Selasa, 06 September 2011

KUMPULAN RENUNGAN

*
o
# CERMIN YANG PECAH #

Syalom....



Robert Schuller dalam buku KISAH KASIH ALLAH bercerita tentang sebuah karya mozaik di istina kerajaan Teheran. Karya mozaik itu adalah salah satu karya terindah di dunia. Namun, siapa menduga kalau mozaik tersebut terbuat dari sebuah cermin pecah.



Mulanya, seorang arsitek memesan cermin dari Paris untuk dipasang di tembok istana. Ketika pesanan datang, alangkah kecewanya mereka karena cermin itu sudah pecah di perjalanan. Sang kontraktor bermaksud membuang pecahan cermin itu, tetapi si arsitek justru menggunakan pecahan-pecahan cermin itu untuk membuat mozaik indah yang terdiri dari serpihan kaca yang berwarna perak, berkilau, dan memendarkan cahayanya.



Kisah Rahab juga serupa mozaik indah. Ia adalah perempuan kafir dan seorang pelacur. Namun, karena imannya kepada TUHAN dan tindakannya yang berani menyelamatkan para pengintai, Rahab diselamatkan. Ketika itu seluruh Yerikho dicekam rasa takut terhadap Israel, tetapi Rahab tidak membiarkan ketakutan maupun masa lalunya yang kelam menghambatnya. Ia berpaling kepada TUHAN. TUHAN pun menghargai iman Rahab. Ia dan seisi keluarganya tidak hanya terhindar dari pemusnahan; (Yosua 6:25); ia menjadi leluhur dari Raja Daud dan bahkan masuk ke dalam silsilah YESUS KRISTUS dalam Matius 1.



Pesan Moral:



Setiap kita pernah membuat kesalahan pada masa lalu. Bahkan mungkin, kita punya masa lalu yang begitu kelam. Mungkin kita merasa hidup kita sudah hancur. Namun, kisah Rahab mengingatkan kita; TUHAN sanggup mengubah hidup yang hancur sekalipun, menjadi baru. Saudara-saudariku....seperti apa pun hidup kita, jika dibawa ke hadapan ALLAH, maka IA akan ubah hidup kita menjadi karya seni yang indah dan berharga.



Biarpun seluruh dunia berkata bahwa engkau tidak berharga, tapi engkau tetap berharga di mata-NYA.



"Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik." (Ibrani 6:31).



DI TANGAN YESUS, KERIKIL BISA MENJADI MUTIARA YANG INDAH DAN BERHARGA MAHAL....AMIN^^





~~TUHAN YESUS MENGASIHI DAN MEMBERKATI KITA SEMUA, AMIN~~

By: Lilis Setiani.
*
Manna Roti Surgawi
05 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
# DOA BAPA KAMI #

Syalom, new version of "Doa Bapa Kami"

JANGAN katakan BAPA..
Jika kamu tidak berlaku sebagai 'anak' setiap hari..

JANGAN katakan KAMI..
Jika hidupmu penuh dengan 'ke-egois-an'...

JANGAN katakan YANG ADA DI SURGA..
Jika yang kamu pikirkan adalah 'perkara duniawi' saja...

JANGAN katakan DIMULIAKAN NAMAMU...
Jika kamu tidak 'menghormati & memuliakan' Allah sebagaimana mestinya...

JANGAN katakan DATANGLAH KERAJAANMU..
Jika yang kau obsesikan hanyalah 'keberhasilan duniawi saja'...

JANGAN katakan JADIKANLAH KEHENDAKMU..
Jika yang kamu lakukan hanyalah 'yang kamu inginkan'...

JANGAN katakan BERILAH KAMI MAKANAN...
Jika kamu tidak 'peduli' terhadap orang yang sedang kesusahan...

JANGAN katakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI..
Jika kamu masih menyimpan 'dendam' dengan orang lain...

JANGAN katakan JANGAN MASUKAN KAMI KE DALAM PENCOBAAN...
Jika kamu tidak berniat 'berhenti berbuat dosa & bertobat'...

JANGAN katakan BEBASKAN KAMI DARI YANG JAHAT..
Jika kamu sungguh2 tidak tegas 'menolak kejahatan'

JANGAN katakan AMIN..
Jika kamu 'tidak sungguh2 dengan doa BAPA KAMI' ini...

Terima kasih Tuhan untuk doa yang luar biasa ini...
Jadilah dewasa & berbuah
*
Manna Roti Surgawi
06 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
= ALLAH TURUT BEKERJA =

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Roma 8:28 mengatakan bahwa Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia. Ayat ini sungguh menguatkan bagi orang Kristen sebab Allah menyertai setiap pergumulan hidup kita untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Bagaimana Allah bekerja dalam hidup kita? Ada 3 cara:

Intervension (Intervensi)
Allah dapat bekerja dalam hidup kita melalui intervensi ilahi. Banyak orang menerima mukjizat kesembuhan melalui intervensi Tuhan. Contoh yang baik yaitu ketika bangsa Israel keluar dari Mesir dan dikejar oleh tentara Mesir, Tuhan mengintervensi dengan membelah laut merah sehingga bangsa Israel dapat menyeberang dengan selamat.

Cooperation (Kooperasi)
Tuhan bekerja sama dengan kita. Dia mau memakai kita untuk menjadi partner kerjaNya. Misalnya Tuhan bekerja sama dengan Musa untuk mengeluarkan bangsa Israel dari penjajahan Mesir.

Inner Action (Allah bekerja di dalam kita)
Tuhan mengijinkan kita melalui penderitaan atau pergumulan untuk menguatkan dan membuat sesuatu yang indah. Misalnya, Joni Eareckson Tada, yang lumpuh dari leher ke bawah akibat kecelakaan, tidak menerima mukjizat kesembuhan. Tetapi melalui tragedi ini, Tuhan memakainya menjadi saksi bagi seluruh dunia. Joni memulai pelayanannya, "Joni and Friends", yang menjangkau orang-orang cacat.
*
Manna Roti Surgawi
07 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
NATAL - TERANG BAGI YANG GELAP

Ahli kebidanan itu menghampiri seorang ayah yang gelisah di kamar tunggu sebuah rumah sakit bersalin di kota New York. Ahli itu berkata, "Dengan sangat menyesal kami memberitahu Anda bahwa bayi Anda hanya sempat hidup selama dua jam setelah dilahirkan, meskipun kami telah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan hidupnya."

Ketika dokter yang simpatik itu akan berlalu, sang ayah yang berpikir cepat itu berkata, "Dokter, belum lama berselang saya membaca bahwa mata manusia sehat diperlukan dalam operasi kornea. Dapatkah mata bayi saya dipakai untuk memungkinkan seseorang yang buta melihat kembali?"

Keesokan harinya, Palang Merah membawa dua biji mata itu ke dua rumah sakit yang berlainan. Di satu rumah sakit, sebiji kornea bayi tadi berhasil memulihkan penglihatan seorang pekerja yang mempunyai keluarga besar. Pada rumah sakit yang lain, kornea yang satu lagi dicangkokkan pada mata seorang ibu.

Seorang bayi yang hanya hidup selama 2 jam, memberi penglihatan jasmani kepada seorang ayah dan seorang ibu, yang tentunya amat berterima kasih.

Kira-kira 2000 tahun yang lalu, seorang bayi datang ke dalam dunia kita yang gelap dengan dosa, untuk memberikan penglihatan rohani kepada semua orang yang mau menerima-Nya, tanpa membayar sepeser pun.

Melalui Natal, "Kaum yang berjalan dalam kegelapan, melihat terang yang besar." (Matius 4:16)

Sumber: Jendela Kebenaran
*
Manna Roti Surgawi
08 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
# KUASA TUHAN MELALUI DOA #

Yakobus 5:16B Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Sampai dimanakah keyakinan kita pada kuasa Tuhan melalui doa yang kita naikan? Tidak semua orang Kristen menganggap penting sebuah doa. Terkadang doa hanya menjadi sebuah rutinitas atau salah satu bagian dari rangkaian upacara keagamaan. Padahal Alkitab banyak berbicara mengenai hak istimewa yang akan kita peroleh ketika kita berdoa. Orang Kristen yang tidak berdoa sama halnya dengan seorang prajurit yang kalah dalam peperangan. Serbenarnya ia memegang senjata ampuh, namun tidak menggunakannya. Berikut ini ada sebuah kisah mengenai kekuatan sebuah doa yang mampu menghadirkan kuasa Tuhan.

Ceritera ini terjadi pada tahun 1968. Sebuah desa di Vietnam Selatan mengalami mujizat pertolongan Tuhan yang luar biasa. Didalam kegelapan, satu batalyon dari seribu batalyon tentara Viet Cong yang ada di daerah itu, memasuki desa dan memperingatkan, “ Besok adalah giliran desa ini. Jadi kalian merasa harus meninggalkan desa ini, tinggalkanlah sekarang juga.” Sebagian besar penduduk desa adalah orang Kristen. Mereka saling mencari,dan bertemu satu sama lain. Meskipun jumlah mereka jauh lebih kecil dibandingkan pasukan tentara yang sangat banyak, namun mereka memutuskan untuk berdoa dan meminta perlindungan Tuhan tanpa harus keluar dari desa itu. Mereka bernyanyi dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Keesokan harinya ketika senja, mereka melihat dengan jelas para musuh bergerak kea rah pinggiran desa. Beberapa hari kemudian, sebagian tentara Viet Cong tertangkap dan dibawa masuk ke desa untuk dipenjarakan. Ketika para tentara itu ditanya apa yang terjadi, mereka menjawab, “ Ketika kami mulai menyerang desa ini dengan tembakan, kami melihat desa ini dikelilingi makhluk-makhluk berpakaian putih dan bercahaya. Ketika kami menembak mereka, mereka malah bertambah besar dan semakin bercahaya. Mereka bergerak untuk menyerang kami dan mereka tidak bisa jatuh. Itu sebabnya kami berlari ke arah pinggiran desa tanpa berhenti.” Melalui doa, Tuhan membuat para musuh-musuh mereka seperti asap tertiup angina, dan meleleh bagaikan lilin dalam api.

Jangan padamkan semangat untuk berdoa, karena melalui doa banyak hal bisa terjadi. Kita tidak bisa mengubah keadaan yang sulit dengan kekuatan sendiri, banyak hal yang membuat kita merasa takut dan gentar. Tetapi melalui doa kita dimampukan untuk menghadapi setiap kesulitan. Jika saat ini Anda sedang berada dalam ketakutan atau kegelisahan, datanglah kepada Tuhan di dalam. Yak 5:16b berkata, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Doa mampu menarik kuasa Tuhan. Ketika kekuatan, kekayaan, ataupun kehebatan manusia tidak bisa menolong, carilah kekuatan Tuhan di dalam doa. Lawanlah “musuh” dengan kekuatan Tuhan, karena tidak ada kekuatan apa pun di dunia ini yang sanggup bertahan menghadapi kuasa Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati Anda.
Sumber: Manna Sorgawi

Doa:
Tuhan, terima kasih atas jaminan yang Engkau janjikan dan akan kami peroleh ketika kami berdoa. Ajar kami bertekun dalam doa. Dalam nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.

Kata-kata bijak:
Doa merupakan senjata ampuh bagi orang percaya, namun seringkali tidak digunakan.
*
Manna Roti Surgawi
09 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
# BAGAIKAN RAJAWALI #

Shalom...


Baca: Ulangan 32:9-13.


"Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menanpung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya," (Ulangan 32:11).


Ayat di atas menggambarkan tentang perhatian dan kasih Tuhan kepada umat Israel yang diumpamakan seperti induk rajawali dengan anaknya.


Mungkin banyak yang tidak mengetahui kehidupan burung rajawali. Burung rajawali suka sekali membongkar-bongkar sarangnya dan membiarkan anak-anaknya terjun bebas. Kisahnya demikian: bila waktunya sudah sangat tepat, induk rajawali akan melatih anak-anaknya untuk terbang. Dibongkarnya sarangnya lapis demi lapis sampai tersisa lapisan yang kasar dan keras. Lalu induk rajawali akan menerjunkan anaknya, memaksa mereka mengembangkan sayap dan melatih ototnya untuk belajar terbang. tentu saja anak-anak rajawali itu tidak langsung bisa terbang, berkali-kali mereka akan meluncur dengan cepat ke tanah dan seolah-olah si induk membiarkan mereka untuk jatuh dan mati. Namun sebelum menyentuh tanah, si induk segera menyambar dan membawanya naik kembali. Inilah proses yang harus dialami anak-anak rajawali. lambat laun mereka menjadi terlatih dan dapat terbang bebas tanpa merasa takut lagi.


Itulah yang juga Tuhan kerjakan dalam kehidupan anak-anakNya. Adakalanya Ia memproses dan membentuk kita, dibongkarnya semua 'sarang' yang selama ini membuat kita terasa nyaman. Bukan berarti Tuhan bertindak kejam terhadap kita. Dia membongkar semua kenyamanan yang ada karena kasihNya kepada kita, bukan karena Ia tega kepada kita. Kenyaman seringkali membuat seseorang menjadi malas dan terlena: malas berdoa, malas melayani Tuhan, malas beribadah dan sebagainya. Bila kenyamanan itu dibiarkan bisa mengakibatkan kematian secara rohani.


Seperti induk rajawali yang menyelamatkan anaknya sebelum terbentur ke tanah, lebih-lebih lagi Tuhan terhadap kita. Saat tertentu Ia ijinkan kita mengalami kondisi yang tidak baik dan sangat menyesakkan yang menurut kita itu sangat tidak enak. Acapkali kita marah, bersungut-sungut, mengeluh, menyalahkan Tuhan serta berpikir bahwa Tuhan telah meninggalkan kita, padahal tak sedetik pun Tuhan melepaskan pandanganNya terhadap kita. Dia sangat tahu kapan saat yang tepat untuk menolong dan melepaskan kita. Itu adalah bentuk didikan Tuhan dan semuanya mendatangkan kebaikan bagi kita.


**GOD BLESS US, AMIEN** 
*
Manna Roti Surgawi
10 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
= MENJELANG NATAL =

Pada suatu hari seorang pengemis wanita yang dikenal dengan sebutan “Bag Lady” (karena segala harta bendanya hanya termuat dalam sebuah tas yang ia jinjing kemana-mana sambil mengemis) memasuki sebuah dept. store yang mewah sekali. Hari-hari itu adalah menjelang hari Natal. Toko itu dihias dengan indah sekali. Lantainya semua dilapisi karpet yang baru dan indah. Pengemis ini tanpa ragu-ragu memasuki toko ini. Bajunya kotor dan penuh lubang-lubang. Badannya mungkin sudah tidak mandi berminggu-minggu. Bau badan menyengat hidung.

Ketika itu seorang hamba Tuhan wanita mengikutinya dari belakang. Ia berjaga-jaga, kalau petugas sekuriti toko itu mengusir pengemis ini, sang hamba Tuhan mungkin dapat membela atau membantunya. Wah, tentu pemilik atau pengurus toko mewah ini tidak ingin ada pengemis kotor dan bau mengganggu para pelanggan terhormat yang ada di toko itu. Begitu pikir sang hamba Tuhan wanita.

Tetapi pengemis ini dapat terus masuk ke bagian-bagian dalam toko itu. Tak ada petugas keamanan yang mencegat dan mengusirnya. Aneh ya?! Padahal, para pelanggan lain berlalu lalang di situ dengan setelan jas atau gaun yang mewah dan mahal.

Di tengah dept. store itu ada piano besar (grand piano) yang dimainkan seorang pianis dengan jas tuksedo, mengiringi para penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu natal dengan gaun yang indah. Suasana di toko itu tidak cocok sekali bagi si pengemis wanita itu. Ia nampak seperti makhluk aneh di lingkungan gemerlapan itu. Tetapi sang ‘bag lady” jalan terus. Sang hamba Tuhan itu juga mengikuti terus dari jarak tertentu.

Rupanya pengemis itu mencari sesuatu dibagian ‘Gaun Wanita;. Ia mendatangi counter paling eksklusif yang memajang gaun-gaun mahal bermerek dengan harga di atas puluhan juta. Baju-baju yang mahal dan mewah! Apa yang dikerjakan pengemis ini?

Sang pelayan bertanya, “Apa yang dapat saya bantu bagi anda?”

“Saya ingin mencoba gaun merah muda itu?”

Kalau anda ada di posisi sang pelayan itu, bagaimana respon anda?

Wah, kalau pengemis ini mencobanya tentu gaun-gaun mahal itu akan jadi kotor dan bau, dan pelanggan lain yang melihat mungkin akan jijik membeli baju-baju ini setelah dia pakai. Apalagi bau badan orang ini begitu menyengat, tentu akan merusak gaun-gaun itu. Tetapi mari kita dengarkan apa jawaban sang pelayan toko mewah itu.

“Berapa ukuran yang anda perlukan?”

“Tidak tahu!”

“Baiklah, mari saya ukur dulu.”

Pelayan itu mengambil pita meteran, mendekati pengemis itu, mengukur bahu, pinggang, dan panjang badannya. Bau menusuk hidung terhirup ketika ia berdekatan dengan pengemis ini. Ia cuek saja. Ia layani pengemis ini seperti satu-satunya pelanggan terhormat yang mengunjungi counternya

“OK, saya sudah dapatkan nomor yang pas untuk nyonya! Cobalah yang ini!”

Ia memberikan gaun itu untuk dicoba di kamar pas.

“Ah, yang ini kurang cocok untuk saya. Apakah saya boleh mencoba yang lain?”

“Oh, tentu!”

Kurang lebih dua jam pelayan ini menghabiskan waktunya untuk melayani sang “bag lady”. Apakah pengemis ini akhirnya membeli salah satu gaun yang dicobanya? Tentu saja tidak! Gaun seharga puluhan juta rupiah itu jauh dari jangkauan kemampuan keuangannya.

Pengemis itu kemudian berlalu begitu saja, tetapi dengan kepala tegak karena ia telah diperlakukan sebagai layaknya seorang manusia. Biasanya ia dipandang sebelah mata. Hari itu ada seorang pelayan toko yang melayaninya, yang menganggapnya seperti orang penting, yang mau mendengarkan permintaannya.

Tetapi mengapa pelayan toko itu repot-repot melayaninya? Bukankah kedatangan pengemis itu membuang-buang waktu dan perlu biaya bagi toko itu? Toko itu harus mengirim gaun-gaun yang sudah dicoba itu ke Laundry, dicuci bersih agar kembali tampak indah dan tidak bau. Pertanyaan ini juga mengganggu sang hamba Tuhan yang memperhatikan apa yang terjadi di counter itu.

Kemudian hamba Tuhan ini bertanya kepada pelayan toko itu setelah ia selesai melayani tamu “istimewa”-nya.

“Mengapa anda membiarkan pengemis itu mencoba gaun-gaun indah ini?”

“Oh, memang tugas saya adalah melayani dan berbuat baik!”

“Tetapi, anda ‘kan tahu bahwa pengemis itu tidak mungkin sanggup membeli gaun-gaun mahal ini?”

“Maaf, soal itu bukan urusan saya. Saya tidak dalam posisi untuk menilai atau menghakimi para pelanggan saya. Tugas saya adalah untuk melayani dan berbuat baik.”

Hamba Tuhan ini tersentak kaget.

Di jaman yang penuh keduniawian ini ternyata masih ada orang-orang yang tugasnya adalah melayani dan berbuat baik, tanpa perlu menghakimi orang lain. Hamba Tuhan ini akhirnya memutuskan untuk membawakan khotbah pada hari Minggu berikutnya dengan thema “Injil Menurut Toko Serba Ada”.

Khotbah ini menyentuh banyak orang, dan kemudian diberitakan di halaman-halaman surat kabar di kota itu. Berita itu menggugah banyak orang sehingga mereka juga ingin dilayani di toko yang eksklusif ini. Pengemis wanita itu tidak membeli apa-apa, tidak memberi keuntungan apa-apa, tetapi akibat perlakuan istimewa toko itu kepadanya, hasil penjualan toko itu meningkat drastis, sehingga pada bulan itu keuntungan naik 48 %!
*
Manna Roti Surgawi
11 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
BERPEGANG KEPADA NAMA TUHAN

….., dan engkau berpegang kepada namaKu, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepadaKu,….(Wahyu : 2 : 13)

Kalau kita memiliki hal ini, membuat Tuhan membela kita, walaupun kita seperti sedang berada di dalam kuasa iblis (takhta iblis).

Mengapa ?

Sebab kita menyandang Nama Tuhan di dalam hidup kita, dan Tuhan akan membela NamaNya dan orang-orang yang membela NamaNya dalam hidup mereka.

Berpegang kepada nama Tuhan dan tidak menyangkal iman kepada Tuhan adalah mengakui Tuhan di hadapan manusia, dan janji Tuhan untuk mereka adalah Dia akan mengakui mereka di depan BapaNya di Sorga (Matius : 10 : 32-33)

Apa praktek kita mengaku Nama Tuhan di hadapan manusia ?

Efesus : 4 : 1, Yaitu kalau hidup kita berpadanan dengan panggilan kita, hidup secara Kristen, dimana orang bisa melihat Kristus dalam cara hidup kita (Kisah Rasul : 11 : 26), kalaupun Tuhan izinkan masuk dalam penderitaan, maka menderitalah sebagai orang Kristen yang justru akan mempermuliakan Nama Kristus (I Petrus : 4 : 16), Bahkan kalaupun harus mati, maka matinya juga sebagai orang Kristen seperti yang dialami oleh Rasul Petrus dan semua orang percaya ( Yohanes : 21 : 18-19).

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin
*
Manna Roti Surgawi
12 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
# MEMAAFKAN SAHABAT #

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku,
dan menyuruh memaku satu batang aku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk
menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidakperlu lagimemaku di pagar,dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata : Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.
Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan
luka seperti pada pagar.

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.

Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka. Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman, walaupun berarti kau mengembalikannya kepada yang mengirimkannya kepadamu.

Bila pesan ini kembali padamu, itu berarti bahwa kau mempunyai lingkaran teman.

Untuk mengakhiri : Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu
dapat mempercayakan rahasia

Ams 15:4
Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.

Jbu
*
Manna Roti Surgawi
13 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
= SINTERKLAS =

Perayaan Natal selalu identik dengan munculnya Sinterklas. Tokoh satu ini digambarkan dengan bapak tua berbadan tambun, berjanggut putih panjang, memakai baju merah, mengendarai kereta salju yang ditarik sekawanan rusa, serta membawa banyak hadiah. Tapi pernahkah kita tahu siapakah sebenarnya dia? Mengapa dia hanya muncul pada saat Natal saja?

Sinterklas (yang dalam bahasa lain juga dikenal dengan nama Santa Klaus, Santo Nikolas, Santo Nick, Bapak Natal, Kris Kringle, Santy atau Santa) ini ternyata berasal dari tokoh dalam cerita rakyat di Eropa. Tokoh ini bernama Nikolas dari Myra. Dia lahir sekitar 280 M di Patara yang letaknya tidak jauh dari Myra (Demre) di negara Turki. Ayahnya adalah orang Arab bernama Epifanius sedangkan ibunya bernama Nonna.

Nikolas merupakan uskup Myra di Lycia pada abad ke 4 yang memberikan hadiah kepada orang-orang miskin. Dia begitu terkenal akan kebaikannya ini. Dia sangat religius sejak awal umurnya dan mencurahkan hidupnya untuk Kristus.

Di Eropa (lebih tepatnya di Belanda, Belgia, Austria, dan Jerman) dia digambarkan sebagai uskup yang berjanggut dengan jubah resmi. Santo Nikolas dirujuk oleh banyak orang sebagai Santo pelindung bagi pelaut, pedagang, pemanah, anak-anak, tuna susila, ahli obat, pengacara, pegadaian, tahanan, kota Armsterdam, dan Rusia.

Dalam versi lain, menurut konversi orang Jerman, pada cerita rakyat Jerman terdapat kisah tentang Dewa Odin (Wodan), melakukan perayaan Yule setiap tahun, yaitu pesta perburuan yang dibimbing oleh dewa-dewa dan prajurit yang mati dalam dunianya. Anak-anak kemudian menaruh sepatunya yang sudah diisi wortel, jerami atau gula di dekat cerobong asap untuk makanan kuda terbang Odin, Sleipnir. Odin kemudian akan memberi hadiah kepada anak-anak itu dengan mengganti makanan Sleipnir dengan hadiah atau permen. Praktek ini masih ada di Jerman, Belgia, dan Belanda dan kemudian digabungkan dengan perayaan Santo Nikolas. Penampilan Odin pun mirip dengan Santo Nikolas, orangtua berjanggut yang misterius.

Tradisi ini mulai muncul di Amerika Serikat pada abad ke17, kemudian berevolusi menjadi menggantung kaus kaki Natal di dekat cerobong asap. Gambaran pra modern tentang Sinterklas yang suka memberi hadiah dari sejarah gereja dan cerita rakyat, bergabung dengan karakter Inggris Father Christmas yang dikenal oleh orang Inggris dan Amerika Serikat sebagai Santa Claus. Father Christmas pada abad 17 di Inggris digambarkan sebagai orang yang berjanggut memakai baju panjang, hijau dan berbulu. Dia melambangkan jiwa dari semangat Natal.

Sejak itulah, dengan campuran berbagai tradisi dan cerita rakyat berbagai negara, lahirlah tokoh Sinterklas yang menjadi bagian penting pada tradisi Natal yang dirayakan di dunia barat dan juga di Amerika Latin, Jepang, dan bagian lain di Asia Timur. Hari Sinterklas sendiri dirayakan di seluruh dunia setiap tanggal 6 Desember.

Source : liputan6/lh3
*
Manna Roti Surgawi
14 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
MAKNA NATAL

NATAL, bukanlah ketika sebuah gedung terhias dengan indah - melainkan ketika Anak Allah menjadi manusia.

NATAL, bukanlah pesta dengan anggaran sekian juta rupiah bahkan puluhan juta rupiah - melainkan ketika Putera Allah lahir di palungan.

NATAL, bukanlah ketika pakaian baru dikenakan - melainkan ketika manusia menjadi ciptaan baru.

NATAL, bukanlah ketika kue, makanan dan minuman dibagikan - melainkan ketika Roti Sorgawi dibagikan.

NATAL, bukanlah ketika sebuah pohon terpajang megah - melainkan ketika Allah tetap mengulurkan tangan-Nya yang penuh kasih sayang.

NATAL, bukanlah ketika kasih sayang disandiwarakan - melainkan ketika semua janji Allah menjadi kenyataan dalam kegenapannya.

Sumber: Jendela Kebenaran

Selamat NATAL bagi semua anggota Manna Roti Sorgawi. TYM.
*
Manna Roti Surgawi
15 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
PEGANGLAH APA YANG ADA PADAMU

….Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang. (Wahyu : 2 : 25)

“Apa yang ada padamu” adalah sesuatu yang pernah ada pada kita yang hanya kita terima dari Tuhan, dan segala yang kita terima dari Tuhan adalah sesuatu yang baik bahkan yang sempurna (Yakobus : 1 : 17) jangan biarkan itu hilang dari kita tapi kita harus mempertahankannya sampai Dia datang kembali.

Apa yang dimiliki Jemaat di Tiatira ?
1. Kasih, Iman, Pelayanan, Ketekunan (Wahyu : 2 : 19)
2. Batin dan hati yang tulus (Wahyu : 2 : 23)

Dua perkara di atas harus tetap dipertahankan, mengapa ?

1. Sebab apa yang diberikan oleh Tuhan satu saat harus kita pertanggung jawabkan kepada yang memberikannya, setiap kita pasti menerima suatu “Talenta” dari Tuhan, bukan untuk dibiarkan hilang begitu saja, tapi juga bukan untuk dibiarkan tidak berkembang, tapi harus makin bertambah-tambah (Matius : 25 : 14-30)

2. Sebab dengan apa yang kita terima, adalah kekuatan kita untuk bertahan menghadapi segala keadaan, segala persoalan, segala godaan sampai Tuhan datang kembali.

I Korintus : 13 : 8-13, Segala sesuatu akan lenyap tetapi Iman-Pengharapan-Kasih akan tinggal tetap.

Kalau apa yang Tuhan berikan kepada kita tetap kita pegang sampai Dia datang kembali, maka Dia akan memberikan segala perkara yang sudah dijanjikan bagi kita sebagai upah dari ketaatan dan kesetiaan kita.

Tuhan Yesus memberkati kita sekalian, Amin.
*
Manna Roti Surgawi
16 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
# PERANGKAP DAN CAMBUK #

Seorang wanita single, berkebangsaan Inggris yang berusia 32 tahun berpacaran dengan pria yang berasal dari Palestina. Wanita ini sudah lama ingin punya pacar sehingga tanpa berpikir panjang, ia langsung bersedia menjadi kekasih pria tersebut. Kepiawaian si pria untuk merayu membuat wanita Inggris itu menyerahkan dirinya hingga ia mengandung anak diluar ikatan pernikahan. Si wanita Inggris merasa sedikit tenang karena kekasihnya berjanji akan menikahinya. Mereka akan terbang ke Palestina untuk melangsungkan pernikahan disana. Angan si wanita Inggris pun melayang tinggi, ia membayangkan akan menikmati kebahagiaan yang besar dalam pesta pernikahan yang kelak akan digelar. Impian kebahagiaan bersama sang “pangeran” terhampar didepan matanya.

Pada hari yang telah ditentukan sepasang kekasih itu berangkat dari bandara Heathrow, London menuju Timur Tengah. Sebelum “check in”, sipemuda menitipkan tas kepada kekasihnya dengan alasan ada barang yang ingin ia beli sebelum mereka pergi. Ia meminta kekasihnya untuk lebih dulu “check in” dan ia akan segera menyusul. Saat tas titipan itu melewati mesin pemindai, petugas curiga kemudian memeriksanya dan mereka mendapati bom seberat 5 kg yang siap meledak pada waktu pesawat ada diudara. Petugas keamanan percaya bahwa gadis Inggris yang sedang hamil itu adalah korban dari seorang pria tak bertanggung jawab, yang berniat membinasakan kekasih, jabang bayi dan ratusan penumpang lainnya. Banyak gadis yang mau masuk kedalam perangkap para pria yang menjanjikan kebahagiaan semu, tetapi kemudian malah memberi cambuk yang melukai.

Ketidak sabaran untuk menemukan seorang pria/wanita sebagai pasangan hidup, membuat banyak pria/wanita yang sudah berusia matang merasa berhak berkencan dengan orang yang tidak seiman. Mereka berargumentasi bahwa mereka hanya berkencan dan tidak akan menikahi seorang pria/wanita yang tidak seiman, semuanya itu hanya untuk mengisi kekosongan hati saja. Namun biasanya pemikiran ini akan menjadi jebakan. Dalam kitab Yosua 23:12-13, Tuhan memberi prinsip dan konsekuensi nyata yang akan diterima jika seorang percaya menikah dengan pria/wanita yang tidak seiman. “ Sebab jika kamu berbalik dan berpaut kepada sisa bangsa-bangsa ini yang masih tinggal diantara kamu, kawin-mengawin dengan mereka……Tetapi mereka akan menjadi perangkap dan jerat bagimu, menjadi cambuk pada lambungmu dan duri dimatamu, sampai kamu binasa dari tanah yang baik ini, yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.”

Ada konsekuensi yang lebih besar yang akan diterima seorang Kristen manakala ia nekat membina hubungan dengan orang yang tidak seiman dan tidak sama-sama mengasihi Yesus. Pernikahan dengan pasangan yang tidak seiman akan membawa rasa sakit yang berkepanjangan bagi orang percaya. Terang tidak pernah bisa bersatu dengan gelap!

Firman Tuhan mengatakan: “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Kor 6:14). Tuhan Yesus memberkati Anda.
D O A:
Tuhan dalam kesendirian ini ada banyak hal yang menggodaku untuk berbuat ceroboh, tapi tolong tarik tanganku dari kesalahan fatal. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin
(MANSOR).
*
Manna Roti Surgawi
17 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
Menghargai Natal di dalam Hati Kita

Bagaimana kita seharusnya merayakan Natal? (Renungkan Lukas 2:8-20)

Jika Anda bukan orang Kristen, cara yang terbaik untuk merayakan Natal adalah dengan menjadi orang Kristen, yaitu dengan percaya kepada Tuhan Yesus, meminta Dia agar masuk ke dalam hati Anda dan mengambil keputusan untuk mau mengikut Dia sebagai murid-Nya.

Tetapi mungkin Anda sudah menjadi orang Kristen. Mungkin Anda sudah percaya kepada Tuhan Yesus. Kalau demikian, bagaimana seharusnya Anda merayakan Natal?

Kisah tentang Maria, para gembala, dan para malaikat akan memberikan beberapa petunjuk.

PERTAMA, para gembala "memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu" (Lukas 2:17). Ini berarti mereka menjadi saksi-saksi Tuhan Yesus. Bahwa Allah memakai mereka untuk menyebarluaskan berita surgawi ini, tentunya membuat mereka tercengang. Para gembala merupakan orang dari kalangan bawah yang dianggap rendah di dalam masyarakat Palestina pada awal abad pertama. Keadaan mereka menyebabkan mereka tidak dapat mengikuti upacara-upacara, yang mempunyai arti yang sangat penting bagi orang-orang yang beragama. Para gembala juga dianggap tidak dapat dipercaya dan bahkan tidak diperkenankan memberi kesaksian di depan pengadilan.

Tetapi para malaikat datang kepada para gembala membawa berita yang besar, yaitu bahwa Kristus Tuhan -- Juruselamat dunia -- telah lahir di kota Daud (ayat 11). Dan bertentangan dengan anggapan orang lain terhadap diri para gembala, para gembala itu dapat mengerti bahwa orang yang sesat itu perlu mendengar berita besar itu. Keadaannya masih tetap sama sampai sekarang. Tuhan Yesus adalah Juruselamat dunia. Dan tanpa Tuhan Yesus manusia masih tetap dalam keadaan tersesat.

KEDUA, orang yang mendengar berita itu "heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka" (ayat 18). Orang pada zaman sekarang hampir tidak heran terhadap apapun juga, tetapi sulit sekali untuk dapat melihat orang yang dapat memahami apa yang dimaksudkan dengan Natal tanpa ia menjadi heran dan kagum. Natal adalah kisah tentang Allah yang menjadi manusia, seperti kita, supaya dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Kebenaran ini sungguh sangat mengherankan, sehingga orang percaya, termasuk para gembala! Tetapi, apakah Anda juga merasa heran dan kagum apabila Anda memikirkan tentang apa yang telah dilakukan Allah untuk kita? Ya, masih ada banyak hal mengenai "Allah yang menjadi manusia" yang tidak dapat kita pahami, tetapi seandainya kita dapat memahami sedikit saja tentang hal ini, kita seharusnya masih merasa heran dan kagum.

KETIGA, "Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya" (ayat 19). Apa yang dilakukan Maria sudah lebih daripada sekedar heran, meskipun ia merasa kagum dan bertanya-tanya. Wanita yang luar biasa ini juga mencoba mengingat segala sesuatu yang terjadi pada dirinya pada hari-hari itu dan membayangkan apa artinya setiap peristiwa itu. Maksudnya Maria menyediakan waktu untuk memikirkan tentang hal-hal rohani, sebagaimana yang seharusnya kita lakukan. Natal adalah waktu yang sangat sibuk. Tetapi waktu kita akan digunakan sia-sia, apabila kita membiarkan diri terlibat dalam segala kesibukan Natal sehingga kita tidak dapat membaca cerita Natal berulang-ulang serta merenungkannya.

KEEMPAT, "Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat" (ayat 20). Ini berarti bahwa mereka tidak hanya berbicara kepada orang lain tentang kelahiran Tuhan Yesus. Mereka juga berbicara kepada Tuhan Allah dan memuji Dia untuk hal ini. Mereka memandang kelahiran Tuhan Yesus sebagai sesuatu yang telah dilakukan Allah dan mereka hendak berterima kasih kepada-Nya.

Di sini ada satu saran. Seandainya Anda ingin mencoba merayakan Natal seperti Maria dan para gembala, janganlah mulai dengan ayat 17, yang mengatakan agar kita menceritakan kepada orang lain tentang Tuhan Yesus. Mulailah dengan ayat 18-20, yang mengatakan agar kita merasa heran terhadap kelahiran Tuhan Yesus, merenungkan apa artinya, dan memuji Allah untuk hal itu. Pujilah Tuhan, karena Ia mengutus Tuhan Yesus. Coba Anda pikirkan, mengapa Tuhan Yesus datang dunia pada malam yang dingin ribuan tahun yang lalu? Dan biarlah kita merasa heran dan kagum atas kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus sehingga Anda tidak perlu mengalami penghakiman Allah yang adil atas doa-doa Anda, sebaliknya Anda telah diselamatkan dari semua itu.

Apabila Anda sudah dengan sungguh-sungguh memikirkan hal ini dan berterima kasih kepada Allah atas itu semua, kembalilah kepada ayat 17 yang menyatakan agar Anda menceritakan kepada orang lain, sebagaimana yang dilakukan oleh para gembala itu. Dan akhirnya, pikirkan tentang apa yang dapat Anda berikan kembali kepada Tuhan atas karunia-Nya yang sangat menakjubkan itu.

Oleh: James Montgomery Boice
*
Manna Roti Surgawi
18 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
# LEMBAH KEPUTUSAN #

Lembah-lembah di Israel pada umumnya subur dan menguntungkan. Salah satu lembah yang terkenal kesuburannya adalah Lembah Eskol yang terletak diutara Hebron. “Eskol” artinya “tandan”. Daerah ini disebut Eskol karena buah anggur yang dipotong oleh dua pengintai Israel yang dikirim kesana.

Ada dua pelajaran iman yang bisa diambil dari Lembah Eskol.
LEMBAH ESKOL ADALAH LEMBAH KEPUTUSAN.
Setelah mengembara dipadang gurun, sampailah bani Israel di pintu Tanah Perjanjian, di Kadesh Barnea. Dari situ Musa mengutus 12 orang pengintai untuk menyelidiki Tanah Perjanjian. 12 pengintai itu diambil satu orang dari tiap suku, namun sepuluh orang kehilangan iman mereka untuk merebut tanah yang melimpah dengan susu dan madu itu. Kesepuluh orang itu memberikan laporan yang melemahkan hati, mereka mengatakan bahwa orang Kanaan “memakan penduduknya”. Jadi mereka memutuskan untuk tidak mentaati Tuhan. Tetapi Yosua dan Kaleb kembali dengan iman dan antusiasme yang tinggi. Mereka percaya bahwa Tuhan akan mengalahkan musuh-musuh mereka dan membawa mereka menduduki Tanah Perjanjian.

Tuhan melihat peristiwa di Lembah Eskol dalam cara pandang yang berbeda. Lembah Eskol adalah tempat untuk pengambilan keputusan, tempat dimana bangsa Israel harus membuat keputusan atas hidup mereka, apakah mereka akan maju atau mundur; memegang janji Tuhan atau mengabaikannya; menikmati kelimpahan atau binasa di padang gurun!
Setiap kali Anda berada di “Lembah Eskol” kehidupan Anda, yaitu lembah keputusan Anda, peganglah perjanjian-Nya dan lakukan apa yang Dia ingini untuk Anda lakukan . Mintalah Tuhan memimpin Anda untuk menggenapi kehendak-Nya!

LEMBAH ESKOL ADALAH LEMBAH KELIMPAHAN.
Sampai saat ini anggur yang terbaik dari tanah Israel tumbuh di Lembah Eskol dan Golan. Patung atau gambar dua pria yang membawa setandan besar buah anggur menjadi salah satu simbul Israel, kedua orang tersebut adalah Yosua dan Kaleb. “Ketika mereka sampai keLembah Eskol, dipotong merekalah disana suatu cabang dengan setandan buah anggurnya, lalu berdualah mereka menggandarnya (memikulnya)” (Bilangan 13:23-24). Buah yang dibawa dari Lembah Eskol seharusnya menjadi bukti bagi kebenaran janji Tuhan. Tandan anggur dengan buahnya yang banyak merupakan gambaran hidup yang berkelimpahan, tetapi penggenapan janji Tuhan ini harus diraih dengan iman dan ketaatan.

Peristiwa Lembah Eskol menjelaskan bagaimana orang Isrel menanggapi berkat yang Tuhan ingin berikan, mereka tidak mempercayai janji-janji itu. Tuhan mampu melakukan perkara yang besar dan memberi kelimpahan jauh dari yang dapat kita pikirkan. Dia mau serta sanggup memulihkan perekonomian Anda dan memberi hidup yang berkelimpahan.
Masalahnya, percayakah Anda pada janji-Nya?

Tuhan Yesus memberkati Anda.
D O A:
Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau datang untuk memberiku hidup yang berkelimpahan. Oleh kemurahan-Mu, genapilah janji-Mu dalam hidupku. Dalam nama-Mu aku berdoa. A m i n.
(MANSOR)
*
Manna Roti Surgawi
19 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
# JADILAH SESUAI DENGAN KEMAMPUAN ANDA #

Sebab hal Kerajaan Surga sama seperti seorang yang mau bepergian keluar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua, dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. (Mat 25:14,15)

Kita semua memiliki talenta dan kemampuan yang berbeda satu sama lain. Kita semua tidak bisa melakukan satu hal yang sama, tetapi kita bisa menjadi apa yang telah menjadi panggilan Allah dalam diri kita masing-masing.
Saya tidak bisa menjadi seperti Anda, dan Andapun tidak bisa menjadi diri saya, tetapi kita bisa menjadi apa saja yang telah Allah tentukan bagi kita masing-masing.

Apapun yang menjadi panggilan Anda, lakukan yang terbaik.
Lakukanlah secara maksimal.

Ada banyak orang yang menderita bathin karena mereka tidak mengalami pemenuhan diri. Mereka tidak menjadi apa yang sebenarnya bisa mereka wujudkan dan tidak mengerjakan apa yang menjadi panggilan mereka.
Mereka sedang membiarkan iblis dan/orang lain menjauhkan mereka dari panggilan dan berkat mereka.

Itulah yang dialami oleh salah satu hamba yang diceritakan dalam Matius fs 25.
Orang yang sedang dalam perjalanan itu memberikan talenta kepada tiga hambanya sebelum ia pergi.
Sementara ia pergi, hamba yang pertama membungakan talentanya sehingga ketika tuannya kembali dan menemukan apa yang telah dilakukan hamba itu dengan talenta yang diberikan kepadanya, tuannya berkata: “Baik sekali,hamba yang baik dan taat. Karena engkau telah setia dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan tanggung jawab atas perkara yang lebih besar.”

Hamba yang kedua juga membungakan talentanya dan diberikan tanggung jawab yang lebih besar. Tetapi hamba yang ketiga menggali lubang dan menyembunyikan talentanya didalam tanah karena ia takut.
Ketika tuannya menemukan apa yang telah dikerjakan hambanya itu, ia sangat marah sehingga ia mengambil talenta itu dan memberikannya kepada hamba yang telah memiliki sepuluh talenta.

Ada banyak orang seperti hamba yang ketiga itu. Mereka menyembunyikan talenta mereka karena mereka takut akan tanggung jawab, mereka takut melangkah, takut gagal, takut dikritik, takut disalah pahami orang lain. Mereka takut akan pengorbanan dan kerja keras.

Anda jangan takut mengambil talenta yang Allah telah berikan kepada Anda dan menggunakannya untuk kemuliaan-Nya.
Jangan sampai nanti akhirnya Anda tidak bahagia dan tidak puas karena Anda menyia-nyiakan apa yang telah Allah taruh didalam kehidupan Anda. (Joice Meyer)

Tuhan Yesus memberkati.
*
Manna Roti Surgawi
20 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
= Pilihan Natal =

Nats : Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka (Matius 2:10)
Bacaan : Matius 2:1-12

Kilauan dekorasi yang cerah, suara sukacita kidung Natal, anak-anak yang bergembira, dan ucapan riang "Selamat Natal", kadang-kadang memberi kesan bahwa setiap orang merasakan kegembiraan karena Yesus telah datang ke planet kita. Namun, saat ini, hal itu tidak sepenuhnya benar, dan sebelumnya pun tidak pernah demikian.

Berita kelahiran Yesus menimbulkan beragam reaksi. Orang-orang majus bersukacita menyambut dan menyembah Sang Juruselamat (Matius 2:10,11). Namun Raja Herodes begitu terkejut ketika mendengar hal itu, sehingga ia berusaha untuk menemukan dan membunuh bayi Yesus (ayat 3,4,16). Ternyata, kebanyakan orang tidak menyadari makna yang sebenarnya dari peristiwa penting ini.

Sampai hari ini, banyak orang menghormati Yesus dan bersukacita karena keselamatan mereka. Namun, banyak juga orang lain yang membenci-Nya. Mereka mengeluhkan nyanyian kidung Natal di pusat-pusat perbelanjaan dan pajangan bernuansa Natal di tempat-tempat umum. Yang lainnya lagi bersikap masa bodoh. Mereka turut merayakan perayaan Natal. Mungkin mereka juga turut menyanyikan lagu-lagu Natal. Namun mereka tidak pernah mengenal Yesus secara pribadi atau tidak tahu mengapa Dia datang ke dunia. Mereka tidak menyadari kebutuhan pribadi mereka untuk percaya kepada-Nya dan menerima-Nya sebagai Juruselamat.

Apakah Anda termasuk kelompok yang tidak peduli? Mengabaikan diri-Nya dan perintah-perintah-Nya berarti menolak Dia. Natal menuntut sebuah keputusan terhadap Kristus. Pilihan ada di tangan Anda --Herb Vander Lugt

JIKA ANDA MENYEDIAKAN RUANG BAGI YESUS DALAM HATI ANDA
MAKA DIA AKAN MENYEDIAKAN RUANG BAGI ANDA DI SURGA
*
Manna Roti Surgawi
21 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
NATAL YANG KEHILANGAN KRISTUS

Sebuah legenda kuno mengkisahkan tentang seorang bayi yang dilahirkan dalam sebuah istana, di suatu negara kecil di Eropa. Kemudian ditentukan suatu hari di mana orang-orang penting dari beberapa daerah berdatangan ke istana untuk merayakan kelahiran ahli waris kerajaan itu. Semua tamu berpakaian mewah. Mereka disambut para pelayan di muka pintu, dan yang membantu melepaskan mantel-mantel mereka yang mahal itu.

Setelah semua tamu hadir, seorang tamu bertanya, "Di manakah bayi itu?" Lalu seorang pelayan disuruh menjemput sang bayi. Tetapi segera pelayan itu balik dengan berita yang mengejutkan bahwa putera mahkota yang masih bayi itu tidak ditemukannya.

Akhirnya, si pengasuh ingat bahwa ia telah membaringkan sang bayi di sebuah tempat di atas loteng karena ia harus menyambut beberapa tamu terhormat yang khusus harus dilayaninya.

Tiba-tiba rasa takut terbersit pada wajah seseorang pelayan yang lain. Ia mengaku, ketika tidak mendapatkan gantungan pakaian untuk menggantungkan mantel-mantel para tamu, ia melemparkan mantel-mantel dengan begitu saja di atas tempat tidur. Dalam ketergesaannya, ia tidak melihat bayi kecil itu terbaring di situ dengan terbungkus selimut.

Dengan bergegas, orang tua si bayi itu berlari ke atas loteng. Benar saja, mereka menemukan putera mahkota di bawah timbunan mantel-mantel para tamu................................ telah tidak bernyawa!

Suatu ironi!!! Sebagai ganti dihormati, putera mahkota dibiarkan mati. Selalu ada kemungkinan, orang Kristen merayakan Natal, tetapi KEHILANGAN KRISTUS!!!!!

Sumber: Jendela kebenaran
*
Manna Roti Surgawi
22 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
KABAR GEMBIRA...

KABAR GEMBIRA...
Telah terbit buku INSPIRASI KEHIDUPAN (Jilid 2) isi 78 halaman.
Cocok untuk kado natal.. Bagi yang berminat dapat SMS ke 0816 666645. Harga per buku 10.000,- (Beli dua buku bonus CD mp3 Inspirasi Kehidupan vol.2).
= SELAMAT NATAL =
Salam: (Pdt.Yahya Mulyono)
*
Manna Roti Surgawi
23 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
# TERANG YANG SESUNGGUHNYA #

TERANG YANG SESUNGGUHNYA, YANG MENERANGI SETIAP ORANG, SEDANG DATANG KE DALAM DUNIA (Yoh 1:9)



Kita akan membahas ayat ini dalam 3 bagian:

Pertama: TERANG YANG SESUNGGUHNYA:

Bicara tentang terang, ada 3 benda terang dilangit:

1. Matahari = gambar dari Allah Bapa
2. Bulan = gambar dari Allah Sang Putra
3. Bintang-bintang = gambar dari Roh Kudus dengan karunia-karunianya



Ketiga benda ini menjadi tanda pada perempuan yang ada dikitab Wahyu 12:1

Perempuan = (gereja Tuhan) yang disalut dengan matahari = Kasih Allah

Berdiri diatas bulan = berdiri diatas ketebusan Kristus

Bermahkotakan 12 bintang = dipenuhkan dengan karunia-karunia

Roh Kudus

Ini adalah gereja yang berada didalam terang, sama seperti Allah yang adalah terang. 1 Yoh 1:5-7. Allah adalah terang dan didalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan



Terang yang sesungguhnya; ini berarti ada terang yang palsu.

Siapakah terang yang palsu itu?

2 Kor 11:14 Iblis menyamar sebagai malaikat terang.



Gereja Korintus dihadapkan dengan penyamaran dari iblis. Ini pula yang sedang dihadapi oleh gereja akhir zaman.

Iblis berusaha untuk memalsukan apa yang sudah dikerjakan oleh Allah:

Dahulu kala sebelum iblis jatuh, dia disebut sebgai : Bintang timur Putra Fajar.

Dahulu kala sebelum iblis jatuh, dia disebut sebgai : Bintang timur Putra Fajar.

Yes 14:12 Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa.



Iblis sudah jatuh, tapi dia berusaha bangkit kembali untuk menghancurkan gereja Tuhan dengan cara menyamar menjadi malaikat terang.

Iblis bukan terang yang sejati, sebab gelar sebgai Bintang Timur sudah dianugerahkan Bapa kepada Yesus.

Why 22:16 Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang gemilang.

Lucifer disebut sebagai bintang timur, tapi sudah gugur, tapi Yesus Dia adalah Bintang Timur yang gilang gemilang, dan akan terus bersinar selama-lamanya, sebab Dia yang menjadi lampu dari kota Yeruzalem Baru (Why 21:23).

Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemulyaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.



Yang kedua:YANG MENERANGI SETIAP ORANG:

Mengapa manusia perlu diterangi?

Yohanes 1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak

mengenalinya

Karena manusia hidup didalam kegelapan dosa, maka perlu mendapatkan terang itu

Ayub berkata:Ketika aku menantikan terang, maka kegelapanlah yang datang.

(Ayub 30:26)

Hal yang serupa juga pernah dialami oleh Rs Paulus sebelum menerima injil Kristus.

Roma 7:15-25. Jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku (ay 21).



Kegelapan itu lebih berpengaruh dalam kehidupan manusia.

Selanjutnya Rs Paulus mengingatkan kita agar tidak bersekutu dengan perbuatan2 gelap, sebab kita ini disebut sebgai anak-anak terang.(Ef 5:8-12)



Yesus telah melepaskan kita dari kuasa gelap (Kol 1:13-14)

Kita telah dipindahkan kedalam Kerajaan AnakNya yang kekasih. Ini berarti berada dalam Kerajaan Terang, seperti yang dikatakan Rs. Petrus dalam 1 Pet 2:9-10.

Yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.



Terang itu menerangi setiap orang:



“Selama Aku didalam dunia, Akulah terang dunia” (Yoh 9:5).

“Akulah terang dunia; barang siapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh 8:12).



Ketiga : TERANG ITU SEDANG DATANG KEDALAM DUNIA:



Dia datang ke dalam dunia, tapi dunia tidak mengenali-Nya

Dia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya (Yoh 1:10-11).



Apakah dengan penolakan dari pihak Israel terhadap pribadi Kristus, kemudian maksud Allah datang kedunia ini harus dibatalkan? Tidak!

Sebab dikatakan dalam (Yoh 1:12) Tetapi semua orang yang menerimaNya diberinya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya



Yesus sebagai Anak Allah, sedang orang yang menerima Dia disebut anak-anak Allah.

Kita menjadi anak-anak Allah lewat proses diadopsi/diangkat jadi anak: (2 Kor 6:18).

Kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki dan anak-anakKu perempuan.

Betapa bahagianya kita disebut sebgai anak-anak Allah, berarti itu hanya setingkat lebih rendah dari Yesus yang disebut sebagai Anak Allah. Tapi apabila Dia nanti menyatakan diriNya, kita akan diubahkan diubah dalam sekejab mata, pada waktu sangkakala Allah dibunyikan. Kita diubah dari anak-anak Allah menjadi mempelai perempuan Tuhan (1 Yoh 3:1-3).



Terang itu sedang datang kedalam dunia ini:

Mari kita sambut terang itu, agar menerangi hati kita yang mungkin disaat-saat Natal seperti sekarang ini, sedang dirundung kegelapan oleh sebab banyaknya persoalan yang kita hadapi.



Kita mau memperhatikan terang itu yang bercahaya dalam kegelapan, sampai kegelapan itu sirna.

Terang yang sedang datang itu adalah Firman yang disampaikan para nabi, dan itu sama seperti pelita yang bercahaya ditempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar didalam hatimu (2 Pet 1:19).







“SELAMAT NATAL, TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA”.

J.L.
*
Manna Roti Surgawi
24 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
= Christmas Gift =

Ayat: Lukas 1:26-38 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau".

Wow,...kata-kata yang sangat membahagiakan sekali, mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa dari malaikat," engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai". Maria mendapatkan Kasih karunia dihadapan Allah, sungguh Maria tidak mengerti arti dari salam malaikat itu dan bertanya-tanya dalam hatinya, apa arti salam dari malaikat itu.

"Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan anak laki- laki dan hendaklah engkau menamai Dia, Yesus....."Lukas 1:31-33

Mendapat anugerah dari Tuhan tetapi menjadi sangat sulit untuk dilakukan oleh Maria, karena ia tahu resiko yang akan diterima kalau semua itu ia terima yaitu mati dirajam batu adalah hukum yang berlaku saat itu. Oleh sebab itu ia mulai bertanya"Bagaimana hal itu mungkin terjadi krn aku belum bersuami?"

Allah adalah designer yang sempurna, sebab itu malaikatpun berkata "Roh kudus akan turun atasmu dan kuasa yang Maha tinggi akan menaungi engkau.. " Lukas 1:35-37

Penyertaannya sempurna atas hidup kita, kalau Allah menganugerahi, Ia juga yang akan menyertai, sehingga tidak ada yang mustahil bagi Allah terjadi dlm hidup kita, oleh sebab itu Maria dgn tidak ragu-ragu berkata"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu".

Sangat sulit untuk dilakukan karena resikonya amat besar, tetapi Maria mempunyai hati yang lembut, hati yang taat, hati hamba, sehingga yang ia mampu berkata, sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu.

Kelahiran Yesus terjadi krn ada kerelaan untuk berkorban, ketaatan dan kelembutan hati dari seorang yang di karuniai dan disertai oleh Tuhan.

Apa yang sudah kita berikan dalam hidup ini untuk Tuhan?
Selamat Natal, Immanuel, Damai di bumi, Damai di hati.
*
Manna Roti Surgawi
25 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
BAYI YANG DILAHIRKAN DI DALAM KANDANG

Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan . (Lukas : 2 : 7)

Yesus dilahirkan di dalam sebuah kandang ? semua orang mempercayainya walaupun tidak ada satu ayatpun yang menulisnya secara langsung, tapi dengan menyebutkan adanya “PALUNGAN” yaitu tempat makanan ternak sebagai tempat membaringkan bayi Yesus sudah dapat dipastikan bahwa tempat itu adalah sebuah kandang.

Mengapa bayi Yesus harus dilahirkan dalam kandang ? pada akhir ayat 7 tadi disebutkan sebab tidak ada satu tempatpun yang membuka pintu untuk mereka, dan satu-satunya tempat yang membuka pintu untuk mereka adalah “KANDANG”.

Siapa kandang itu sekarang ini ? yaitu setiap orang yang membuka pintu hatinya bagi Yesus untuk masuk dalam hidupnya.

Yohanes : 1 : 10-13. Dunia menutup pintu hatinya, Orang Israel sebagai milik kepunyaanNya juga menutup pintu hatinya, tetapi siapapun kita yang menerima Dia akan diberinya “KUASA” bukan hanya untuk menerima Anak Allah yang menjadi manusia, tapi kita sendiri juga akan menjadi anak-anak Allah. Apa yang kita dapatkan dengan menjadi anak-anak Allah ?
Kuasa untuk menerima Karakter Bapa kita Yaitu Kebenaran dan Kasih, selain itu Kuasa untuk menerima Janji-Janji Allah yaitu Kehidupan kekal di Sorga

Semoga berkat Natal ini menjadi milik kita semua, Tuhan Yesus memberkati.
*
Manna Roti Surgawi
26 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
# JANGAN TERLAMBAT #

Syalom....

Matius 25:13 "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Suatu kali, Washington Post mengingatkan tentang insiden tragis yang di alami kapal Tetanic. Di ruang kendali, petugas sedang sibuk menjalankan tugasnya. Telpon berdering. Satu menit berlalu. Pada menit kedua, petugas tak mau di ganggu kerena sedang sibuk. Menit ketiga pun berlalu sangat cepat. Setelah si petugas selesai dengan tugasnya, barulah ia mengangkat telpon yang pesannya berbunyi, "Ini tempat pengintai pada haluan kapal. Gunung es persis di depan...!!! Putar haluan...!!! Dengan cepat si petugas ke ruang kendali, tetapi terlambat !!! "Kebanggaan segala lautan" itu menabrak gunung es dan menewaskan 1.600 jiwa.

Andai si petugas menanggapi telepon itu, mungkin film tetanic tak perlu di buat. Tiga kesempatan di lewatkan dan ketika hendak menanggapi panggilan itu, ia sudah terlambat !!! Hal yang sama kerap di lakukan anak-anak Tuhan saat mendengar suara-Nya. Kebanyakan dari kita sebenarnya sudah mendengar jelas apa yang menjadi peringatan dan kehendak Tuhan, tetapi kerap kali kita meremekan semuanya itu.

Bila kesempatan itu ternyata kesempatan terakhir, maka jika kita tidak serius menanggapinya, bisa-bisa kita pun akan "tenggelam".

Pesan Moral:

Firman Tuhan mengingatkan kepada kita agar selalu berjaga-jaga. Jika tidak demikian, bisa-bisa kita mengabaikan kesempatan yang Tuhan berikan, kesempatan untuk bertobat, untuk melakukan kehendak-Nya, untuk melayani-Nya, atau yang lainnya. Perbedaan nyata antara lima gadis-gadis yang bodoh dan lina gadis-gadis yang bijaksana dalam bacaan kita bahwa yang bijaksana selalu berjaga-jaga (Ayat 4), sementara yang bidoh terlambat menjaga minyaknya (Ayat 3,10). JANGAN TERLAMBAT...!!!

SAAT KITA MELEWATKAN KESEMPATAN DARI ALLAH, BERARTI ADA KEMUNGKINAN BAGI KITA UNTUK TERLAMBAT

TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA...AMIN^^

By: Lilis S.
*
Manna Roti Surgawi
26 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o

Syalom....

Matius 25:13 "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Suatu kali, Washington Post mengingatkan tentang insiden tragis yang di alami kapal Tetanic. Di ruang kendali, petugas sedang sibuk menjalankan tugasnya. Telpon berdering. Satu menit berlalu. Pada menit kedua, petugas tak mau di ganggu kerena sedang sibuk. Menit ketiga pun berlalu sangat cepat. Setelah si petugas selesai dengan tugasnya, barulah ia mengangkat telpon yang pesannya berbunyi, "Ini tempat pengintai pada haluan kapal. Gunung es persis di depan...!!! Putar haluan...!!! Dengan cepat si petugas ke ruang kendali, tetapi terlambat !!! "Kebanggaan segala lautan" itu menabrak gunung es dan menewaskan 1.600 jiwa.

Andai si petugas menanggapi telepon itu, mungkin film tetanic tak perlu di buat. Tiga kesempatan di lewatkan dan ketika hendak menanggapi panggilan itu, ia sudah terlambat !!! Hal yang sama kerap di lakukan anak-anak Tuhan saat mendengar suara-Nya. Kebanyakan dari kita sebenarnya sudah mendengar jelas apa yang menjadi peringatan dan kehendak Tuhan, tetapi kerap kali kita meremekan semuanya itu.

Bila kesempatan itu ternyata kesempatan terakhir, maka jika kita tidak serius menanggapinya, bisa-bisa kita pun akan "tenggelam".

Pesan Moral:

Firman Tuhan mengingatkan kepada kita agar selalu berjaga-jaga. Jika tidak demikian, bisa-bisa kita mengabaikan kesempatan yang Tuhan berikan, kesempatan untuk bertobat, untuk melakukan kehendak-Nya, untuk melayani-Nya, atau yang lainnya. Perbedaan nyata antara lima gadis-gadis yang bodoh dan lina gadis-gadis yang bijaksana dalam bacaan kita bahwa yang bijaksana selalu berjaga-jaga (Ayat 4), sementara yang bodoh terlambat menjaga minyaknya (Ayat 3,10). JANGAN TERLAMBAT...!!!

SAAT KITA MELEWATKAN KESEMPATAN DARI ALLAH, BERARTI ADA KEMUNGKINAN BAGI KITA UNTUK TERLAMBAT

TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA...AMIN^^

By: Lilis S.
*
Manna Roti Surgawi
27 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
= PENGUJUNG TAHUN =

Nats : Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (Yakobus 4:14)

Bacaan : Yakobus 4:13-16


Kita sudah berada di pengujung tahun 2010. Sebetulnya pengujung tahun atau bukan, itu hanya soal penanggalan (kalender). Di dunia ini ada banyak sekali penanggalan; ada kalender Yahudi, kalender Persia, kalender Jawa, kalender Hindu, kalender China, dan sebaginya. Setiap kalender memiliki perhitungan sendiri. Tahun ini seperti yang kita kenal sekarang adalah penanggalan barat (tahun masehi). Kalender ini adalah karya Paus Gregorius XIII tahun 1508 (karena itu sering juga disebut Kalender Gregorius), perhitungannya dimulai dari kelahiran Tuhan Yesus.

Akan tetapi, terlepas kalender apa pun yang digunakan, pemahaman tentang "pengujung tahun" tetaplah sangat penting. Itu mengingatkan kita akan kefanaan hidup ini, bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini akan berakhir. Hidup kita, dengan segala suka dan dukanya, kesuksesan dan kegagalannya, cepat atau lambat akan berlalu. Yakobus mengumpamakan hidup ini seperti uap "yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap" (ayat 14). Ya, betapa ringkih dan rapuhnya hidup kita di dunia ini.

Maka, baiklah kita bijak dalam menjalani hari-hari kita, agar kita tidak salah melangkah, yaitu dengan senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap rencana (ayat 15). Jangan berpikir, bahwa kita akan mampu menentukan dan melakukan segala-galanya seorang diri, tanpa Tuhan. Itu adalah sebuah kecongkakan (ayat 16). Sebab, betapa pun hebatnya kita, tetaplah kita ini mahluk yang fana. Mari, dalam setiap langkah, kita selalu ingat dan lekat pada Sang Pencipta. Hanya dengan demikian hidup kita akan terjaga. Selamat menyongsong tahun yang baru --AYA

HIDUP INI BUKAN WARISAN YANG BISA KITA PERGUNAKAN SEENAKNYA

TETAPI TITIPAN TUHAN YANG HARUS KITA PERTANGGUNGJAWABKAN
*
Manna Roti Surgawi
28 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
# THE LIGHT OF THE WORLD #

Di Oxford, Inggris ada sebuah kapel, yang di depan altarnya tergantung sebuah lukisan yang sangat terkenal di dunia, The Light of the World karya Holman Hunt. Banyak orang telah melihat lukisan ini, namun sangat sedikit yang mempelajari arti dari lukisan ini.

Lukisan ini menggambarkan Yesus dalam kepenuhannya sedang memegang lentera di tangannya berdiri di depan pintu tanpa palang di luar, jalan menuju tempat itu di penuhi rumput-rumput liar.
Inspirasi dari lukisan ini berasal dari Wahyu 3:20:

"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."

Sewaktu Yesus mengetuk pintu, ekresi wajah-Nya sangat berkesan, Ia tahu pasti siapa yang ada di balik pintu tersebut. Yesus sangat berharap untuk masuk.

Lentera melambangkan hati nurani; wajah lembut Tuhan memancarkan cahaya yang sulit dijelaskan. Ada kecermelangan yang tampaknya muncul dari kepribadian-Nya. Hati nurani adalah titik hubungan; kehadiranNya adalah Cahaya yang berdiam yang menyingkapkan apa itu baik dan jahat.

Pesan Moral:

Tuhan tahu apa yang menjadi pergumulan kita, dan Ia rindu untuk menolong kita, itu sebabnya Yesus mengetuk pintu hati kita. Ia tahu kelemahan kita, dan apa yang menjadi masalah terbesar dalam hidup kita, itu sebabnya Ia datang untuk memberikan kekuatan supaya kita menjadi penakluk dan pemenang atas permasalahan dan pergumulan kita.

Pertanyaannya saat ini, seperti yang tergambar dalam lukisan tersebut. Pintu itu hanya bisa di buka dari dalam. Yesus bukanlah tipe orang yang mendobrak pintu rumah orang lain. Dia mengetuk dengan sopan dan lembut. Kini, bersediakah kita membukakan pintu bagi-Nya, agar Ia masuk dan menerangi hidup kita dengan kemuliaan-Nya? Keputusannya ada ditangan kita.

Tuhan Yesus Memberkati kita semua....Amin.
By: Lilis S.
*
Manna Roti Surgawi
29 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
PERGANTIAN TAHUN

Pada “PERGANTIAN TAHUN”, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. (II Samuel : 11 : 1)

Bagi Bangsa Israel saat “Pergantian Tahun” adalah saat mereka merayakan hari raya Pengumpulan hasil dari apa yang mereka peroleh selama setahun (Keluaran : 34 : 22), tetapi juga adalah saat yang penuh tantangan, sebab bangsa-bangsa sekitarnya menggunakan waktu itu untuk saling menyerang (I Raja-raja : 20 : 22, II Raja-raja : 13 : 20), sehingga apa yang harus diperbuat ? Maju “BERPERANG” artinya Bergumul sampai menang !

Raja Daud adalah raja yang tidak pernah mengalami kekalahan dalam setiap peperangan dalam seluruh hidupnya, mulai saat remajanya saat dia mengalahkan Goliat, sampai masa tuanya. Satu-satunya kekalahan yang dialami Raja Daud adalah saat dia “TIDAK MAJU BERPERANG”, dia tidak dikalahkan oleh sepasukan tentara, tapi justru hanya oleh kemolekan seorang wanita yaitu saat dia berzinah dengan Betsyeba yang tidak lain adalah isteri Uria seorang dari tentaranya.

Apa pelajaran yang dapat kita petik dari kesalah Daud ini ?

1. Jangan pernah menghindar dari pergumulan, sebab hanya orang yang bergumul yang akan mengalami kemenangan, Saat Yoab dan seluruh pasukan Israel mengalami kemenangan, ironisnya raja mereka mengalami kekalahan.
Efesus : 6 : 10-20 Perjuangan kita bukanlah melawan manusia, tetapi melawan kekuatan sijahat yaitu iblis, oleh sebab itu jangan berjuang sendiri, tapi harus dengan penyertaan Tuhan ( Roma : 8 : 31)

2. Jangan malu dan takut untuk mengakui kesalahan yang sudah dilakukan, sebab hanya lewat “PENGAKUAN” ada “PENGAMPUNAN” (I Yohanes : 1 : 7,9).

II Samuel : 12 : 1-25, Daud langsung mengakui kesalahannya saat Nabi Natan menegornya, sehingga langsung Daud mendapatkan penganpunan dari Tuhan (ayat 13).

Bahan perenungan kita diakhir tahun ini adalah : Mohon pengampunan atas kesalahan yang sudah kita lakukan sepanjang tahun ini, dan mohon penyertaan Tuhan untuk pergumulan yang akan kita hadapi di tahun depan bahkan tahun-tahun mendatang, supaya kita mengalami kemenangan demi kemenangan bersama Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.
*
Manna Roti Surgawi
30 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
# TAHUN BARU #

Dua hari lagi kita akan memasuki tahun 2011 yang berarti kita ada ditahun yang baru. Tapi adakah sesuatu yang baru ditahun yang baru itu? Mari kita simak bersama perkataan Pengkhotbah.

Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru dibawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. (Pengkhotbah 1:9-10).

Penulis kitab Pengkhotbah ini adalah Raja Salomo, putra Daud yang diberi hikmat luar biasa oleh Tuhan (1 Raja-raja 3:4-15) “sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau” (ayat 12)

Kalau Salomo menulis bahwa tidak ada sesuatu yang baru dibawah matahari: berarti tidak ada sesuatu yang bisa diharapkan dari dunia ini. Namun firman Tuhan mengatakan ada sesuatu yang baru, tapi itu bukan berasal dari dunia ini; Apakah itu?

Kota Yerusalem Baru, sebab kota ini berasal dari Allah, turun dari surga. (Wahyu 21:2)
“Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari surga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.”

Apa harapan kita ditahun yang baru nanti? Tuhan menghendaki agar kita boleh menjadi ciptaan baru: (2 Kor 5:17) “Jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Yang lama sudah berlalu = hidup kita yang lama (manusia lama) itu yang harus ditanggalkan. (Kolose 3:5-10) “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembah berhala,…………Tetapi sekarang buanglah semua ini, yaitu marah geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor, yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah MENANGGALKAN manusia lama serta kelakuannya, dan telah MENGENAKAN manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.

Harapan kita ditahun yang baru nanti kita boleh menjadi ciptaan baru, menjadi manusia baru, sebab untuk mewarisi Yerusalem Baru, kita harus menjadi manusia baru, manusia yang berdandan secara rohani, dengan berhias sama seperti seorang pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. (1 Pet 3: 3-4)” Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga dimata Allah.”
Hiasan rohani adalah kekudusan; “Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah dihadapan-Nya hai segenap bumi! (Mazmur 96:9)
“ Berilah kepada Tuhan kemulyaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan” (Mazmur 29:2).

Mari kita songsong tahun 2011 dengan dandanan rohani yang berkenan kepada Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati Anda. (JL)
*
Manna Roti Surgawi
31 Desember 2010
Manna Roti Surgawi
o
= HATI YANG BARU =

“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Yehezkiel 36:26

Satu tahun telah kita lalui dan kini tahun yang baru telah tiba. Banyak hal yang telah kita lalui, entah itu baik maupun yang buruk sekalipun. Sebagian doa-doa kita mungkin telah dijawab dan sebagian lagi belum ada jawabannya. Masalah yang lalu telah dilalui, tetapi ada masalah lain yang terus berdatangan.

Memasuki tahun yang baru, janji Tuhan bagi umatNya tetap berlaku. Dia senantiasa memberikan rancangan damai sejahtera bagi umatNya yang setia mengasihi Dia. Dan ketika kita sungguh-sungguh berbalik dari jalan-jalan kita yang jahat, Dia memberikan hati yang baru dan roh yang baru dalam hidup kita. Dia akan memberikan kemampuan bagi kita agar kita dapat hidup taat seturut dengan FirmanNya.

Tentunya hati yang baru dan roh yang baru harus diikuti dengan sikap dan perbuatan yang sesuai dalam kehidupan kita, agar hubungan dengan Tuhan dapat terus terjaga dan FirmanNya benar-benar membawa dampak yang luar biasa dalam kehidupan kita. Dan dalam tahun yang baru ini, kita semua juga pasti rindu untuk melihat janji-janji Tuhan digenapi, jawaban-jawaban doa dipenuhi, masalah-masalah dapat terselesaikan dan segala keinginan kita diberikan oleh Tuhan.

Oleh karena itu dengan hati yang baru, ada beberapa hal yang harus kita lakukan dalam menyambut tahun yang baru ini agar janji-janji Tuhan dapat digenapi dalam hidup kita:

1. Lakukan Segala Sesuatu Di Dalam Yesus
“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” Kol 3:17

Ingatlah kepada Tuhan dalam setiap perbuatan kita, baik dalam pekerjaan, di kantor, di rumah, di jalan, di sekolah, dalam lingkungan sosial, keluarga, pergaulan dan lain-lain.

Keluarkan perkataan-perkataan yang positif dalam hidup kita, lakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Lakukan segala sesuatu, seperti kita melakukannya untuk Tuhan. Kita tidak akan berani berbuat kecurangan/dosa, jika kita ingat bahwa yang kita lakukan adalah untuk Tuhan.


2. Belajar Dari Pengalaman
“Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” Maz 119:71

Segala ujian dan pencobaan yang Tuhan ijinkan dalam hidup kita adalah untuk pembelajaran bagi kita agar kita dapat hidup lebih baik lagi di hadapan Tuhan.

Tuhan senantiasa membentuk hidup kita melalui segala keadaan maupun kondisi agar kita dapat menjadi kuat menghadapi masalah-masalah yang lebih besar lagi.

Dan ketika kita mau terbuka di hadapan Tuhan dan belajar dari setiap masalah yang kita hadapi, maka kita akan menjadi manusia yang semakin mendekati kepada kesempurnaan, karena hidup ini adalah proses menuju kepada kesempurnaan.

.

3. Iman Disertai Perbuatan
“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Yak 2:17

Keyakinan iman dan kehidupan doa harus selalu diimbangi dengan perbuatan. Karena iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati, sedangkan iman yang disertai dengan perbuatan akan menghasilkan mujizat dalam kehidupan kita.

Seringkali ketakutan senantiasa menghalangi kita untuk dapat melangkah dengan iman. Pikiran dan logika selalu bertolak belakang dengan iman yang kita miliki. Tetapi ketika kita menyingkirkan segala ketakutan dan mulai melangkah dengan iman, maka kita akan melihat hasil yang luar biasa dari perbuatan yang kita lakukan.

Ketika kita takut untuk melangkah atau berbuat sesuatu, maka kita telah kehilangan kesempatan untuk berhasil. Mungkin juga ketika kita melangkah kita akan menemui kegagalan. Tetapi kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi ketika kita tidak mulai untuk melangkah.


Sambutlah tahun yang baru dengan penuh keyakinan, karena Tuhan telah memberikan kita hati yang baru. Lakukan segala sesuatu di dalam Yesus, belajarlah dari pengalaman yang lalu dan melangkah dengan imanmu, maka kita akan melihat janji-janji Tuhan digenapi dalam hidup kita pada tahun yang baru ini. Haleluya!
*
Manna Roti Surgawi
01 Januari
Manna Roti Surgawi
o
Mulai dengan Apa?

"Pada mulanya Allah ....." (Kejadian 1:1).

Alkitab diawali dengan tiga kata itu. Dan memang, alangkah indahnya bila segala sesuatu - termasuk kerinduan serta upaya kita untuk "Hidup Berkemangan" - bertolak dari Allah dan dimulai bersama-sama dengan Allah.

Mengapa? Karena kita mempunyai tempat berpijak yang kuat dan kokoh. Dan rute perjalanan hidup kita mempunyai tujuan yang jelas. Itulah yang akan terjadi bila hidup kita dengan setia berpegang pada satu prinsip ini: "Pada mulanya Allah".

Memang harus diakui kadang-kadang atau sering kali mulai dengan Allah itu sangat sulit, tetapi kalau tidak mulai dengan Dia, lalu kita mesti mulai dengan apa? Atau berpijak pada siapa? Dapatkah alternatif lain itu menjamin keadaan yang lebih baik?

Hendaknya ini jelas, sejak awal perjalanan kita di tahun 2011.

Selamat Tahun Baru. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin!!!
*
Manna Roti Surgawi
03 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# PELAJARAN DARI ZIKLAG #

1 Samuel 30:1-9,17-19.
Umumnya semua orang menyimpan kenangan tersendiri terhadap tempat-tempat tertentu. Ada tempat yang menyimpan kenangan manis, namun ada juga tempat yang menyimpan kenangan pahit. Naomi menyimpam kenangan pahit terhadap sebuah tempat bernama Moab, karena disanalah ia kehilangan suami dan kedua anaknya.

Sebagaimana halnya Naomi Daud pun menyimpan kenangan pahit terhadap sebuah tempat bernama Ziklag. Waktu itu Daud dan orang-orangnya tiba di Ziklag setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan. Tetapi tiba di Ziklag bukan sambutan yang mereka dapatkan, namun kondisi yang sangat menyedihkan. Ziklag telah dibakar habis dan para isteri serta anak-anak semuanya ditawan, termasuk dua isteri Daud, yaitu Ahoniam dan Abigail. Daud dan orang-orangnya diliputi oleh kesedihan yang amat dalam. Kesedihan itu digambarkan dalam 1Sam 30:4 “ Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring sampai mereka tidak kuat lagi menangis.”

Dari pengalaman Daud ini kita mendapatkan satu pelajaran penting bahwa sekalipun kita dekat dengan Tuhan, namun KEJADIAN YANG MENYEDIHKAN DAN PENGALAMAN PAHIT DAPAT TERJADI PADA KITA.
Daud adalah orang yang dekat dengan Tuhan, tapi toh dia juga tidak luput dari keadaan yang membuat hatinya hancur.

Mungkin suatu saat kita menerima kabar bahwa orang yang kita kasihi meninggal, kita didiagnosa menderita penyakit yang berat, usaha mengalami kebangkrutan, ada pemutusan hubungan kerja (PHK), pemutusan hubungan cinta bagi yang masih berpacaran, penghianatan oleh orang yang kita yang sangat kita percayai, dll. Semuanya ini meninggalkan kesedihan atau bahkan luka mendalam didalam hati kita.

Apa yang dialami Daud sudah sepatutnya menyadarkan kita sebagai orang-orang percaya bahwa mengikut Tuhan tidak lepas dari kesulitan. Jangan sampai kita tertipu dengan pengajaran yang mengatakan bahwa ketika kita mengikut Tuhan maka kita akan bebas dari berbagai bentuk kesulitan dan penderitaan. Yohanes 16:33 berkata: “ Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Dalam bacaan firman Tuhan hari ini kita melihat bahwa Daud semakin terjepit karena rakyat menyalahkannya dan hendak melempari dia dengan batu. TAPI DAUD MENGUATKAN KEPERCAYAANNYA KEPADA TUHAN.
Kita perlu belajar dari Daud untuk tetap mempercyai Tuhan bagaimanapun keadaan yang kita hadapi. Semakin kita merasakan tekanan, semakin besar kesulitan yang menghadang dihadapan kita, harus semakin kuat keyakinan kita kepada Tuhan. Jangan lari kepada yang lain, larilah kepada Tuhan. Pada akhirnya diayat 17-19 Daud mengalahkan Amalek dan merebut kembali semua orang yang telah ditawan tanpa kekurangan apapun. Keyakinan kita kepada Tuhan tidak akan pernah sia-sia.

Tuhan Yesus memberkati.

D O A: Tuhan, kuatkan aku ketika berada dalam kesedihan dan pengalaman pahit. Ajarku untuk tetap menaruh harapan kepadaMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. A m i n.

(MANSOR).
*
Manna Roti Surgawi
05 Januari
Manna Roti Surgawi
o

Ada seorang gadis buta yg membenci dirinya sendiri krn kebutaannya itu. Tdk hanya terhdp dirinya sendiri, ttp dia jg mbenci semua org kecuali kekasihnya. Kekasihnya yg selalu ada disampingnya utk menemani & menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jk dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yg mendonorkan sepasang mata kepadanya shg dia bisa melihat, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Skrg kamu bs melihat dunia. Apakah kamu mau menikah dengan-ku?" Gadis itu terguncang saat melihat bhw kekasihnya ternyata buta. Dia menolak utk menikah dgnnya.
Kekasihnya pergi dgn air mata mengalir, kemudian menulis surat singkat kpd gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik2 bola mata saya."

Kisah di atas memperlihatkan bgmn pikiran manusia brubah saat status hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yg ingat bgmn keadaan hidup seblm-nya & lbh sedikit lagi yg ingat terhdp siapa hrs berterima kasih krn tlh menyertai & menopang bahkan di saat yg paling menyakitkan.
Hidup adalah anugerah

Hari ini seblm engkau berpikir utk mengucapkan kata2 kasar - Ingatlah akn seseorg yg tdk bs berbicara.

Seblm engkau mengeluh ttg cita rasa makananmu - Ingat-lah akan seseorg yg tdk punya apapun utk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh ttg suami atau isterimu - Ingatlah akan seseorang yg menangis kpd Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini seblm engkau mngeluh ttg hidupmu - Ingatlah akan seseorang yg begitu cepat pergi ke surga.

Seblm engkau mengeluh ttg anak2-mu - Ingatlah akan seseorg yg begitu mengha-rapkan kehadiran seorang anak, ttp tdk mendapatnya.

Seblm engkau bertengkar karena rumahmu yg kotor & tdk ada yg mbersihkan atau menyapu lantai - Ingatlah akan org gelandangan yg tinggal di jalanan.

SYUKURI APA YG DIMILIKI
SYUKURI APA YG ADA
HIDUP ADALAH ANUGERAH

Tuhan Yesus memberkati Anda.
*
Manna Roti Surgawi
06 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# BERANI BERSAKSI #

Kisah Rasul 23:11.
Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri disisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”

Frederick Agung bukanlah orang Kristen, tetapi jenderalnya Von Zealand, adalah orang Kristen. Suatu hari, Raja Frederick membuat lelucon tentang Yesus Kristus dan semua orang yang mendengarnya tertawa.

Jenderal Von Zealand berdiri dan berkata, “ Yang Mulia, kau tahu aku tidak takut mati. Aku telah berjuang dan memenangkan 38 pertempuran. Aku sudah tua, tidak lama lagi aku akan pergi menghadap Seseorang yang jauh lebih besar daripada engkau. Dia adalah Tuhan diatas segala tuhan, Ia telah menyelamatkan aku dari dosa, dan namanya adalah Yesus Kristus yang engkau hina itu. Aku menghormati Dia, aku yang sudah lanjut usia menghormati Juru selamatku terlebih lagi dipenghujung hidupku menjelang kekekalan.”
Dengan suara gemetar, Raja Frederick menjawab, “ Jendral Von Zealand, aku mohon maaf, aku mohon maaf, aku mohon maaf.” Satu persatu orang-orang yang berkumpul saat itu bubar.

Sebagai orang pecaya, kita harus berani bersaksi dan menyatakan iman kita. Tidak hanya dalam kondisi yang aman atau tidak mengancam, tetapi dalam segala keadaan kita perlu menyatakan iman kita dengan berani. Ada beberapa alasan mengapa orang percaya harus berani bersaksi dan menyatakan imannya kepada dunia;

Pertama, keberanian bersaksi dan menyatakan iman kita adalah bukti kasih kita kepada Tuhan.
Biasanya orang akan bersedia melakukan apa saja untuk sesuatu yang ia kasihi dan untuk sesuatu yang sangat berharga baginya. Jika seseorang hanya menganggap imannya sebagai hal yang biasa saja, dan tidak memiliki kasih kepada Yesus, maka orang tersebut tidak akan peduli untuk bersaksi atau menyatakan imannya kepada Yesus.

Kedua, menunjukkan ketaatan pada perintah Tuhan.
Ketika kita bersaksi dan menyatakan iman kita kepada orang lain, maka kita telah membritakan Injil kepada mereka. Semua orang percaya mendapatkan amanat dari Tuhan untuk membritakan Injil dan menjadikan semua bangsa murid-Nya. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptiskanlah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dana ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” (Matius 28:19-20)

Ketiga, melalui kesaksian kita, orang akan mengenal Yesus.
Tidak selamanya apa yang kita bayangkan akan terjadi, yaitu bahwa kita akan ditolak atau dianiaya ketika bersaksi. Banyak pengalaman orang-orang percaya ketika mereka berani bersaksi dan menyatakan imannya, maka orang yang mendengarnya dijamah hatinya oleh Tuhan dan mereka menerima Yesus. Yang penting disini adalah kita melakukan bagian yang harus kita lakukan, dan selebihnya Tuhan yang akan bekerja.

Mintalah agar Tuhan memberikan kepada kita keberanian untuk bersaksi dan menceriterakan tentang iman kita. Ingatlah bahwa Tuhan meneguhkan kesaksian kita.

D O A:
Tuhan Yesus, ampuni aku yang seringkali takut menyaksikan nama-Mu. Roh KudusMu kiranya menuntunku melakukannya. Dalam nama Tuhan Yesus aku mohon. A m i n.

Tuhan Yesus memberkati Anda.
(MANSOR)
*
Manna Roti Surgawi
07 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# PENYESALAN SEUMUR HIDUP # (Kisah nyata)

Seorang janda miskin Siu Lan punya anak umur 7 thn bernama Lie Mei.
Kemiskinan membuat Lie Mei harus membantu ibunya berjual kue di pasar, karena miskin Lie Mei tdk pernah bermanja2 kepada ibunya.
Pada suatu musim dingin saat selesai bikin kue, Siu Lan melihat keranjang kuenya sdh rusak dan Siu Lan berpesan pd Lie Mei untuk nunggu dirumah karena ia akan membeli keranjang baru.

Saat pulang Siu Lan tidak menemukan Lie Mei di rumah. Siu Lan langsung sangat marah. Putrinya benar2 tdk tau diri, hidup susah tapi masih jg pergi main2, padahal tadi sudah dipesan agar menunggu rumah.
Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kue dan sebagai hukuman pintu rumahnya dikunci dr luar agar Lie Mei tidak dapat masuk. Putrinya mesti diberi pelajaran, pikirnya geram. Sepulang dari jual kue Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yg membeku dan sdh tidak bernyawa. Jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju saat itu. Ia menangis meraung2, tetapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah. Siu Lan mengguncang2 tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei.

Tiba2 sebuah bingkisan kecil jatuh dr tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membuka isinya. Isinya sebuah biskuit kecil yg dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yg ada dikertas adalah tulisan Lie Mei yg berantakan tp dpt dibaca, "Mama pasti lupa, ini hari istimewa bagi mama, aku membelikan biskuit kecil ini utk hadiah, uangku tidak cukup untuk membeli biskuit yang besar... Mama selamat ulang tahun".

Kisah nyata ini dimuat di harian Xia Wen Pao thn 2007
Negative thinking, dapat menyebabkan penyesalan seumur hidup....

Think Positive

Tuhan Yesus memberkati.
*
Manna Roti Surgawi
08 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# TERSENYUM SELALU #

Shalom......

Ini adalah cerita seorang ibu yg akan menyelesaikan skripsinya. This is really a good story....

Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun) dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama "Tersenyum". Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan "hello", jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.
Segera setelah kami menerima tugas tsb, suami saya, anak bungsu saya, dan saya pergi ke restoran pada suatu pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali... suatu perasaan panik menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir.

Ketika berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki tunawisma. Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek, yang dekat dengan saya, ia sedang "tersenyum". Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima. Ia berkata "Good day" sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya.

Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka.

Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan. Ia berkata, "Kopi saja, Nona" karena hanya itulah yang mampu mereka beli. (Jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan). Kemudian saya benar-benar merasakannya - desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya

Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah. Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bemata biru itu.

Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan berkata "Terima kasih." Saya meluruskan badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, "Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan."

Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk suami saya tersenyum kepada saya dan berkata, "Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan." Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu kami tahu bahwa hanya karena Kasih Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami berikan untuk orang lain.

Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah. Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah, dengan cerita ini ditangan saya. Saya menyerahkan "proyek" saya dan dosen saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?" Saya mengangguk pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan..

Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang yg ada restoran tersebut, suamiku, anakku, guruku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari: PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT.

Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari bagaimana untuk MENCINTAI SESAMA DAN MEMANFAATKAN BENDA-BENDA BUKANNYA MENCINTAI BENDA DAN MEMANFAATKAN SESAMA..................GBU all.

By: Dessy G.
*
Manna Roti Surgawi
10 Januari
Manna Roti Surgawi
o
= A Little Lesson about Life =

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.

Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu- kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita- cita dan harapan yang kita mintakan.

Kita mungkin tidak akan pernah dapat "Terbang". Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang.

Kita memohon Kekuatan... Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Kita memohon kebijakan... Dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.

Kita memohon kemakmuran... Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.

Kita memohon Keteguhan Hati... Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.

Kita memohon Cinta...Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.

Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati...Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing Kita. Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan? Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.

Tetaplah berjuang...berusaha...dan berserah diri... Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita (Roma 8:28)
*
Manna Roti Surgawi
12 Januari
Manna Roti Surgawi
o
MENDENGAR & MENURUTI FIRMAN ALLAH

Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah ! ……..(Wahyu : 3 : 3)

Perkataan ini Tuhan tujukan kepada Jemaat di Sardis, suatu jemaat yang memiliki reputasi yang baik, dan kelihatannya hidup (semangat dan berkobar-kobar dalam pelayanan) di pandanangan manusia, tetapi justru jemaat ini hampir mati bahkan mati dalam pandangan Tuhan.

Oleh sebab itu jangan menilai sesuatu yang rohani dengan cara pandang manusia, sebab hasilnya akan bertolak belakang dengan apa yang dilihat Allah.

Apa tegoran Tuhan untuk jemaat ini ? Ingatlah bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya, turutilah itu dan bertobatlah !
Sesuatu yang diterima dan didengar tidak lain adalah Firman Allah yang menyatakan kesalahan, menegor dan menasehati dengan segala kesabaran dan pengajaran (II Timotius : 4 : 2)

Perkataan yang demikian sering tidak disukaI orang, tetapi sebenarnya perkataan ini bagaikan “OBAT” yang walaupun pahit rasanya tetapi berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit, kita sering lebih suka mendengarkan perkataan yang mengenakan telinga, walaupun itu seperti “RACUN” yang dibungkus dengan permen yang manis tetapi menghasilkan kematian. (II Timotius : 4 : 3-4)

Oleh sebab itu Tuhan ingatkan kepada kita, seberapa banyak Firman yang pernah kita dengar, mengerti, dan percaya, turutilah tuntunan Firman itu, maka kita akan alami kuasaNya untuk menghidupkan, sekalipun sudah mati, untuk memindahkan seseorang dari maut kepada hidup yang sesungguhnya (Yohanes : 5 : 24- 26).

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
*
Manna Roti Surgawi
13 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# KELINCI PENAKUT #

Kelinci memang dari dulu terkenal sebagai hewan yang bernyali kecil, sering ketakutan tanpa alasan yang jelas, sesegera mungkin menyingkir bila dia merasa terganggu keamanannya. Suatu hari, terlihat sekelompok kelinci sedang berkumpul ditepi sebuah sungai, mereka sibuk berkeluh kesah meratapi nyalinya yang kecil. Mereka mengeluh karena kehidupan mereka yang senantiasa dibayangi dengan mara bahaya. Semakin asyik ngobrol, mereka semakin sedih dan ketakutan memikirkan hidup mereka.



Alangkah malangnya lahir menjadi seekor kelinci, mau lebih kuat tapi tidak punya tenaga, ingin terbang kelangit biru tapi tidak punya sayap, setiap hari ketakutan melulu. Mau tidur nyenyakpun sulit karena terganggu oleh telinga panjang yang tajam pendengarannya sehingga matanya yang berwarna merahpun semakin lama semakin merah saja. Mereka merasa hidup ini tidak ada artinya. Dari pada hidup menderita ketakutan terus, mereka berpikir lebih baik mati saja. Akhirnya mereka mengambil keputusan beramai-ramai hendak bunuh diri dengan melompat dari tepian tebing yang tinggi dan curam. Maka para kelinci terlihat berbondong-bondong menuju kearah tebing.



Saat mereka melewati pinggir sungai, ada seekor katak yang terkejut melihat kedatangan kelinci yang berjumlah banyak. Tergesa-gesa si katak ketakutan dan segera meloncat kesungai melarikan diri. Walaupun si kelinci sering menjumpai katak yang melompat ketakutan saat melintas, tetapi sebelum ini mereka tidak peduli. Berbeda untuk kali ini. Tiba-tiba ada seekor kelinci yang tersadar dari kesedihannya dan langsung berteriak, “Hei berhenti! Kita tidak usah ketakutan sampai perlu harus bunuh diri. Karena lihatlah, ternyata ada hewan lain yang lebih tidak bernyali dibandingkan kita yakni si katak yang terbirit-birit saat melihat kita!”



Mendengar kata-kata itu, kelinci yang lain tiba-tiba pikiran dan hatinya berubah, seolah-olah tumbuh tunas keberanian dihati mereka. Maka dengan riang gembira mereka mulai saling membesarkan diri masing-masing, “ iya, kita tidak perlu ketakutan!” “ Tuh kan ada mahluk yang lain yang lebih pengecut dari kita”, “ iya kita harus semakin berani “ Perlahan-lahan mereka berbalik arah kembali pulang dengan riang gembira dan melupakan niatnya untuk bunuh diri.



Saudaraku yang terkasih, saat keberuntungan sedang tidak memihak kepada kita, jangan suka meratapi nasib yang dirundung malang, seakan-akan hanya kitalah mahluk yang paling menderita dimuka bumi ini. Lihatlah sekeliling kita, masih begitu banyak orang yang lebih susah, sengsara dan sial dibandingkan kita. Jika mereka yang hidup dalam kekurangan tetapi mampu menjalaninya dengan tegar dan tetap berjuang, kenapa kita tidak?



Orang yang memiliki sikap mental positif dapat melihat buah manis yang tersembunyi dibalik suatu masalah, sehingga ia akan tetap tegar ketika menghadapi masa sukar. Bagaimana menjadi orang yang tegar?



PERTAMA: HIDUPLAH DENGAN SEMANGAT YANG TINGGI. (antusias)

Tak dapat dipungkiri, selama kita hidup dalam dunia kita pasti mengahdapi masalah, tapi orang yang antusias akan memiliki kekuatan dalam menghadapi setiap masalah. Semangat yang tinggi akan membuat kita berhasil saat menghadapi tantangan hidup, masalah ekonomi, masalah keluarga, sakit-penyakit, dll. Semangat yang tinggi kita dapatkan ketika kita berdiam diri, mencari wajah Tuhan dan berharap pada pertolongan-Nya (Yesaya 40:28-31).



KEDUA: YAKINLAH BAHWA ADA JALAN KELUAR DISETIAP PERMASALAHAN.

Masalah menantang kita untuk meluangkan waktu supaya berpikir lebih arif didalam menyelesaikannya. Masalah tidak hanya melatih iman kita menjadi Kristen yang tegar, tetapi juga untuk mengalami penggenapan janji-janji Tuhan. Dengan ini maka kita semakin yakin bahwa Tuhan sanggup memberikan jalan keluar atas segala permasalahan kita. Karena itu hadapi segala permasalahan hidup dengan tenang, karena Tuhan menyediakan jalan keluar bagi orang yang tenang dan tegar (Yesaya 26:3).



KETIGA; JAGALAH HATI SUPAYA TIDAK FOKUS PADA MASALAH, TETAPI KEPADA KUASA TUHAN.

Masalah seringkali membuat iman dan pengharapan kita memudar. Mengapa?

Penyebabnya bukan karena besarnya masalah yang membuat iman kita memudar, tetapi karena kita membiarkan masalah itu menguasai hati dan pikiran kita, sehingga kita tidak lagi memandang kedasyatan kuasa Tuhan. Jika Tuhan beserta kita, bisakah masalah menghancurkan hidup kita? Fokus pada Tuhan adalah rahasia tertinggi supaya kita menang dan menjadi orang Kristen yang tegar dimasa sukar (Ibrani 12:1-2).



D O A:

Ya Bapa, yang penuh dengan kasih dan sabar. Tolonglah kami saat menghadapi pelbagai masalah hidup. Jujur terkadang kami tidak kuat menjalani penderitaan dan persoalan hidup. Kami cemas, khawatir dan mengalami ketakutan. Ampuni kami jika selama ini kami selalu fokus pada masalah itu. Hari ini kami mau mencari pertolongan dan fokus pada kebesaran kuasa-Mu. Tolonglah kami agar kami mampu tegar dimasa yang sukar ini. Terpujlah nama-Mu Tuhan, A m i n.



Sumber: Inspirasi Kehidupan.
*
Manna Roti Surgawi
14 Januari
Manna Roti Surgawi
o
= SAAT HENING =

SAAT HENING
Baca: Mazmur 4:7-9

Dalam buku The Simple Path karya Lucinda Vardey, Ibu Teresa mengatakan bahwa di tengah melayani kaum papa di Calcuta, India, waktu untuk menyendiri atau saat teduh begitu sulit didapat. Di tengah pelayanan yang sibuk, privasi menjadi barang mahal, terlebih keheningan. Dalam kesibukan, keheningan adalah sebuah kelangkaan. Namun, Ibu Teresa melanjutkan bahwa kita harus tetap bisa mengambil waktu untuk bersaat teduh di tengah kesibukan, bahkan di antara keributan dan kebisingan sekalipun. Hening hampir selalu dimaknai sebagai kesunyian. Padahal, hening yang kita cari lebih dari sekadar itu, yaitu hening dalam arti keleluasaan berteduh di tengah gempuran pergulatan hidup yang bising. Hening, seperti kata sang pemazmur, adalah ketenteraman untuk membaringkan diri, saat Tuhan membiarkan kita diam dengan aman (Mazmur 4:9). Hening di sini bukan sekadar berarti lingkungan sekitar yang sepi. Hening juga bukan berarti malam yang larut tanpa suara. Hening adalah saat di mana kita dapat merasakan kehadiran Tuhan, sehingga kita dapat membaringkan diri dengan tenang dan tenteram. Dengan demikian, kita dapat merasakan keteduhan, sekalipun kita sedang berada di tengah keramaian, karena hening itu bukan dinikmati oleh telinga kita, tetapi oleh hati yang teduh. Hening bisa terjadi saat kesibukan dan keingarbingaran menerkam diri kita. Itulah yang dialami oleh Daud dan terekspresi dalam mazmurnya. Marilah kita menikmati keheningan, di saat kita bekerja maupun saat beristirahat, di saat sunyi maupun saat suasana ramai. Izinkan Tuhan meneduhkan lautan kehidupan kita dengan kuasa-Nya. Mari Tuhan, teduhkan hati saya..

HENING MERUWAT HATI KITA SEMAKIN DEKAT DENGAN TUHAN SEMAKIN DEKAT DAN SEMAKIN DEKAT LAGI
*
Manna Roti Surgawi
15 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# BELAJAR DARI KEPITING #

Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting,tapi tidak banyak orang yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang penuh dengan dengki. Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah,tanpa diikat.

Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus, lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.

Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri. Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting. Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun. Begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada kepiting yang berhasil keluar.

Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.

Saudaraku yang terkasih, begitu pula dalam kehidupan ini, tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu. Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang tidak benar. Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsure kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari maka bisa merugikan diri kita sendiri.

Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang,namun seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya. Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam menghadapi tantangan kehidupan ini.

Pertanda seseorang yang memiliki sifat seperti ‘kepiting’ ialah:
1 Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman untuk bertindak.
2. Banyak mengkritik tapi tidak membawa dampak perubahan
3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik “kepiting-kepiting” yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.

Kita harus berhati-hati bahwa di sekitar kita masih banyak pengkritik yang siap membunuh impian, mengaburkan harapan bahkan mengandaskan apa yang selama ini kita bangun dengan susah-payah. Jangan sampai semangat kita digerogoti oleh para pengkritik sehingga kita terkapar tak berdaya.

Bagaimana supaya kita bisa membangun jembatan dengan si pengkritik tanpa harus menjadi korban kritikan mereka.
a.Batasi kritik yang akan Anda terima:Buka telinga lebar-lebar bilamana kritikan itu mempunyai nilai-nilai untuk membangun, sebaliknya tutup telinga Anda jika kritikan tersebut tidak ada manfaatnya. Jangan acuh terhadap kritikan, namun juga jangan ceroboh membiarkan rangkaian kalimat yang akan membatasi langkah kita.
b. Tempatkan kritikan secara proporsional:
Lihatlah apakah kritikan itu memang benar ataukah kritikan itu hanya mengada-ada. Lihatlah kritikan itu dari sudut pandang yang objektif, kalau memang kritikan itu benar dan membangun, tidak ada salahnya jika kita berbenah diri.
c. Pertahankan impian-impian Anda: Racun yang mematikan bagi impian dan cita-cita kita adalah kritikan. Wright bersaudara, penemu pesawat terbang mempertahankan impian mereka terhadap kritikan yang berkata “manusia tidak mungkin bisa terbang.” Graham Bell pernah ditertawakan karena gagasannya menciptakan telepon. Syukur, mereka orang-orang yang selalu mempertahankan impian di saat si pengkritik tajam datang. Jangan biarkan pengkritik memadamkan impian Anda. Bangunlah jembatan dengan si pengkritik tanpa harus membiarkan impian kita padam.

Coba renungkan beberapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang dalam kehidupan social, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses. Menjadi pengubah sejarah melalui suri tauladan kehidupan yang maksimal dan berdampak.
Efesus 4:29
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

1 Timotius 6:3-5
Jika seseorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat-yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus- dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa.Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki,cidera,fitnah, curiga,percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.

DOA:
Ya Bapa, ampunilah jika selama ini karena dengki dan iri hati kami mengucapkan kata-kata kritik, bukan sebagai wujud kasih dan peduli terhadap sesama kami, tapi karena sakit hati. Sucikanlah perkataan kami agar dapat membangun orang lain. Dan pakailah kami untuk berbagi kasih dan saling tolong-menolong dengan sesama kami. Terima kasih Tuhan atas pengampunan-Mu, Amin….

Tuhan Yesus memberkati Anda.
Sumber: Inspirasi Kehidupan.
*
Manna Roti Surgawi
16 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# KASIH RELA BERKORBAN #

Robertson MC Quilkin mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai Rektor di Universitas Internasional Columbia dengan alasan ingin merawat istrinya,Muriel, yang sakit Alzheimer, yaitu gangguan fungsi otak

Muriel sudah seperti bayi, tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk makan, mandi dan buang air pun ia harus dibantu. Robertson memutuskan untuk merawat istrinya dengan tangannya sendiri. Karena Muriel adalah wanita yang sangat istimewa baginya.

Namun pernah suatu kali ketika Robertson membersihkan lantai bekas ompol Muriel dan di luar kesadaran Muriel malah menyerakkan air seninya sendiri, maka Robertson tiba-tiba kehilangan kendali emosinya. Ia menepis tangan Muriel dan memukul betisnya, guna menghentikannya.

Setelah itu Robertson menyesal dan berkata dalam hatinya, “Apa gunanya saya memukulnya, walaupun tidak keras, tapi itu cukup mengejutkannya. Selama 44 tahun kami menikah, saya tidak pernah memukulnya karena marah, namun kini di saat ia sangat membutuhkan saya, saya memperlakukannya demikian. Ampuni saya, ya Tuhan,” lalu tanpa peduli apakah Muriel mengerti atau tidak, Robertson meminta maaf atas hal yang telah dilakukannya.

Pada tanggal 14 Februari 1995, Robertson dan Muriel, memasuki hari istimewa karena pada tanggal itu di tahun 1948, Robertson melamar Muriel. Dan pada hari istimewa itu Robertson memandikan Muriel, lalu menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel dan pada malam harinya menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel lalu berdoa:”Tuhan Yesus yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah ia mendengar nyanyian malaikat-Mu. Amin!”

Pagi harinya, ketika Robertson berolah-raga dengan menggunakan sepeda statisnya, Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum manis kepada Robertson.

Untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan Muriel yang tidak pernah berbicara memanggil Robertson dengan suara yang lembut dan bening,”Sayangku….sayangku….”, Robertson melompat dari sepedanya dan segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu. “Sayangku, kau benar-benar mencintaiku bukan?”Tanya Muriel.

Setelah melihat anggukan dan senyum di wajah Robertson, Muriel berbisik,”Aku bahagia!” Dan ternyata itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel kepada Robertson.

Saudaraku yang terkasih, memelihara dan membahagiakan orang-orang yang sudah memberi arti dalam hidup kita adalah suatu ibadah di hadapan Tuhan. Mengurus suami atau istri yang sudah tak berdaya adalah suatu perbuatan yang mulia. Mengurus orang tua atau mertua adalah tugas seorang anak ataupun menantu. Mengurus kakek atau nenek yang sudah renta dan pikun juga adalah tanggung jawab para cucu. Jangan abaikan mereka yang telah renta, apalagi ketika mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Peliharalah mereka dengan kesabaran dan penuh kasih.

Pernah suatu kali TUHAN Allah berfirman kepada bangsa Israel, “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia, dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu” (Yesaya 46:4). Coba bayangkan, betapa sayangnya Tuhan kepada umatNYa, walau mereka berdosa dan jatuh dalam dosa penyembahan pada berhala, tapi kasih setia Tuhan begitu nyata atas mereka. Tuhan berjani untuk menggendong, menanggung dan memikul kita, itu semua karena cinta Nya. Bahkan Ia berjanji mau melakukan hal tersebut sampai masa tua dan putih rambut kita, sampai kapan pun Ia mau menyayangi umatNya, termasuk saat di mana kita sudah tak berdaya.

Jika begitu besar kasih dan pengorbanan Tuhan atas hidup kita, bagaimana sikap kita terhadap anggota keluarga bahkan sesama yang cacat, tua, pikun, sakit-sakitan, dan kondisi tak berdaya lainnya. Apakah kita mencampakkan mereka dan membuang mereka, ataukah kita memberikan perhatian khusus kepada mereka melalui kasih dan pengorbanan kita?

Kerapkali saya mendengar keluhan dari anggota Jemaat yang sepuh dan merasa dibuang oleh anak, menantu dan cucunya. Saat mereka kecil dirawat dengan penuh kasih saying, tetapi setelah mereka besar, mereka justru membuang orang tuanya. Ada yang dititipkan dipanti jompo atau panti wreda, atau tinggal satu rumah tapi kurang diberi perhatian. Sehingga orang tua merasa kesepian dan tidak berarti lagi hidupnya. Tak mengherankan beberapa di antara mereka setelah dititipkan dipanti werda, tak lama kemudian meninggal dunia karena tertekan jiwanya.

DOA:
Bapa, ajarlah kami untuk mengasihi anggota keluarga kami yang sudah sepuh dan membutuhkan perhatian. Berikanlah kasihMu di hati kami agar kami mampu mengasihi dan berkorban bagi mereka. Sehingga melalui hidup kami mereka dapat merasakan hidup mereka berarti.Terima kasih untuk teladan baik yang Engkau berikan. Dalam nama Yesus kami berdoa, Amin!

Sumber: Inspirasi Kehidupan.
*
Manna Roti Surgawi
17 Januari
Manna Roti Surgawi
o
RAJAWALI MEMBUBUNG TINGGI

Nats : ... orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tida (Yesaya 40:31)

Bacaan : Yesaya 40:28-31


Apa rahasia orang belajar berenang? Bagaimana mungkin dengan berat badan yang tidak ringan, seseorang bisa mengapung di air, bahkan bergerak maju dengan pelbagai gaya? Satu prinsip awal berenang ialah belajar "percaya" pada air. Jika kita "menyerah" pada air, tubuh kita akan menga-pung. Sebaliknya, jika kita "melawan" air, mengencangkan otot-otot sampai kaku, kita malah tenggelam. Itu kuncinya. Memercayakan diri kepada air.


Ayat 31 melukiskan tentang rajawali yang membubung tinggi. Rajawali memang suka terbang tinggi, seperti dilukiskan di Perjanjian Lama. Ia terbang dan membuat sarang di ketinggian (Yeremia 49:16; Obaja 4). Ia bisa naik ke gunung Libanon; mengambil puncak pohon aras yang tinggi sekali (Yehezkiel 17:3). Padahal di ketinggian, angin berembus kuat. Bagaimana rajawali dapat terbang dengan begitu ringan dan tenang? Rupanya ia punya cara jitu. Daripada melawan angin, ia memanfaatkannya untuk bergerak bersama tiupan angin. Ia "memercayakan" diri pada dorongan angin untuk maju. Jadi, sebenarnya ia bukan terbang, melainkan melayang di ketinggian. Melayang bukan dengan kekuatannya sendiri, melainkan dorongan angin.

Tatkala angin kesulitan hidup menghantam, apakah tanggapan kita? Mengeluh, mengaduh, geram, marah, berteriak, menuduh orang lain, menyalahkan Tuhan-itu yang lazim. Kita melawannya dengan kekuatan sendiri. Padahal percuma. Kita akan kelelahan. Terengah-engah dan frustrasi. Kesulitan yang kian besar justru harus menjadi "kendaraan" kita untuk kian berserah, memercayakan diri pada bimbingan Tuhan. Izinkan Roh-Nya membawa kita "melayang" di tengah embusan angin persoalan --PAD

KETIKA TANTANGAN HIDUP MEMBESAR

PERBESARLAH KEPERCAYAAN KITA KEPADA-NYA


Sumber: e-RH
*
Manna Roti Surgawi
18 Januari
Manna Roti Surgawi
o
KEBANGUNAN ROHANI

KEBANGUNAN ROHANI Adalah :

* Allah secara nyata hadir di antara umat-Nya dengan kuasa (Kis 2:1-36)

* Allah memenuhi umat-Nya dengan pribadi Roh Kudus (Kis 2:4; Ef 5:18)

* Allah memberi kuasa kepada umat-Nya untuk hidup kudus dan taat
kepada firman-Nya (Mat 5:48; 1 Ptr 1:15, 16)

* Allah menyanggupkan umat-Nya berdoa dengan gigih (Kis 2:14;
1 Tes 5:17)

* Allah menggugah umat-Nya untuk mengharapkan hal-hal yang
mustahil kepada Dia (Luk 1:37; Ibr 11:16)

* Allah menerangi umat-Nya untuk menikmati sepenuhnya
persekutuan dengan Kristus (Rm 6:1-22; Gal 2:20)

Sumber: Jendela Kebenaran
*
Manna Roti Surgawi
19 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# DONOR DARAH #

Suatu pagi yang sunyi di Korea, di suatu desa kecil, ada sebuah bangunan kayu mungil yang atapnya ditutupi oleh seng-seng. Itu adalah rumah yatim piatu di mana banyak anak tinggal akibat orang tua mereka meninggal dalam perang.

Tiba-tiba, kesunyian pagi itu dipecahkan oleh bunyi mortir yang jatuh di atas rumah yatim piatu itu. Atapnya hancur oleh ledakan, dan kepingan-kepingan seng mental ke seluruh ruangan sehingga membuat banyak anak yatim piatu terluka. Ada seorang gadis kecil yang terluka di bagian kaki oleh kepingan seng tersebut , dan kakinya hampir putus. Ia terbaring di atas puing-puing ketika ditemukan, pertolongan pertama segera dilakukan dan seseorang dikirim dengan segera ke rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan.

Ketika para dokter dan perawat tiba, mereka mulai memeriksa anak-anak yang terluka. Ketika dokter melihat gadis kecil itu, ia menyadari bahwa pertolongan yang paling dibutuhkan oleh gadis itu adalah darah. Ia segera melihat arsip yatim piatu untuk mengetahui apakah ada orang yang memiliki golongan darah yang sama dengan gadis kecil itu.


Beberapa menit kemudian, setelah terkumpul anak-anak yang memiliki golongan darah yang sama, dokter berbicara kepada grup itu dan perawat menterjemahkan, “Apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya utk gadis kecil ini?” Anak-anak tersebut tampak ketakutan, tetapi tidak ada yang berbicara. Sekali lagi dokter itu memohon, “Tolong, apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya untuk teman kalian, karena jika tidak, ia akan meninggal!”Akhirnya, ada seorang bocah laki-laki di belakang mengangkat tangannya dan perawat membaringkannya di ranjang untuk mempersiapkan proses transfusi darah.

Ketika perawat mengangkat lengan bocah untuk membersihkannya, bocah itu mulai gelisah. “Tenang saja”kata perawat itu, “Tidak akan sakit kok.” Lalu dokter mulai memasukkan jarum,ia mulai menangis. “Apakah sakit?” tanya dokter itu. Tetapi bocah itu malah menangis lebih kencang.”Aku telah menyakiti bocah ini!” kata dokter itu dalam hati dan mencoba untuk meringankan sakit bocah itu dengan menenangkannya, tetapi tidak ada gunanya. Setelah beberapa lama, proses transfusi telah selesai dan dokter itu minta perawat untuk bertanya kepada bocah itu. “Apakah sakit”

Bocah itu menjawab, “Tidak, tidak sakit”.

“Lalu kenapa kamu menangis?”, Tanya dokter itu.

“Karena aku sangat takut untuk meninggal” jawab bocah itu.

Dokter itu tercengang! “Kenapa kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal?” Dengan air mata di pipinya, bocah itu menjawab, “Karena aku kira untuk menyelamatkan gadis itu aku harus menyerahkan seluruh darahku!” Dokter itu tidak bisa berkata apa-apa, kemudian ia bertanya, “Tetapi jika kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal, kenapa kamu bersedia untuk memberikan darahmu?”
Sambil menangis ia berkata, “Karena ia adalah temanku, dan aku sangat mengasihinya!”

Saudaraku yang terkasih, pernahkah Anda merenungkan bahwa ada Pribadi yang begitu mengasihi kita? Dia rela berkorban dan memberikan darah-Nya bahwa nyawa-Nya untuk menyelamatkan kita? Pribadi itu bernama Yesus Kristus. Semua pengorbanan-Nya dikerjakan dengan sungguh-sungguh agar kita beroleh selamat. Kita manusia berdosa, seharusnya mengalami kematian kekal. Sebab upah dosa adalah maut (kematian kekal/kebinasaan-Roma 6:23). Namun karena kasih Kristus, Ia menebus kita dengan darah-Nya yang mahal.

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. (1 Petrus 1:18-19).

Jika zaman dulu orang Israel ingin diperdamaikan dengan TUHAN Allah harus membawa binatang korban, dimana darah binatang yang dikorbankan itu menjadi tanda penghapusan dosa.Tapi pada zaman Perjanjian Baru, Yesus Kristus memperdamaikan kita dengan Allah di sorga tidak dengan korban binatang, tapi dengan darah-Nya sendiri. Dan hal itu dilakukan cukup sekali untuk selamanya. Sehingga melalui korban dan darah Yesus di kayu salib, dosa kita ditebus dan kita diperdamaikan dengan Allah di sorga.

Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, -artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis,sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama (Ibrani 9:11-15)

Doa:
Terima kasih Tuhan Yesus atas pengorbanan-Mu di kayu salib. Engkau rela mati menanggung dosa kami. Engkau menebus dosa kami dan menyelamatkan hidup kami. Biarlah darah-Mu yang kudus menyucikan kami dari segala dosa dan kesalahan, sehingga hidup kami menjadi milik-Mu, hari ini dan sampai pada kekekalan. Amin!

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber: Inspirasi Kehidupan.
*
Manna Roti Surgawi
20 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# GEMBOK DAN ANAK KUNCI #

Apakah ada diantara Anda yg memiliki profesi seorang guru,dosen, atau pengajar ? Pd saat Anda menguji anak didik Anda dlm sebuah tes, sy yakin bhw ketika Anda memberikan pertanyaan, Anda pastinya sdh memiliki jawabannya juga. Tidak mungkin Anda memberikan soal kpd mereka sementara Anda sendiri tidak tahu jawaban dari soal yg Anda berikan tsb.

Hal yg sama berlaku pd sebuah pabrik pembuatan gembok. Mereka tdk hanya menciptakan gembok, tp juga membuat kunci utk setiap gembok tsb. Bayangkan betapa konyolnya jika mrk hanya jual gembok tanpa anak kunci.

Dua analogi sederhana di atas kiranya memberikan pencerahan kpd kita bhw hal yg sama Tuhan lakukan dlm hidup kita. Ketika Tuhan mengijinkan sebuah persoalan, maka sesungguhnya Dia sdh punya jawaban utk persoalan tsb. Tuhan tdk pernah membiarkan kita mengalami persoalan yg tak terpecahkan atau masalah yg tdk ada jalan keluarnya. Tuhan menyediakan kunci utk setiap pergumulan hidup yg kita alami.

Tuhan tdk hanya menyediakan jawaban atau kunci utk setiap masalah yg kita alami, tetapi Dia jg bijak dlm mengukur kemampuan dan kapasitas kita dlm menanggung persoalan. Tuhan tdk akan pernah memberikan soal yg melebihi kemampuan kita.

Bukankah seorang guru tdk akan memberikan soal kelas VI unt anak yg masih kelas 1 ? Jika seorang guru saja bisa demikian bijak dlm menakar kemampuan kita, apalagi Tuhan ?

Melalui kebenaran ini kita diingatkan agar jgn sampai menjadi orang yg mudah mengeluh dan merasa persoalan yg kita alami sgt berat dan tak tertanggungkan. Jangan juga kita menjadi orang yg mudah putus asa krn berpikir masalah kita tdk ada jalan keluarnya. Ingatlah bhw ada soal berarti ada jawaban, ada gembok berarti ada kuncinya.

Ketika Tuhan mengijinkan sebuah persoalan, Dia sudah menyediakan kunci jawabannya.
Have a Blessed Day :)O:)
*
Manna Roti Surgawi
21 Januari
Manna Roti Surgawi
o
= PERTOBATAN KONSTANTINUS =

Ketika itu bulan Oktober 312. Seorang jenderal muda yang dipatuhi prajurit Roma yang ada di Inggris dan Perancis, berderap menuju Roma untuk menantang Maxentius, yang juga berupaya untuk naik takhta.

Seperti dikisahkan, Jenderal Konstantinus menatap langit dan melihat cahaya berbentuk salib. Di situ terdapat tulisan yang berbunyi “Bersama ini taklukkanlah”. Prajurit yang percaya takhayul ini sebenarnya sudah enggan memuja dewa-dewa Roma dan memilih memuja dewa tunggal. Ayahnya adalah pemuja dewa matahari. Mungkinkah ini merupakan pertanda dari dewa tersebut pada malam sebelum pertempuran itu?

Di kemudian hari, Kristus muncul dalam mimpinya, dengan tanda yang sama, sebuah salib yang agak lekung di atasnya yang menyerupai huruf-huruf Yunani chi dan rho, dua huruf pertama dari kata Christos. Jenderal tersebut diperintahkan untuk membuat tanda ini pada perisai-perisai para prajuritnya. Ia melakukannya.

Seperti yang dijanjikan, Konstantinus pun memenangkan pertempuran tersebut.

Ini adalah salah satu momentum menentukan bagi perubahan dahsyat dalam kurun waktu seperempat abad. Jika Anda meninggalkan Roma pada tahun 305M, tinggal di padang pasir dan dua puluh tahun kemudian Anda kembali, Anda akan mengira bahwa kekristenan telah punah karena penganiayaan. Tetapi ternyata sebaliknya, kekristenan telah menjadi agama yang sangat digemari.

Segera Konstantinus menaruh perhatian pada Gereja, memulihkan harta, menyumbangkan uang, mengendalikan kontroversi dengan kaum Donatis serta mengadakan konsili-konsili Gereja di Arles dan Nicea. Ia juga berebut kekuasaan dengan Licinius, yang ia gulingkan pada tahun 324.

Dengan demikian Gereja tidak lagi menjadi sasaran serangan, melainkan mendapat perlakuan istimewa. Dalam waktu yang sangat singkat, prospeknya berubah sama sekali. Setelah beradab-abad lamanya sebagai gerakan kebudayaan tandingan, Gereja diharuskan belajar cara menangani kekuasaan. Namun, semuanya tidak dilakukan dengan baik. Kehadiran Konstantinus yang dinamis membentuk Gereja pada abad keempat dan seterusnya. Ia adalah pakar kekuasaan dan politik dan Gereja pun belajar menggunakan alat-alat tersebut.

Allah sesungguhnya memakai Konstantinus untuk memberi kemudahan bagi Gereja; sang kaisar itu menegaskan dan menjamin toleransi resmi bagi keyakinan ini. Dengan demikian, peperangan melawan penyiksaan Kekaisaran Romawi dimenangkan bukan di Milvian Bridge tetapi di arena-arena, ketika orang-orang Kristen dengan berani menyongsong kematian.



Sumber:

Buku 100 Peristiwa Penting Dalam Sejarah Kristen (The 100 Most Important Events in Christian History; Penerbit PT BPK Gunung Mulia)
*
Manna Roti Surgawi
22 Januari
Manna Roti Surgawi
o
TUHAN MEMBUKA PINTU BAGI KITA

Aku tahu segala pekerjaamu : lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun, Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti FirmanKu dan engkau tidak menyangkal namaKu. (Wahyu : 3 : 8)8).

Dalam segala keterbatasan kita baik itu dalam kemampuan atau kepandaian atau pengaruh, tetapi kalau ada kesetiaan untuk Taat pada Firman Allah dan setia menyandang Nama Tuhan dalam hidup kita, maka kita akan menerima Janji Tuhan untuk MEMBUKA segala “Pintu-pintu yang tertutup” !!

Secara fungsional pintu adalah tempat dimana seseorang bisa masuk atau keluar dari atau ke suatu tempat, sehingga kalau pintu itu tertutup maka seseorang tidak bisa masuk atau keluar.

Apa yang akan kita alami kalau Tuhan membukakan pintu bagi kita ?

1. Kita akan mengalami pembukaan kesempatan-kesempatan atau peluang-peluang yang mungkin sangat sulit dan jarang kita alami, tapi kalau Tuhan yang mengerjakan itu bagi kita, maka segala sesuatu terasa begitu mudah dan indah, ini bukan hanya menyangkut perkara-perkara jasmani yang kita butuhkan selama kita hidup di dunia ini, tapi Tuhan juga akan membukakan pintu Sorga untuk kita bisa MASUK di dalamnya.

2. Kita akan mengalami terobosan-terobosan yang ajaib sehingga kita bisa KELUAR dari situasi, suasana atau keadaan yang sulit dan yang tidak menyenangkan, baik itu dalam pekerjaan, nikah, bahkan ibadah dan pelayanan kita, seperti kita bisa KELUAR dari neraka.


Kalau kita ingin alami perbuatan tangan Tuhan dalam seluruh hidup kita, maka hiduplah sesuai dengan FirmanNya dan jangan pernah menyangkal Nama Tuhan walaupun harus mengalami kerugian untuk hal-hal yang jasmani. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
*
Manna Roti Surgawi
23 Januari
Manna Roti Surgawi
o
ANAK KERANG

Dessy Gumogar 19 Januari jam 12:30 Balas • Laporkan
Shalom.....

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam." "Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi! tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transdensial untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat m! engubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transdensial tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : menjadi ´kerang biasa´ yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara´. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja´.

So..sahabat mungkin saat ini kamu sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka krn orang2 disekitar kamu..cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan didalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara2..."

GBU all......
*
Manna Roti Surgawi
24 Januari
Manna Roti Surgawi
o
= KEHADIRAN TUHAN =

Nats : Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus; Tuhan , takhta-Nya di surga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia (Mazmur 11: 4)

Seorang pembimbing Komisi Remaja di gereja asal saya, selalu memulai doanya dengan khas. Awalan doa itu sudah belasan tahun lalu saya dengar dan masih sama sampai sekarang. Demikian bunyinya: "Bapa kami yang ada di surga, tetapi yang sekarang juga hadir di antara kami." Sebuah awalan doa yang penuh makna, bukan? Allah hadir di sana dan hadir di sini, sekaligus.

Pemazmur mengawali pujiannya dengan sebuah pernyataan iman bahwa pada Tuhanlah ia berlindung (ayat 1). Namun, bagaimana bisa Tuhan melindungi jika Dia ada di surga atau di bait-Nya yang kudus (ayat 4), sementara peristiwa kehidupan manusia ada di bumi atau di luar Bait Tuhan; di tempat yang tidak selalu dianggap kudus? Karena "mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia"(ayat 4). Dengan kata lain, walaupun Tuhan memang di surga dan berada di bait yang kudus, tetapi surga dan bait-Nya yang kudus tidak memenjara Tuhan. Dari base camp-Nya Tuhan bisa melihat dan menguji orang yang hidup di dunia ini dengan segala tingkah lakunya, serta melakukan pembelaan-Nya (ayat 5, 6). Pemahaman inilah yang membuat pemazmur mantap menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungannya.

Terkadang kita menganggap enteng macam-macam hal sebab kita juga menganggap enteng hal kehadiran Tuhan yang tak tampak mata. Keterbatasan mata indrawi kerap menjadi sebab kesembronoan hidup. Mata kita di dunia inilah yang tak dapat menembus surga, sementara mata Tuhan di surga melihat kita di dunia dengan terang benderang tiada tara --DKL

Sumber: e-Renungan Harian
*
Manna Roti Surgawi
25 Januari
Manna Roti Surgawi
o
10 CARA MANJUR UNTUK MERUSAK GENERASI MUDA KRISTEN

1. Berikan uang saku berlimpah-limpah.

2. Berikan kebebasan dalam memilih teman tanpa pembatasan.

3. Berikan kunci ppintu sendiri, sehingga ia bebas keluar masuk rumah
setiap waktu (pagi, siang, sore, malam, tengah malam, subuh)
tanpa perlu ditegur.

4. Jangan ditanya dari mana ia datang dan ke mana ia pergi.

5. Beritahukan kepada mereka bahwa yang utama itu yang lahiriah,
bukan yang rohaniah.

6. Beritahukan kepada mereka bahwa semua boleh dilakukan asal
tidak menimbulkan kekacauan.

7. Jangan menegur mereka kalau tidak pergi beribadah. Biarkan
mereka pergi jalan-jalan pada jam-jam ibadah.

8. Jangan memberi contoh kepada anak itu dalam hal doa dan
membaca Alkitab.

9. Jangan sampai mereka tahu bahwa orang tuanya sungguh-
sungguh mencintai Tuhan.

10. Buanglah Alkitab, traktat-traktat, buku-buku rohani, kaset-kaset
rohani dari dalam rumah Anda.
*
Manna Roti Surgawi
26 Januari
Manna Roti Surgawi
o
TEGORAN DAN HAJARAN TUHAN

Barang Siapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar ; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah ! (Wahyu : 3 : 19).

Hampir semua manusia menyukai pujian dan sanjungan walaupun ia sendiri tahu bahwa apa-apa yang dipujikan itu TIDAK BENAR, tetapi sebaliknya juga hampir semua manusia tidak menyukai tegoran dan kritik walaupun ia tahu bahwa apa-apa yang dikritikkan itu BENAR adanya.

Tegoran yang datangnya dari manusia bisa datang dari banyak motivasi, ada yang motivasinya menjatuhkan tapi ada yang bertujuan baik, tapi kalau tegoran itu dari Tuhan maka semata-mata untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Ibrani : 12 :10)

Tegoran dari Tuhan pertama-tama datang lewat “FIRMAN ALLAH” , baik saat kita membaca Alkitab atau saat kita mendengarkan Firman yang disampaikan oleh Hamba-hamba Tuhan, tapi kalau seseorang masih belum menanggapi Tegoran lewat FirmanNya, maka Tuhan akan menegor dengan cara yang lebih keras yaitu “HAJARAN” yaitu pengalaman-pengalaman pahit yang Tuhan izinkan kita alami (Ibrani : 12 : 5-11).

Paling tidak ada 2 hal yang terkandung dalam setiap tegoran dan hajaran Tuhan, yaitu :

1. Merupakan pengakuan terbuka bahwa kita milikNya.
( Ibrani : 12 : 6)
Tuhan tidak akan berurusan dengan seseorang yang tidak ada kaitan apa-apa dengan Dia, sehingga kalau kita ditegorNya maka itu menunjukkan tanggung jawabNya atas tumbuh kembang kita sebagai anak-anakNya.


2. Merupakan cara Tuhan mendidik/mendisiplinkan kita umatNya.
( Ibrani : 12 : 9-11)
Dia tidak relah kita berlarut-larut bahkan permanen dalam ketidak benaran dan ketidak kudusan dan mengalami kebinasaan, tapi Dia ingin kita kembali dalam KekudusanNya supaya kita bisa mengalami Damai sejahtera dan kebahagiaan, sebab kalau Dia yang melukai, Dia juga yang membebatnya, Dia yang memukuli, Dia yang menyembuhkan pula ( Ayub : 5 : 17)


Sehingga kalau kita ditegor bahkan dihajar oleh Tuhan, walaupun rasanya sakit tapi sebenarnya itu Dia lakukan demi Kebaikan dan Kebahagiaan kita, oleh sebab itu jangan meringankan tapi juga jangan putus asa, tapi kita tanggapi dengan baik yaitu BERTOBATLAH !

Tuhan memberkati kita semua, Amin
*
Manna Roti Surgawi
27 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# KEHENDAK TUHAN apa DIIJINKAN TUHAN #

Ada sebuah cerita menarik yang mungkin sudah pernah kalian dengar atau baca, tapi cerita ini sungguh sangat indah dan memberkati.



Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung Yesus Kristus yang disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya.



Karena segala permohonan pasti bisa dikabulkan-Nya, maka orang berbondong-bondong datang secara khusus kesana untuk berdoa, berlutut dan menyembah, hampir dapat dikatakan halaman gereja penuh sesak seperti pasar.



Di dalam gereja itu ada juga seorang penjaga pintu yang berdiri bersebelahan dengan patung Yesus itu. Melihat Yesus yang setiap hari berada di atas kayu salib, harus menghadapi begitu banyak permintaan orang, ia pun merasa iba dan di dalam hati ia berharap bisa ikut memikul beban penderitaan Yesus Kristus.



Pada suatu hari, sang penjaga pintu berdoa menyatakan harapannya itu kepada Yesus. Di luar dugaan, ia mendengar sebuah suara yang mengatakan, "Baiklah! Aku akan turun menggantikan kamu sebagai penjaga pintu, dan kamu yang naik di atas salib inu, namun apapun yang kau dengar, janganlah mengucapkan sepatah kata pun."Si penjaga pintu merasa permintaan itu sangat mudah.



Lalu, Yesus turun, dan penjaga itu naik ke atas, menjulurkan sepasang lengannya seperti Yesus yang dipaku diatas kayu salib. Karena itu orang-orang yang datang bersujud, tidak menaruh curiga sedikit pun. Si penjaga pintu itu berperan sesuai perjanjian sebelumnya, yaitu diam saja tidak boleh berbicara sambil mendengarkan isi hati orang-orang yang datang.



Orang yang datang tiada habisnya, permintaan mereka pun ada yang rasional dan ada juga yang tidak rasional, banyak sekali permintaan yang aneh-aneh. Namun, demikian, si penjaga pintu yang menjadi Yesus disalib itu tetap bertahan untuk tidak bicara, karena harus menepati janji sebelumnya.



Pada suatu hari datanglah seorang saudagar kaya, setelah saudagar itu selesai berdoa, ternyata kantung uangnya tertinggal. Si penjaga pintu itu melihatnya dan ingin sekali memanggil saudagar itu kembali, namun terpaksa menahan diri untuk tidak berbicara.



Selanjutnya datanglah seorang miskin yang sudah 3 hari tidak makan, ia berdoa kepada Yesus agar dapat menolongnya melewati kesulitan hidup ini. Ketika hendak pulang ia menemukan kantung uang yang ditinggalkan oleh saudagar tadi, dan begitu dibuka, ternyata isinya uang dalam jumlah besar. Orang miskin itu pun kegirangan bukan main, "Yesus benar-benar baik, semua permintaanku dikabulkan!" dengan amat bersyukur ia lalu pergi.



Diatas kayu salib, si penjaga pintu itu ingin sekali memberitahunya, bahwa itu bukan miliknya. Namun karena sudah ada perjanjian, maka ia tetap menahan diri untuk tidak berbicara.



Berikutnya, datanglah seorang pemuda yang akan berlayar ke tempat yang jauh. Ia datang memohon agar Yesus memberkati keselamatannya. Saat hendak meninggalkan gereja, saudagar kaya itu menerjang masuk dan langsung mencengkram kerah baju si pemuda, dan memaksa si pemuda yang mengambil uangnya dan memaksa untuk mengembalikan uangnya. Si pemuda itu tidak mengerti keadaan yang sebenarnya, lalu keduanya saling bertengkar.



Di saat demikian, tiba-tiba dari atas kayu salib "Yesus" akhirnya angkat bicara.



Setelah semua masalahnya jelas, saudagar kaya itu pun kemudian pergi mencari orang miskin itu, dan si pemuda yang akan berlayar pun bergegas pergi, karena khawatir akan ketinggalan kapal.



Yesus yang asli kemudian muncul, menunjuk ke arah kayu salib itu sambil berkata, "TURUNLAH KAMU! Kamu tidak layak berada disana." Penjaga itu berkata, "Aku telah mengatakan yang sebenarnya, dan menjernihkan persoalan serta memberikan keadilan, apakah salahku?" "Kamu itu tahu apa?", kata Yesus.



"Saudagar kaya itu sama sekali tidak kekurangan uang, uang di dalam kantung bermaksud untuk dihambur-hamburkannya. Namun bagi orang miskin, uang itu dapat memecahkan masalah dalam kehidupannya sekeluarga. Yang paling kasihan adalah pemuda itu. Jika saudagar itu terus bertengkar dengan si pemuda sampai ia ketinggalan kapal, maka si pemuda itu mungkin tidak akan kehilangan nyawanya. Tapi sekarang kapal yang ditumpanginya sedang tenggelam di tengah laut."



Ini kedengarannya seperti sebuah anekdot yang menggelikan, namun dibalik itu terkandung sebuah rahasia kehidupan...^



Kita seringkali menganggap apa yang kita lakukan adalah yang paling baik, namun kenyataannya kadang justru bertentangan. Itu terjadi karena kita tidak mengetahui hubungan sebab-akibat dalam kehidupan ini.



Kita harus percaya bahwa semua yang kita alami saat ini, baik itu keberuntungan maupun kemalangan, semuanya merupakan hasil pengaturan yang terbaik dari Tuhan buat kita, dengan begitu kita baru bisa bersyukur dalam keberuntungan dan kemalangan dan tetap bersuka cita. Amin.~





Sebab kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan buat kita ( Roma 8:28).





GOD Bless us.~

*
Manna Roti Surgawi
27 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# CINCIN PERNIKAHAN #

Mengapa cincin pernikahan berada di jari manis?

Ini bukan mitos tp keajaiban dari TUHAN,coba ikuti langkah" berikut :

1. Pertama, gabungkan kedua telapak tangan anda, kemudian jari tengah ditekuk ke dalam.

2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.

3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan.

4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari mewakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.

5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.

6. Sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak-anak. Cepat atau lambat anak-anak juga akan meninggalkan kita.

7. Selanjutnya, tutup jari kelingking anda,bukalah jari manis anda tempat dimana anda menaruh cincin perkawinan anda,pasti anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka..Karena jari manis mewakili suami istri,selama hidup anda dan pasangan anda akan melekat satu sama lain ... ;);)

Buktikan!!!! Good banget♥♥
*
Manna Roti Surgawi
28 Januari
Manna Roti Surgawi
o
= MEMPELAI PEREMPUAN KRISTUS =

Ada berbagai simbol di dalam Alkitab yang melambangkan Gereja. Diantaranya adalah Gereja sebagai pengantin perempuan Kristus yang tidak bercacat cela, yang kudus dan yang gilang gemilang!

Wahyu 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Banyak orang yang tidak mengerti tentang konsep bahwa Gereja sebagai pengantin perempuan Kristus.

Konsep perkawinan antara Allah dan umat-Nya tidak hanya ada di dalam Perjanjian Baru saja, tetapi sejak di Perjanjian Lama juga sudah ada.

Yesaya 54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya;

Hosea 2:19 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.

Yesus sendiri bicara tentang diri-Nya sebagai mempelai laki-laki, waktu ditanya mengapa murid-murid-Nya tidak berpuasa sedang murid Yohanes Pembaptis dan murid orang Farisi berpuasa?

Markus 2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.”

Paulus mengatakan bahwa umat Tuhan telah dipertunangkan, yang jadi mempelai perempuan yang akan dikawinkan dengan mempelai laki-laki yaitu Kristus.


2 Korintus 11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Pada akhirnya mempelai perempuan itu akan kawin dengan Yesus.

Wahyu 19:6-8 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Umat-Nya dilambangkan sebagai mempelai perempuan, apakah dia laki-laki atau perempuan. Jangan bingung, karena laki-laki dan perempuan itu hanya menurut perspektif dunia, sedang dalam hubungan dengan Kristus posisi gender itu tidak penting!

Galatia 3:26-28 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah [sons of God] karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.

Gereja – umat-Nya - pengantin perempuan dipanggil untuk menjadi seperti Yesus Kristus!

Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Kita adalah calon mempelai perempuan, yang dipanggil untuk menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Kita harus intim dengan Dia. Dengarkan Dia, turuti perintah-Nya.

Di Taman Eden, Allah menciptakan mempelai perempuan untuk Adam, pengantin perempuan itu sepadan dengan Adam, menjadi penolong baginya. Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Alkitab melukiskan sesuatu yang paralel dan kontras juga antara Adam dan Yesus.

Dalam 1 Korintus 15:45-49 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Kita semua harus yakin, bahwa seperti Allah sudah menyiapkan mempelai perempuan yang sepadan untuk Adam yang pertama, begitu pula Allah akan menyiapkan mempelai perempuan yang sesuai untuk Yesus, sebagai Adam yang terakhir.
*
Manna Roti Surgawi
29 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# LEPAS DARI RASA BERSALAH #

Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka. Dia mendapat sebuah ketapel untuk bermain-main dihutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran.

Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam. Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dengan panik disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun.

Setelah makan nenek berkata, “Sally cuci piring.” Tetapi Sally berkata, “Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?” Dan Sally berbisik, “Ingat bebek?” Jadi Johnny mencuci piring.

Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, “Maafkan tapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan.” Tetapi Sally tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu.” Kembali dia berbisik, “Ingat bebek?” Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.

Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, “Sayangku, aku tahu….Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu.”

Saudaraku yang terkasih, pada umumnya orang merasa bersalah karena berbuat sesuatu dimasa lampau yang dianggapnya berdosa atau keliru. Perasaan bersalah sering dipandang sebagai manifestasi dari suara hati. Suara hati dipandang jauh lebih dalam daripada sekedar perasaan. Ia adalah pengertian kongkret. Namun suara hati itu sendiri juga bisa salah karena suara hati tidak lain adalah ingatan bawah sadar akan nilai-nilai yang dibentuk dari dalam atau dipaksakan dari luar. Maka perasaan bersalah sesungguhnya tidak lain merupakan proyeksi atas reaksi ingatan akan nilai-nilai yang dibatinkan dalam diri seseorang terhadap peristiwa yang telah lewat.

Ketika perasaan bersalah muncul, orang dibuat tak berdaya. Upaya untuk melawan perasaan bersalah justru makin membuat tersiksa, depresi atau frustasi. Niat baik atau perubahan dimasa depan yang dicetuskan hanya melulu karena rasa bersalah tidak cukup kuat untuk mengubah tindakkan secara signifikan. Ketika perasaan bersalah itu mendera, kita sering mengatakan, “Aku jahat, Aku tidak berharga, Aku merasa malu.” Diri yang disakiti perasaan bersalah ingin keluar dari kesakitan itu dengan menolak atau mengatasi perasaan bersalah.

Firman Tuhan berkata:
Demikianlah kita ketahui , bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikia pula kita boleh menenangkan hati kita dihadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya Allah adalah lebih besar daripada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah. (1 Yohanes 3:19-21)

Jangan ingat lagi kegagalan dan kesalahan masa lalu, anggap semua telah berlalu. Dengan demikian hati kita tidak menuduh dengan perasaan bersalah. Didalam Yesus Kristus segala kesalahan kita diampuni dan disucikan bila kita mengakui dengan terbuka dihadapan-Nya (1 Yohanes 1:9). Darah Kristus inilah yang akan menenangkan hati kita dihadapan Allah, sehingga kita memiliki keberanian untuk menghampiri hadirat-Nya.


D O A:
Pada kesempatan ini, kami mengakui segala kesalahan dan dosa yang kami perbuat, ya Tuhan. Ampunilah dosa-dosaku dan basuhlah dengan darah-Mu yang kudus.
Perkenankanlah kami menjadi anak-anak-Mu yang setia dan berkenan. Tinggalah didalam hati kami sampai akhirnya kami memiliki keberanian untuk mendekat kepada-Mu. Bukan sebagai pribadi yang kotor lagi tapi sebagai pribadi yang sudah dibersikan. Terima kasih Tuhan Yesus, A m i n.
(Sumber Inspirasi Kehidupan)
*
Manna Roti Surgawi
30 Januari
Manna Roti Surgawi
o
# TANGAN BAPA ANDA #

Beberapa waktu yang lalu, anak perempuan saya Jenna dan saya melewatkan beberapa hari dikota tua Yerusalem.
Suatu sore, ketika kami meninggalkan gerbang Yaffa, kami mendapati diri kami berada dibelakang sebuah keluarga Yahudi Ortodoks _ seorang ayah dan tiga anak perempuannya yang masih kecil.

"Abba!" seorang anak perempuannya memanggil ayahnya. Sang ayah berhenti dan memandang. Seketika ia menyadari bahwa ia terpisah dari anak perempuannya.

"Abba!" ia memanggil lagi. Ayahnya menemukannya dan dengan segera mengulurkan tangannya. Anak itu meraihnya dan saya memperhatikan mereka sementara mereka meneruskan perjalanannya. Saya ingin melihat tindakkan seorang abba.

Ia menggandeng tangan anak itu erat-erat dengan tangannya ketika mereka menuruni lereng. Ketika ia berenti dijalanan yang ramai, anak itu melangkah dipinggir jalan, jadi ia menariknya kembali kebelakang.
Ketika tanda lalu-lintas berganti, ia menuntun anak itu dan saudara-saudaranya menyeberangi persimpangan. Ditengah-tengah jalan, ia meraih kebawah dan mengayunkan anaknya keatas kedalam lengannya dan meneruskan perjalanan mereka.

Bukankah itu yang kita semua butuhkan? Seorang abba yang akan mendengar ketika kita memanggil?
Siapa yang memimpin kita melalui persimpangan-persimpangan kehidupan yang ramai? Tidakkah kita semua membutuhkan seorang abba yang akan mengayun kita kedalam lengannya dan membawa kita pulang?
Kita semua membutuhkan seorang bapa.

Ada Allah disurga yang menginginkan Anda memanggil-Nya abba.

Memilih Allah sebagai Tuhan berarti mengakui bahwa Ia berdaulat dan tertinggi dialam semesta. Menerimanya sebagai Juruselamat berarti menerima pemberian keselamatan-Nya yang diberikan dikayu salib.
Namun memanggil-Nya Abba _ Bapa _ berati melangkah satu langkah lebih jauh. Idealnya, ayah adalah orang dalam kehidupan Anda yang memelihara dan melindungi. Itulah yang tepatnya dilakukan Allah.

Ia menyediakan kebutuhan-kebutuhan Anda (Mat 6:25-34).

IA telah melindungi Anda dari bahaya (Maz 139:5).

Ia telah menerima Anda menjadi anak-anak-Nya (Ef 1:5).

Dan Ia telah memberi Anda nama-Nya (1 Yoh 3:1).

Allah telah membuktikan diri-Nya sebagai seorang ayah yang setia.
Sekarang, terserah kita untuk menjadi anak-anak yang percaya.
Ijinkan Allah memberi Anda apa yang tidak bisa diberikan dunia.

Bergantunglah kepada-Nya saja untuk mendapatkan kekuatan dan dukungan.

Berpeganglah pada kata-kata yang mulia ini: "Anda adalah anak Allah, dan Allah akan memberikan Anda berkat yang dijanjikan-Nya, karena Anda adalah anak-Nya" (Gal 4:7).

Berpalinglah kepada Allah. Abba Anda sedang menunggu Anda, dengan tangan yang terbuka lebar.

Tuhan Yesus memberkati.

Max Lucado.
*
Manna Roti Surgawi
31 Januari
Manna Roti Surgawi
o
= PENYAKIT ROHANI =

Siapa saja yang menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Galatia 5:24)

Yang namanya penyakit: ada penyakit jasmani, ada penyakit rohani. Penyakit rohani lebih berbahaya daripada penyakit jasmani, karena berlaku tidak hanya di dunia ini saja, tetapi juga dalam kehidupan nanti sesudah kehidupan di dunia ini. Tidak ada, misalnya, orang yang masuk neraka karena menderita diabetes atau darah tinggi. Selain itu penyakit rohani biasanya tidak disadari, kecuali oleh orang lain. Orang yang tamak, misalnya, ia tidak akan sadar kalau dirinya tamak. Malah bisa jadi tersinggung kalau dibilang tamak.

Bagaimana mengatasi penyakit rohani? Pertama-tama, kenali jenis-jenis penyakit rohani yang ada. Paulus menyebut penyakit rohani ini sebagai "perbuatan daging" (ayat 19). Lalu, lakukan "check-up" rutin, yaitu dengan melakukan evaluasi dan introspeksi diri; bisa secara pribadi, bisa bersama orang terdekat-apakah kita mengidap salah satu atau beberapa dari penyakit rohani tersebut?

Apabila ada, segeralah lakukan "penyembuhan", bisa dengan meminta nasihat orang-orang yang kita percayai, bisa juga dengan membaca buku-buku rohani yang sesuai. Dan yang paling utama, berdoalah kepada Tuhan. Salah satu contoh bagus doa agar terbebas dari penyakit rohani ada di Amsal 30:7-9, "Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku" --AYA

KITA JANGAN HANYA PEDULI DENGAN PENYAKIT JASMANI, KITA JUGA PERLU PEDULI DENGAN PENYAKIT ROHANI DALAM DIRI KITA

(Sumber: e-Renungan Harian)
*
Manna Roti Surgawi
01 Februari
Manna Roti Surgawi
o
PERCAYA DAN MENYERAHKAN DIRI

"Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki." (Matius 15:28)

Blondin, seorang akrobatik yang sering menunjukkan kehebatan dan keberaniannya berjalan di atas tali yang menghubungkan satu tebing ke tebing yang lain.

Blondin dapat berjalan, berlari, membawa beban di bahunya melewati tali-tali yang direntangkan itu bahkan dapat memainkan biola di atas tali tersebut.

Pada suatu hari, Blondin membentangkan tali di antara dua tebing yang tinggi di air terjun Niagara. Blondin bertanya pada para penonton: "Apakah kalian percaya bahwa aku mampu berjalan di atas tali ini sambil menggendong seseorang?" Orang banyak itu berteriak: "Percaya! Engkau mampu melakukannya."

Setelah itu Blondin meminta agar ada orang yang mau duduk di atas pundaknya sementara dia berjalan di atas tali itu. Tetapi tidak ada seorang pun yang mau diperlakukan sedemikian oleh Blondin.

Pada hari ini, banyak orang Kristen yang percaya bahwa Tuhan kita itu hebat dan luar biasa, namun untuk menyerahkan diri dalam pimpinan dan kehendak-Nya, "Nanti dulu, pikir-pikir dulu, dll. alasannya."
*
Manna Roti Surgawi
02 Februari
Manna Roti Surgawi
o
KUASA DALAM BERDOA & BERPUASA

Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa. (Matius : 17 : 21)

Perkataan ini diucapkan Tuhan Yesus sebagai jawaban atas pertanyaan murid-muridNya saat mereka seperti dipermain-mainkan oleh roh setan yang menyebabkan seorang anak menderita sakit ayan atau epilepsy, dan mereka tidak dapat menyembuhkannya, seolah-olah mereka terlalu kecil dihadapan penyakit itu.

Bagi kita sekarang berbicara tentang apa penyakit ayan ini ?

1. Percobaan atau masalah yang terjadi berulang-ulang kali.
( ayat 15c ..sering jatuh..)
Keadaan demikian sering membuat orang frustasi atau putus asa, seperti kita tidak tahu kapan akhir dari semua keadaan ini. (Lukas : 9 : 39b …roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya.)

2. Percobaan atau masalah yang datangnya tidak bisa diprediksi sebelumnya, (Lukas : 9 : 39a,..sewaktu-waktu ia diserang, lalu mendadak ia berteriak..)

3. Percobaan atau masalah yang membuat orang lupa dirinya, lupa keluarganya, bahkan lupa Tuhannya,

4. Percobaan atau masalah yang membuat kita sangat menderita (Ayat 15), sebab begitu banyak menyerap perhatian, waktu, keuangan, stamina baik jasmani maupun rohani, dll.

Untuk masalah yang demikian luar biasa ini tidak bisa diselesaikan dengan cara yang biasa-biasa saja : doa biasa, ibadah biasa, semuanya serba biasa tapi kita harus mengambil tindakan yang luar biasa yaitu lewat DOA & PUASA, berdoa dan berpuasa yang bagaimana ?

BERDOA DENGAN IMAN, banyak kali kita berdoa hanya karena kebiasaan, normatif, datar, hambar dan tidak merasakan hubungan apa-apa dengan Tuhan, doa semacam itu tidak ada kuasanya sama sekali, tinggalkan cara berdoa semacam itu, kita harus mengalami revolusi besar dalam kehidupan doa kita, yaitu berdoa dengan iman yang teguh, seperti iman Abraham yang tidak terpengaruh dengan situasi & kondisi yang sedang kita alami, kita percaya sudah menerima sesuatu walaupun faktanya tidak ada apa-apa dalam tangan kita, kita percaya sudah sembuh walaupun rasa sakit itu masih kita rasakan, kita percaya Tuhan sudah menolong walaupun masalah itu masih ada. ( Roma : 4 : 17-21, Ibrani : 11 : 17-19).
Doa semacam ini dapat memindahkan gunung-gunung percobaan, gunung-gunung masalah, gunung-gunung penyakit sebesar dan setinggi apapun.


BERPUASA DENGAN SATU KEBUTUHAN, Seperti Ester dan orang Yahudi berpuasa saat mengalami ancaman pemunahan satu bangsa, mereka berpuasa sungguh-sungguh MOHON PERTOLONGAN TUHAN, lapar dan haus tidak lagi mereka rasakan sebab ada yang lebih dari itu yaitu kematian sedang mengancam mereka (Ester : 4-9)
Ester : 9 : 22, Puasa yang demikian berkuasa untuk merubah DUKACITA menjadi SUKACITA, hari PERKABUNGAN menjadi hari GEMBIRA.

Seperti orang-orang Niniwe berpuasa saat mereka menghadapi ancaman pehukuman dari Tuhan dalam 40 hari ke depan , mereka berpuasa sungguh-sungguh disertai dengan PERTOBATAN, maka hasil puasa mereka adalah Tuhan merubah PEHUKUMAN menjadi KASIH KARUNIA yaitu Pengampunan.
( Yunus : 3 : 1-10).

Sehingga apa-apa yang tidak dapat diselesaikan dengan cara yang biasa, lakukanlah dengan Berdoa dan Berpuasa yang sungguh-sungguh, maka kita akan melihat dan mengalami Kuasa yang besar terjadi di dalam kita. sebab Tuhan kita tetap sama dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Tuhan memberkati kita sekalian, Amin.
*
Manna Roti Surgawi
02 Februari
Manna Roti Surgawi
o

Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa. (Matius : 17 : 21)

Perkataan ini diucapkan Tuhan Yesus sebagai jawaban atas pertanyaan murid-muridNya saat mereka seperti dipermain-mainkan oleh roh setan yang menyebabkan seorang anak menderita sakit ayan atau epilepsy, dan mereka tidak dapat menyembuhkannya, seolah-olah mereka terlalu kecil dihadapan penyakit itu.

Bagi kita sekarang berbicara tentang apa penyakit ayan ini ?

1. Percobaan atau masalah yang terjadi berulang-ulang kali.
( ayat 15c ..sering jatuh..)
Keadaan demikian sering membuat orang frustasi dan putus asa, seperti kita tidak tahu kapan akhir dari semua keadaan ini.
(Lukas : 9 : 39b …roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya.)

2. Percobaan atau masalah yang datangnya tidak bisa diprediksi sebelumnya, (Lukas : 9 : 39a,..sewaktu-waktu ia diserang, lalu mendadak ia berteriak..)

3. Percobaan atau masalah yang membuat orang lupa dirinya, lupa keluarganya, bahkan lupa Tuhannya,

4. Percobaan atau masalah yang membuat kita sangat menderita (Ayat 15), sebab begitu banyak menyerap perhatian, waktu, keuangan, stamina baik jasmani maupun rohani, dll.

Untuk masalah yang demikian luar biasa ini tidak bisa diselesaikan dengan cara yang biasa-biasa saja : doa biasa, ibadah biasa, semuanya serba biasa tapi kita harus mengambil tindakan yang luar biasa yaitu lewat DOA & PUASA, berdoa dan berpuasa yang bagaimana ?

BERDOA DENGAN IMAN, banyak kali kita berdoa hanya karena kebiasaan, normatif, datar, hambar dan tidak merasakan hubungan apa-apa dengan Tuhan, doa semacam itu tidak ada kuasanya sama sekali, tinggalkan cara berdoa semacam itu, kita harus mengalami revolusi besar dalam kehidupan doa kita, yaitu berdoa dengan iman yang teguh, seperti iman Abraham yang tidak terpengaruh dengan situasi & kondisi yang sedang kita alami, kita percaya sudah menerima sesuatu walaupun faktanya tidak ada apa-apa dalam tangan kita, kita percaya sudah sembuh walaupun rasa sakit itu masih kita rasakan, kita percaya Tuhan sudah menolong walaupun masalah itu masih ada. ( Roma : 4 : 17-21, Ibrani : 11 : 17-19).
Doa semacam ini dapat memindahkan gunung-gunung percobaan, gunung-gunung masalah, gunung-gunung penyakit sebesar dan setinggi apapun.


BERPUASA DENGAN SATU KEBUTUHAN, Seperti Ester dan orang Yahudi berpuasa saat mengalami ancaman pemunahan satu bangsa, mereka berpuasa sungguh-sungguh MOHON PERTOLONGAN TUHAN, lapar dan haus tidak lagi mereka rasakan sebab ada yang lebih dari itu yaitu kematian sedang mengancam mereka (Ester : 4-9)
Ester : 9 : 22, Puasa yang demikian berkuasa untuk merubah DUKACITA menjadi SUKACITA, hari PERKABUNGAN menjadi hari GEMBIRA.

Seperti orang-orang Niniwe berpuasa saat mereka menghadapi ancaman pehukuman dari Tuhan dalam 40 hari ke depan , mereka berpuasa sungguh-sungguh disertai dengan PERTOBATAN, maka hasil puasa mereka adalah Tuhan merubah PEHUKUMAN menjadi KASIH KARUNIA yaitu Pengampunan.
( Yunus : 3 : 1-10).

Sehingga apa-apa yang tidak dapat diselesaikan dengan cara yang biasa, lakukanlah dengan Berdoa dan Berpuasa yang sungguh-sungguh, maka kita akan melihat dan mengalami Kuasa yang besar terjadi di dalam kita. sebab Tuhan kita tetap sama dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Tuhan memberkati kita sekalian, Amin.
*
Manna Roti Surgawi
03 Februari
Manna Roti Surgawi
o
# FIRMAN TUHAN MEMBERSIHKAN #

Seorang kakek hidup disuatu perkebunan dengan cucu lelakinya yang masih muda.Setiap pagi kakek itu bangun lebih awal dan membaca Alkitab di meja makan di dapurnya. Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk meniru semampunya.

Suatu hari sang cucu bertanya, “Kek, aku mencoba membaca Alkitab seperti yang kakek lakukan, tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupa secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Alkitab?”Sang kakek tidak menjawab, ia malah mengambil keranjang tempat arang, melobanginya dan berkata, “Bawa keranjang ini ke sungai, isi dengan air dan bawalah kembali kesini !”

Tanpa bertanya si cucu melakukan perintah kakeknya. Ia membawa keranjang arang itu ke sungai dan mencoba membawa air kepada kakeknya, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan kakeknya.

“Ayo ambil lagi dan lakukan dengan lebih cepat,” kata sang kakek sambil tertawa.Si cucu kembali ke sungai dengan keranjang itu dan mencoba hal yang sama berulang kali. Tiap kali ia berusaha semakin cepat tetapi tetap saja keranjang yang dibawanya kosong sebelum ia tiba di depan kakeknya.Dengan terengah-engah si cucu menjelaskan kepada kakeknya bahwa mustahil ia membawa air dari sungai dengan keranjang arang ini, lalu ia mengambil ember sebagai gantinya.

Melihat itu si kakek berkata, “Aku tidak menyuruh membawa air dengan ember, tetapi dengan keranjang arang. Ayolah sayang, usahamu masih kurang….”

Dari pintu rumah si kakek kembali mengamati usaha cucunya yang berlari secepat mungkin supaya bisa membawa air yang diinginkan kakeknya, tetapi semua usahanya sia-sia belaka. “Kakek lihat kan, semua usahaku sia-sia, tenagaku terbuang dengan percuma,” katanya dengan nafas terengah-engah.

“Sayang, sekarang coba kau lihat keranjang yang kau bawa,” kata si kakek sambil tersenyum . Si cucu itu melihat keranjangnya, kini ia menyadari bahwa keranjang itu telah berubah dari kotor menjadi lebih bersih, baik di bagian luar maupun di dalam.

“Sayang, inilah yang terjadi ketika kita membaca firman Tuhan. Kita memang tidak bisa memahami atau mengingat semuanya secara utuh, tetapi ketika kita membacanya sedikit demi sedikit, kita akan diubahkan oleh kebenaran-kebenaran yang tersimpan di dalamnya, “ ujar sang kakek.

Saudaraku yang terkasih, jika kita menaruh firman Tuhan di dalam hati, maka firman itu akan membersihkan jiwa kita dari segala keingin dosa dan kejahatan. Jika kita sudah membaca firman Tuhan, maka apa yang kita baca itu akan terekam di dalam ingatan kita. Dan ketika kita berhadapan dengan suatu masalah, maka Roh Kudus akan mengingatkan firman itu kembali, dan itulah yang akan menguatkan atau membangkitkan kembali iman dan pengharapan kita. Latihlah diri kita setiap hari untuk membaca dan menungkan Firman Tuhan, karena itu adalah makanan yang manis bagi jiwa kita. Hanya firman Tuhan yang mampu membersihkan jiwa kita dari segala pikiran jahat.

Ketika berbicara tentang Pokok Anggur Yang Benar, Yesus Kristus berkata demikian: “Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu .” (Yohanes 15:3). Memang benar, jika kita melekat di dalam Kristus dan tinggal tetap di dalam firman Tuhan maka firman itu akan membersihkan hidup kita maka kita semakin berbuah. Sebaliknya, jika kita tidak menghasilkan buah maka akan ditebang dan dibuang ke dalam api.

Namun sangat disayangkan, masih banyak orang Kristen yang beranggapan bahwa membaca firman dan mendengar khotbah hanyalah pekerjaan yang sia-sia. Lebih suka membaca bacaan lain yang dianggap lebih menarik dan bermanfaat daripada membaca Alkitab. Lebih celaka lagi, ada yang rajin membaca Alkitab tetapi kehidupannya tidak berbuah (mengalami pertumbuhan rohani). Mengapa bisa begitu? Karena ada yang salah ketika membaca Alkitab. Bagaimana membaca Alkitab dengan benar?

1. Berdoalah terlebih dahulu sebelum membaca Alkitab, minta hikmat dan tuntunan Roh Kudus. Sehingga saat kita membaca Alkitab tidak mengandalkan hikmat manusiawi tapi dengan hikmat Tuhan.

2. Bacalah Alkitab dengan baik, jangan tergesa-gesa. Baca, hayati dan cerna dengan baik ayat-ayat Alkitab.


3. Renungkan firman Tuhan yang sudah dibaca, bukan saja saat membaca tapi setelah membaca pun firman Tuhan itu terus direnungkan.

4. Ijinkan Tuhan berbicara secara pribadi melalui pembacaan firman tersebut:adakah teguran, peneguhan janji Tuhan atau motivasi bagi hidup kita.


5. Lakukan dan praktekkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Jika ada bagian ayat firman yang sulit dipahami, jangan terburu-buru “menghakimi” Alkitab. Sebab Alkitab adalah firman Tuhan yang penuh kuasa, pikiran Tuhan sendiri. Sedangkan pikiran kita terbatas. Teruslah berdoa memohon hikmat-Nya, pasti suatu kali Tuhan akan menyingkapkan kebenaran firman Tuhan tersebut.


7. Berdoalah setelah membaca Alkitab sebagai respon terhadap perintah dan janji Tuhan. Dan memohon Roh Kudus menumbuhkannya.

DOA:
Ya Bapa, bersihkan hati kami setiap hari dengan firman-Mu. Kami sangat membutuhkan kuasa firman-Mu untuk mengubah hidup kami. Terangi dan berikan hidayah melalui kuasa Roh Kudus-Mu, sehingga kami mencintai firman-Mu dan hidup seturut dengan kehendak-Mu. Terima kasih ya Tuhan. Amin!

Sumber: Air Kehidupan.
*
Manna Roti Surgawi
03 Februari
Manna Roti Surgawi
o
PEMBERITAHUAN.

Job Lie
Kepada teman-teman FB saya / anggota Manna Roti Surgawi yg sdh menerima link spt dibawah ini: http://video-sex-ariel-bareng-artis-artis-cantik-indonesia.tk/pasti seru..... jangan diklik/abaikan saja, karena itu virus yang menyesatkan, saya sendiri sdh menjadi korbannya. Dan lwt ini saya memberitahukan bahwa saya tdk pernah mengirim itu kpd siapaun. Jika ada yg sdh terima kiriman spt itu, bukan dari saya.
*
Manna Roti Surgawi
04 Februari
Manna Roti Surgawi
o
Jerat Kebohongan

Baca: 2 Samuel 12:1-14

Kebohongan atau dusta itu beranak pinak. Begitu seseorang berbohong, maka selanjutnya ia akan terus diseret dalam kebohongan-kebohongan lainnya. Jadinya seperti lingkaran setan. Kebohongan satu ditutupi oleh kebohongan lainnya. Akibatnya bisa sangat fatal.

Itulah yang terjadi pada Marion Jones-Thompson, pelari putri terkenal dari Amerika. Jones berbohong tentang skandal doppingnya saat merebut medali di Olimpiade Sidney, Australia, tahun 2000. Jones berbohong kepada keluarganya, kepada agen dan sponsornya, kepada para penggemarnya, seterusnya kepada para polisi, terakhir kepada tim juri pengadilan. Ia beralasan, hidupnya yang sedang bergelimang kesuksesan akan hancur lebur jika skandal itu terbongkar. Jadi, ia memilih berbohong. Namun, Jones salah. Ia memang sempat “tertolong”, tetapi hanya untuk sementara. Selanjutnya ia justru terjerumus pada kehancuran yang lebih parah. Karier dan reputasinya benar-benar amblas.

Daud pernah melakukan tindakan “kotor”; mencemari Batsyeba, lalu merekayasa kematian Uria, suami Batsyeba, prajuritnya yang setia. Natan memperingatkan Daud atas kekejiannya tersebut. Sebagai raja yang berkuasa, Daud bisa saja “membungkam” Natan. Lalu hidup dalam kebohongan. Akan tetapi, Daud tidak melakukan itu. Ia bertobat; mengakui, dan menyesali perbuatannya. Betul, Daud tetap harus menanggung akibat dari dosanya itu (ayat 14), namun setidaknya ia terhindar dari akibat yang lebih parah (ayat13).

Maka, berhati-hatilah dengan kebohongan. Sebab di balik “kelegaan” sementara yang didapat, di sana tersimpan kepahitan yang sangat.


(Sumber: Renungan Harian)
*
Manna Roti Surgawi
05 Februari
Manna Roti Surgawi
o
# MERELAKAN UNTUK MENDAPAT #

Belum lama berselang, actor Chuck Norris pergi kesebuah kafe di Texas dan duduk untuk memesan sesuatu yang dingin untuk diminum. Seorang pria bertubuh besar menghampiri bar, berdiri disampingnya, dan berbicara dengan nada kasar bahwa Chuck Norris telah menduduki bangkunya.

Norris tidak menyukai nada bicara pria itu ataupun ancaman terselubungnya, tetapi ia tidak mengucapkan apa-apa. Ia pindah kebangku yang lain.

Beberapa menit kemudian, pria itu menuju kearahnya. Norris berpikir, ini dia datang seorang jagoan setempat ingin cari nama dengan cara berkelahi dengan Chuck Norris. Namun demikian, kali ini pria itu berkata, “Kau Chuck Norris?” Norris mengangguk, dan pria itu mengangguk, dan pria itu melanjutkan, “Anda bisa saja menumbangkan saya disana beberap menit yang lalu. Mengapa Anda tidak melakukannya?”

Chuck Norris menjawab, “Untuk apa saya melakukan itu, kalau hanya untuk mempertahankan sebuah tempat duduk?”

Pria itu berpikir sebentar lalu mengulurkan tangannya. “Tidak ada dendam?” tanyanya.
“Tidak,” Jawab Norris, sambil menjabat tangannya.
Chuck Norris telah memenangkan sebuah konfrontasi, bukan dengan unjuk keahlian bela diri, tetapi dengan kehilangan tempat duduknya disebuah kafe. Dan ia telah mendapatkan teman baru dalam proses itu.

Saudara yang terkasih, seringkali disaat kita mau merelakan hal-hal yang tidak sepantasnya untuk kita bela, kita berhasil memenangkan sebuah persahabatan.
Seringkali yang membuat kita kehilangan harga diri justru karena kita selalu berusaha untuk mempertahankan harga diri dan ego kita. Mari dengan bijaksana kita mau merelakan hal-hal yang kurang penting yang hanya memuaskan ego dan kesombongan kita, untuk memperoleh sesuatu yang jauh lebih berharga yaitu jiwa-jiwa untuk kerajaan Allah dan mahkota surgawi yang kekal.

“Barang siapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena AKU, ia akan memperolehnya.” (Matius 10:39).

DOA:
Ya Bapa, berikanlah hati yang lembut kepada kami. Disaat kami marah, ada kasih yang mengampuni. Disaat kami membalas kejahatan, ada kebaikan yang mendinginan hati. Disaat kami berontak, ada ketaatan perintahMU. Tolonglah kami ya Roh Kudus untuk dapat mengendalikan diri. Sehingga lewat kehidupan kami mempermuliakan nama-Mu Yang Kudus. Amin !

Sumber: Inspirasi Kehidupan.
*
Manna Roti Surgawi
06 Februari
Manna Roti Surgawi
o
KE GEREJA

Ada orang ke gereja sekedar untuk jalan-jalan,
yang lain untuk tertawa dan berceloteh,
yang lain untuk bertemu dengan kawan,
yang lain untuk mengisi waktu luang,
yang lain untuk mencari pengetahuan,
yang lain untuk berkencan,
yang lain untuk menutupi dosa,
yang lain untuk mengantuk dan manggut-manggut,
yang lain karena kebiasaan rutin.

BAGAIMANA DENGAN ANDA?
*
Manna Roti Surgawi
07 Februari
Manna Roti Surgawi
o
= GENERASI HENOKH =

Bacaan : Kejadian 5:21-24

Perjalanan hidup Henokh tidak banyak dikisahkan dalam Alkitab, namun Henokh hidup bergaul dengan Allah (dicatat dua kali: ayat 22 dan 24). Dan karena ia hidup bergaul dg Allah maka ia diangkat hidup-hidup. Penulis surat Ibrani menjelaskan bahwa Henokh tidak mengalami kematian karena ia diangkat oleh Allah (Ibrani 11:5). Mengapa ia diangkat oleh Allah? karena hidupnya berkenan di hadapan Tuhan. Bagaimana Henokh bisa berkenan di hadapan Tuhan? karena tiap saat ia bergaul akrab dengan Tuhan (walked with God, berjalan dengan Allah).

Henokh hidup bergaul dengan Allah sehingga ia diperkenan oleh Allah. 65 tahun ia menjalani hidup biasa-biasa saja, tapi ketika ia mempunyai anak Metusalah, Henokh mulai hidup bergaul dengan Tuhan (selama 300 tahun). Dan di usia 365 tahun ia diangkat oleh Allah. Berapa tahun dalam hidup ini yang kita buang dengan sia-sia, tanpa membangun keintiman dengan Tuhan? Mulai sekarang kita belajar untuk membangun keintiman dengan Tuhan.

Istilah "keintiman dengan Tuhan" memang tidak ada dalam Alkitab, tapi konsep ini begitu kuat dijalani umat pilihan Tuhan. Arti intim adalah akrab. Bahkan dalam pengertian secara khusus keintiman itu dikaitkan dengan kesatuan antara laki-laki dan perempuan (Kejadian 2:24). Dua menjadi satu. Kehidupan kita seharusnya intim dengan Tuhan melalui pengalaman hubungan pribadi secara terus-menerus bersama dengan Tuhan (melalui: doa, pujian, penyembahan, membaca Alkitab, ibadah dan perkara-perkara rohani lainnya). Dalam tahap ini kita belum dikatakan intim dengan Tuhan. Ini merupakah langkah awal kita membangun hubungan akrab dengan Tuhan. Keintiman terjadi ketika kita:

(1) Menyatu dengan Tuhan (Yohanes 15:4-7). Kita mengijinkan Tuhan berkarya dan mengendalikan hidup kita. Tuhan tinggal di dalam kita dan kita tinggal di dalam Tuhan (manunggal dengan Tuhan).

(2) Mematikan keinginan daging. Ketika kita menyatu dengan Tuhan maka hidup ini bukan "aku lagi" melainkan "Kristus yang hidup di dalam aku" (Galatia 2:19b-20). Ini terjadi pada saat kita disalibkan bersama dengan Kristus, sehingga keinginan daging mati (Galatia 5:24-25). Keinginan daging (sarx) adalah keinginan memberontak melawan hukum Tuhan. Dengan berjalan dalam keinginan Roh maka keinginan daging tidak akan berkuasa lagi.

Henokh adalah keturunan ketujuh dari garis keturunan anak Allah (Lukas 3:37-38 - baca dari bawah). Bnd. Yudas 1:14. Ada "Henokh lain" yang berasal dari garis keturunan Kain (Kejadian 4:17), suatu generasi yang tidak dicatat sebagai garis keturunan ilahi (anak Allah). Tapi Henokh yang hidup bergaul dengan Allah adalah berasal dari garis keturunan ilahi (anak Allah) - Lukas 3:38. Ada banyak orang mengaku Kristen, dan namanya juga memakai nama tokoh Alkitab, tapi belum tentu dia hidup bergaul dengan Allah. Jika kita mengaku sebagai "anak Allah" maka sepatutnya karakteristik anak Allah nampak dalam hidup kita yaitu hidup bergaul dengan Tuhan.

Dengan semakin akrab bergaul dengan Tuhan maka kita semakin intim dengan Dia dan dipersiapkan menjadi calon mempelai wanita-Nya.. Dan saya rindu kita diangkat hidup-hidup seperti Henokh, karena hidupnya berkenan di hadapan Tuhan dan karena ia bergaul akrab dengan Tuhan..

TUNGGU SAATNYA PENGANGKATAN (RAPTURE)..
MARI KITA MENJADI GENERASI HENOKH..

Dikotbahkan oleh: Pdt.Yahya Mulyono, MA
Ibadah Raya 06/02/2011 - Gereja Isa Almasih Jemaat Kelapa Gading
*
Manna Roti Surgawi
08 Februari
Manna Roti Surgawi
o
RELA JADI BUDAKNYA SELAMANYA

Beberapa tahun berselang, arak-arakan para tawanan berbaris di muka seorang kepala suku yang berkuasa di Afrika. Tiba-tiba tampaklah olehnya di antara para tawanan itu seseorang yang pernah melukainya beberapa tahun yang lalu. Lalu ia memerintahkan orang-orangnya untuk memasang anak panah pada busurnya untuk membalaskan dendamnya dengan menumpahkan darah si bersalah itu.

Seorang perwira Inggris yang melihat apa yang bakal terjadi, memohon dengan sangat agar Kepala suku itu menyayangi nyawa si tawanan sambil menawarkan sejumlah uang dan hadiah-hadiah berharga sebagai tebusan.

Dengan sikap dingin Kepala suku itu menolak. "Aku tidak butuh emas atau barang-barang berharga. Aku menghendaki darah!"

Ketika pemanah-pemanah itu siap membidikkan anak panah mereka ke arah jantung korbannya, mendadak perwira Inggris itu menghambur ke depan si tawanan. Beberapa anak panah menembus lengannya. Ketika ia mencabuti anak panah-anak panah itu, darah pun mengucur dari lukanya. Kepada Kepala suku yang terpana akan kejadian itu, si Perwira berkata, "Inilah darahku! Aku mengorbankannya bagi tawanan yang tak berdaya ini. sekarang akulah yang memiliki hidupnya."

Kepala suku menjawab, "Orang putih itu telah membeli si tawanan dengan darahnya. Tawanan itu sekarang menjadi miliknya."

Dengan mata basah penuh air mata terima kasih, tawanan yang telah ditebus itu bersimpuh di kaki si perwira Inggris seraya berkata, "Oh, orang putih, Tuan telah membeli saya dengan darah Tuan. Sekarang aku rela menjadi budak Tuan untuk selama-lamanya."

Rasul Petrus juga berkisah tentang Seseorang yang juga telah menebus kita dengan darah-Nya yang berharga: "Engkau...... telah ditebus ........ dengan darah Kristus yang mahal." (I Ptr 1:18-19).

Sumber: Jendela Kebenaran
*
Manna Roti Surgawi
09 Februari
Manna Roti Surgawi
o
# KEKURANGAN DAN KELEBIHANMU #

Seorang pembawa air memiliki dua buah bejana besar yang setiap hari di pikul di atas bahunya. Salah satu bejana itu memiliki retakan, sedangkan satunya lagi sempurna. Selama dua tahun si pembawa air setiap hari selalu hanya berhasil membawa satu setengah bejana air. Tentu saja bejana yang sempurna itu bangga dengan hasil yang dicapainya; sesuai dan sempurna sebagaimana selayaknya ia diciptakan. Tetapi bejana yang retak malu dengan ketidaksempurnaan yang ada pada dirinya dan merasa sedih karena ia hanya mampu membawa setengah dari jumlah yang seharusnya ia diciptakan.

Suatu hari di tepi sungai si bejana retak berkata kepada si pembawa air. “Aku malu terhadap diriku dan aku ingin minta maaf kepadamu.” “Kenapa? Apa yang membuatmu merasa malu?” Tanya si pembawa air.

“Selama dua tahun ini aku hanya mampu membawa setengah dari yang seharusnya bisa aku bawa. Semua ini karena retakan di tubuhku yang mengakibatkan air keluar lagi selama perjalanmu kembali dari sungai ke rumah tuanmu. Karena cacatku ini, kamu tidak mendapatkan nilai yang setimpal dengan tenaga yang kamu keluarkan. “Kata si bejana retak.

Si pembawa air merasa iba kepada si bejana tua yang retak itu dan dengan penuh kasih ia berkata, “Saat nanti kita berjalan kembali menuju ke rumah tuanku, aku mau kamu memperhatikan bunga-bunga indah di jalan setapak sepanjang perjalanan pulang.”

Memang, ketika mereka mulai menaiki bukit, si bejana tua melihat sinar mentari menyinari bunga-bunga liar yang tumbuh indah di sisi jalan setapak. Hal itu membuat dia sedikit terhibur.

Di akhir perjalanan, ia masih merasa bersalah karena setengah dari bawaannya telah mengucur keluar, ia kembali minta maaf. Si pembawa air berkata kepada bejana itu, “Apakah kamu menyadari bahwa bunga-bunga di sepanjang jalan setapak itu hanya ada pada sisi dimana engkau ada tapi tidak ada di sisi bejana satu lagi? Itu karena aku selalu tahu mengenai cacatmu dan aku ‘mengambil keuntungan’ darinya. Aku menanam benih –benih bunga di sepanjang sisi jalan dimana kamu ada dan setiap hari ketika kita kembali dari sungai, kamu menyirami mereka. Selama dua tahun aku bisa memetik bunga-bunga indah itu untuk menghiasi meja tuanku. Kalau kamu tidak menjadi sebagaimana kamu ada, tuanku tidak akan pernah menikmati keindahan bunga-bunga itu yang turut menyemarakkan rumahnya”

Saudaraku yang terkasih, setiap dari kita memiliki ‘kecacatan yang unik’. Tapi bila kita mau menerima kekurangan kita dan mencari sisi lainnya untuk perbuatan baik, kita bisa ‘menebar atau menanam benih’ disepanjang jalan kehidupan kita, sehingga kita tidak hanya bisa menikmati keindahan diri sendiri, tetapi juga orang lain akan menikmatinya.

Jalani hidup ini dengan berani karena kita tahu bahwa Allah punya rencana, meskipun di dalam kelemahan kita, Dia sanggup mengubahnya menjadi kekuatan baru. Sebagaimana yang Dia janjikan bagi tiap-tiap orang yang bersandar kepada-Nya.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)

DOA:
Ya Tuhan, kami sadar bahwa ada kelemahan dalam diri kami yang kami warisi akibat dosa. Namun kami bersyukur kepada-Mu karena Dikau menciptakan daku dengan karakter ilahi yang memungkinkan kami memiliki kelebihan-kelebihan yang dapat menutupi kekurangan kami. Terima kasih untuk rancangan-Mu yang mulia. Dalam nama Yesus kami berdoa, Amin!

Sumber: Inspirasi Kehidupan .
*
Manna Roti Surgawi
10 Februari
Manna Roti Surgawi
o
# HORMATILAH AYAH DAN IBUMU #

Konon di Jepang pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan, mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak2nya.
Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya kehutan, karena si ibu telah lumpuh dan mulai pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya tsb. Si ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya dan mematahkannya kemudian menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.
Sesampai didalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia juga tdk menyangka sanggup melakukan perbuatan ini.
Justru si ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata "Anakku, aku sangat menyayangimu. Dari kau kecil sampai dewasa aku selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi aku sudah menandai sepanjang jalan yang kita lewati dengan ranting2 kayu. Aku takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah."
Setelah mendengar kata2 tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si ibu pulang kerumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihinya sampai si ibu meninggal.
Pesan moral: orang tua bukan barang rongsokkan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tdk berdaya. Menitipkan mereka di panti jompo, dan hanya mengunjungi jika sempat tidak jauh lebih mulia dibanding membuang mereka dihutan dan membiarkan mereka meninggal dalam kesendirian merindukan perhatian dan kasih sayang org2 yg mereka kasihi.(Efesus 6:1-3)
*
Manna Roti Surgawi
11 Februari
Manna Roti Surgawi
o
= TANGAN YANG TERULUR =

Seorang pria dari suku Indian, suatu hari memutuskan untuk menjadi Kristen. Dia kemudian mulai menceritakan tentang Yesus kepada banyak orang lain sejak hari itu…

“Mengapa kamu selalu membicarakan dan menyebut nama Yesus?”, tanya seorang sahabatnya suatu hari. Pria Indian ini terdiam sebentar, perlahan kemudian mengambil sejumlah ranting dan rumput kering dan dibuatnya menjadi lingkaran. Diletakkannya seekor ulat di tengah-tengah lingkaran, kemudian membakar ranting dan rumput kering itu.

Dua orang Indian itu menyaksikan bagaimana ulat di tengah-tengah api itu menggeliat karena kepanasan. Ulat itu terus menggeliat tanpa punya kemampuan untuk mengeluarkan dirinya sendiri dari situasi itu. Situasi yang akan segera membunuhnya jika tidak ditolong…
Tak lama sang Indian mengulurkan tangannya, dan ulat itu merambat naik dengan selamat…

Indian itu menatap sahabatnya dan berkata,
“Seperti itulah yang dilakukan Yesus bagiku… Dalam keadaan tak berdaya di tengah-tengah bahaya, Dia mengulurkan tangan-Nya dan menyelamatkan aku…”

----------

Tangan berlobang paku itu selalu terulur buat setiap kita… Tidak peduli sebesar apapun masalah sekelilingmu, Tangan itu sanggup untuk mengangkat dan menyelamatkan engkau…

Berserulah hari ini, dan saksikan keselamatanmu datang! Karena itulah Dia disebut Juruselamat, karena Dia selalu menyelamatkan! Dan pertolongan-Nya yang tidak pernah terlambat…
*
Manna Roti Surgawi
12 Februari
Manna Roti Surgawi
o
BERHASIL DALAM SEGALA PERKARA

...apa saja yang diperbuatnya berhasil (Mazmur : 1 : 1-3)


Kalimat ini adalah kalimat yang paling disukai oleh siapapun, dan banyak sudah usaha-usaha dilakukan demi untuk mencapai keberhasilan dalam segala perkara, tetapi semuanya mengalami kegagalan, mengapa ? sebab diluar Tuhan tidak ada jaminan keberhasilan, kalaupun ada keberhasilan, pasti ada kegagalan yang lebih menyakitkan.

Ada banyak orang yang hanya ingin mengalami janji keberhasilan dari Tuhan, tetapi tidak mau mengikuti jalan yang Tuhan haruskan sebagai bentuk pertanggung jawaban kita atas apa yang menjadi "BAGIAN " kita untuk dikerjakan.

Ada 2 perkara yang harus kita lakukan kalau kita ingin mengalami keberhasilan dalan segala perkara :

1. Jangan melakukan larangan Tuhan (ayat 1)
yaitu jangan bersekutu dengan musuhnya Tuhan, dalam ayat ini ada 3 perbuatan secara bertahap (gradual) yaitu :

BERJALAN menurut nasehat orang fasik, semua nasehat yang bertentangan dengan Firman Allah adalah nasehat orang fasik, jangan dengar dan jangan turuti kalau kita ingan bahagia.

BERDIRI di jalan orang berdosa, jangan mengikuti cara, kebiasaan, gaya hidup jahat.

DUDUK dalam kumpulan pencemooh, jangan menjadi bagian dari persekutuan orang-orang yang melawan Allah.

2. Lakukan perintah Tuhan (ayat 2).
yaitu dengar FirmanNya sebagai PETUNJUK apa yang harus kita lakukan, renungkan sampai kita MENGERTI dan YAKIN, dan lakukan dengan rasa tanggung jawab dan dengan tekun sampai menjadi gaya hidup kita, maka kita akan alami apa yang Dia janjikan dalam firmanNya bagi kita yaitu Keberhasilan dalam segala perkara, baik secara jasmani maupun rohani, baik untuk hidup kita sekarang terutama hidup kekal dalam Kerajaan Sorga.

ayat renungan : Yosua : 1 : 5-9, I Korintus : 15 : 58.

Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar