereka mempunyai kelebihan khusus, sehingga kata-kata mereka bisa mempengaruhi para pendengar mereka.

Musa mengakui ketidak mampuannya didalm berbicara, dan mungkin factor ini juga yang menyebabkan ia merasa tidak sanggup membawa umat Israel keluar dari Mesir. “AH TUHAN, AKU TIDAK PANDAI BICARA, DAHULUPUN TIDAK DAN SEJAK ENGKAU BERFIRMANKEPADA HAMBAMU PUN TIDAK , SEBAB AKU BERAT MULUT DAN BERAT LIDAH.” (Kel 4:10).
Tidak pandai bicara, berat mulut dan berat lidah merupakan cara Musa menggambarkan ketidak fasikannya didalam berbicara, tidak lancar didalam mengeluarkan kata-kata apalagi beradu argument. Ditambah lagi Musa sudah 40 tahun dalam keterasingan sebagai gembala kambing domba. Kondisi ini tentu saja membuatnya semakin tidak terbiasa bicara didepan umum. Itu sebabnya Tuhan mengutus Harun si public speaker yang akan menjadi juru bicara bagi Musa. Sebenarnya dari segi kecerdasan, wawasan maupun pengetahuan, Harun berada pada level yang jauh dibawah Musa. Tetapi ia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh Musa, yaitu ia pandai berbicara. Dalam kisah-kisah selajutnya, kita melihat bagaimana Harun memegang peranan yang cukup penting didalam mendampingi Musa. Sejarah keluarnya umat Israel dari Mesir tak lepas dari sumbangsih seorang yang bernama Harun.

Ada dua pelajaran yang dapat kita petik dalam hal ini:

Pertama: Sinergi yang baik mendatangkan hasil yang jauh lebih besar. Sekalipun kita memiliki banyak kemampuan, tetapi ada bagian-bagian yang tidak sepenuhnya kita kuasai. Ada orang lain yeng lebih ahli dalam bidang tersebut. Temukanlah seseorang yang bisa bekerja sama, tempatkan orang yang tepat untuk pekerjaan tertentu atau yang lebih dikenal dengan istilah “the right man in the right place”.
Ketika semua orang ditempatkan sesuai dengan fungsinya, maka pekerjaan maupun pelayanan yang kita lakukan akan berjalan dengan baik. Bukankah tiap-tiap orang memiliki karunianya masing-masing?

Kedua: Ditunjuknya Harun menjadi juru bicara Musa, lebih dari sekedar cara Tuhan mengatasi kelemahan Musa saat itu. Peristiwa ini akan menjadi pelajaran berharga bagi generasi orang-orang percaya selanjutnya bahwa Tuhan tidak akan menyerah pada kelemahan-kelemahan kita. Rencana Tuhan akan tetap terlaksana sekalipun manusia mengemukakan berbagai dalih untuk menolaknya. Kelemahan kita bukan alasan, karena Tuhan selalu punya cara untuk memberikan jalan keluar. Harun adalah jawaban Tuhan atas kelemahan Musa, Tuhan mampu menutupi apa yang kurang pada hamba-hambaNya. Tuhan yang sama juga mengirimkan “Harun” bagi Anda.

Doa: Tuhan terima ksih karena Engkau peduli terhadap kelemahan-kelemahan hamba-hambaMu. Biarlah kami saling mengisi didalam melayaniMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Kata-kata bijak: Jangan pernah membatasi Tuhan karena kelemahan Anda, karena Dia mampu melakukan apa saja dengan caraNya.

Tuhan Yesus memberkati anda.
(Mansor)
*
Manna Roti Surgawi
29 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
# AJARAN NIKOLAUS #

Wahyu 2:6. "Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci."
Wahyu 2:15. "Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus."
Wahyu 2:16. "Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini."

Apakah ajaran Nikolaus itu? Mari kita bahas bersama.
NIKOLAUS Berdasarkan Study Bible New American Standard Bible dijelaskan bahwa Nikolaus adalah salah seorang jemaat Tuhan pada gereja mula-mula. Alkitab menjelaskan di Kisah 6:5 bahwa Nikolaus adalah seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia, dan ia menjadi jemaat Kristus. Artinya Nikolaus adalah seorang pemeluk agama Yahudi yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan.

AJARAN NIKOLAUS Sebagai salah satu jemaat yang ditugaskan untuk melayani, Nikolaus mengajarkan juga Firman Tuhan. Tetapi terbukti bahwa ajaran Nikolaus sangat dibenci oleh Tuhan Yesus.
Wahyu 2:6. "Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci."
Nikolaus ternyata adalah seorang penyesat! Ajaran Nikolaus adalah ajaran yang mentolerir budaya/tradisi/kebiasaan paganisme. Nikolaus mengajarkan tidak apa-apa beribadah kepada Yesus tetapi juga melakukan tradisi/praktek/budaya paganisme.

Perlu diketahui bahwa salah satu budaya paganisme saat itu adalah seperti "makan persembahan berhala", "perzinahan","penyembahan kepada patung", dan hal-hal lainnya.

Ajaran-ajaran Nikolaus ini, tanpa disadari oleh anak-anak Tuhan telah meracuni anak-anak Tuhan pada saat itu, bahkan praktek-praktek tersebut masih sering terlihat hingga saat sekarang ini. Contoh : Masih ada para pengikut Kristus yang pergi ke dukun, terlibat dalam perzinahan, percaya feng shui, percaya ramalan, terlibat dalam okultisme, terlibat dalam penyembahan kepada patung, penyembahan kepada manusia dan lain-lain.

Kompromi-kompromi dengan budaya paganisme di dalam diri anak-anak Tuhan ini dimulai melalui Nikolaus. Anak-anak Tuhan menjadi penuh toleransi, bahkan yang lain tidak mau mendisiplinkan mereka yang berkompromi ini.

Jemaat Efesus menolak mentah-mentah para pengikut Nikolaus ini. Hal ini ditulis di Wahyu 2:6. Tetapi pada jemaat Pergamus, jemaat ada yang bertoleransi dan menjadi pengikut-pengikut Nikolaus ini, Wahyu 2:15.
*
Manna Roti Surgawi
30 Oktober 2010
Manna Roti Surgawi
o
KETAATAN YANG TUHAN INGINKAN.

Hugh McNatt adalah pria yang berjemaat disalah satu gereja dinegara bagian Georgia, Amerika Serikat. Ia tertarik untuk melakukan khotbah gembala sidangnya yang mengupas masalah persepuluhan. Gembala itu mengajarkan bahwa apabila seseorang memberi persembahan persepuluhan , maka Tuhan akan mengembalikannya dengan berlipat ganda.

Hugh berpikir, “Alangkah indahnya ajaran ini. Kalau aku memberi persembahan persepuluhanku maka Tuhan akan melipat gandakannya kembali kepadaku. Baiklah aku akan memberikan persepuluhanku sebesar 800 dolar.” Hugh pun memberikan persepuluhannya dan menanti-nantikan kapan Tuhan akan melipatgandakan uangnya itu. Ia menghitung. “Kalau dua kali lipat saja uangnya menjadi 1.600 dolar; 3 kali berarti 2.400 dolar,….. kalau 10 x … Waw!” Minggu demi minggu berlalu, Hugh menanti-nantikan berkat yang berlipat-lipat itu, tetapi tak kunjung tiba juga. Pria yang ahli dibidang elektro itu mulai kecewa kepada gembalanya karena tidak melihat realita dari ajarannya. Rasa kesal yang bertumpuk membuat Hugh mengambil jalur hukum, ia menuntut pendetanya kemeja hijau dengan tuduhan memberiakan pengajaran sesat. Ketika masalah ini didengar oleh seorang pengusaha Kristen, ia menjadi malu karena masalah ini dibawa kepengadilan. Pengusaha itupun membayar uang sebesar 8.000 dolar kepada Hugh sebagai ganti rugi dari persembahan yang pernah diberikan kepada gereja.

Orang yang membawa persembahan persepuluhan dengan motivasi ingin melipat gandakan uangnya telah berjalan diatas dasar yang salah. Persembahan persepuluhan adalah bentuk ketaatan orang percaya kepada perintah Tuhan, bukan upaya menyimpan atau membungakan uangnya kepada Tuhan. Ketika kita taat memberikan persepuluhan, kita sedang membuktikan kesetiaan dan penghormatan kita kepadaNya, sumber dari segala yang kita miliki. Dan sebagai “reward” atau bonus dari ketaatan itu, maka Tuhan akan memberkati orang yang taat tersebut. Memberi persepuluhan bukan masalah besar kecilnya jumlah yang kita bawa kepada Tuhan yang akan membuat Dia memberkati kita, tetapi soal ketaatan kita kepada perintahNya. Ketaatan kitalah yang membuat kemurahan hatiNya menjadi sangat nyata di dalam hidup kita. Tuhan tidak kekurangan uang sehingga Dia memerintahkan kita untuk membawa persembahan persepuluhan kerumahNya. Dia hanya ingin kita taat dan setia kepadaNya. Tuhan senang memberkati orang yang taat.

Prinsip persepuluhan sangat relevan sampai hari ini, namun banyak yang membuat berbagai macam alasan untuk tidak mengembalikan persembahan yang sudah Tuhan tetapkan tersebut. Mereka mengeluhkan tentang krisis ekonomi, PHK, beban pajak penghasilan, kebutuhan yang semakin meningkat, dan keadaan lainnya yang bisa dipikirkan sebagai alasan untuk tidak taat kepada perintah Tuhan yang satu ini. Bagaimana dengan Anda?

DOA: Tuhan, ampuni sikap-sikapku yang selama ini salah, yang menunjukkan ketidak hormatankukepadaMU. Saat ini hatiku berketepatan untuk taat kepada firmanMu ya Tuhan Yesus. A m i n.

Kata-kata bijak: Orang yang menghormati Tuhan akan mentaati perintah-perintahNya, termasuk memberikan persepuluhan.

Tuhan Yesus memberkati Anda.
(mansor)
*
Manna Roti Surgawi
01 November 2010
Manna Roti Surgawi
o
# TIDAK TAWAR HATI #

“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” Amsal 24:10

Ketika kita sudah percaya kepada Yesus dan mengakuiNya sebagai Tuhan dan juruselamat hidupnya, ini bukan berarti bahwa kita tidak akan menghadapi masalah. Bukan berarti juga bahwa kita bebas dari masalah dan kita akan langsung diberkati secara berkelimpahan baik dalam keluarga, pekerjaan, bisnis, usaha, pendidikan, di lingkungan dan lainnya.

Justru pada saat kita memutuskan mengikut Yesus, iblis akan berusaha untuk menarik kita kembali agar jatuh ke dalam dosa, karena dia tidak suka dengan keputusan yang kita ambil.
*courtesy of PelitaHidup.com
Berbagai masalah juga tetap akan datang menerpa kehidupan kita tanpa habis-habisnya selama kita masih bernafas.

Seringkali juga kita menyerah atas persoalan yang sedang menimpa kita. Kita berharap bahwa Tuhan segera menolong dan memberi jalan keluar atas masalah yang kita hadapi. Pada kenyataannya jawaban Tuhan tidak datang juga, sehingga kita menjadi tawar hati. Kita tidak tahu bahwa Tuhan sedang menguji dan memproses hidup kita agar kita dapat benar-benar percaya dan berserah kepada Tuhan dengan segenap hati kita.

Rasa tawar hati sering diikuti dengan perasaan kecewa dengan kondisi hidup kita dan bahkan ada juga yang kecewa kepada Tuhan, hingga tidak pergi lagi ke gereja.

Kondisi ini akan membuat kita semakin lemah dan tidak mempunyai kekuatan untuk dapat melangkah maju menghadapi masalah yang ada.

“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.” 2 Korintus 4:16-17
*courtesy of PelitaHidup.com
Rasul Paulus dalam penderitaannya yang begitu banyak dia alami, juga tetap menjaga hatinya agar tidak tawar hati. Walaupun secara lahiriah dia semakin lemah, tetapi manusia rohaninya semakin kuat di dalam Tuhan. Dia tahu bahwa apa yang telah Tuhan sediakan bagi dia jauh lebih besar dari apa yang dia alami. Inilah kekuatan yang memampukan Rasul Paulus untuk tetap setia mengiring Tuhan sampai akhir hidupnya.

Tawar hati justru akan membuat kita semakin lemah dan membuat hidup kita tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menjalani masalah yang ada. Kita membutuhkan pengharapan kepada Yesus untuk tetap dapat kuat menghadapi masalah yang ada.
*courtesy of PelitaHidup.com
Jangan biarkan rasa tawar hati itu datang atau bahkan berlarut-larut melingkupi hidup kita. Cari wajah Yesus, maka Dia akan memberikan pengharapan dan kekuatan baru bagi kita untuk menjalani langkah hidup kita.

Doa:

Tuhan, berikanlah kami kekuatan agar sanggup menjalani hari-hari kami yang penuh dengan berbagai masalah. Biarlah terang FirmanMu yang menuntun jalan kami agar kami dapat tetap bersemangat di dalam kasih Tuhan, sehingga kami dapat menjadi pemenang dalam masalah yang kami hadapi.


Sumber: Pelita Hidup
*
Manna Roti Surgawi
02 November 2010
Manna Roti Surgawi
o
ADA SESUATU YANG DAPAT DIKERJAKAN

"......Apakah yang di tanganmu itu? Jawab Musa, "Tongkat."' (Kel 4:2)

Bishop Hughes menceritakan, di sebuah gereja di Boston, pernah ada seorang Majelis Gereja yang sekalipun telah lama menerima jabatan tersebut selalu mengatakan, "Aku tidak dapat membawa renungan dalam kebaktian di wilayah pelayananku. Aku tidak dapat mengerjakan banyak hal yang lain dalam pelayanan Kristen, aku hanya dapat menyediakan dua piring ekstra di meja makanku setiap makan malam pada hari Minggu dan aku mengundang dua orang muda miskin dan kelaparan untuk makan malam bersamaku."

Majelis Gereja itu melakukan pelayanan yang baik itu selama 30 tahun lebih. Dia dikenal baik oleh kelompok anak-anak muda di gerejanya. Dan banyak orang telah menjadi percaya kepada Yesus Kristus, Tuhan, karena buah pelayanannya.

Waktu penguburannya, kereta khusus disewa untuk mengantarkan jenazahnya ke makam. Orang-orang Kristen buah pelayanannya menyediakan kendaraan khusus untuk mengangkut rombongan ke makam tempat penguburan itu.

Orang ini tidak dapat berkhotbah dengan kata-katanya tetapi telah mengkhotbahkan Injil dengan menyambut dua orang muda untuk makan malam bersama dia setiap minggu malam.

Pada waktu Tuhan memanggil Musa untuk melayani, Musa berdalih untuk menghindari panggilan Tuhan itu. Alasan tidak mampu menjalankan misi Allah itu menjadi alasan utama bagi dalih Musa. Namun demikian, Tuhan tidak minta apa yang tidak ada padanya. Apa yang ada pada Musa hanya tongkat, tetapi dipakai Tuhan secara luar biasa.

Sesungguhnya, tidak ada alasan bagi anak-anak Tuhan untuk tidak dapat melayani Dia, sebab Tuhan minta sesuai dengan apa yang ada pada diri kita. Itulah yang dituntut Tuhan untuk diserahkan ke dalam tangan-Nya.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.
*
Manna Roti Surgawi
03 November 2010
Manna Roti Surgawi
o
KERJAKAN KESELAMATANMU

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti aku masih hadir, tetapi lebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, ….(Filipi 2 : 12).

“KESELAMATAN” adalah suatu Anugerah yang kita terima dari Tuhan, sebab manusia tidak bisa mendapatkan Keselamatan dengan usahanya sendiri, kebaikannya sendiri, kepandaiannya sendiri, dll, sebab seandainya manusia bisa menyelamatkan dirinya sendiri, maka Allah Bapa tidak perlu mengutus AnakNya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia, sehingga kalau kita selamat, maka keselamatan itu hanya kita terima dari Tuhan.

Namun setelah kita menerima keselamatan itu, apa yang kita harus lakukan dengan anugerah Tuhan itu ?
Rasul Paulus dalam Filipi 2 : 12 mengatakan : …kerjakan keselamatanmu itu…., sebab Keselamatan yang kita terima itu bagaikan “talenta” yang harus dilipat-gandakan, supaya nanti saat Dia datang kembali kita dapat mempertanggung jawabkan atas apa yang sudah kita terima dari Tuhan (Matius 25 : 14-30)

Untuk siapa Keselamatan itu harus dikerjakan ?

1. Untuk diri sendiri, II Petrus : 1 : 5-8, Iman bertambah-tambah sampai mencapai kesempurnaannya yaitu Kasih akan semua orang. sebelum membangun orang lain, diri kita harus lebih dulu dibangun, supaya jangan orang lain diselamatkan tapi diri sendiri ditolak (I Korintus 9 : 27)

2. Untuk Orang lain, Tuhan memberikan sesuatu dalam tangan kita supaya kita memiliki belas kasihan untuk orang-orang yang belum diselamatkan, jangan egois.

Filipi : 1 : 21-24, …jika Aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja dan memberi buah……, Hidup kita belum berarti kalau kita belum berguna untuk orang lain.


Sehingga kalau kita mengerjakan apa yang sudah kita terima dari Tuhan yaitu KESELAMATAN, maka diri kita selamat dan orang lain juga diselamatkan, Nama Tuhan dipermuliakan dalam hidup kita. (ITimotius 4 : 16).

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
*
Manna Roti Surgawi
04 November 2010
Manna Roti Surgawi
o
MEMBANGUN RUMAH DISURGA.

Sebuah kisah tentang seorang ibu yang selama hidupnya berenang dalam gaya hidup yang mewah. Ia memiliki sebuah rumah yang besar, para pembantu yang banyak, mobil yang tidak hanya nampak indah tetapi juga mahal. Ia sungguh menikmati hidupnya.



Kendatipun ia begitu kaya, pada akhirnya ia meninggal juga. Ketika tiba di gerbang surga, ia dihantar oleh seorang malaekat menuju rumah penginapannya yang abadi di surga. Mereka melewati istana megah, indah dan mewah. Wanita tersebut berpikir bahwa rumah tersebutlah yang akan menjadi tempat di mana ia akan menikmati kebahagiaan abadi di surga. Namun di luar dugaannya, sang malaekat membawanya melewati istana tersebut. Sang wanita mulai berkhayal bahwa sebuah rumah lain yang lebih indah dan mewah dari istana ini sedang menanti dirinya.



Anehnya, mereka kini telah meninggalkan jalan utama yang besar dan memasuki sebuah lorong yang kecil dan pengap. Rumah-rumah di sekitar tempat ini nampak kecil dan amat sederhana. Namun perjalanan mereka masih belum berhenti di tempat ini. Sang malaekat masih membawanya meninggalkan jalan kecil ini memasuki gang sempit dan penuh lumpur. Akhirnya mereka tiba di ujung gang tersebut, di sebuah gubuk reyot yang amat kotor. Bau pengap kini menusuk hidung.



"Inilah tempat kediamanmu yang abadi di surga ini. Engkau akan menetap di sini sampai selama-lamanya." Kata sang malaekat itu.



"Tidak mungkin... Tidak mungkin saya bisa hidup di tempat seperti ini." Demikian protes sang perempuan tersebut. "Apakah anda tidak keliru membawa saya ke tempat ini?"



Dengan tenang dan penuh ramah sang malaekat berkata, "Kami hanya bisa membangun tempat penginapan di surga sesuai dengan berapa besar dana yang dikirimkan selama seseorang masih hidup di dunia. Dana yang anda kirimkan selama anda masih hidup di dunia hanya bisa dipakai untuk membangun gubuk sederhana ini. Terimalah, inilah satu-satunya harta kekayaanmu di surga."-------------Hidup kita yang singkat di dunia ini akan menentukan kehidupan kita kelak yang abadi nan kekal. Mari kita mengumpulkan harta di surga selagi masih berada di dunia ini.



"Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Luk 12:33-34)



Tuhan Yesus memberkati Anda.

(Inspirari kehidupan).
*
Manna Roti Surgawi
05 November 2010
Manna Roti Surgawi
o
# WAKTU #

Dalam membicarakan waktu Tuhan, kita bertemu dengan tiga istilah dalam Alkitab (bah. Aslinya)


1. Waktu Kronos

Yang dimaksud Kronos adalah waktu yang biasa, yang selalu ada. kronos menunjukan jangka waktu tertentu, entah itu waktu yang singkat (sekejap mata, Luk 4:5) Atau waktu yang lama (Luk 8:27; 20:9). Dengan demikian kita mengerti bahwa kata Yunani kronos dipakai berhubungan dengan jam, bulan, dan tahun. Waktu kronos adalah siklus waktu yang biasa.


2. Waktu Aion:

Kata Aion dipakai untuk menunjukan entah waktu yang lama sekali, atau waktu yang tanpa batas. Oleh sebab itu waktu aion dipakai tentang waktu ini yang mulai dengan penciptaan dan berakhir denga kedatangan Kristus yang kedua kali; atau juga tentang waktu kekekalan, yaitu waktu tanpa batas. (Matius 12:32 dunia ini dan dunia yang akan datang. Yang diterjemahkan dengan kata dunia adalah aion (lih. Ef 1:21)


3. Waktu Kairos :

Kata kairos berbicara tentang periode tertentu. Kalau waktu itu sudah lewat, tidak akan kembali lagi (Roma 5:6) Oleh sebab itu waktu kairos berbicara tentang kesempatan dan momentum yang ada di waktu waktu tertentu.


Galatia 6: 10 : Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman - artinya, kalau kesempatan tidak digunakan, maka waktu (kairos) akan hilang.

Kalau kita tidak cermat kita akan kehilangan kesempatan. Sebab itu kita harus memperhatikan waktu pintu terbuka dan waktu pintu tertutup. Alkitab berkata, Apabila Ia (Yesus ) membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. (wahyu 3:7)

Ada waktunya Tuhan membuka pintu masuk bagi kita dalam sebuah kesempatan. Bila mana kita tidak masuk, pintu akan tertutup. Pintu itu bisa sebuah kesempatan kesempatan baik yang kita miliki. Yang mungkin cuma sekali saja. Jadi perhatikan KAIROS yang Tuhan berikan. Jadilah peka, bijaksana, berani mengambil keputusan namun tidak terburu-buru. Atau anda akan menyesalinya!
*
Manna Roti Surgawi
06 November 2010
Manna Roti Surgawi
o
# EMAS DAN KEKASIH #

Bacaan bagi yang, SEDANG MENCARI PASANGAN, TELAH MEMPEROLEH PASANGAN dan TELAH MENIKAH.



Alkisah seorang raja yg kaya raya & sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas & kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas & kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas & kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas & mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat & mana yg emasnya hanya 1 karat.


Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH & MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.


Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja & merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH & MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.


Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN & SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.


Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah seorang rakyatnya, "Apa yg kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?"


Jawab orang itu: "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu."


Lalu tanya prajurit itu lagi: "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?"


Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis."


Lalu prajurit itu berkeliling & ia menjumpai seorang yg tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, "Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?"


Jawab orang kaya itu, "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. "


Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, "Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?'


Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi, "Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?"


Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? "


Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: "Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas & mana yg kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu.


"Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu." Tanya prajurit itu lagi.


"Tuan, emas & kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg tahu mana yg emas & mana yg kuningan, mana yg 1 karat & mana yg 24 karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting." Jawabnya lugu.


Prajurit ini semakin penasaran, "Mengapa bisa begitu?"


"Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan."


Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, "Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yg sudah saya ambil. Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain & menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?" Tanya prajurit lagi.


"Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja & merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni."


Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar & berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata, "Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja."


Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yg dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk menanyakannya. "


Demikianlah raja yg baik hati & bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.


(Dikutip dari: "When We Have to Choice" / Kumpulan Sharing & Cerpen)Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup:


BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN (setengah hari untuk memilih)-MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.


BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN (setengah hari untuk merenungkan)-Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang KITA DIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YG LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN & KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin hubungan) dan MENYELARASKAN HATI Anda bersamanya. Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. "CINTA SELALU BERJUANG" Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN) Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda. Yg terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN & CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIK hal ini.


BAGI YANG TELAH MENIKAH (setengah hari untuk memutuskan)Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan orang kaya di atas. Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesaldengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi & bercerai lagi?? Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda. Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA..

Tuhan Yesus memberkati Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar