Selasa, 06 September 2011

RENUNGAN TERBARU september 2011

*
o

"Aku sudah berserah pd Tuhan dengan iman dan sungguh2, tapi mengapa kok Tuhan tdk menolong aku? itulah yg sering kita dengar apabila doa kita dijawab Tuhan berbeda dengan apa yg kita mau. Banyak kali kita berpikir bahwa berserah sama dg memaksa Tuhan berbuat apa yang kita mau. Padahal namanya berserah ya terserah Tuhan 'kan? mau di jawab menurut mau kita atau tidak,ya terserah Tuhan. Jgn ngomel klau tidak dijawab menurut mau kita. GBU
*
ROTI HAYAT
05 Agustus 2010
ROTI HAYAT
o
Pintu tertutup

Dalam perjalanan hidup ini, ada kalanya kita menemui rintangan, yang membuat kita seolah menghadapi “pintu yang tertutup”. Mungkin kita sudah berusaha menemukan jalan, tapi tetap saja pintu tertutup. Jangan putus asa! Jangan salahkan siapa-siapa, sebab mungkin memang tangan Tuhan yang melakukannya. Apakah Tuhan sengaja membuat kita susah? Tentu tidak! mari kita pandang “pintu yang tertutup” itu sebagai cara Tuhan agar kita menemukan jalan lain yang lebih baik untuk kita. Bersyukurlah untuk perbuatan tanganNya. GBU
*
ROTI HAYAT
07 Agustus 2010
ROTI HAYAT
o
Takut akan Tuhan

Maz 147:11 Tuhan senang pada orang yang takut akan Dia. Mengapa? bukan karena Dia merasa diuntungkan atau merasa tersanjung oleh ketaatan kita. Sama sekali tidak! Orang yang takut akan Dia akan hidup dalam kebenaran berarti hidup dalam kesucian, menjauhkan diri dari dosa. Dan jika kita hidup dalam kesucian berarti Dia punya kesempatan untuk bersekutu dengan kita (ingat Tuhan tidak bisa bersekutu dengan dosa). Bersekutu dengan anak-anakNya merupakan suatu kerinduan di hatiNya yang tidak pernah padam. Jadi jika kita hidup dalam takut akan Tuhan, kerinduan Tuhan akan persekutuan dengan anaknya dipuaskan, itu yang membuat Dia senang. Dan sudah pasti dalam persekutuan dengan Dia, kehidupanNya dan berkatNya akan mengalir ke dalam kita. Takutlah akan Dia. GBU

*
ROTI HAYAT
11 Agustus 2010
ROTI HAYAT
o
Jerat Pujian

Pada umumnya orang senang dipuji / disanjung, dan tidak suka bila dikritik, apalagi disalahkan. Pujian bisa membangun tapi juga bisa membuat kita hancur. Amsal 29:5 mengatakan bahwa perkataan yang menjilat sama dengan membentangkan jaring, artinya pujian bisa menjadi jerat yang mematikan. Bila pujian itu makin mendorong kita untuk melakukan sesuatu yang lebih baik, maka pujian itu berguna untuk kita. Tetapi bila pujian itu membuat kita lupa daratan dan membuat kita makin gila pujian, maka pujian itu sudah mencelakakan kita. Kita tidak bisa mencegah orang lain memuji kita, yang bisa kita lakukan adalah menjaga dan mengelola hati kita, agar jangan pujian itu melambungkan kemudian menjatuhkan. Kita perlu belajar mengembalikan semua pujian kepada Tuhan, sebab Dialah yang telah memberikan kemampuan pada kita untuk melakukan segala sesuatu dengan baik. GBU
*
ROTI HAYAT
15 Agustus 2010
ROTI HAYAT
o
Kepedulian di tengah penderitaan

Ketika Yesus digiring ke Golgota, dalam penderitaan yang hebat, banyak perempuan menangisi Dia. Menunjukkan rasa kasihan kepada Yesus.. Tapi Yesus berkata, “.. janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!” (Luk 23:28) Dia sadar bahwa ada orang-orang yang akan mengalami penderitaan yang lebih mengerikan dibandingkan dengan penderitaan jasmaniNya, yaitu penderitaan hukuman kekal. Di tengah penderitaanNya ia masih peduli dengan orang lain. Seringkali penderitaan menjadikan kita menjadi egois, kita terlalu mengasihani diri sendiri. Kita menutup hati dan melupakan penderitaan orang lain hanya karena kita sendiri menderita. Kepeduliaan Kristus harus diteladani oleh kita. Semoga….. ! GBU
*
ROTI HAYAT
16 Agustus 2010
ROTI HAYAT
o
Hidup adalah Kesempatan untuk berbuah

“Puji Tuhan! Saya sakit keras dan Tuhan sembuhkan saya. Kalau tidak ditolong Tuhan saya sudah meninggal dunia” itu sebuah contoh kesaksian seseorang yang baru dilepaskan dari maut. Bila kita renungkan kesaksian semacam itu, kita akan mendapat kesan bahwa hidup itu lebih baik daripada mati. Padahal Paulus mengatakan dalam Filipi 1:21 Mati itu untung. Memang tidak salah jika seseorang merasa senang, karena ditolong Tuhan lepas dari kematian. Tapi cobalah bertanya mengapa harus senang? Kalau hanya sekedar bisa tetap hidup, makan enak, dll. alangkah “miskin”nya. Tapi bila ia tetap hidup dipandang sebagai kesempatan kedua yang Tuhan berikan agar bisa lebih banyak berbuah, itu baru alasan benar Filipi 1:22-24. Kalau hari ini Anda masih bernafas apakah Anda menganggapnya sebagai kesempatan yang Tuhan beri agar Anda bisa lebih banyak berbuah? Jangan sia-siakah hidup, waktu berlalu dengan cepat. GBU
*
ROTI HAYAT
21 Agustus 2010
ROTI HAYAT
o
HIDUP DAN BERBUAH

Tuhan mengharapkan buah-buah dari kehidupan kita, jika tidak akan ditebang atau dibiarkan. Yesaya 5: 1-7; Matius 3:10. Buah hanya ada pada pohon yang masih hidup, demikian juga halnya dengan buah kehidupan, buah roh, dan buah pertobatan, hanya akan ada pada orang yang rohaninya benar2 hidup. Dan kita akan hidup dan berbuah hanya bila tetap melekat (hidup dalam persekutuan) pada Pokok Anggur yang benar yaitu Kristus Yohanes 15:5. Hiduplah dalam persekutuan denganNya. GBU
*
ROTI HAYAT
22 Agustus 2010
ROTI HAYAT
o
Kepuasan karena HadiratNya

Hati digambarkan dengan bentuk seperti daun waru. Sedang dunia digambarkan dengan bentuk bulat. Jika bulatan (dunia) diletakkan ke dalam bentuk hati, maka bulatan (dunia) itu tidak bisa memenuhi seluruh ruang hati, akan selalu ada ruang kosong. Itulah gambaran hati manusia yang tidak pernah puas sekalipun seluruh dunia dimilikinya. Tapi sebagai anak Tuhan janganlah kepuasan kita didapatkan dari dunia, tetapi hendaknya kepuasan kita didapat karena kita berjumpa dengan hadiratNya. Mazmur 16:11 … di hadapanNya ada sukacita yang melimpah, jika ingin dipuaskan dan mengalami sukacitaNya, tidak ada cara lain kecuali kita hadir di hadapanNya. GBU
*
ROTI HAYAT
25 Agustus 2010
ROTI HAYAT
o
Tepat waktu

Dari kisah Lazarus dibangkitkan dalam Yoh 11, kita bisa belajar banyak hal. Salah satunya adalah bahwa Tuhan selalu menolong tepat waktu, Dia tidak pernah terlalu cepat dan tidak pernah terlambat, sekalipun menurut manusia terlambat. Kita selalu minta Tuhan menolong kita tepat waktu dan Tuhan melakukannya. Mengapa kita tidak pernah tepat waktu terhadap Tuhan, kita tidak adil terhadap Tuhan. Jam-jam ibadah yang sudah ditetapkan (secara tidak langsung) merupakan perjanjian waktu pertemuan kita dengan Tuhan. Jangan biarkan Tuhan menunggu, datanglah tepat waktu, kecuali ada hal yang tidak mungkin ditinggalkan. GBU
*
ROTI HAYAT
29 Agustus 2010
ROTI HAYAT
o
Persembahan syukur

Apa yang dibutuhkan Tuhan, makan, pakaian, uang, tempat tinggal? Tidak! Jika seandainya Tuhan butuh Dia tidak akan minta pada manusia, karena Dialah pemilik segala sesuatu di dunia ini. Jika Dia lapar, Dia tinggal ambil lembu, kambing, atau buah-2an untuk dimakan. Dia juga tidak butuh uang. Jadi mengapa kita harus memberi persembahan? Persembahan yang kita berikan, bukan karena Tuhan membutuhkannya, bukan pula untuk menyuap Tuhan agar DIa berbuat baik, tetapi sebagai ucapan syukur kita kepadaNya. Itu sebabnya setiap kali memberikan persembahan harus disertai hati yang penuh syukur, jika tidak maka sia-sialah persembahan kita. Mazmur 50:14,23.
*
ROTI HAYAT
31 Agustus 2010
ROTI HAYAT
o
Tuhan melatih

Yudas seorang pencuri dan tentunya Yesus tahu hal itu. Tetapi mengapa Yesus menjadikan ia seorang bendahara (Yoh 12:6)? Bukankah orang yang dijadikan bendahara seharusnya seorang yang jujur? Apakah Yesus salah menempatkan orang? Dia yang bijaksana tidak mungkin salah orang. Akan tetapi Ia sengaja menyerahkan uang kepada Yudas, bukan untuk dicurinya, melainkan agar Yudas berlatih atau belajar mengekang diri untuk tidak mencuri lagi. Jika tidak ada uang yang di”pegang”nya bagaimana ia akan belajar mengekang diri?. Sayang Yudas tidak mau belajar dan berubah, akhirnya ia binasa. Demikian juga Tuhan mendidik kita, kadang2 menggunakan cara seperti itu. Misalnya, ketika ingin menjadi sabar, Tuhan pertemukan kita dengan orang yang “hobi” menyakiti orang. Sekarang terserah kita, mau memanfaatkan kesempatan itu, dengan mengekang/mengelola emosi atau kita mau memupuk ‘kemarahan’ kita dengan marah-marah terus, sehingga sifat pemarah kita makin kuat. GBU
*
ROTI HAYAT
03 September 2010
ROTI HAYAT
o
Takdir yang baik

Beberapa tahun lalu sda seorang pejabat yang masuk penjara karena korupsi. Dalam sebuah pernyataannya beliau mengatakan, “Ya, ini sudah takdir saya”. Tuhan itu baik, itu sebabnya Dia tidak pernah mentakdirkan dan merancangkan masa depan atau sesuatu yang buruk, sebaliknya Dia merancangkan dan menetapkan sesuatu yang baik atas manusia. Yeremia 29:11. Tuhan memberikan kebebasan untuk memilih kepada kita, Dia tidak menciptakan kita seperti robot. Keadaan yang buruk adalah akibat dari pilihan kita yang salah, alias kesalahan kita sendiri. Yeremia 5:25 dan 25:7. Jangan salahkan Tuhan, karena kitalah yang luput dari rancanganNya. Sebaliknya jika ingin mengalami segala yang baik, hiduplah dalam rancangan dan jalanNya. GBU
*
ROTI HAYAT
07 September 2010
ROTI HAYAT
o
Jangan ada yang terbuang

Dalam Yohanes 6:1-13, Yesus memberi makan 5000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan. Banyak orang kagum dengan mujijat ini, padahal Dia juga menciptakan langit dan bumi hanya dengan firmanNya. Hebat mana, memperbanyak roti dan menciptakan matahari? Sedikit yang kagum dengan perintahNya "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." (Yoh 6:12). Mengapa harus kagum? Barang yang banyak, barang sisa, tidak beli/murah, dan mudah didapat), biasanya tidak ada harganya/tidak dihargai. Tapi Yesus menyuruh mengumpulkan agar tidak ada yang terbuang. Di sini kita dapat pelajaran: satu, Yesus sangat menghargai makanan; dua, Yesus peduli kebersihan lingkungan (bayangkan jika 12 keranjang roti berserakan, betapa kumuhnya). Hendaknya kita berteladan padaNya, menghemat bahan-bahan (energy, makanan, dan lain2) jangan terbuang sia-sia dan pedulilah dengan lingkungan hidup. GBU
*
ROTI HAYAT
10 September 2010
ROTI HAYAT
o
Penyertaaan Tuhan

Mazmur 23:4 “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” Dalam ayat ini tersirat beberapa kebenaran, pertama, Jika kita disertai Tuhan bukan berarti tidak akan berjalan di lembah kelam. Seringkali Gembala baik itu sengaja membawa kita untuk mengalami pengalaman pahit, tentu dengan maksud baik. Kedua, Gembala baik itu tidak pernah meninggalkan kita di manapun dan dalam keadaan apapun. Ketiga, Penyertaan Tuhan membuat kita merasa tidak takut atau merasa aman bukan karena tidak ada bahaya. Bahaya boleh datang tapi jika Tuhan beserta, maka tidak ada satupun yang bisa menyentuh kita. GBU
*
ROTI HAYAT
12 September 2010
ROTI HAYAT
o
Insya Allah

Ada tulisan di sebuah rumah makan, “Hari ini bayar, besok gratis”. Jika sekarang kita makan di rumah makan itu kita harus bayar, lalu besok kita makan di tempat yang sama, benarkah gratis? Tentunya tidak! kita harus bayar. Seandainya kita protes berdasarkan tulisan tsb, maka si pemiliknya akan berkata, “Besok yg gratis, hari ini bayar”. Dari sini kita bisa mengambil satu pelajaran, bahwa kita tidak pernah bisa menguasai hari esok kita. Itu sebabnya dalam Yakubus 4:13-16 dikatakan, jika kita merencanakan hari esok, sebaiknya kita katakan, “Insya Allah, (jika Tuhan menghendakinya) ….. , “, karena hanya Tuhanlah yang menguasai hari esok kita. Apapun yang kita rencanakan, berserah dan bersandarlah padaNya, jangan pada kemampuan kita sendiri. GBU
*
ROTI HAYAT
14 September 2010
ROTI HAYAT
o
Suami-suami takut Tuhan

Semua orang mengharapkan memiliki sebuah keluarga yang berbahagia, yang hidup dalam berkatNya. Mazmur 128:4 menyiratkan bahwa keluarga yang diberkati kuncinya ada pada laki-laki (suami) yang takut akan Tuhan, sebab suami adalah kepala atau penanggung-jawab keluarga. Jadi bagi laki-2/ suami-2 takutlah akan Tuhan. Bagi isteri2 sebagai penolong, dorong dan doakan suami Anda agar takut akan Tuhan. Bagi gadis2, berdoalah agar anda mendapat jodoh yang takut akan Tuhan (keren, ganteng, kaya, nomor kesekian). GBU
*
ROTI HAYAT
16 September 2010
ROTI HAYAT
o
Murah hati.

Murah hati artinya (kamus bah. Ind) suka memberi, penyayang, baik hati, suka menolong. Seseorang akan murah hati ketika ia sadar bahwa segala miliknya adalah milik Tuhan dan menggunakannya untuk menggenapi rencanaNya dengan memberi.
Dalam Amsal 11:17 dikatakan bahwa orang yang murah hati sama dengan berbuat baik kepada dirinya sendiri. Mengapa? Sebab :
1. ada janji Tuhan bahwa orang yang murah hati akan diberkati Tuhan.
2. Apa yang kita tabur akan kita tuai.
Murah hati harus menjadi gaya hidup, artinya bukan karena kewajiban agama atau karena disuruh orang lain atau karena ingin dibalas dan diberkati. Teladanilah Yesus, yang murah hati. GBU
*
ROTI HAYAT
18 September 2010
ROTI HAYAT
o
Memberi atau menerima

Yesus mengajar, “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35). Mengapa memberi lebih berbahagia daripada menerima? Sebab, Pertama, orang yang memberi berarti orang yang memiliki lebih banyak daripada orang yang menerima, artinya orang itu lebih mampu (senangkah Anda dikatakan “tidak mampu”?). Kedua, orang yang memberi akan diberi lagi, Tuhan akan memberkati orang yang member (Luk 6:38). Ketiga, memberi berarti orang itu mendapat kasih karunia (kehormatan) dipakai Tuhan untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain (2Kor 8:1-4). Keempat, memberi berarti tidak berhutang budi, sebaliknya si penerima berhutang budi kepada si pemberi. Jadi Anda pilih yang mana, memberi atau menerima?. Tidak ada yang salah dalam menerima, terimalah jika Anda diberi, (kalau tidak dikira sombong). Akan tetapi milikilah hati yang ingin memberi dan tidak berharap hanya diberi saja. GBU
*
ROTI HAYAT
24 September 2010
ROTI HAYAT
o
Presiden dan pengawalnya

Suatu saat di akhir doa, saya berkata, “Tuhan sertai saya”. Saya merasa Tuhan berkata, “Tanpa kau minta Aku selalu menyertaimu, tapi apakah kau menyertai Aku?”. Sejenak saya merenung sambil bertanya Tuhan, apa arti “menyertai Tuhan”. Tuhan membawa saya untuk berimajinasi, seorang presiden yang dikawal oleh para pengawalnya. Artinya Presiden itu disertai oleh pengawalnya, tetapi presiden tidak menyertai pengawalnya, mengapa? Sebab presiden itu tidak peduli pada pengawalnya: tidak mengajaknya berbicara, tidak bertanya bagaimana kabarnya, dll. Saat itu saya memahami bahwa “menyertai Tuhan” berarti mengajak Tuhan berkomunikasi sepanjang hari. Biasanya kita hanya berdoa pada pagi hari, tetapi sepanjang hari kita tidak peduli pada Tuhan, tidak berkata-kata, tidak ingat Dia, dll. Kita telah berlagak seperti presiden dan Tuhan sebagai pengawal kita. Jalinlah persekutuan intim dengan Dia sepanjang hari : sambil beraktifitas berkata-katalah dengan Dia, pujilah Dia dari hatimu yang paling dalam, bersyukurlah akan semua yang anda rasakan dan nikmati, ingatlah akan Dia selalu. GBU
*
ROTI HAYAT
26 September 2010
ROTI HAYAT
o
ANDA PUTUS ASA?

Hampir semua orang pernah mengalami “Putus asa”. Tahukah anda bahwa putus asa itu dosa?
1. Berdosa pada Tuhan, sebab berarti kita tidak mempercayai Dia. Itu adalah pelecehan kepada Dia yang maha kuasa.
2. Berdosa pada orang lain (orang-orang terdekat), apalagi jika kita berada pada posisi sebagai pemimpin (rumah tangga, perusahaan, gereja, organisasi, dll), karena kemungkinan akan mempengaruhi mereka, membuat mereka menjadi lemah juga.
3. Berdosa pada diri sendiri, kita merasa tidak berdaya/tidak berpotensi, padahal di dalam kita Tuhan menaruh potensi yang sangat luar biasa.
Sebab itu jangan putus asa, jika Anda gagal, bangkitlah lagi. Belajarlah pada bayi. Seorang bayi adalah sesosok pribadi mungil yang tidak mudah putus asa. Ketika ia belajar sesuatu, gagal dan ia akan coba terus sampai bisa. Percayalah bahwa ada Tuhan yang siap menolong Anda. GBU.
*
ROTI HAYAT
30 September 2010
ROTI HAYAT
o
Dipakai Tuhan bukan ukuran rohani

Banyak orang berpikir bahwa jika seseorang dipakai Tuhan, pastilah karena orang itu sudah dewasa rohaninya. Tapi Alkitab mencatat seorang Yunus yang dipakai Tuhan dengan dahsyat. Tidak pernah ada seorang nabi atau rasul yang berkotbah dan seluruh penduduk kota dari raja sampai rakyatnya bertobat dalam sehari, sehingga Allah mengurungkan niatNya untuk menghukum Ninewe. (Yunus 4:10) Wah hebat betul. Siapakah Yunus, apakah ia seorang yang sempurna? Dalam Yunus 4:1-11, ternyata ia seorang yang hatinya penuh dengan kepahitan terhadap orang Ninewe yang memang jahat terhadap bangsanya Yunus. Seharusnya ia senang karena pelayanannya berhasil, tapi ternyata ia menyesali pertobatan orang yang dilayaninya. Belum pernah ada ‘kan di antara kita yang nyesel karena pelayanannya berhasil?. Dari kisah ini kita bisa belajar. Satu, Tuhan bisa pakai siapa saja. Jangan bangga karena dipakai Tuhan. Dua, dipakai Tuhan bukan ukuran kerohanian seseorang. Memang orang yang dewasa rohani akan dipakai Tuhan. Jika kita dipakai Tuhan tapi tanpa pertumbuhan rohani yang baik, kita akan jadi sombong/angkuh/takabur. Banyak orang mengejar dan mengembangkan karunia-nya tapi lupa membangun karakternya. Jadi yang penting adalah kita harus membina rohani kita lebih daripada apapun, pasti dipakai Tuhan untuk hal-hal yang mulia, walau tidak spektakuler di mata manusia. 2 Tim 2:21.. GBU
*
ROTI HAYAT
02 Oktober 2010
ROTI HAYAT
o
Mengembangkan Kasih

Seringkali kita menjumpai orang Kristen yang tidak punya kasih. Padahal Yesus berkata dalam Yoh 13:35 “…bahwa kita akan dikenal sebagai murid-murid-Nya, jika saling mengasihi.". Sebenarnya kasih sudah diberikan kepada kita saat kita percaya, Roma 5:5 “…, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita”, tapi mengapa kita tidak bisa memiliki karakter kasih ini? Jawabnya ada dalam 1 Yoh 3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?. Jadi kasih itu akan berkembang di dalam kita, jika kita mempraktekkannya dalam perbuatan nyata. Itu sebabnya jangan mengasihi hanya dengan perkataan, tapi kasihilah dengan perbuatan. GBU
*
ROTI HAYAT
05 Oktober 2010
ROTI HAYAT
o
Bersyukur dalam segala hal

Di Tiongkok hidup seorang petani miskin dengan seorang anak laki-lakinya. Petani ini hanya memiliki seekor kuda betina yang dipakainya untuk membajak sawahnya yang tidak seberapa luas. Pada suatu hari kudanya lepas dari kandang dan lari ke dalam hutan. Mengetahui hal itu petani ini berkata, “Puji Tuhan!”, hal itu membuat tetangganya heran. “Bukankah kita diajar agar selalu mengucap syukur dalam segala hal? Aku yakin bahwa apa yang Tuhan buat itu baik bagiku” jawabnya ketika tetangganya merasa heran atas sikapnya. Beberapa minggu kemudian, pagi-pagi sekali ketika petani itu bangun tidur, ia melihat kudanya sudah ada di kandangnya. Betapa kagetnya ia karena di kandangnya ada dua ekor, yang seekor adalah kuda jantan liar, yang “jatuh cinta” pada kuda betinanya. “Puji Tuhan!” serunya. Kuda liar itu perlu dijinakkan agar bisa dipakai. Anak laki-lakinya menjinakkan kuda itu, tentu dengan menungganginya. Apa yang terjadi kemudian? Mungkin karena belum berpengalaman, ia terjatuh dan kakinya patah. Melihat itu ayahnya berseru, “Puji Tuhan!”. Kembali para tetangganya menjadi heran. Kata-kata yang sama keluar dari mulutnya, “Bukankah kita diajar agar selalu mengucap syukur dalam segala hal? Aku yakin bahwa apa yang Tuhan buat itu baik bagiku”.
Selang beberapa waktu kemudian pecahlah perang antara Tiongkok dan Jepang. Pemerintah Tiongkok mengadakan mobilisasi umum, semua pemuda di atas 17 tahun harus menjadi tentara. Karena anak laki-laki petani itu cacat kakinya, ia tidak terpilih menjadi tentara. Dan singkat cerita semua pemuda di desanya yang pergi berperang hanya pulang nama saja, alias gugur di medan perang. Akhirnya para tetangga petani itu mengerti bahwa di dalam segala sesuatu harus bersyukur, karena di balik semua kejadian termasuk musibah ada hal yang baik yang Tuhan kerjakan. Bersyukurlah dalam segala hal (I Tesalonika 5:18) GBU
*
ROTI HAYAT
08 Oktober 2010
ROTI HAYAT
o
Jangan pelihara dosa kecil

Seorang pemburu menembak mati seekor induk harimau, ia membawa pulang bayi harimau itu dan memeliharanya dengan kasih sayang. Diberinya makan nasi dan sayur dan sama sekali tidak diberi daging, agar tidak buas, itu pikirnya. Bayi harimaupun tumbuh menjadi harimau muda, ia begitu jinak terhadap siapapun dan menjadi teman bermain anak sang Pemburu. Suatu hari ketika asyik bermain harimau itu mencakar sahabatnya, sampai terluka dan berdarah. Dengan penuh kasih sayang sang harimau pun menjilati luka berdarah itu, seolah ia “minta maaf” telah melukai sahabatnya. Tapi apa yang terjadi? Justru “permintaan maaf” itu menjadi malapetaka bagi si anak. Bau dan rasa darah itu membangkitkan sifat dasar harimau itu, ia menjadi beringas, lalu menerkam,… mencabik dan memakan sang sahabat. Hi…. ngeri ya. Harimau bagaimana pun juga tetap harimau. Sifat dasar yang dipendam pada akhirnya juga akan muncul ketika diberi pemicu. Kadang kita menganggap dosa ‘kecil’ (padahal tidak ada dosa kecil lho, dosa ya dosa), sebagai sesuatu yang remeh. Misalnya, “Ngak apa-apa hanya bohong kecil, toh tidak merugikan siapa-siapa” itu pikir kita. Tapi “dosa kecil” itu kelak akan berubah menjadi ‘dosa besar’ dan mencelakakan kita. “Kebiasaan akan membentuk karakter” itu kata para ahli. Kebiasaan berbohong ‘kecil’ akan membentuk kita menjadi seorang pembohong, yang satu saat ketika terdesak akan ‘berbohong besar’ dan melibatkan kita pada kesulitan besar. Sebab itu jangan memelihara dosa sekalipun itu kita anggap kecil. Ingat, dosa is dosa. … GBU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar