*
o
# PESAN AYAH #
Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :
- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.
Jawab anak yang bungsu :
"Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".
"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung :
"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal
tidak susut".
"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.
Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."
"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita... pilihan ada di tangan kita.....
Tuhan Yesus memberkati..
*
Manna Roti Surgawi
14 Februari
Manna Roti Surgawi
o
= LOVE vs “Love” =
LOVE vs “Love” :
Mengerti Makna Kasih Sejati Di Tengah Tawaran “Kasih” Palsu
Hari ini, di hari Valentine ini, maukah kita kembali kepada konsep kasih yang sejati dari Alkitab dan tidak mau lagi ditipu oleh bujuk rayu iblis yang gemar menawarkan beragam definisi “kasih” yang palsu ?! Sudah seharusnya itulah respon dan komitmen total kita seutuhnya sebagai anak-anak Tuhan di dalam Kristus.
Dunia yang kita hidupi sekarang adalah dunia postmodern yang sarat dengan relativisme yang me“mutlak”kan segala sesuatu adalah relatif adanya. Semangat ini juga mempengaruhi seluruh keberadaan hidup manusia, termasuk prinsip kasih pun dirusak oleh manusia. Di dalam semangat relativisme yang di“mutlak”kan ini, banyak orang di dunia sangat menyukai istilah “kasih” dan menggunakannya secara tidak bertanggungjawab. Di dalam benak orang-orang postmodern, “kasih” dimengerti tidak saling menghakimi, saling berdamai dengan semua orang, saling memaafkan, dll, tetapi herannya mereka yang berkata demikian seringkali sulit mempraktekkannya bahkan salah menafsirkannya. Sehingga tidak heran di dalam dunia ini, akibat orang yang selalu mengobral istilah “kasih” yang sebenarnya tidak mengerti esensi kasih itu sesungguhnya, maka yang terjadi adalah etika yang semakin lama semakin terpuruk dan bobrok. “Kasih” yang demikian hanyalah membawa malapetaka dan meresahkan manusia, tetapi sayangnya manusia tidak segera menyadarinya lalu bertobat. “Kasih” palsu demikian tidak diajarkan bahkan ditentang oleh Alkitab. Di dalam Alkitab, kita akan mendapati beberapa prinsip mengenai kasih.
Pertama, Alkitab menyatakan Allah adalah Kasih (1 Yohanes 4:16). Allah adalah Kasih bukan sekedar sifat-Nya yang Mahakasih tetapi Dia sendiri adalah Sumber dan Pribadi Kasih itu sendiri. Berarti, di dalam diri Allah mengalir Kasih sejati. Kasih yang tidak keluar dari diri Allah adalah “kasih” yang palsu !
Kedua, Allah yang adalah Kasih itu sekaligus juga Allah yang Mahaadil. Di dalam kasih-Nya, Ia tetap menghukum barangsiapa yang menolak-Nya. Di dunia postmodern yang kita hidupi saat ini, manusia sedang berusaha melenyapkan konsep tentang keadilan dan sedang mengilahkan konsep “kasih” yang berdampak kepada prinsip “demokrasi” dan “hak asasi” yang liar. Itulah wujud “kasih” palsu. Kasih yang tanpa keadilan bukan berakibat baik seperti yang banyak orang dunia serukan, tetapi justru mengakibatkan sesuatu yang sangat buruk, misalnya kasus poligami, free-sex, dll yang semuanya memakai istilah “kasih/cinta” juga (saya menyebutnya : kasih semu/virtual love). Kasih menurut Alkitab adalah kasih yang disertai dengan keadilan karena kasih-Nya juga disertai keadilan-Nya. Yohanes 3:16-18 menggambarkan dengan jelas hubungan yang tak terpisahkan antara kasih dan keadilan Allah. Di dalam kasih, ada wujud keadilan yang harus dinyatakan. Misalnya, di dalam kasih antar pasangan, ketika salah satu pasangan berbuat tidak beres, pasangan lain dapat menegur dan mengingatkannya bukan untuk membuktikan dirinya lebih benar, tetapi harus dengan cinta kasih. Itulah wujud keadilan yang disertai kasih.
Ketiga, kasih sejati berarti rela berkorban. Kasih sejati yang rela berkorban sudah diwujudnyatakan di dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus yang menggenapkan rencana Allah Bapa di Surga dengan mati disalib dan bangkit demi mengasihi dan menebus umat pilihan-Nya dari dosa-dosa mereka (1 Yohanes 3:16). Kasih sejati ini membuka pintu hubungan antara Allah yang Mahakudus dengan manusia berdosa yang dahulu rusak akibat dosa manusia itu sendiri. Kasih berarti rela berkorban. Tetapi sayangnya, konsep kasih sejati ini sering disalahtafsirkan, lalu mengatakan bahwa di hari Valentine, kita harus memberikan bunga sebagai wujud pengorbanan dan kasih sayang kita. Tidak ada salahnya memberikan bunga di hari Valentine, yang menjadi permasalahannya terletak pada esensi kasih yaitu pengorbanan sejati yang harus dimengerti. Berkorban dengan mengantar pasangan ke tempat-tempat tertentu atau memberikan bunga itu bukanlah berkorban tetapi keharusan. Pengorbanan sejati dilakukan bukan dengan keterpaksaan tetapi dengan tulus dan rendah hati serta sukacita sejati. Itulah yang Kristus lakukan bagi kita dan harus kita teladani di dalam kehidupan kita sehari-hari. Salah satu wujud pengorbanan di dalam kasih adalah dengan kita memberitakan Injil. Ketika memberitakan Injil, kita mau mengorbankan diri berdiskusi dengan orang-orang non-Kristen tentang Kristus Yesus Tuhan kita dengan semangat kasih yang tanpa kompromi namun jelas dan singkat. Penginjilan membuat kita tidak egois dan sombong akan keselamatan dan kehidupan baru yang telah kita peroleh di dalam Kristus Yesus.
Terakhir, di dalam kasih ada kesetiaan. Di dalam Alkitab, kita melihat kasih Allah selalu berkaitan dengan kesetiaan-Nya akan janji-janji-Nya. Di dalam theologia Reformed, kita mengenal istilah the covenant of God (kovenan/janji Allah). Artinya, Allah yang telah memilih kita dari semula, Dia jugalah yang memelihara janji-Nya dan menggenapkannya bagi kita di dalam Tuhan Yesus serta menyempurnakannya di dalam karya Roh Kudus. Seperti Allah yang setia memelihara keselamatan kita sampai akhir, maka di dalam diri-Nya lah kita juga dapat meneladani prinsip kasih yang setia, di mana kita tidak lagi menduakan Kristus di dalam hidup kita. Kita hendaknya tidak lagi menganggap relativisme atau humanisme sebagai ilah kita selain Kristus. Ketika kita melakukan penduaan hati ini, kita sedang menyakiti hati Tuhan kita Yesus Kristus yang telah menebus dosa kita, dan lagi berarti kita tidak lagi setia kepada-Nya. Akibatnya, jangan heran, ketika manusia hidup mulai mendua hati, hidup mereka pasti tidak damai dan tidak menjumpai kelegaan sejati karena mereka mulai tidak setia. Ketika kita setia kepada-Nya, meskipun hidup kita tidak selalu lancar (bebas dari penyakit, utang, kemiskinan, bencana, dll), tetapi kita memiliki hidup yang berkelimpahan secara rohani (Yohanes 10:10b) dan hidup yang memiliki kelegaan sejati (Matius 11:28-30) di tengah kepenatan dunia yang menghimpit. Itulah seharusnya respon dan komitmen kita sebagai anak-anak-Nya di tengah maraknya konsep “kasih” palsu yang sedang ditawarkan iblis di zaman postmodern ini.
Hari ini, di hari Valentine ini, maukah kita kembali kepada konsep kasih yang sejati dari Alkitab dan tidak mau lagi ditipu oleh bujuk rayu iblis yang gemar menawarkan beragam definisi “kasih” yang palsu ?! Sudah seharusnya itulah respon dan komitmen total kita seutuhnya sebagai anak-anak Tuhan di dalam Kristus. Soli Deo Gloria. Solus Christus.
“TO LOVE AND SERVE GOD IN OUR LIFE IS TO KNOW HIM IN HIS FINAL WORD, THE HOLY BIBLE !”
(by : Denny Teguh Sutandio)
Sumber: http://www.pemudasolafidetinoor.com/
*
Manna Roti Surgawi
15 Februari
Manna Roti Surgawi
o
PEMBUNUH YANG BERNAMA DENGKI
Di Amerika Selatan tumbuh sejenis pohon anggur yang bersifat parasit, disebut "matador". Anggur itu mengawali pertumbuhannya melalui pangkal sebuah pohon. Seraya menjulur ke atas, pohon anggur itu membelit batang pohon yang ditempelinya. Akhirnya, ia membunuh penolongnya. Ketika ia merayap sampai ke puncak, anggur itu menyembulkan bunganya, seakan memahkotai dirinya sendiri.
"Matador" berarti PEMBUNUH. Dengki juga berarti PEMBUNUH. Ia membunuh kegembiraan kita. Ia mematikan hal-hal yang terbaik dan terpuji di dalam diri kita. Seperti matador, kedengkian nampaknya tidak berbahaya pada awal pertumbuhannya; kelihatannya amat kecil. Namun, jika dengki dibiarkan bertumbuh terus, ia akan berubah jadi benci. Dan benci bisa mengakibatkan pembunuhan.
"Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran." (1 Yoh 3:15, 18).
Sumber: Jendela Kebenaran
*
Manna Roti Surgawi
16 Februari
Manna Roti Surgawi
o
# HARGA SEBUAH BAJU #
Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University. Mereka meminta janji. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard” kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk” sahut sang Sekretaris cepat.
“Kami akan menunggu”, jawab sang Wanita. Selama empat jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak.
Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya. “Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi”, katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.
Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya mulai muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.
Sang wanita berkata kepadanya, “kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu,dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, disuatu tempat di kampus ini. Bolehkah?” Tanya nya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya”, katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan”.
“Oh, bukan”, Sang wanita menjelaskan dengan cepat,”Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard”.
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard”.
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?”
Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California. Di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi dipedulikan oleh Harvard.
Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di Amerika Serikat.
Saudaraku yang terkasih, bukannya kita sering bersikap seperti pimpinan Harvard itu. Acapkali silau oleh baju atau penampilan luar yang diperagakan seseorang. Padahal, baju hanyalah bungkus luar saja. Apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Bahkan seringkali penampilan luar (bungkus) seringkali menipu dan akibatnya kita memberi penilaian yang salah.
Sewaktu Samuel diutus Tuhan untuk mengurapi anak Isai, Samuel sempat tertipu oleh pandangan manusiawi sebab Samuel menilai apa yang nampak dari luar. Waktu Samuel melihat Eliab, ia mengira pemuda ini yang dipilih Tuhan. Mungkin Eliab memiliki perawakan yang tinggi besar. Tapi ternyata Tuhan menolaknya.
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati”. (1 Samuel 16:7).
Demikian juga dengan anak-anak Isai yang lainnya, Tuhan tidak memilih mereka sebagai raja bagi Israel. Ternyata pilihan Tuhan pada seorang bocah gembala cilik, yakni Daud, yang masih belia. Walau Daud dalam mazmurnya pernah berkata bahwa ia kurang diperhatikan oleh orang tuanya, namun Tuhan menerimanya, bahkan dipilih untuk menjadi raja Israel. Tentang Daud, Alkitab memberi pernyataan demikan:
“Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan:Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku”. (Kisah 13:22). Daud seorang yang berkenan di hati Tuhan karena Daud senantiasa hidup melakukan kehendak Tuhan. Bahkan kerapkali namanya dipakai sebagai tolak ukur bagi raja-raja di Israel.
Daud memang pernah jatuh dalam dosa, dengan mengambil Batsyeba menjadi isterinya, dan dengan rekayasa licik ia “membunuh” Uria (suami Batsyeba). Namun ketika ia ditegur nabi Natan dan menyesali dosa-dosanya, ia pun memohon ampun Tuhan dengan sungguh-sungguh. Hatinya yang taat itulah yang membuat Tuhan berkenan kepadanya.
Doa:
Ya Tuhan, ajarlah kami untuk tidak menilai seseorang dari penampilan luarnya. Sebab dari sinilah kami seringkali menghakimi seseorang. Mampukan kami untuk mengutamakan hal-hal rohani daripada hal-hal jasmani, sehingga kami memiliki hati yang berkenan di hadapan-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin!
Sumber: Inspirasi Kehidupan.
*
Manna Roti Surgawi
17 Februari
Manna Roti Surgawi
o
# KEBAHAGIAAN DIPEROLEH DARI MEMBERI #
Kisah ini bercerita tentang seorang wanita cantik bergaun mahal yang mengeluh kepada psikiaternya bahwa dia merasa seluruh hidupnya hampa tak berarti.
Maka si psikiater memanggil seorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya," Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya."
Si wanita tua meletakkan gagang sapunya dan duduk di kursi dan menceritakan kisahnya: "OK, suamiku meninggal akibat malaria dan tiga bulan kemudian anak tunggalku tewas akibat kecelakaan. Aku tidak punya siapa-siapa. aku kehilangan segalanya. Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan, aku tidak pernah tersenyum kepada siapapun, bahkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku. Sampai suatu sore seekor anak kucing mengikutiku pulang. Sejenak aku merasa kasihan melihatnya.
Cuaca dingin di luar, jadi aku memutuskan membiarkan anak kucing itu masuk ke rumah. Aku memberikannya susu dan dia minum sampai habis. Lalu si anak kucing itu bermanja-manja di kakiku dan untuk pertama kalinya aku tersenyum.
Sesaat kemudian aku berpikir jikalau membantu seekor anak kucing saja bisa membuat aku tersenyum, maka mungkin melakukan sesuatu bagi orang lain akan membuatku bahagia. Maka di kemudian hari aku membawa beberapa biskuit untuk diberikan kepada tetangga yang terbaring sakit di tempat tidur. Tiap hari aku mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada setiap orang. Hal itu membuat aku bahagia tatkala melihat orang lain bahagia. Hari ini, aku tak tahu apa ada orang yang bisa tidur dan makan lebih baik dariku. Aku telah menemukan kebahagiaan dengan memberi."
Ketika si wanita kaya mendengarkan hal itu, menangislah dia. Dia memiliki segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang namun dia kehilangan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang
Sumber:Kisah-kisah Inspiratif.( Mose Lelang )
*
Manna Roti Surgawi
18 Februari
Manna Roti Surgawi
o
= GAGAL..?? SIAPA TAKUT..?? =
Berikut adalah daftar riwayat hidup seseorang, yang kebanyakan berisi kegagalan:
Tahun 1816, keluarga mereka diusir dari rumah, sehingga ia harus mulai bekerja dalam usia yang masih sangat muda; tahun 1818, ibunya meninggal dunia…
Tahun 1831, mencoba untuk mulai berbisnis tapi gagal; tahun 1832, gagal menjadi anggota legislatif, Ia kehilangan pekerjaan dan ingin sekolah di falkutas hukum tetapi tidak diterima. Tahun 1833, meminjam uang untuk memulai kembali bisnisnya, dan bangkrut pada tahun itu juga. Ia harus melunasi hutangnya selama 17 tahun.
Tahun 1834, terpilih sebagai anggota legislatif.
Tahun 1835, bertunangan, tapi kemudian tunangannya meninggal dan ia patah hati. Tahun 1836, mengalami ‘nervous breakdown’ dan harus terbaring selama 6 bulan.
Tahun 1838, mencoba menjadi pembicara badan legislatif, tetapi gagal; tahun 1840, mencoba menjadi ‘Elector’, tetapi gagal; tahun 1843, mencoba menjadi anggota kongres, tetapi gagal.
Tahun 1846, berhasil menjadi anggota kongres.
Tahun 1848, tidak terpilih untuk yang kedua kalinya sebagai anggota kongres; tahun 1849, melamar sebagai walikota, tetapi ditolak; tahun 1854, mencoba menjadi anggota senat, tetapi gagal; tahun 1856, mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat, tetapi gagal dengan hanya mendapat kurang dari 100 suara; tahun 1858, mencoba lagi menjadi anggota Senat, dan gagal lagi.
Tapi tahun 1860, TERPILIH MENJADI PRESIDEN AMERIKA SERIKAT. Dan merupakan salah satu yang terhebat. Daftar riwayat hidup ini, milik dari Abraham Lincoln…
----------
Abraham Lincoln menjadi seorang Presiden yang luar biasa, bukan karena beliau merupakan lulusan sekolah tinggi yang pretisius. Pribadi yang luar biasa ‘terbentuk’ dari sikap hati yang tidak pernah menyerah dalam menghadapi setiap situasi kehidupan.
Memandang kegagalan dengan kecewa, memang bukan sesuatu yang salah. Tapi seandainya kita memandang lebih dalam lagi, kepada rancangan-Nya bagi orang-orang yang Dia kasihi. Sesungguhnya kita sedang dibentuk menjadi pribadi yang luar biasa. Dan sedang dipersiapkan untuk sebuah rancangan yang jauh lebih hebat.
Mari berhenti memandang kepada setiap kegagalan dan keterbatasan kita, dan mari mulai memandang kepada kesanggupan seorang Tuhan. Mari memandang jauh ke depan, kepada hari-hari penggenapan janji, yang disediakan-Nya bagimu…
Tuhan Yesus memberkati…
*
Manna Roti Surgawi
19 Februari
Manna Roti Surgawi
o
JALAN ORANG BENAR ATAU JALAN ORANG FASIK
………Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. (Mazmur : 1 : 4-6).
Ada dua jalan disebutkan dalam ayat ini yaitu jalan orang benar dan jalan orang fasik, masing-masing dengan konsekuensinya, yaitu kebahagiaan bagi jalan orang benar tapi sebaliknya kebinasaan bagi jalan orang fasik, mana yang harus kita pilih ? Tuhan memberikan kita “KEHENDAK BEBAS” untuk memilih, tetapi sebenarnya hati Tuhan tidak menghendaki seorangpun binasa tapi supaya semua orang bertobat dan selamat (II Petrus : 3 : 9)
Orang benar akan seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air, menjadi begitu kokoh menghadapi masa-masa sukar sekalipun, sebaliknya orang fasik menjadi seperti SEKAM yang begitu labil menghadapi hembusan angin sepoi-sepoi sekalipun (ayat 3-4)
Oleh sebab itu dalam III Yohanes : 1 : 11, tertulis ….. Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat yang baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.
Bahkan dalam Yohanes : 14 : 6, Tuhan Yesus sendiri berkata : “Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”, dengan kata lain satu-satunya jalan yang benar untuk mencapai kehidupan kekal di sorga adalah kalau kita mencontoh gaya hidup dan percaya sepenuh pada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat Pribadi kita.
Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
*
Manna Roti Surgawi
21 Februari
Manna Roti Surgawi
o
= JURU MINUM BAGI RAJA AGUNG =
"Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana." (Nehemia 1:9) Kehancuran Yerusalem dan penderitaan yang dialami orang-orang Israel merupakan kesedihan besar bagi Nehemia. Kesedihan Nehemia ini membuat ia tumbuh sebagai seorang anak Bangsa yang berani dan mampu memimpin kembali pembangunan tembok Yerusalem. Nehemia tahu dan sadar akan kesalahan dan dosa yang telah diperbuat oleh orang-orang Israel dan keluarganya sendiri. Kesedihan Nehemia tidak berakhir menjadi kesedihan semata, tetapi berkembang menjadi suatu doa dan pergumulan (Nehemia 1:5-11), agar kaum keluarga dan bangsanya berbalik kepada Allah dan memohon pengampunan dari Allah untuk mereka. Kehancuran Yerusalem bukan hanya menimpa fisik dari kota itu, tetapi juga melambangkan kehancuran dan kemerosotan spiritual dan karakter.
Nehemia, sang juru minum raja Arthasasta, bukan hanya berdoa bagi kaum dan bangsanya, tetapi ia juga memiliki visi (Nehemia 2:3) untuk membangun kembali tembok Yerusalem dan mengembalikan kota Yerusalem serta hati umat Israel kepada Allah. Keberanian Nehemia (Nehemia 2:5) untuk berbicara kepada raja secara terus terang tentang keadaan bangsanya, merupakan gambaran sifat kepemimpinan yang muncul dari Nehemia. Nehemia tahu bahwa ia tidak akan mampu membangun kembali Yerusalem jika ia tidak melibatkan orang lain (Nehemia 3). Ia mulai mengumpulkan dan mempersiapkan orang-orang Israel untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Ketika pembangunan tembok mulai berjalan, Nehemia juga mewaspadai serangan yang datang dari luar dan memerhatikan keluhan-keluhan yang muncul (Nehemia 4-5). Perhatian pada hal-hal inilah yang membuat kepemimpinan Nehemia semakin mantap dalam mencapai visinya.
Dalam waktu 52 hari (Nehemia 6:15), Nehemia sudah selesai membangun kembali tembok Yerusalem. Tidak sampai di situ saja, Nehemia juga mengatur keadaan kota (Nehemia 7:1-3) sehingga ada waktu untuk membuka dan menutup pintu, dan penjagaan terhadap kota terus dilakukan dengan baik.
Nehemia sadar, bagian terpenting dari misinya yaitu agar hidup orang-orang Israel kembali dekat kepada Allah (Nehemia 8-9) yang telah menuntun mereka keluar dari Mesir. Bersama-sama dengan Ezra, mereka mulai menetapkan ibadah dan memungkinkan pembacaan kitab-kitab Taurat. Lebih dari itu, orang-orang Israel juga berdoa, berpuasa, dan mengaku dosa-dosa mereka di hadapan Allah.
Beban Nehemia bagi bangsanya sendiri telah melahirkan visi yang besar untuk mengembalikan kota Yerusalem seperti semula dan menuntun hati orang-orang Israel berbalik kepada Allah. Nehemia bukanlah seorang pemimpin agama. Ia juru minum raja Arthasasta, tetapi beban yang begitu besar dan tuntunan Allah membuat Nehemia menjadi seorang Anak Bangsa -- diutus kembali menjadi juru minum bagi Raja yang agung untuk menyelamatkan umat kepunyaan-Nya. Jika seorang juru minum dapat melakukan hal seperti ini, bagaimana dengan Anda?
Tuhan telah menjadikan Anda lebih dari sekadar seorang juru minum, dan kesedihan bangsa Indonesia di masa kini begitu besar. Lebih dari 400 suku berteriak-teriak minta tolong, "Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami!" (Kisah Para Rasul 6:9b) Mereka belum mengenal Kristus, mereka belum dapat bertumbuh dalam iman karena tidak ada Alkitab dalam bahasa yang paling mereka pahami, dan gereja Tuhan belum berdiri di tempat di mana mereka berada. Maukah Anda menjadi juru minum bagi Raja yang agung itu? Agar setiap suku bangsa di Indonesia mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah Bapa! (Filipi 2:11)
Bahan diambil dari:
Nama buletin : Berita Kartidaya Edisi 1/2008
Judul artikel : Juru Minum Bagi Raja yang Agung
Penulis : Marnix Riupassa
*
Manna Roti Surgawi
22 Februari
Manna Roti Surgawi
o
PENGARUH LINGKUNGAN PERGAULAN
" . . . Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (I Korintus 15:33)
Dalam Wolf Children and Feral Man (1952), diceritakan: J.A.L. Singh, seorang pandita India, ketika sedang berburu di hutan menemukan anak kecil dalam sebuah gua. Anak tersebut berperilaku seperti serigala.
Setelah beberapa tahun diasuh dengan cinta kasih oleh isteri Singh, anak tersebut mulai berperilaku seperti manusia.
Dari riwayat tersebut, dapatlah diketahui secara jelas bahwa lingkungan pergaulan ikut mempunyai andil dalam membentuk tingkah laku dan kebiasaan seseorang. Tatkala dibesarkan dalam lingkungan serigala di hutan, anak tersebut berperilaku seperti serigala. Tapi setelah dibesarkan dalam lingkungan manusia, anak itu berperilaku seperti manusia.
Alkitab telah memberikan peringatan bagi segenap orang Kristen agar hati-hati dalam pergaulan, dalam memilih kawan, agar jangan sekali-kali pergaulan tersebut merusakkan kelakukan baiknya, misalnya: mengabaikan imannya yang murni itu, menghentikan kebiasaannya membaca Firman Allah.
*
Manna Roti Surgawi
23 Februari
Manna Roti Surgawi
o
# TERLALU INDAH UNTUK MENJADI KENYATAAN #
Kapan keselamatan itu terjadi?
Ketika kita memandang Kristus. Ketika kita memeluk-Nya sebagai Juru selamat.
Luar biasa sederhana, bukan?
Klaimlah janji indah dalam Yohanes 3:16. "Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Allah Sang Pengasih, Allah Sang Pemberi, Allah Sang Juru Selamat.
Dan manusia, orang percaya. Dan bagi mereka yang percaya, Ia telah menjanjikan kelahiran baru.
Namun walaupun ini sederhana, masih saja ada manusia yang tidak percaya. Mereka tidak mempercayai injil itu.
Mereka tidak dapat membayangkan bagaimana Allah dapat mengampuni dosa mereka. Ini nyaris terlalu indah untuk menjadi kenyataan.
Jika saja mereka mau mencoba. Jika saja mereka mau mengujinya. Namun Allah yang penuh kasih adalah Allah yang sopan. Ia tidak pernah memaksakan cara-Nya. Pilihan ada ditangan mereka.
Dan bagi mereka yang benar-benar datang, Ia telah menjanjikan kelahiran baru.
Apakah itu berarti sifat alami yang lama tindakan akan muncul kembali?
Apakah itu berarti dengan segera Anda akan sanggup menahan godaan?
Untuk menjawab pertanyaan itu, setarakan kelahiran baru Anda didalam Kristus dengan seorang bayi yang baru lahir.
Dapatkah seorang bayi yang baru lahir berjalan?
Dapatkah ia memberi makan dirinya sendiri?
Dapatkah ia menyanyi atau membaca dan berbicara?
Tidak, belum. Namun suatu hari nanti ia dapat.
Dibutuhkan waktu untuk bertumbuh. Tetapi, apakah orang tua dikamar bersalin malu mengakui bayi itu?
Apakah sang ibu malu karena bayi itu tidak dapat mengeja.... karena bayi
itu tidak dapat berjalan..... karena bayi yang baru lahir itu tidak dapat berbicara?
Tentu saja tidak.Orang tua bayi itu tidak malu; mereka bangga.
Mereka tahu bahwa pertumbuhan akan terjadi seiring berlalunya waktu.
Begitu juga dengan Allah. "IA SABAR TERHADAP KAMU, KARENA ALLAH MENGHENDAKI SUPAYA JANGAN ADA YANG BINASA, MELAINKAN SUPAYA SEMUA ORANG BERBALIK DAN BERTOBAT" (2 Pet 3:9).
Sering kali Allah lebih sabar terhadap kita ketimbang kita terhadap diri kita sendiri. Kita menyangka bahwa jika kita berdosa, kita belum dilahirkan kembali. Jika kita jatuh bangun, maka kita belum benar-benar bertobat.
Jika kita menmiliki keinginan-keinginan lama, maka kita pasti bukan ciptaan baru.
Ingatlah;" IA, YANG MEMULAI PEKERJAAN YANG BAIK DIANTARA KAMU, AKAN MENERUSKANNYA SAMPAI PADA AKHIRNYA PADA HARI KRISTUS YESUS" (Pilipi 1:6).
Dalam banyak cara, kelahiran baru Anda didalam Kristus adalah serupa dengan hal-hal pertama Anda: Dalam kelahiran baru Anda, Allah memberikan apa yang Anda butuhkan dan ada seseorang yang lain yang melakukan pekerjaan itu.
Dan seperti orang tua sabar terhadap bayinya yang baru lahir, demikian juga Allah sabar terhadap Anda.
Namun ada satu perbedaan. Pertama sekali Anda tidak memiliki pilihan untuk dilahirkan; namun kali ini Anda memiliki pilihan. Kuasanya Allah.
Usahanya adalah usaha Allah. Rasa sakitnya adalah rasa sakit Allah.
Namun pilihannya adalah pilihan Anda.
Tuhan Yesus memberkati.
Max Lucado.
*
Manna Roti Surgawi
24 Februari
Manna Roti Surgawi
o
# TABUR KEJUJURAN MENUAI KEPERCAYAAN #
Seorang CEO hendak mewariskan perusahaan besar kepada karyawan terbaiknya. Untuk itu ia memanggil seluruh karyawannya, memberikan masing² sebutir BENIH di tangannya dan berkata, "Sirami dengan teratur, rawat, dan kembalilah setahun dari sekarang dengan membawa tanaman yang tumbuh dari benih ini. Yang TERBAIK, pemiliknya akan menjadi penggantiku sebagai CEO perusahaan ini. Seorang karyawan, Rahmat, pulang ke rumah. Setiap hari disiraminya dengan air dan pupuk. Setelah 6 bln, di kantor, eksekutif lainnya saling membicarakan tanaman mereka, sedangkan Rahmat melihat TIDAK ADA PERUBAHAN yang terjadi pada benih miliknya. IA MERASA GAGAL.
Setelah setahun, seluruh eksekutif menghadap CEO, memperlihatkan hasil benih tersebut. Rahmat berkata pada istrinya bahwa ia tdk akan membawa pot yang kosong, namun istrinya mendorongnya untuk menyatakan yang sebenarnya. Rahmat menyadari bahwa istrinya menyarankan HAL YANG BENAR. Memasuki ruangan meeting, Rahmat membawa sebuah pot kosong. Seluruh mata memandangnya kasihan.
Ketika Sang CEO memasuki ruangan, ia memandang keindahan seluruh tanaman itu, hingga akhirnya berhenti didepan Rahmat yang tertunduk malu. Sang CEO memintanya ke depan dan menceritakan TRAGEDI yang menimpanya.
Ketika ia selesai bercerita, Sang CEO berkata, "berikan tepuk tangan yang meriah untuk Rahmat, CEO yang baru". Ia berkata, “Aku memberikan kepada kalian sebutir benih yang sebelumnya TELAH KUREBUS DI AIR PANAS hingga mati dan tidak mungkin untuk tumbuh. Melihat bahwa benih itu tidak tumbuh, kalian menukarnya dan berbohong kepadaku. Lain halnya dengan Rahmat, dia mau berkata yg sebenarnya terjadi.
Tabur KEJUJURAN, menuai KEPERCAYAAN
Tabur KERJA KERAS, menuai KESUKSESAN
Tuhan Yesus memberkati Anda.
*
Manna Roti Surgawi
13 Maret
Manna Roti Surgawi
o
YANG TERINDAH
°(*)♣♧•°°•♧♣(*)°•
(*)♧ ♧(*)
Perhiasaan terindah adalah
♥˚⌣˚ KERENDAHAN HATI ˚⌣˚♥
♧♧(*)♧♧
Kasih yg teruji adalah
♥˚⌣˚ KESETIAAN ˚⌣˚♥
♧♧(*)♧♧
Kekayaan terbesar adalah
♥˚⌣˚ KEBIJAKSANAAN ˚⌣˚♥
♧♧(*)♧♧
Harta terbaik adalah
♥˚⌣˚ KEJUJURAN ˚⌣˚♥
♧♧(*)♧♧
Senjata terkuat adalah
♥˚⌣˚ KESABARAN ˚⌣˚♥
♧♧(*)♧♧
Pengaman terpenting adalah
♥˚⌣˚ IMAN ˚⌣˚♥
♧♧(*)♧♧
Obat termanjur adalah
♥˚⌣˚ DOA ˚⌣˚♥
♧♧(*)♧♧
•°(*)♣♧•°°•♧♣(*)°•
SELAMAT HARI MINGGU
TUHAN YESUS BERKATI
•°(*)♣♧•°°•♧♣(*)°•.♥♥
*
Manna Roti Surgawi
14 Maret
Manna Roti Surgawi
o
PERGUMULAN GETSEMANI
"Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun." (Lukas 22:39a)
Menuju tempat yang biasa di dalam situasi yang tidak biasa ( 39). Tuhan Yesus seringkali menggunakan bukit Zaitun sebagai tempat Ia berdoa pada hari-hari pelayanan-Nya. Pada saat-saat mendekati Kalvari, Ia menuju ke tempat yang biasa itu untuk berdoa dan bergumul. Tuhan Yesus adalah teladan yang indah di dalam hal disiplin berdoa. Ia adalah Pribadi yang berdoa. Kebiasaan-Nya berdoa di bukit Zaitun menjadikan bukit Zaitun tempat yang penting bagi-Nya untuk berdoa di saat-saat yang berat. Kebiasaan kita untuk disiplin berdoa menjadikan kita memilih untuk berdoa pada saat-saat kritis.
Berdoa di saat yang tidak biasa dengan semangat yang biasa dilakukan yaitu ketaatan (42). Saat ini berdoa di bukit Zaitun untuk Tuhan Yesus merupakan saat yang tidak biasa, namun Tuhan Yesus berdoa dengan semangat yang sama seperti biasa Ia lakukan yaitu penuh dengan ketaatan. Situasi dan kondisi bisa berubah-ubah. Di dalam setiap situasi dan kondisi kita tidak boleh melupakan dan meremehkan pentingnya berdoa dan kita harus berdoa dengan semangat yang biasa yaitu penuh dengan ketaatan. Betapa rentannya kita untuk terjebak menjadi tidak taat kepada Tuhan pada saat-saat situasi mendesak, bahkan menyalahkan Tuhan pada saat seperti itu. Biasakan diri Anda untuk taat di dalam doa Anda, maka pergumulan yang Anda hadapipun dijalankan dengan ketaatan. [RAL]
Sumber: Renungan GEMA
*
Manna Roti Surgawi
15 Maret
Manna Roti Surgawi
o
MEMBERI
Ada sebuah kisah tentang seorang yang tersesat di gurun pasir, hampir mati kehausan. Dengan jatuh bangun ia berusaha berjalan maju terus sampai tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh itu, terdapat sebuah pompa. Segera ia berdiri menuju ke pompa itu dan mulai memompa dengan sekuat tenaga, tetapi tidak ada air yang keluar. Lalu ia melihat sebuah kendi di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus, dan pada sisinya tertempel kertas dengan tulisan: "Sahabat, pompa itu harus dipancing dengan air dulu. PS: dan sebelum Anda pergi, jangan lupa mengisi kendi ini lagi." Ia mencabut gabus dan kendi itu terisi penuh dengan air.
Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa? Bagaimana kalau tidak berhasil? Tidak ada air lagi. Kalau air di kendi itu diminumnya, pasti tidak sampai ia mati kehausan. Tetapi untuk menuangkannya ke pompa yang karatan hanya karena instruksi di atas kertas yang kumal???
Tetapi suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mengikuti nasihat yang tertera di kertas itu sekali pun ada resiko yang harus ditanggungnya. Ia mulai menuangkan seluruh isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan itu, dan dengan sekuat tenaga memompanya. Benar!!!!!, air keluar dengan limpahnya. Minumlah ia sepuas-puasnya. Setelah istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga, dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu penuh-penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan beberapa kata di bawah instruksi itu: "Saya telah melakukannya dan berhasil. Engkau harus mengorbankan semuanya terlebih dahulu, sebelum bisa menerima kembali. PERCAYALAH!!!!!!
"Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya." (Matius 10:39)
Sumber: Jendela Kebenaran
*
Manna Roti Surgawi
16 Maret
Manna Roti Surgawi
o
NOMOR TELEPONNYA TUHAN : 333
Berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui. (Yeremia : 33 : 3).
Dalam terjemahan NKJV : “CALL” to Me, and I will “ANSWER” you………., suatu komunikasi dua arah antara manusia dengan Allah, sungguh indah kalau kita bisa mengalaminya.
Seseorang setengah bergurau berkata “ Seandainya saya tahu nomor teleponnya Tuhan saya akan menelponNya setiap saat, sebenarnya kita sudah memilikinya, mau tahu berapa nomornya ? 333 hanya tiga digit diambil dari Yeremia : 33 : 3. Tapi menjadi saluran langsung (Hot Line) kita dengan Tuhan.
Dengan apa kita bisa menelponNya ? lewat saluran telepon biasa ? atau menggunakan telepon seluler ? tentu tidak, tanpa alat apapun tapi hanya lewat “DOA”, suatu aktifitas yang seringkali kita kecilkan tapi sebenarnya memiliki “KUASA” yang luar biasa.
Tetapi walaupun sepertinya mudah untuk dilakukan bukan berarti tanpa syarat, apa syaratnya ?
1. Doa dari orang-orang benar (Yakobus : 5 : 16)
Siapa orang-orang benar ini ? sebab dalam Roma : 3 : 10,… tidak ada yang benar, seorangpun tidak…., tapi hanya orang-orang yang “DIBENARKAN” oleh Tuhan (Lukas : 18 : 14) yaitu saat dia mengakui dosa dan kesalahannya, sebab dosa menjadi penghalang utama semua doa-doa kita (Yesaya : 59 : 1-2)
2. Berdoa dengan yakin (Iman)
Ibrani : 11 : 1-40, Iman adalah dasar atau “LANDASAN” yang kuat untuk mengorbitkan doa kita sampai ke Takhta Allah, bahkan Iman membuat doa kita berkenan kepada Tuhan (ayat 6).
3. Berdoa dengan Sungguh-sungguh (Yakobus : 5 : 17-18).
Kalau Elia bisa berdoa dengan sungguh-sungguh maka kitapun bisa asal ada kemauan untuk itu. Salah satu bukti kesungguhan kita dalam berdoa adalah “KETEKUNAN”, digambarkan oleh Tuhan Yesus seperti seorang janda yang berjuang untuk haknya dibela oleh hakim yang jahat sekalipun (Lukas : 18 : 1-8).
Kalau syarat doa diatas kita miliki maka Tuhan akan “SEGERA” menjawab doa-doa kita tanpa mengulur-ulur waktu, dan akan melakukan perkara-perkara besar lebih dari apa yang dapat kita doakan atau pikirkan (Efesus : 3 : 20-21, Yeremia : 33 : 3).
Tuhan Yesus memberkati kita sekalian, Amin.
*
Manna Roti Surgawi
17 Maret
Manna Roti Surgawi
o
# HIKMAT DAN PENGETAHUAN #
Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit. Berkatalah Daniel: “TERPUJILAH NAMA ALLAH DARI SELAMA-LAMANYA SAMPAI SELAMA-LAMANYA , SEBAB DARI PADA DIALAH HIKMAT DAN KEKUATAN! Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi HIKMAT kepada orang bijaksana dan PENGETAHUAN kepada orang yang berpengertian; Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada didalam gelap, dan terang ada pada-Nya. Ya Allah nenenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku HIKMAT dan KEKUATAN, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja.”(DANIEL 2:19-23).
Hikmat yang dimiliki Daniel ini adalah hikmat dari Allah; hikmat Allah sanggup mengungkapkan rahasia yang tidak ada seorangpun mampu menerangkannya.
Karunia hikmat dan pengetahuan yang ada pada Daniel ini adalah karunia Roh Kudus yang dijanjikan kepada umat-Nya. Bandingkan dengan 1 Korintus 12:7-8.
Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan HIKMAT, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan PENGETAHUAN.
Karunia hikmat dan pengetahuan ini penting untuk mengetahui rahasia Allah, rahasia Allah tidak mungkin dapat dimengerti oleh manusia biasa tanpa Roh Kudus yang menyingkapkannya. Bandingkan dengan Daniel 2:27-28. Daniel menjawab, katanya kepada raja:”Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli hukum. Tetapi di SORGA ada ALLAH yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang.
Apakah kegunaan hikmat itu bagi kita?
Untuk dapat mengenal DIA dengan benar Efesus 1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Krtistus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu ROH HIKMAT dan WAHYU untuk mengenal Dia dengan benar.
Pengenalan kita akan Tuhan Yesus Kristus akan menjadi semakin dalam lagi jika kita memiliki hikmat Allah.
Dengan hikmat yang dikaruniakan Tuhan kepada kita, kita dapat mengenal DIA dengan benar.
Siapakah Yesus?
Yohanes 1:29 Yesus disebut sebagai ANAK DOMBA ALLAH yang menghapus dosa dunia.
Matius 16:16 Yesus disebut MESIAS: “ENGKAU ADALAH MESIAS, ANAK ALLAH YANG HIDUP”
Markus 2:10 Yesus disebut ANAK MANUSIA yang berkuasa untuk mengampuni dosa.
Matius 3:16-17 Yesus disebut ANAK ALLAH.
Pengetahuan kita kepada DIA akan dibuat semakin mendalam jika kita mendapatkan hikmat dari Allah, sebab dengan kemampuan kita sendiri kita tidak dapat mengenal Dia dengan benar.
Semoga Roh Kudus akan menuntun saudara untuk mengenal DIA lebih dalam lagi.
Tuhan Yesus memberkati.
*
Manna Roti Surgawi
18 Maret
Manna Roti Surgawi
o
Mimpi Seniman
Nats : Karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa (Wahyu 5:9)
Bacaan : Wahyu 5:1-10
Rita Snowden, pada tahun 1937, menulis sebuah buku berjudul If I Open My Door. Di dalamnya ia menceritakan tentang sebuah jemaat yang merencanakan untuk membangun tempat ibadah yang baru. Di bagian tengah gereja tersebut akan dipasangi jendela kaca berwarna dengan gambar anak-anak yang sedang menyembah Yesus.
Jemaat tersebut mempekerjakan seorang seniman untuk melukis sebuah gambar pada jendela yang sudah disiapkan. Ia memenuhi tugasnya, dan malam itu ia bermimpi mendengar suara gaduh di studionya. Ketika menyelidiki, ia melihat orang asing sedang mengubah lukisannya. Ia berteriak, "Hentikan! Anda merusak lukisan itu." Namun orang asing itu menjawab, "Kamulah yang telah merusakkannya." Sang penyusup itu kemudian menjelaskan bahwa wajah anak-anak itu semula hanya satu warna, tetapi ia membuatnya menjadi beragam warna. Ketika penyusup itu berkata bahwa ia menginginkan anak-anak dari seluruh bangsa dan ras dapat datang kepadanya, seniman itu akhirnya menyadari bahwa ia sedang berbicara dengan Yesus sendiri.
Di dalam dunia di mana perbedaan ras sering menyulut perpisahan dan konflik, orang-orang kristiani perlu mengusahakan kesatuan dan kedamaian. Yesus memanggul salib untuk membawa keselamatan bagi orang-orang dari setiap bangsa (Wahyu 5:9). Kesaksian dan persekutuan kita harus melampaui hambatan yang secara historis telah memisahkan keluarga umat manusia (Roma 1:16; Galatia 3:28).
*
Manna Roti Surgawi
19 Maret
Manna Roti Surgawi
o
# ORANG YANG TEPAT #
2 Raja-Raja 4:1-7.
Napoleon Hill berkata: “Opini adalah barang termurah di bumi.” Artinya semua orang bisa dengan mudah memberikan opini atau pendapat, terlepas apakah pendapat atau saran tersebut baik atau tidak. Pendapat seseorang menentukan saran yang ia berikan kepada orang lain.
Suatu hari ada seorang jenderal yang ingin menyeberangi sebuah sungai. Tapi ia ragu mengenai kedalaman sungai itu, apakah ia dan kudanya bisa menyeberang. Sang jenderal melihat kelilingnya apakah ada orang yang bisa memberikan pendapat dan saran. Akhirnya ia melihat seorang anak lelaki kecil dan jenderalpun meminta saran darinya. Setelah mengamati sang jenderal dan kudanya dengan saksama, dengan yakin anak itu berkata: “ Tidak masalah, Anda bersama kuda Anda bisa menyeberang sungai dengan selamat.” Sesampainya ditengah sungai, jenderal menyadari bahwa sungai itu sangat dalam dan iapun meneriaki anak kecil tadi dengan marah. Anak itu sangat tersinggung dengan perlakuan sang jenderal, karena ia merasa sudah memberikan saran yang baik dan tidak berbohong. Saran itu didasarkan pada pengalamannya setiap hari. Maka tanpa merasa bersalah anak kecil tadi menjawab, “ Setiap hari kawanan bebek saya menyeberangi sungai ini padahal kaki mereka lebih pendek daripada kaki kuda Tuan.”
Pesan dari kisah diatas adalah kita harus bijak memilih kepada siapa kita meminta saran, nasehat atau pertolongan. Janda nabi dalam pembahasan kita kali ini sedang dalam masalah besar dan ia tidak tahu apa yang harus dia perbuat. Sebenarnya ia bisa saja meminta saran atau pertolongan dari tetangga maupun kenalannya. Tetapi ia melakukan tindakan yang tepat dengan datang kepada orang yang tepat, yaitu Elisa abdi Tuhan.
Dari kata-kata yang diucapkan oleh wanita ini terlihat jelas bagaimana ia menuntut janji Tuhan kepada hamba-Nya Elisa. Jika dibahasakan dengan bebas, kira-kira seperti inilah ia berbicara, “ Hambamu, suamiku, begitu mengasihi Tuhan dan ia telah menyerahkan diri untuk melayaniNya dengan menjadi muridmu. Engkau mengenal dia, dia orang yang benar. Tetapi sekarang ia telah mati, dan sekarang kedua anakku pun akan diambil daripadaku karena hutang yang ditinggalkannya. Dimanakah janji penyertaan Tuhan kepada orang-orang benar?” Sebagai nabi Tuhan Elisa yakin bahwa kuasa Tuhan tetap sama untuk selamanya dan Ia pasti menyatakan mujizat-Nya bagi janda ini.Tuhan tidak pernah mau berhutang kepada orang-orang yang setia kepada-Nya. Dan memang, diakhir dari kisah janda ini, mujizat Tuhan benar-benar terjadi.
Ketika Anda menghadapi kesulitan atau mulai meragukan penyertaan Tuhan, datanglah kepada orang yang tepat. Temui hamba Tuhan atau saudara seiman yang Anda percaya bisa menguatkan iman Anda untuk lebih mengenal Tuhan dan mengalami kuasa-Nya. Menemui orang yang tidak tepat bisa membuat Anda mengambil keputusan yang salah.
D O A:
Tuhan, terangilah hati dan pikiranku dengan kuasa-Mu ketika aku menghadapi situasi yang sulit kupahami. Aku tetap percaya pada kasih dan kuasaMu. Dalam nama Yesus. Amin.
Kata-kata bijak: Anda boleh berteman dengan semua orang, tapi mintalah petunjuk dan nasihat dari orang yang Anda percayai.
Tuhan Yesus memberkati Anda.
Sumber: MANSOR.
*
Manna Roti Surgawi
21 Maret
Manna Roti Surgawi
o
= PUTUS ASA =
Pada suatu ketika, iblis mengiklankan bahwa ia akan mengobral perkakas" kerjanya. Pada hari H, seluruh perkakasnya dipajang untuk dilihat oleh para calon pembeli, lengkap dengan harga jualnya... Barang" yang dijual antara lain : dengki, iri, dendam, tidak jujur, malas, tidak menghargai orang lain, tak tahu berterima kasih, dll...
Disuatu pojok display ada suatu perkakas yang bentuknya sederhana bahkan sudah agak aus, tetapi harganya paling tinggi diantara yang lain. Salah seorang pembeli bertanya " Alat ini apa namanya?"
" Oh...itu namanya Putus Asa". jawab iblis.
"Kenapa harganya mahal sekali, kan sudah aus...?".
"Ya karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya biasa dengan mudah masuk kedalam hati manusia dengan alat ini dibandingkan dengan perkakas yang lain. Begitu saya berhasil masuk, dengan mudah saya dapat melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap manusia tersebut.Tahukah anda kenapa barang ini menjadi aus? karena saya sering menggunakan kepada hampir semua orang. Kebanyakan manusia tidak tahu kalau PUTUS ASA itu sebenarnya milik saya"
Jadi jika saat ini anda sedang ber-PUTUS ASA, maka ingatlah itu bukan berasal dari TUHAN!
Segala sesuatu yang melemahkan iman berasal dari iblis... Waspadalah, jangan menjadikan diri kita bulan-bulanan iblis. Hari ini, Bangkit dan katakan pada iblis, "Tuhan adalah kekuatan dan perisaiku, bersamaNya aku tidak akan goyah" Lalu melangkahlah dengan iman...
Keadaan hidup kita mungkin sekali-kali memukul kita sampai jatuh, tetapi kita tidak boleh tetap tinggal di bawah... Berdirilah teguh...milikilah sikap dan mentalitas pemenang!
Efesus 6:10 => Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
1 Petrus 5:8 => Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
LORD JESUS bless you and me, now and forever.
AMEN.
Sumber: ALKITAB dan Renungan dimasa Pergumulan
*
Manna Roti Surgawi
22 Maret
Manna Roti Surgawi
o
KEBEBASAN SEJATI DI DALAM KRISTUS
Beberapa tahun yang lalu, ada sebuah kapal yang berlayar dari benua Timur dengan membawa muatan burung-burung yang sudah dimasukkan ke dalam sangkar. Ketika kapal sedang berada di tengah-tengah lautan, seekor burung lepas dari sangkarnya dan terbang dengan kegirangan. Ia merasa terlepas dari penjaranya dan dengan senang ia menikmati kebebasannya di... alam terbuka.
Tetapi beberapa jam kemudian si burung itu muncul lagi, dan berusaha mendekati kapal. Ia tampak kepayahan ketika tiba di dek kapal. Kini ia menganggap kapal itu sebagai rumah, sebagai tempat naungan dan lindungannya. Bagi burung yang kelelahan itu, sekarang kapal itu bukan lagi penjara, melainkan pelabuhan perhentian.
Banyak orang berpikir dan tidak sedikit orang Kristen juga berpikir bahwa menjadi Kristen (baca: pengikut Kristus Yesus) itu bagaikan penjara yang merampas kebebasan dan kebahagiaan mereka. Mereka merasa sumpek di dalam Kristus. Padahal itulah naungan dan kebahagiaan sejati bagi mereka.
"dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Yohanes 8:31
*
Manna Roti Surgawi
23 Maret
Manna Roti Surgawi
o
# UNTUK DITAATI #
Matius 21:28-32.
“Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah diantara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya? Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk kedalam kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”
Suatu ketika Leonard Wood mengunjungi Raja Perancis dan raja itu begitu senang. Keesokan harinya , sang raja mengundangnya untuk makan malam. Leonard pun berangkat ketempat yang sudah ditentukan. Ketika raja bertemu dengannya ditempat makan tersebut , raja berkata, “Saya tidak menyangka akan bertemu denganmu disini, Leonard. Bagaimana mungkin kamu berada disini?” “Bukankah tuanku yang sudah mengundangku untuk makan malam?” jawab Leonard heran. “Benar, tetapi engkau tidak menjawab undanganku,” kata raja. Saat itulah Leonard mengutarakan sebuah kalimat yang telah menjadi prinsip hidupnya, ia menjawab raja, “Undangan raja bukan untuk dijawab, tetapi untuk ditaati.”
Ketaatan merujuk kepada tindakan nyata sesuai apa yang Tuhan harapkan dari kita, dan bukan sekedar pengakuan atau janji. Illustrasi diatas menjelaskan bagaimana seharusnya orang-orang percaya menyikapi perintah Tuhan. Tidak cukup hanya menjadi orang Kristen, beribadah setiuap hari Minggu, memiliki banyak pengetahuan tentang firman Tuhan, atau mengenakan symbol-simbol kekristenan. Jika kekristenan kita hanya sebatas demikian, maka kita berbeda dengan anak sulung dalam Matius 21:28-32. Ketika ayahnya menyuruhnya untuk bekerja dikebun anggur, anak sulung itu memberikan jawaban yang menyatakan kesediaannya, namun ia tidak pergi.
Berbeda dengan anak kedua, meskipun jawaban yang ia berikan kepada ayahnya menunjukkan penolakan terhadap perintah tersebut, namun akhirnya ia menyesal dan melakukan apa yang diperintahkan oleh ayahnya. Tuhan menginginkan ketaatan kita untuk melakukan perintahNya. Karena itu jangan puas hanya menyandang status sebagai seorang Kristen, atau sebagai hamba Tuhan yang sibuk dengan urusan-urusan rohani, tetapi dalam hal-hal tertentu kita tidak memiliki ketaatan pribadi untuk melakukan kehendak Tuhan. Tidak sedikit orang yang nampaknya begitu giat dalam pelayanan, namun tetap saja berlaku tidak jujur, dengki sombong, licik dan tidak mau mengampuni.
Mintalah kepada Tuhan agar Ia memampukan kita untuk menjadi orang-orang yang taat dan tunduk kepada kehendakNya. Ketaatan kepada perintah Tuhan tidak dapat ditukar dengan materi atau uang yang kita berikan untuk pekerjaanNya. Artinya kita tidak dapat menyogok Tuhan dengan uang ataupun tenaga kita, sementara kita tetap hdup dalam dosa dan melakukan banyak hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Matius 7:21 berkata:”Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! Akan masuk kedalam kerajaan Sorga,melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang disorga.”
Periksalah diri kita masing-masing dalam hal apa saja yang kita belum taat. Lalu minta hati yang taat, dan belajar untuk tunduk pada tuntunan Roh Kudus yang akan menyempurnakan ketaatan kita.
Tuhan Yesus memeberkati Anda.
D O A:
Tuhan, aku mau belajar taat pada seluruh kehendakMu, karena hidupku bukanlah milikku sendiri. Mampukan aku Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Kata-kata bijak: Lebih baik orang yang sedikit tahu firman tapi mentaatinya, daripada banyak tahu tapi tidak mentaatinya.
Sumber: MANSOR.
Tekan Shift+Enter untuk memulai baris baru.
*
Manna Roti Surgawi
24 Maret
Manna Roti Surgawi
o
# MENJADI PEMENANG #
Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yg memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975).
Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yg mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima.
Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya,
"Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?"
Ashe menjawab
"Di dunia ini ada 50 juta anak yg ingin bermain tenis,
diantaranya 5 juta orang yg bisa belajar bermain tenis,
500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional,
50 ribu datang ke arena untuk bertanding,
5000 mencapai turnamen grandslam,
50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon,
empat orang di semifinal, dua orang berlaga di final.
Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan,
"Mengapa saya?"
Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan,
"Mengapa saya?"
Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan.
Tetapi tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan hidup beriman; tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup yg menekan berat.
Ketika menerima sesuatu yg buruk, ingatlah saat - saat ketika kita menerima yg baik...
"Kuda pemenang tidak tahu mengapa dia harus lari dan memenangkan perlombaan.
Yg dia tau, dia harus berlari krn dipukul dan sakit..!!
Hidup ini seperti sebuah perlombaan. Dan Tuhan adalah komandonya atau ibarat jokinya..
Jika engkau mengalami sakit, dihajar, menerima yg tidak enak, berpikirlah :"Tuhan ingin engkau MENANG !!"
*
Manna Roti Surgawi
30 Maret
Manna Roti Surgawi
o
MENGAMPUNI
Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya : “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring : “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka ! “ dan dengan perkataan itu meninggallah ia. (Kisah Rasul : 7 : 59-60)
Perkataan sekaligus doa terakhir Stefanus saat ia mati syahid yaitu PENYERAHAN HIDUP dan PERMOHONAN PENGAMPUNAN, bukan untuk dosa-dosanya tetapi untuk orang-orang yang membunuh dia, apa yang membuat Stefanus bisa melakukan itu semua, dalam Kisah Rasul : 6 : 5 disebutkan karena ia penuh dengan “IMAN” dan “ROH KUDUS”, dalam Kisah Rasul : 6 : 8 disebutkan ia penuh dengan “KARUNIA dan KUASA”, sedang dalam Kisah Rasul : 6 : 10 disebutkan ia memiliki “HIKMAT dan ROH”, artinya Stefanus memberi dirinya bukan untuk diisi dengan perkara-perkara yang negatif seperti iri hati, kepahitan, kebencian, dll , tetapi memberi dirinya bagaikan bejana tanah liat untuk diisi dengan perkara-perkara yang mulia (II Korintus : 4 : 7-10) sehingga walaupun mengalami tekanan-tekanan berat dalam hidupnya ia bisa bertahan, sebab ada kekuatan yang ajaib yang datang dari Allah, bahkan saat tubuh jasmaninya mengalami kehancuran sekalipun, Tuhan memberikan dia tubuh rohani yang tidak dapat binasa (II Korintus : 4 : 16-17), bagaimana dengan kita sekarang ? apakah hati kita mau kita isi dengan perkara-perkara yang negatif yang akan merusak hidup seseorang atau kita isi dengan hal-hal yang rohani yang akan membangun manusia bathiniah kita.
Hasil dari Doa Permohonan ampun bagi yang membunuh Stefanus adalah pertobatan Saulus menjadi Paulus, lebih berguna dari pada dia mohon keadilan Tuhan seperti yang dilakukan Habel saat ia dibunuh Kain, Kain tidak bertobat bahkan keturunannya makin jahat.
Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin
*
Manna Roti Surgawi
31 Maret
Manna Roti Surgawi
o
# DIBENTUK UNTUK MELAYANI #
Yesaya 43:21 Umat yang Kubentuk bagiKu akan memberitakan kemasyhuranKu..
Allah menciptakan sesuatu dengan kekhususan masing-masing karena Ia mempunyai maksud agar setiap ciptaanNya dapat memainkan perannya dengan baik. Demikianlah Ia menciptakan binatang: ada yang hebat di dalam berlari, ada yang bisa terbang, ada yang hidup diair, didalam tanah, dll. Berbagai macam pohon yang buah-buahnya beraneka macam rasa dan khasiatnya.
Demikianlah dengan manusia, tidak ada manusia yang diciptakan sama persis. Masing-masing orang mempunyai keunikkan tersendiri, sebagaimana uniknya sidik jari, DNA, suara, ataupun anggota tubuh kita yang lainnya. Dengan cara yang sama, kita dapat memahami bahwa tiap-tiap orang mempunyai kelima SHAPE yang berbeda. Kita harus memahami SHAPE kita agar dapat memenuhi maksud Allah didalam hidup kita. Apakah SHAPE itu? Kali ini kita hanya akan melihat S dan H saja, lain minggu kita akan melihat sisanya.
1. S (spiritual Gifts – Karunia-karunia Rohani.)
Allah memperlengkapi setiap orang percaya dengan karunia rohani tertentu agar ia bisa
berfungsi didalam tubuh Kristus. “ Tetapi kepada kita masing-masing telah
dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.” (Efesus 4:7). Allah
tidak pernah bermaksud membuat orang-orang Kristen menjadi orang-orang yang
malas.
Sebaliknya, Allah menginginkan agar kita menjadi mitra kerjaNya. Adalah suatu
kebanggaan bagi Allah bilamana kita semua sebagai anak-anakNya dapat bekerja
bersama, menderita bersama dan dimuliakan bersama-sama dengan Kristus.
Pentingnya kita mengerti bahwa setiap orang Kristen mempunyai karunia-karunia yang
berbeda adalah: (1) AGAR TIDAK SALING IRI HATI.
(2) AGAR TIDAK MENUNTUT ORANG LAIN UNTUK
MELAKUKAN HAL YANG SAMA SEPERTI YANG
DILAKUKAN DIRINYA.
Apakah karunia rohani Anda?...........................................................................................
Sudahkah Anda gunakan bagi pembangunan tubuh Kristus?.............................................
2. H(heart – Hati).
Hati mengungkapkan diri kita yang sebenarnya. “Seperti air mencerminkan wajah,
demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.” (Amsal 27:19). Hati kita
menentukan mengapa kita mengatakan ini dan itu, melakukan ini dan itu, dan
bagaimana kita merasakannya. Hati setiap orang berbeda sbagaimana karunia-karunia
rohani berbeda. Namun karena Tuhan sudah memperbaharui hati kita ketika kita
percaya kepadaNya, maka kita harus mempersembahkan hati yang baru itu kepadaNya
dengan cara: (1) Bekerja dan melayani dengan SEPENUH HATI (Efesus 6:6; Kol
3:23);
(2) Bekerja dan melayani dengan HATI YANG ANTUSIAS (Roma 12:11);
(3) Lakukan segala pekerjaan dan pelayanan kita dengan HATI yang PENUH
KASIH. (1 Kor 16:14).
Apakah yang sekarang ini sudah Anda putuskan untuk Anda kerjakan dengan
antusias?....
Tuhan Yesus memberkati Anda.
Ayat untuk direnungkan: Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup didalamnya. (Efesus 2:10).
Sumber: MANSOR.
*
Manna Roti Surgawi
01 April
Manna Roti Surgawi
o
Ampuni aku Tuhan! bila aku mengeluh
Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang gadis cantik dengan rambut pirang.
Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan kuharap aku pun sama.
Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan.
Dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu.
Namun ketika dia lewat - tersenyum.
Oh Tuhan, ampuni aku bila aku mengeluh.
Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.
Aku berhenti untuk membeli bunga lili.
Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona.
Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira.
Seandainya aku terlambat, tidaklah apa-apa.
Ketika aku pergi, dia berkata, "Terima kasih. Engkau sudah begitu baik.
Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu. Lihat saya buta."
Oh Tuhan, ampuni aku bila aku mengeluh
Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.
Lalu, sementara berjalan. Aku melihat seorang anak dengan bola mata biru.
Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain.
Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya.
Aku berhenti sejenak, lalu berkata, "Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain, nak ?"
Dia memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar.
Oh Tuhan, ampuni aku bila aku mengeluh
Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.
Dengan dua kaki untuk membawa aku ke mana aku mau.
Dengan dua mata untuk memandang mentari terbenam.
Dengan dua telinga untuk mendengar apa yang ingin kudengar.
Oh Tuhan, ampuni aku bila aku mengeluh.
- Bruno Hagspiel -
*
Manna Roti Surgawi
02 April
Manna Roti Surgawi
o
# AYAH KEMBALIKAN TANGAN DITA....#
oleh Setiawan 'wawan' Handoyo pada 01 Maret 2011 jam 7:10
Buat semua yang telah menjadi orangtua dan atau calon orangtua.... Ingatlah... semarah apapun, janganlah kita bertindak berlebihan. Sebagai orang tua, kita patut untuk saling menjaga perbuatan kita especially pada anak-anak yg masih kecil karena mereka masih belum tahu apa-apa. Ini ada kisah nyata yg berjudul "Ayah, kembalikan tangan Dita..." Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah. Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” ….Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” ???? “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?”? hardik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah. “Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah.. sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris. “Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tdk akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?…? Bagaimana Dita mau bermain nanti?…? Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, ” katanya berulang-ulang.Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf Salam kasihSetiawan'wawan'Handoyo
Job Lie
*
Manna Roti Surgawi
04 April
Manna Roti Surgawi
o
= ALLAH YANG BAIK =
Mazmur 13:1-6; Roma 8:31-39
"Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari.........." (Mazmur 13:3)?
Dengan menangis tersedu-sedu, seorang ibu menyeka air matanya. "Saya tidak mengerti mengapa anak saya dibunuhnya, Pak.......? Dia tidak pernah berbuat jahat kepada siapapun saja. Dia suka menolong......Mengapa ia dibunuh.....mengapa, Pak?" tanya ibu ini dengan suara parau kepada seorang perwira polisi yang sedang meninjau lokasi perampokan yang disertai dengan pembunuhan. Tanpa menghiraukan orang-orang yang berkerumun, Ibu ini terus menangis dan menyesali kejadian yang menimpa anaknya. "Ia adalah anak saya satu-satunya, Pak......!" teriakannya terdengar lagi. Terlihat seorang polisi wanita (polwan) berusaha menghiburnya. Tapi sepertinya segala usahanya sia-sia, sebab ibu ini terus menangis..........
Sekelumit kisah di atas sudah menjadi santapan kita sehari-hari. Kejahatan yang semakin marak menghiasi media-media cetak maupun elektronika. Kekerasan dan kejahatan sepertinya tidak dapat dibendung lagi, merajalela di mana-mana.......!
Kenyataan ini harus kita pahami. Fakta ini harus kita terima. Ya, kita hidup pada masa yang sukar, sulit, dan pahit. Kita takut isteri atau suami kita menjadi korban kejahatan. Kita kuatir anak-anak kita menjadi korban kejahatan. Setiap hari kita dilanda kecemasan, kekuatiran, dan ketakutan. Kadang kita menjerit seperti pemazmur: "Berapa lama aku tinggal dalam kekuatiranku? Sampai kapan kesedihan hatiku sirna?"
Mari kita bereskan persoalan ini sesuai dengan kacamata Alkitab. Untuk mengenakan kacamata Alkitab, kita harus melepaskan kacamata logika kita.
Pertama, kita harus memahami bahwa kita adalah anak-anak Allah. Seorang ayah yang puluhan tahun menjadi mafia saja tidak akan memberikan ular, bila anaknya minta roti; atau memberikan racun tikus bila ia minta biskuit; atau memberikan baygon bila ia minta sprite. Kita harus melihat Allah kita sebagai Allah yang baik. Pikirkan hal ini, jika Allah rela memberikan Anak yang amat dikasihi-Nya kepada kita, masakan ia tidak mengaruniakan kepada kita perkara-perkara lain (Rm. 8:32)? Masakan Ia tidak memelihara dan menjaga kita?
Kedua, fakta berbicara bahwa perlindungan dan pemeliharaan Allah nyata atas umat-Nya. Bukalah Alkitab, selidikilah mulai dari buku Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Siapakah yang menyertai bangsa Israel melintasi laut? Siapakah yang melemparkan daging dari langit? Siapakah yang menguatkan Musa? Melindungi Elia? Menyertai Paulus, Petrus, Stefanus, dst? Bukankah semuanya itu dikerjakan oleh Allah yang sama? Ya, Ia adalah Allah kita juga!
Mari kita tanggalkan keragu-raguan dalam hati kita bahwa Allah tidak menyertai kita. Kita boleh dikelilingi oleh serigala-serigala buas kelaparan, tetapi arahkan mata kita kepada Allah semesta alam yang selalu menyertai kita. Singkirkan segala kekuatiran dalam diri kita dan nikmati hidup ini bersama Kristus!
Teror adalah upaya provokasi lawan untuk melemahkan iman.
Sumber Cross-Files.com.
*
Manna Roti Surgawi
05 April
Manna Roti Surgawi
o
BERKAT JASA-JASANYA
Seorang prajurit muda dijatuhi hukuman mati karena pengkhianatan. Tepat sebelum pengadilan mengumumkan hukuman itu, seseorang melangkah ke arah hakim. Ternyata seseorang itu adalah kakak tertuduh.
Dalam pertempuran-pertempuran untuk membela negara, ia telah kehilangan kedua belah lengannya. Dengan nada sungguh-sungguh, ia memohon pengampunan bagi... adiknya; bukan berdasarkan jasa-jasa si adik, melainkan berdasarkan jasa-jasanya. "Adik saya memang melakukan kesalahan yang pantas dihukum mati", ujarnya. "Tapi demi pengorbanan yang telah saya berikan kepada negara, mohonlah ia diampuni", desaknya.
Semua orang memandang pangkal lengannya yang buntung itu, yang seakan-akan berbicara nyaring dan meyakinkan tentang pengorbanannya bagi negara. Demi jasa-jasalah, kemudian sang hakim memberi pengampunan kepada adiknya yang bersalah itu.
Kita pun sebenarnya pantas mati, karena pemberontakan kita terhadap Allah. Namun, Allah mengampuni kita, bukan karena jasa-jasa baik kita, melainkan karena jasa-jasa Kristus Yesus, Tuhan. (Yesaya 53:5)
Tuhan Yesus memberkati kita semua!!!
*
Manna Roti Surgawi
06 April
Manna Roti Surgawi
o
UCAPAN YANG MENENTRAMKAN ATAU UCAPAN YANG MEMBAKAR
Jawaban yang lemah lembut meredakan kegemaran, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. (Amsal : 15 : 1).
Ada banyak kali pertengkaran besar, perceraian , pembunuhan sadis, dan peperangan yang besar dimulai hanya dengan sesuatu yang tampaknya “SEPELEH” yaitu perkataan yang membangkitkan amarah.
Yakobus : 3 : 5, …demikian juga lidah,…..betapapum kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
Yakobus : 3 : 7-8, semua jenis binatang liar, …...dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah.……, itu artinya kita hanya bisa memiliki perkataan yang membawa berkat jika ada intervensi Tuhan dalam mengubah cara kita berbicara.
Hanya kalau perkataan kita “dibumbui” dengan “Kasih Karunia” maka perkataan kita akan menjadi jawaban yang menentramkan orang yang sedang bergejolak, meneguhkan bagi orang yang sedang bimbang, menghibur mereka yang berduka, dengan kata lain setiap perkataan kita menghasilkan sesuatu yang positif bagi orang yang mendengarkannya, (Kolose : 4 : 6)
Setiap perkataan yang kita ucapkan sekarang akan menentukan nasib kita dikemudian hari, sebab menurut ucapannya seseorang akan dibenarkan tetapi juga menurut ucapannya seseorang akan dihukumkan (Matius : 12 : 37).
Tuhan Yesus memberkati. Amin
*
Manna Roti Surgawi
07 April
Manna Roti Surgawi
o
# NASIB KEKELAWAR #
Siapa saja yang menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Galatia 5:24)
Dalam dongeng Aesop, suatu saat pasukan burung dan pasukan binatang buas berperang. Kelelawar mengamat-amati. Saat pasukan burung menang, si kelelawar mengaku-aku dirinya burung. Sebaliknya, saat pasukan binatang buas berjaya, ia mengaku-aku dirinya binatang buas. Sayang, muslihatnya ketahuan. Ia pun dibenci, baik oleh burung maupun oleh binatang buas. Sejak saat itu kelelawar suka menyembunyikan diri pada siang hari, dan baru keluar untuk mencari makan pada malam hari.
Dalam peperangan, tidak mungkin kita menjejakkan kaki sekaligus di atas dua kubu yang berlawanan. Begitu juga dalam mengikut Kristus Yesus. Mengikuti Kristus berarti meninggalkan segala sesuatu yang berlawanan dengan Dia. Kita tidak lagi mengejar pemuasan keinginan pribadi, tetapi memilih untuk menganut kehendak-Nya. Paulus menyebutnya sebagai "menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya" (ayat 24). Kita tidak dapat mengikuti jalan Tuhan sekaligus memuaskan hawa nafsu daging. Kristus menuntut pemisahan
yang tegas.
Mengikut Kristus memberi kita kuasa atas dosa dan kedagingan. Bukan berarti kita tidak akan lagi mengalami pencobaan; sebaliknya, pencobaan terhadap kita malah akan semakin intensif. Namun, sekarang kita bukan lagi tanpa daya, melainkan dimampukan untuk menolak dan melawannya. Dalam Lukas 9:23, Yesus berkata bahwa pengikut-Nya harus "memikul salibnya setiap hari". Setiap hari kita perlu menyerahkan kecenderungan untuk berdosa itu kepada Allah.
Setiap hari
menyalibkannya, dan dari waktu ke waktu meminta kuasa Roh Kudus
memampukan kita mengatasinya
KARENA KRISTUS TELAH MEMENANGKAN PEPERANGAN KITA DIMAMPUKAN UNTUK MENGATASI PENCOBAAN Tuhan Yesus memberkati
*
Manna Roti Surgawi
08 April
Manna Roti Surgawi
o
= JEMBATAN =
Pada suatu ketika terdapatlah suatu jembatan putar yang berukuran besar,
yang melintasi satu sungai yang lebar. Pada hampir setiap hari, jembatan
ini terpasang dengan badan jembatan sejajar dengan tepi sungai sehingga
kapal-kapal dari kedua sisi jembatan dapat berlayar melewati sungai
dengan bebas. Tetapi, pada waktu-waktu tertentu, satu kereta api
selalu datang melalui tempat ini dan jembatan itu dipasang melewati
sungai sehingga kereta api ini dapat menyeberangi sungai.
Sang penjaga jembatan berada di sebuah pos kecil di satu sisi dari
sungai, di mana ia dapat mengoperasikan pengontrolan jembatan
sehingga jembatan itu dapat diputar dan dipasang pada tempatnya
ketika kereta api itu datang.
Pada satu senja, ketika sang penjaga jembatan sedang menunggu kereta
api terakhir untuk datang, ia menatap ke kejauhan, melalui cahaya
senja yang mulai meredup, dan melihat lampu kereta api. Ia masuk ke
tempat pengontrolan jembatan dan menunggu sampai kereta tersebut
ada pada jarak yang sudah ditentukan sebelum ia memutar jembatan itu.
Ia memutar jembatan itu sehingga dapat terpasang pada tempatnya,
tetapi dengan perasaan terkejut, ia menyadari bahwa kontrol penguncian
jembatan tidak bekerja dengan lancar. Jika jembatan tidak terkunci
dengan aman pada posisinya, jembatan itu dapat bergoyang ke depan
dan belakang pada ujungnya ketika kereta api datang melaluinya,
sehingga kereta api tersebut dapat lepas dari jalur jembatan dan
jatuh tenggelam ke dalam sungai. Kereta yang akan datang adalah
kereta api penumpang yang sarat dengan penumpang.
Ia meninggalkan posnya dengan jembatan terpasang melewati sungai,
dan tergesa-gesa berjalan ke tepi sungai di seberang, di mana terdapat
sebuah tuas yang ia dapat gunakan untuk mengunci secara manual.
Ia dapat mendengar deru kereta sekarang, dan dengan menjulurkan
badannya ke depan dan menumpukan berat badannya, ia mengunci
jembatan tesebut. Banyak jiwa bertumpu pada kekuatan orang ini.
Lalu, suatu suara datang dari arah sisi jembatan yang lain - suara yang
membuat darahnya mendesir. "Papa, di mana Papa berada?" Anaknya
yang berumur empat tahun sedang berlari menyebrangi jembatan untuk
mencarinya. Instingnya yang pertama adalah untuk berteriak kepada
anaknya, "Lari! Lari!" Tetapi kereta ini terlalu dekat. Kakinya yang
mungil
tidak akan dapat berlari menyeberangi jembatan dengan cukup waktu.
Orang ini hampir saja meninggalkan tuas itu untuk berlari dan menjangkau
anaknya dan membawanya ke tempat yang aman, tapi ia menyadari
bahwa ia tidak akan dapat menjangkau tuas ini pada waktunya. Ia harus
memilih - apakah orang-orang yang berada di kereta, atau anaknya, yang harus mati. Ia hanya membutuhkan satu saat saja untuk mengambil
keputusannya.
Kereta berlalu dengan kencang dan aman pada tempatnya, dan tiada
seorangpun di kereta yang bahkan menyadari bahwa sesosok tubuh
yang mungil dan hancur, terlontar secara tidak berdaya ke dalam
sungai, tersorong oleh kereta yang melaju. Mereka juga tidak menyadari
sesosok figur manusia yang menyedihkan dan menangis, yang tetap
memeluk erat tuas pengunci lama setelah kereta tersebut berlalu.
Mereka tidak melihat bagaimana ia berjalan pulang dengan gontai dan
lebih lama dari biasanya untuk memberitahukan istrinya bagaimana ia
telah mengorbankan anaknya.
Sekarang, apabila Saudara dapat mengerti perasaannya, yang melanda
hati orang ini, Saudara dapat mulai mengerti bagaimana perasaan Bapa
Surgawi kita, ketika Ia mengorbankan AnakNya untuk menjembatani
jurang di antara kita, dan kehidupan yang kekal. Apakah Saudara
akan terkejut bahwa Bapalah yang membuat bumi berguncang dan langit
Menjadi gelap ketika AnakNya wafat? Dan bagaimana perasaanNya
ketika kita semua tergesa-gesa melewati kehidupan tanpa meluangkan
waktu sedikit pun untuk memikirkan apa yang telah Ia lakukan bagi kita
melalui Yesus Kristus?
Kapankah saat terakhir Saudara bersyukur kepada Tuhan akan
pengorbanan AnakNya?
*
Manna Roti Surgawi
09 April
Manna Roti Surgawi
o
# KOIN PENYOK #
Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dgn rasa putus asa. Kondisi
finansial keluarganya morat-marit.
Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk
dan menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yg sudah penyok.”
Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.
“Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno,” kata teller itu
memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung
sekali, koinnya dihargai 30 dollar.
Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya
beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dollar utk
membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak
pulang.
Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik
bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yg dipanggul lelaki itu.
Dia menawarkan lemari 100 dollar utk menukar kayu itu. Setelah setuju,
dia meminjam gerobak utk membawa pulang lemari itu.
Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita
melihat lemari yg indah itu dan menawarnya 200 dollar. Lelaki itu
ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki
itupun setuju dan mengembalikan gerobaknya.
Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh
sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Tiba-tiba seorang
perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang
itu, lalu kabur.
Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya
bertanya, “Apa yg terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yg diambil oleh
perampok tadi?”
Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya
sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.
Demikianlah Tuhan mengatur hak-hak kita.... Bila kita sadar kita tak
pernah benar2 memiliki apapun, kenapa saat kehilangan kita harus
tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Bersyukurlah. Tuhan Yesus memberkati Anda.
*
Manna Roti Surgawi
12 April
Manna Roti Surgawi
o
# TRANFORMASI KEHIDUPAN #
Nats: Kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar khaliknya
(Kolose 3:9-10)
Ketika masih kecil, kakak saya pernah berteriak histeris karena seekor ulat daun yang hijau bergaris-garis kuning menempel di bajunya, meliuk-liuk menjijikkan, sembari bulu-bulunya mengeluarkan zat yang membuat gatal. Malamnya, ia terbangun mengigau ketakutan membayangkan tubuhnya dirambati banyak ulat. Namun,keesokan harinya ia sudah ceria berlari-lari di taman bunga mengejar kupu-kupu yang
berwarna-warni indah. Seakan-akan ia lupa bahwa kupu-kupu cantik itu berasal dari ulat daun yang gatal dan sangat menjijikkan baginya. Hanya, ulat jelek itu harus berubah melalui metamorfosa yang menjadikannya kupu-kupu cantik.
Paulus mengingatkan jemaat di Kolose bahwa kondisi kehidupan lama mereka sesungguhnya penuh dengan dosa menjijikkan bagai ulat daun yang mendatangkan murka Allah. Namun, kini hidup mereka telah ditransformasikan menjadi kehidupan baru bagaikan kupu-kupu cantik. Maka, Paulus menasihati agar mereka sungguh-sungguh menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui agar semakin serupa dengan gambar Sang Khalik. Yakni mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelembutan, kesabaran, sifat saling mengampuni dan kasih.
Kita pun perlu menguji kembali hidup kita saat ini. Apakah hidup kita masih dikuasai hawa nafsu daging; yaitu keserakahan, percabulan, kenajisan, marah, geram, fitnah, kata-kata kotor? Atau, kita mau memberi diri agar hidup kita ditransformasikan menjadi kehidupan yang terus-menerus diperbarui setiap hari hingga memberkati orang lain dan memuliakan Tuhan?
HIDUP BERTUMBUH DALAM KRISTUS BERARTI HIDUP YANG TERUS BERTRANSFORMASI. Tuhan Yesus memberkati Anda.
*
Manna Roti Surgawi
12 April
Manna Roti Surgawi
o
KORBANNYA TERLALU KECIL
Seorang kristen bermimpi, rasanya ia mati dan berada di tengah-tengah lautan manusia.
"Siapakah Anda?", tanyanya pada seseorang yang berdiri di sampingnya. "Saya seorang kristen dari zaman Romawi. Saya dibunuh oleh Nero," jawab orang tersebut. "Oh, betapa mengerikan!" seru orang yang bermimpi tadi. "Tidak, saya gembira dapat menyerahkan hidup say...a kepada Yesus yang telah mengorbankan diri-Nya bagi saya," jawab orang yang telah menjadi korban keganasan Nero.
"Dan, Anda siapa?" tanya orang yang bermimpi itu kepada orang yang lainnya. Orang tersebut menjawab, "Saya berasal dari sebuah pulau di Lautan Teduh. Seorang penginjil datang ke sana memberitakan Injil, lalu saya percaya dan menjadi orang kristen. Saya dibunuh karena iman kepada Yesus!"
Sampai di situ orang yang bermimpi tadi terbangun. "Alangkah sedikitnya korban saya bagi Kristus," pikir orang yg bermimpi tadi sambil meneteskan air mata. "Ya, Tuhan, ampunilah saya. Sekarang saya rela memikul salib saya dan hidup bagi Kristus yang telah mati bagi saya!"
Lagu: Kalau ku hidup..... ku hidup bagi-Mu, hatiku tetap.... tetap menyembah-Mu. Dunia tak bisa menjauhkanku dari kasih-Mu..... S'lama ku hidup..... ku hidup bagi-Mu, mataku tetap..... tetap memandang-Mu. Dunia tak bisa menjauhkanku dari kasih-Mu.
Tuhan Yesus memberkati kita semua!!!!
*
Manna Roti Surgawi
13 April
Manna Roti Surgawi
o
MEREKA BERJALAN MAKIN LAMA MAKIN KUAT
Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion. (Mazmur : 84 : 8)8)
Hukum alam yang berlaku adalah segala sesuatu makin lama makin usang, makin lapuk, makin rusak, makin hancur, makin lemah, dll, tetapi dalam ayat diatas dikatakan, “ mereka berjalan makin lama makin kuat”, siapa “MEREKA” yang dimaksud pemazmur tadi, yang melawan hukum alam itu ?
Secara jasmani mereka ini adalah orang-orang yang melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada Orang Israel untuk beribadah dengan membawa korban sembelihan, korban bakaran, persembahan persepuluhan, dll, ke dalam Bait Allah di Yerusalem (Ulangan : 12 : 5-14, Yohanes : 4 : 20),
Tetapi secara rohani ayat ini ditujukan kepada setiap orang yang ada kerinduan untuk “BERTEMU” dengan Tuhan, mengalami “KEINTIMAN” dengan Tuhan baik dalam ibadah bersama, ibadah pribadi, maupun sepanjang hidupnya seperti yang dituliskan dalam Mazmur : 23 : 6, Mazmur : 27 : 4, Mazmur : 84 : 11.
Bagi orang-orang yang demikian pada ayat 7 dikatakan “Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air ; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat”. Lembah Baka artinya : lembah airmata !, lembah kekeringan !, kehidupan kita di dunia ini seperti sedang melewati lembah kekeringan , yang membuat banyak airmata penderitaan, tapi bagi orang-orang merindukan Tuhan, airmata diubah menjadi “AIR HIDUP” yang memberikan kehidupan dan kesegaran yang mengikuti sepanjang perjalanan hidupnya, sebagai “MATA AIR” yang keluar dari tanah dimana kita berpijak, dan “AIR HUJAN BERKAT” yang tercurah dari langit yang mengikuti kita ke manapun kita pergi, sehingga kita tidak menjadi makin lemah, lesu, lelah ataupun terserandung dan jatuh, tapi makin lama makin kuat sampai bertemu Tuhan di Sion. (Yesaya : 40 : 31).
Tuhan Yesus memberkati kita, Amin.
*
Manna Roti Surgawi
14 April
Manna Roti Surgawi
o
# TERIMA KASIH IBU - TERIMA KASIH AYAH #
“Nak, bangun.... Sarapanmu udah ibu siapin di meja..."
Kebiasaan ini tlah berlangsung selama 27 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat dan kini usiaku sudah mau kepala 3 dan aku telah menjadi seorang karyawan disebuah Perusahaan swasta, tapi kebiasaan Ibu tak pernah sama sekali berubah sejak dulu.
" Ibu sayang... jangan repot-repot Bu, aku dan adik-adikku kan udah pada dewasa" Pintaku pada Ibu pada suatu pagi.
Wajah tua yang lembut itu langsung mendadak berubah. Dan ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran, buru-buru aku keluarkan uang dan aku bayar semua yang kami pesan.
Dalam hati ini ingin sekali rasanya walau hanya sedikit walau tak bermakna aku dapat membalas jasa Ibu kepadaku, kepada adik-adik ku dengan hasil keringatku sendiri. Toh aku sekarang sudah bekerja dan sudah waktunya aku berikan penghasilanku kepadanya.
Tetapi raut sedih diwajahnya itu tak bisa disembunyikan. Kenapa ya Ibu mudah sekali sedih ? Pikiranku sudah mulai merasakan entahlah dan aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang waktunya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena pernah aku membaca dari sebuah buku, bahwa orang yang sudah lanjut usia biasanya bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak. Tapi entahlah, itukan kata buku, dan yang pasti aku mempunyai niat adalah ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih dan bawaan Ibu jika sedang sedih ia tidak akan pernah mengatakan apa-apa.
Keesokannya aku coba memberanikan diri untuk bertanya, "Bu, maafin aku ya kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang aku lakukan Bu sehingga membuat Ibu begitu bersedih?” Tanyaku…
Aku tatap mata Ibu yang sudah mulai tambah keriput dikarenakan katarak yang dialaminya, ada mengalir tetesan airmata yang jatuh dipipinya. Terisak Ibu berkata, "Ibu sangat khawatir merasa kalian anak-anak ku sudah tak lagi membutuhkan Ibu. Kalian semuanya telah dewasa, sudah bekerja, mempunyai penghasilan dan sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian karena semua sudah bisa kalian lakukan sendiri"
Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan yang dia miliki yang tak pernah kami sadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.
Diam-diam aku berjanji. .. Apa yang telah aku persembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada kami ? Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab, "Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan Ibu . Kalian mempunyai prestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu . Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."
Lagi-lagi aku hanya bisa berucap, "Ampunkan aku ya Allah jika selama ini sedikit sekali ketulusan yang dapat kami berikan kepada Ibu kami. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. "
Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk "cuti" dari pekerjaan rumah. Tapi tidak dengan Ibu! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang tak akan bisa dilimpahkan kepada siapapun.
Pukul 3 dinihari Ibu sudah bangun dan pukul 5 shubuh Ibu membangunkan kami. Ia ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi... Ah, maafin kami Ibu .... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku Tuhan ?
" Nak... bangun nak, sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. "Tanpa males-malesan dikasur dan kali ini aku segera beranjak. Aku buka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang sudah keriput, aku tatap matanya lekat dan Aku ucapkan, "TERIMA KASIH IBU, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakanmu Ibu...".
Berbinar dari mata Ibuku itu memancarkan kebahagiaan. ..
Cintaku ini milikmu,
Ibu... Aku masih sangat membutuhkanmu
Maafkan kami yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu
Dear sahabat TERIMA KASIH IBU tidak selamanya kata sayang itu harus diungkapkan dengan kalimat "aku sayang padamu... ", namun begitu, Allah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang tua yang kita cintai karenaNYA.
Jangan malu, jangan ragu, buanglah rasa gengsimu sahabat, ayo.. Kita mulai dari orang-orang terdekat yang sangat mencintai kita.
Seorang Ibu dan seorang Ayah, walau mereka tak pernah meminta atau mungkin telah tiada, percayalah… hanya sepatah kata “TERIMA KASIH IBU” dan “TERIMA KASIH AYAH” akan sangat membuat mereka berarti dan bahagia selalu dan selalu.
Dan sebuah sajak sederhana aku tulis,
Cintanya seperti air, tak akan pernah habis..
Terus berputar.. terus mengalir.. seterusnya dan seterusnya
pada sebuah telaga yang memberi kehidupan.
Terima kasih Ibu, Terima kasih Ayah..
Cinta kalian seperti biru langit..
Kemana aku melangkah, aku dapat berteduh dibawahnya.
Terima kasih Ibu, Terima kasih Ayah..
Bahkan biru laut pun tak akan bisa menampung,
atas jutaannya pujian yang terharuskan untuk kalian.
Kolose 3: 20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah didalam Tuhan.
Sumber: Kisah-kisah Inspirasi.
*
Manna Roti Surgawi
15 April
Manna Roti Surgawi
o
ANJING YANG PINTAR
Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya. Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi. Maka, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu. Ia mengambil catatan itu dan membacanya,"tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini."
Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar 10 dollar disana. Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu. Si penjual daging sangat terkesan. Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya dan berjalan mengikuti si anjing.
Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat penyeberangan jalan, anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu dengan sabar dengan kantung plastik di mulut, sambil menunggu lampu penyeberang berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang, sementara itu si penjual daging mengikutinya.
Anjing tersebut kemudian sampai ke perhentian bus, dan mulai melihat papan informasi jam perjalanan. Si penjual daging terkagum-kagum melihatnya. Si anjing melihat papan informasi jam perjalanan dan kemudian duduk di salah satu bangku yang disediakan. Sebuah bus datang, si anjing menghampirinya dan melihat nomor bus, kemudian kembali ke tempat duduknya. Bus lain datang. Sekali lagi bus lainnya datang. Sekali lagi si anjing menghampiri dan melihat nomor busnya. Setelah melihat bahwa bus tersebut adalah bus yang benar, si anjing naik. Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti anjing itu dan naik ke bus tersebut.
Bus berjalan meninggalkan kota, menuju ke pinggiran kota. Si anjing melihat pemandangan sekitar. Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan dua kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti. Kemudian ia keluar, kantung plastik masih tergantung di mulutnya. Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil diikuti si penjual daging. Si anjing berhenti pada suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan kantung plastik pada salah satu anak tangga.
Kemudian, ia mundur, berlari dan membenturkan dirinya ke pintu. Ia mundur, dan kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tersebut. Tidak ada jawaban dari dalam rumah, jadi si anjing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok kecil dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut. Ia menghampiri jendela dan membenturkan kepalanya beberapa kali, berjalan mundur, melompat balik dan menunggu di pintu.
Si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar membuka pintu dan mulai menyiksa anjing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta menyumpahinya. Si penjual daging berlari untuk menghentikan pria tersebut, "apa yg kau lakukan ..??!! anjing ini adalah anjing yang jenius. Ia dapat masuk televisi untuk kejeniusannya."
Pria itu menjawab, “Kau katakan anjing ini pintar ...??? Dalam minggu ini sudah dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya ..!!!"
Saudaraku terkasih, cerita ini sering terjadi dalam kehidupan kita. Banyak orang yang tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka dapatkan. Seringkali kita tidak menghargai bawahan kita yang telah bekerja dengan setia selama bertahun-tahun. Seringkali kita juga tidak menghargai atasan kita yang dipakai Tuhan untuk memenuhi kebutuhan kita. Kita selalu menonjolkan kesalahan dan kelemahan tanpa melihat kelebihan dan jasa orang lain.
Kita tahu bahwa tidak seorangpun di dunia ini yang sempurna. Masing-masing orang mempunyai kekurangan. Tidak jarang kita kecewa, sakit hati dan tertekan melihat kekurangan orang-orang yang ada di sekitar kita, baik itu anak-anak kita, orang tua kita, rekan kerja, rekan kuliah, rekan sepelayanan, atau pasangan hidup kita. Mengapa harus menyiksa diri dan membebani pikiran dengan kelemahan dan kekurangan mereka? Tidakkah banyak kebaikan dan hal-hal indah yang bisa kita lihat dalam kehidupan mereka?
Jika kita menemukan sisi buruk dari sesama kita, doakanlah agar ia bisa berubah. Jangan menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan atau mendiskusikan kekurangan mereka. Bukankah hidup ini indah dan perlu dinikmati dengan sukacita, mengapa harus digantikan dengan memikirkan hal-hal buruk dari seseorang, prasangka dan kebiasaan untuk menghakimi sesama. Mari kita belajar melihat sisi baik mereka dan melupakan segala keburukannya, maka kita akan menikmati kedamaian.
(Sumber: Buku INSPIRASI KEHIDUPAN jILID 2)
*
Manna Roti Surgawi
16 April
Manna Roti Surgawi
o
# DALAM TINGGAL TENANG DAN PERCAYA TERLETAK KEKUATANMU #
Yesaya 30:15 "Dengan bertobat dan tinggal tenang kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."
Selama beberapa tahun tujuh orang pria bekerja sebagai penggali tambang. Tempat mereka menggali tambang sangat kaya akan mineral alam, sehingga mereka tidak berpindah-pindah tempat. Karena itu lama-kelamaan tempat ...penggalian mereka semakin dalam.
Hari itu ketika mereka sedang berada di dasar tambang yang dalam, tiba-tiba saluran arus listrik terputus. Semua lampu padam dan mereka tidak dapat melihat apa-apa. Kepanikan pun terjadi dan masing-masing orang berusaha menyelamatkan diri. Namun karena kegelapan begitu pekat, mereka tidak tahu arah yang harus dituju. Para penambang itu berteriak-teriak sambil berlari ke sana-ke mari, namun usaha mereka gagal. Setiap kali berlari ke satu arah, tubuh mereka membentur dinding tambang atau berbenturan dengan sesama penambang.
Para penambang sudah kelelahan dan mereka duduk lemah tanpa harapan. Yang ada dalam benak mereka hanya kematian yang sebentar lagi akan menjemput. Tak lama kemudian seorang dari mereka berkata, "Akan lebih baik jika kita semua duduk tenang dan berusaha untuk merasakan hembusan angin. Kita semua tahu bahwa angin hanya bisa masuk melalui pintu tambang ini." Mereka pun duduk dengan tenang, saat-saat pertama mereka tidak merasakan apa-apa. Lama-kelamaan mereka semakin peka terhadap hembusan angin yang berasal dari pintu tambang. Semakin mereka menenangkan hati dan pikiran, semakin mereka merasakan hembusan angin sepoi-sepoi dari pintu tambang. Akhirnya para penambang tersebut berhasil menemukan pintu ke luar dan mereka semua selamat.
Kehidupan di dunia ini seumpama para pekerja tambang tersebut. Di sela-sela aktivitas kehidupan, seringkali datang saat-saat di mana kita menjadi panik, bingung dan kehilangan kendali karena berbagai kesulitan dan pencobaan. Kita berlari kian kemari untuk mendapatkan jalan keluar, kita berusaha dengan berbagai cara agar terlepas dari kemelut yang kita hadapi. Jiwa kita merasakan kepenatan yang hebat, tapi jalan keluar tidak kunjung kita temukan. Hanya ketika kita datang mencari Tuhan dan menenangkan diri di dalam Dia, kita akan mendapatkan pemecahan atas masalah yang kita hadapi. Yes 30:15 berkata, "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Kepanikan dan ketakutan tidak akan memberikan pemecahan. Tetapi ketenangan yang didasari oleh keyakinan pada pertolongan Tuhan, itulah yang akan memberikan kita kekuatan dan kepekaan untuk mengetahui tuntunan Tuhan.
Apa yang saat ini sedang membuat Anda takut, panik, atau bimbang? Duduklah dengan tenang di kaki Tuhan. Di dalam Dia selalu ada jawaban yang menenangkan hati kita. Kita hanya perlu membuang segala kekuatiran dan kebiasaan mengandalkan kekuatan diri sendiri. Di saat kita percaya kepada Tuhan, maka Dia akan menyatakan kuasaNya.
Kesibukan dan kekuatiran seringkali menghalangi kita untuk menyadari kehadiran Tuhan
ManSor Edisi Mei 2011
*
Manna Roti Surgawi
18 April
Manna Roti Surgawi
o
= ANAK DOMBA PASKAH =
Anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus (1Korintus 5:7)
Bacaan : Keluaran 12:1-20
Paskah pertama yang dirayakan bangsa Israel penuh dengan ketegangan dan misteri bagi anak-anak bangsa Yahudi. Mereka melihat ayah mereka memanggang domba. Mereka memperhatikan bagaimana para ayah membubuhkan darah domba pada kedua tiang pintu dan ambang atas pintu rumah mereka. Mereka mendengarkan dengan mata yang terbuka lebar dan bertanya-tanya saat ayah mereka mengatakan bahwa malaikat maut akan membunuh anak sulung di setiap rumah yang tidak ditandai dengan darah.
Sore harinya, dengan mengenakan pakaian dan kasut--bersiap untuk pergi, para anggota keluarga berkumpul dalam kelompok-kelompok untuk memakan daging domba. Mereka memakan hidangan Paskah yang terdiri dari sayuran pahit dan roti tak beragi. Selepas tengah malam mereka mengumpulkan harta benda mereka dan meninggalkan Mesir untuk memulai hidup baru sebagai bangsa yang merdeka.
Perbudakan yang dialami oleh bangsa Israel di Mesir memberi gambaran kepada kita sebagai orang-orang percaya dalam Kristus tentang bagaimana kita telah dilepaskan dari perbudakan dosa. Domba yang disembelih mengacu pada Yesus Kristus, "Anak domba Paskah kita juga telah disembelih" (1Korintus 5:7). Percikan darah itu melambangkan tindakan iman yang melaluinya kita memperoleh keselamatan.
Sudahkah Anda mengalami sukacita keselamatan yang dikaruniakan kepada setiap orang yang percaya kepada Anak Domba Allah?--HVL
All praise to the Lamb, accepted I am,
Through faith in the Savior's adorable name;
In Him I confide, His blood is applied;
For me He has suffered, for me He has died. --Wesley
ANAK DOMBA YANG MATI UNTUK MENYELAMATKAN KITA
KINI MENJADI GEMBALA YANG HIDUP UNTUK MEMIMPIN KITA
*
Manna Roti Surgawi
20 April
Manna Roti Surgawi
o
# SINDROM ELIA #
1 Raja-raja 19:1-8.
Seorang wanita berusia 40-an tahun menjatuhkan dirinya dari lantai 14 sebuah apartemen. Sebelumnya ia masih sempat tersenyum kepada seorang pria yang sedang membersihkan kaca jendela apartemen. Tetapi ketika petugas kebersihan itu kembali memalingkan wajah kearahnya, wanita tersebut sudah menjatuhkan diri kebawah. Disebuah kursi tak jauh dari jendela tempat ia menjatuhkan diri, terdapat secarik kertas yang ditinggalkannya. Dalam kertas tersebut tertulis, “ Aku tidak dapat lagi menahan rasa kesepian ini. Teleponku tidak pernah berdering, aku tidak pernah menerima surat, aku tidak punya teman.”
Ternyata disekitar kita terdapat orang-orang yang merasa kesepian dan berputus asa. Kesepian dan putus asa bisa menimpa siapa saja . Orang kaya maupun miskin, orang bekerja maupun yang menganggur, orang menikah maupun tidak menikah, orang terkenal maupun tidak terkenal, dll.
Didalam perjanjian lama, Elia dikenal sebagai seorang nabi yang hebat. Melalui dia, hujan tidak turun, ia menantang nabi-nabi Baal dan api turun dari langit, membunuh empat ratus lima puluh nabi Baal, dan memastikan bahwa masa kekeringan akan berakhir dan hujan akan segera turun. Tetapi setelah kejayaan dan kesukseksan besar yang dicapainya, Elia mengalami ketakutan, kesendirian dan putus asa. Inilah yang dinamakan sindrom Elia, suatu keadaan dimana seseorang berada pada titik terendah setelah ia mencapai titik puncak keberhasilan. Keadaan dimana seseorang merasa sangat tidak berdaya, pada hal dia baru saja melakukan perbuatan-perbuatan yang hebat dan menakjubkan. Walaupun ia adalah seorang nabi terkemuka, namun sebagai manusia biasa (Yakobus 5:17), Elia pernah mengalami apa yang dinamakan kesepian dan putus asa. Tapi Tuhan tahu dan Ia mampun memulihkan Elia.
Mungkin Anda adalah seorang pengkhotbah, pengajar, pemimpin pujian, atau pemain musik yang hebat. Banyak orang diberkati melalui pelayanan Anda. Namun, ada saat-saat tertentu dimana Anda merasa tidak berdaya, kesepian dan putus asa. Kondisi seperti itu mungkin disebabkan karena masalah keluarga Anda, atau masalah Anda secara pribadi yang tidak diketahui oleh siapapun. Anda seperti Elia yang duduk dibawah pohon dengan satu keinginan, yaitu mati. Tuhan mengasihi Anda dan Ia tahu apa yang Anda butuhkan disaat seperti itu. Ia ingin memulihkan setiap aspek kehidupan Anda. Tuhan memulihkan kekuatan fisik Elia dengan memberinya dia makan, dan secara rohani Tuhan memulihkan Elia dengan meyakinkan dia akan kehadiran dan penyertaan-Nya. Saudara dan sahabat boleh meninggalkan Anda, tapi Tuhan akan selalu menjadi sahabat setia Anda.
Karena itu, jika saat Anda sedang merasakan kesendirian dan Anda mulai berputus asa, ingatlah janji penyertaan-Nya. Ia tidak pernah membiarkan Anda sendiri, Ia akan selalu ada untuk Anda (Matius 28:20), dan Ia akan memulihkan keadaan Anda.
Tuhan Yesus memberkati Anda.
D O A:
Tuhan Yesus, Engkau sahabat sejati yang tidak pernah meninggalkanku. Disaat aku merasa kesepian dan berputus asa, sadarkan aku akan kehadiranMu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
Kata-kata bijak: Ditempat tersembunyi, ada sepasang mata yang selalu setia mengawasi dan sepasang tangan yang siap menopang.
Sumber: MANSOR
Tulis komentar...
Tekan Shift+Enter untuk memulai baris baru.
*
Manna Roti Surgawi
21 April
Manna Roti Surgawi
o
# HARTA YANG PALING BERHARGA #
Efesus 6:4.
Menjelang piala dunia untuk olah raga dayung, Bill Havens seorang pendayung hebat menerima kabar bahwa istrinya akan melahirkan. mengikuti kejuaraan dunia tersebut. Segera sesudah menerima kabar, ia pulang untuk menunggui istrinya yang akan melahirkan.
Pada tahun 1952, Bill menerima telegram dari putranya, Frank Havens, yang sudah berumur belasan tahun. Saat itu Frank baru saja meraih medali emas cano 10.000 meter di Olimpiade Finlandia. Isi telegram itu adalah, Ayah, teriamakasih karena Ayah telah menunggui kelahiranku. Aku akan kembali dengan membawa medali emas yang seharusnya Ayah menangkan beberapa tahun lalu. Anakmu yang selalu mengasihimu, Frank.”
Keluarga adalah sebuah lembaga yang dibentuk oleh Tuhan, dan Dia mengharapkan agar kasih dan perhatian antara sesama anggota keluarga bisa bertumbuh disana. Keluarga adalah harta yang paling berharga yang harus dipelihara dan dipertahankan, lebih dari mengerjar uang, popularitas dan jabatan. Tidak sedikit orang yang tidak peduli terhadap keluarga, yang dipentingkan adalah uang dan pekerjaan. Alasan yang dikemukakan sepertinya masuk akal, “Saya bekerja siang-malam demi mencukupi kebutuhan keluarga. Semua yang saya lakukan adalah demi kebahagiaan keluarga.” Memang benar, bahwa disatu sisi seseorang bekerja untuk kelangsungan hidup keluarga. Tetapi disisi yang lain, keluarga membutuhkan kehadiran, waktu kebersamaan, dan perhatian kita. Untuk itulah kita perlu mengatur waktu kita agar semuanya berjalan seimbang. Waktu kebersamaan dan kasih sayang yang kita berikan untuk keluarga merupakan investasi yang tidak ternilai harganya. Patrick M. Murley berkata, “Saya lebih memilih untuk tidak menjadi siapa-siapa, asalkan bisa menjadi seseorang yang berarti bagi anak-anak saya.”
Sudahkah Anda menjadi orang tua yang memberikan perhatian yang cukup terhadap anggota keluarga Anda? Atau Anda hanya memberikan sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan jasmaniah mereka, namun tidak pernah memberikan waktu Anda untuk mereka?
Sedapat mungkin berikan perhatian khusus kepada anggota keluarga Anda. Jika keluarga Anda mengetahui bahwa Anda sangat menyayangi mereka, maka mereka adalah kelompok pertama yang akan berdiri bagi Anda ketika orang lain meninggalkan Anda. Keluarga adalah orang-orang yang dapat Anda percayai, karena kasih mereka tulus kepada Anda. Orang lain bisa menunjukkan kasih kepada Anda, tapi belum tentu ketulusan mereka sama dengan ketulusan keluarga sendiri. Jika selama ini Anda tidak begitu peduli dengan keluarga Anda, saat ini belum terlambat untuk Anda membangun kembali hubungan yang baik dengan mereka. Biarkan kasih Tuhan merekatkan Anda dengan keluarga Anda.
Tuhan Yesus memberkati.
D O A: Bapa aku bersyukur untuk keluargaku. Untuk suami/istri, anak-anak, dan orang tua. Berikan kami kepekaan untuk saling memperhatikan satu sama lain. Dalam nama Yesus, Amin.
Kata-kata bijak:
Hal-hal lain bisa mengubah kita, tapi satu yang pasti bahwa kita selalu memulai dan mengakhiri bersama keluarga.
Sumber: MANSOR.
*
Manna Roti Surgawi
22 April
Manna Roti Surgawi
o
= Chairil Anwar =
Itu Tubuh
Mengucur darah
Seluruh Pengurus Manna Roti Surgawi mengucapkan:
"Selamat Merayakan Jumat Agung dan Paskah" kepada seluruh anggota MRS. JBU all....
Mengucur darah
Roboh
Patah
Mendampar Tanya: aku salah?
Kulihat Tubuh mengucur darah
Aku berkaca dalam darah
Terbayang terang di mata masa
Bertukar rupa ini segera
Mengatup luka
Aku bersuka
Itu Tubuh
Mengucur darah
Mengucur darah.
Itulah sajak Chairil Anwar, Isa, dibuat tahun 1943.
Memang, Chairil sama sekali tidak menyebut kata "salib" dan "penyaliban". Namun, deskripsi puitis tentang tubuh yang mengucur darah, roboh, dan patah, mengatup luka dan dihubungkan dengan "Isa", membawa kita pada peristiwa salib Yesus.
Chairil Anwar merenungkan peristiwa salib secara tepat. Di mata Chairil, salib bermakna ganda, bermata dua.
Mata pertama memandang salib sebagai kucuran darah dari sang Tubuh yang roboh dan patah. Mata kedua memancarkan peristiwa salib sebagai rupa yang segera bertukar, dari "darah yang mengucur dari Tubuh yang roboh dan patah" menjadi "luka yang mengatup dan mendatangkan terang serta suka(cita)".
Secara teologis, permenungan puitis Chairil Anwar benar! Peristiwa salib Yesus tidak hanya merupakan peristiwa kekerasan yang mendatangkan kehancuran. Peristiwa salib Yesus juga merupakan kemenangan, kesembuhan, terkatupnya luka, dan hadirnya terang serta sukacita.
Sukacita salib Yesus bukan sukacita karena sikap masokis, tetapi sukacita akibat gerakan mesianis. Salib Yesus mendatangkan kemenangan dan penebusan bagi mereka yang haus kebenaran dan keadilan.
*
Manna Roti Surgawi
23 April
Manna Roti Surgawi
o
DITINGGIKAN SUPAYA MENARIK SEMUA ORANG DATANG KEPADAKU
Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu. (Yohanes : 12 : 32).
Perkataan “DITINGGIKAN” mengandung dua pengertian yaitu : DISALIBKAN , tapi juga berarti DIMULIAKAN, dua pengertian yang sangat bertolak belakang keadaannya, tapi dalam kejadian penyaliban Tuhan Yesus dua pengertian ini dapat disatukan dalam satu kejadian pada satu pribadi, dan ini adalah yang pertama kali terjadi dalam sejarah umat manusia.
Galatia : 3 : 13…..”Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib !”, tapi bagi Tuhan Yesus mati diatas kayu salib adalah cara mati yang mulia, sebab saat itu Ia menyatakan ketaatanNya yang sempurna pada Bapa.
Kejadian Penyaliban Tuhan Yesus merupakan penggenapan dari apa yang pernah terjadi saat bangsa Israel bersungut-sungut terhadap pemeliharaan Tuhan lewat roti Manna, dan Tuhan menyuruh ular-ular tedung untuk memagut mereka sehingga banyak dari orang Isreal yang mati, dan saat mereka meminta Musa memohonkan ampun untuk mereka, Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat ular-ularan dari tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang suapaya dapat terlihat oleh sebanyak mungkin orang Israel, sebab setiap orang yang memandangnya tetap hidup walaupun telah terpagut ular berbisa itu .
Demikian juga bagi kita sekarang ini dalam Roma : 3 : 24 ….semua orang telah berbuat dosa……seperti telah tepagut ular tedung dan sedang menuju kematian, tapi kalau kita bisa memandang Tuhan Yesus yang tersalib bagi kita, maka apapun dosa kita akan diampuni, sehingga tidak harus binasa dalam dosa, tapi mendapatkan PENGAMPUNAN untuk hidup kekal.
Sudahkah kita memandang Dia yang tersalib dan datang padaNya ?
Tuhan Yesus memberkati kita . Amin
*
Manna Roti Surgawi
25 April
Manna Roti Surgawi
o
= BOTOL PECAH =
Dr. Lin Ting Tung adalah orang Taiwan pertama yang menjadi dokter dan menjadi kristen, Ini terjadi pada akhir abad ke-19. Ia bekerja di rumah sakit kecil yang dirintis oleh Dr. Maxwell, seorang misionaris Inggris. Ketika itu tingkat kesehatan masyarakat di Taiwan sangat rendah dan cara pengobatan masih sangat sederhana.
Pada suatu hari seorang anak datang ke rumah sakit itu dan meminta obat untuk ibunya yang sedang demam akibat malaria. Anak ini berjalan lebih dari dua jam dari desanya ke rumah sakit melalui jalan setapak melewati hutan dan sawah. Ketika nama ibunya dipanggil, anak ini langsung bangkit dari bangkunya, meraih botol obat dan bergegas pulang.
Sore harinya pukul lima, ketika kamar obat akan ditutup, seorang perawat tampak bingung dan berbisik, "Dokter Lin, botol obat untuk pasien malaria masih ada disini. Tetapi ada satu botol yang hilang. Isinya disinfektan. Dr. Lin terkejut, diperiksanya botol yang tertinggal, benar isinya obat malaria. Jadi, anak tadi membawa botol yang salah! Botol-botol dikamar obat itu memang berbentuk sama dan berwarna sama lagipula, baik obat malaria maupun disinfektan sama-sama cairan.
"Celaka kita. ibu itu bisa mati. Disinfektan itu obat keras pembunuh kuman untuk kamar operasi. Kalau sampai diminum, usus bisa terbakar dan orang itu akan mati" ujar Dr. Lin dengan wajah pucat. Segera mereka melaporkan peristiwa ini kepada Dr. Maxwell. Ia juga terkejut. "Sekarang pukul lima, anak itu pergi dari sini pukul tiga jadi Ia sudah hampir tiba. Tidak mungkin kita mengejarnya. Kita tidak tahu jalan kedesa itu" ujar Dr. Maxwell.
Dr. Maxwell termenung. lalu ia berkata, "Mulai hari ini semua obat keras tidak boleh diletakkan diatas meja. sekarang panggil semua karyawan untuk berkumpul.Kita akan berdo'a," Begitulah semua orang yang bekerja di rumah sakit itu berkumpul dan berdo'a. Dr. maxwell berdo'a, "Tuhan, kami telah membuat kecerobohan. Ampunilah kami. Nyawa seorang ibu sedang terancam. Tolonglah dia, cegahlah dia agar tidak meminum obat yang salah itu......"
Malam harinya Dr. Lin berdinas malam. Ia harus bertanggung jawab atas kematian ibu ini. Esok harinya, ketika masih subuh pintu diketuk. Ternyata itu anak yang kemarin membawa botol yang keliru. Mukanya pucat ketakutan. Dr. Lin juga takut. Kedua orang itu berdiri saling memandang dengan gugup. Kemudian anak itu berkata, "Ma'af dokter. Kemarin saya bawa botol itu sambil berlari, lalu saya jatuh botol itu pecah dan isinya tumpah". Dr. Lin yang masih terpaku karena gugup langsung bertanya, Kapan Jatuhnya? anak itu menjadi makin ketakutan, "Ma'af, dokter. Saya baru datang sekarang. jatuhnya kemarin sore, menjelang gelap," Dr. Lin langsung ingat: Menjelang
gelap....itu adalah saat ketika semua karyawan rumah sakit berkumpul mendo'akan ibu anak ini! jiwa ibu anak ini tertolong, isi botol yang salah itu tidak sampai terminum, karena botol itu pecah ditengah jalan.
Kita bisa lihat peristiwa ini dari sudut si anak. Ia pulang membawa botol obat ini sambil berlari. Ia ingin cepat-cepat memberikan obat ini kepada ibunya. Ia ingin menunjukan baktinya kepada ibunya. Ia ingin ibunya cepat sembuh.
Anak ini tidak mengetahui bahwa botol yang sedang dipegangnya berisi racun. Ia tidak bisa membaca tulisan dibotol itu. Ia buta huruf Anak ini berlari terus. Jalan dari desa ke rumah sakit di kota sangat jauh. Perginya dua jam, pulangnya dua jam. Ia letih. Lalu, tiba-tiba ia tersandung. Ia jatuh. Mungkin Ia terluka, tetapi yang paling celaka: Botolnya jatuh dan pecah, cairan isinya tumpah ditanah. Bayangkan bagaimana perasaan anak itu. Ia kecewa, sedih dan takut. Bagaimana kalau penyakit ibunya makin parah. Bagaimana kalau dokter itu marah? Anak ini sangat terpukul oleh kejatuhan ini. Saat itu ia belum tahu bahwa justru terjatuhnya dia ini menolong nyawa ibunya. Mungkin orang lain akan tersenyum, "Ah, itu cuma kebetulan," namun orang percaya akan bersaksi, "Tuhan bisa bekerja melalui sebuah kebetulan," itulah juga kesaksian Rasul Paulus di Roma 8:28 ....Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia......."
*
Manna Roti Surgawi
26 April
Manna Roti Surgawi
o
MEMBERI TELADAN YANG BAIK
Benyamin Franklin pernah memberikan teladan penduduk Philadelphia untuk memasang lampu di jalanan. Pada suatu hari ia menggantungkan lentera yang indah di depan rumahnya dan menyalakan lentera tersebut pada malam hari yang gelap gulita. Ia senantiasa membersihkan kaca lentera itu agar kelihatan indah senantiasa. Akhirnya, orang-orang yang berjalan ...dalam kegelapan itu dapat berjalan dengan enak karena penerangan lentera itu.
Karena teladan yang baik ini maka akhirnya penduduk Philadelphia memasang lentera di depan rumahnya masing-masing waktu senja tiba sehingga jalan-jalan yang gelap itu menjadi terang.
Memerintahkan seseorang untuk berbuat sesuatu dengan memberikan teladan sebenarnya merupakan metode kepemimpinan yang baik. Dalam memberikan perintahnya, Paulus - yang meneladani Kristus - sering memberikan teladan sehingga perintahnya memiliki otoritas untuk menggerakkan orang mengikutinya.
"Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu." (Filipi 4:9)
Lihat Selengkapnya
*
Manna Roti Surgawi
27 April
Manna Roti Surgawi
o
ROH YANG MEMBANGKITKAN, ROH YANG MENGHIDUPKAN
Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh RohNya, yang diam di dalam kamu. ( Roma : 8 : 11.)
Ditengah keraguan dan ketidak percayaan bahkan penyangkalan akan Kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus, Rasul Paulus justru menyatakan Keyakinannya akan Kepastian bahwa Yesus itu sungguh-sungguh bangkit dari antara orang mati ( I Korintus : 15 : 12-20).
Apa dasar keyakinan Rasul Paulus akan kebangkitan Yesus ? Roh Dia yaitu Roh Allah, itulah “NAFAS HIDUP” yang dihembuskan ke dalam hidung Adam sehingga Adam menjadi makhluk yang hidup (Kejadian : 2 : 7), Roh yang sama itu juga yang membuat kuasa maut tidak dapat menahan Yesus berlama-lama di dalam kuburan, sebab pada hari ketiga Ia harus bangkit dari KematianNya, untuk menjadi yang sulung dalam Kebangkitan dari antara orang-orang yang meninggal dalam Tuhan.
Jika kita ingin mengalami KuasaNya yang “MENGHIDUPKAN” tubuh kita yang fana ini, maka Roh Kudus itu “HARUS” tinggal dalam kita, sehingga :
a. Kalaupun seseorang harus meninggal, maka Roh Kudus akan membangkitkannya pada hari kebangkitan orang-orang percaya.
b. Kalau kita tetap hidup sampai Tuhan datang kembali, maka Roh Kudus akan menguatkan tubuh nafsani kita yang lemah ini sehingga memampukan kita untuk bertahan walaupun harus melewati tekanan-tekanan yang berat, (Yohanes : 16 : 7).
Sudahkah kita memiliki Roh Kudus ? sudahkah Roh Kudus Tinggal dalam kita dan memimpin setiap langkah-langkah kita ? Bukalah hati dan biarkan Roh Kudus masuk untuk menguasai hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.
*
Manna Roti Surgawi
28 April
Manna Roti Surgawi
o
# BUNDA TOLONG MANDIKAN AKU SEKALI SAJA....#
Bunda tolong mandikan aku sekali saja, please…?!
November 8th, 2010 by adminkamarsolusi

Dewi adalah sahabat saya, ia adalah seorang mahasiswi yang berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not to be the best?,” begitu ucapan yang kerap kali terdengar dari mulutnya, mengutip ucapan seorang mantan presiden Amerika.Ketika Kampus, mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht-Belanda, Dewi termasuk salah satunya.
Setelah menyelesaikan kuliahnya, Dewi mendapat pendamping hidup yang ”selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. tak lama berselang lahirlah Bayu, buah cinta mereka, anak pertamanya tersebut lahir ketika Dewi diangkat manjadi staf diplomat, bertepatan dengan suaminya meraih PhD. Maka lengkaplah sudah kebahagiaan mereka.
Ketika Bayu, berusia 6 bulan, kesibukan Dewi semakin menggila. Bak seekor burung garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Sebagai seorang sahabat setulusnya saya pernah bertanya padanya, “Tidakkah si Bayu masih terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal oleh ibundanya ?” Dengan sigap Dewi menjawab, “Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya dengan sempurna”. “Everything is OK !, Don’t worry Everything is under control kok !” begitulah selalu ucapannya, penuh percaya diri.
Ucapannya itu memang betul-betul ia buktikan. Perawatan anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter termahal. Dewi tinggal mengontrol jadwal Bayu lewat telepon. Pada akhirnya Bayu tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas mandiri dan mudah mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang betapa hebatnya ibu-bapaknya. Tentang gelar Phd. dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang berlimpah. “Contohlah ayah-bundamu Bayu, kalau Bayu besar nanti jadilah seperti Bunda”. Begitu selalu nenek Bayu, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Bayu berusia 5 tahun, neneknya menyampaikan kepada Dewi kalau Bayu minta seorang adik untuk bisa menjadi teman bermainnya dirumah apa bila ia merasa kesepian.
Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Dewi dan suaminya kembali meminta pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Bayu. Lagi-lagi bocah kecil inipun mau ”memahami” orangtuanya.
Dengan Bangga Dewi mengatakan bahwa kamu memang anak hebat, buktinya, kata Dewi, kamu tak lagi merengek minta adik. Bayu, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek dan sangat mandiri. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Dewi pada saya , Bayu selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Dewi sering memanggilnya malaikat kecilku. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, namun Bayu tetap tumbuh dengan penuh cinta dari orang tuanya. Diam-diam, saya jadi sangat iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Dewi berangkat ke kantor, entah mengapa Bayu menolak dimandikan oleh baby sitternya. Bayu ingin pagi ini dimandikan oleh Bundanya,” Bunda aku ingin mandi sama bunda…please…please bunda”, pinta Bayu dengan mengiba-iba penuh harap.
Karuan saja Dewi, yang detik demi detik waktunya sangat diperhitungkan merasa gusar dengan permintaan anaknya. Ia dengan tegas menolak permintaan Bayu, sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Bayu agar mau mandi dengan baby sitternya. Lagi-lagi, Bayu dengan penuh pengertian mau menurutinya, meski wajahnya cemberut.
Peristiwa ini terus berulang sampai hampir sepekan. “Bunda, mandikan aku !” Ayo dong bunda mandikan aku sekali ini saja…?” kian lama suara Bayu semakin penuh tekanan. Tapi toh, Dewi dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Bayu sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Bayu bisa ditinggal juga dan mandi bersama Mbanya.
Sampai suatu sore, Dewi dikejutkan oleh telpon dari sang baby sitter, “Bu, hari ini Bayu panas tinggi dan kejang-kejang. Sekarang sedang di periksa di Ruang Emergency”.
Dewi, ketika diberi tahu soal Bayu, sedang meresmikan kantor barunya di Medan. Setelah tiba di Jakarta, Dewi langsung ngebut ke UGD. Tapi sayang… terlambat sudah…Tuhan sudah punya rencana lain. Bayu, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh Tuhannya.. Terlihat Dewi mengalami shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah untuk memandikan putranya, setelah bebarapa hari lalu Bayu mulai menuntut ia untuk memandikannya, Dewi pernah berjanji pada anaknya untuk suatu saat memandikannya sendiri jika ia tidak sedang ada urusan yang sangat penting. Dan siang itu, janji Dewi akhirnya terpenuhi juga, meskipun setelah tubuh si kecil terbujur kaku.
Ditengah para tetangga yang sedang melayat, terdengar suara Dewi dengan nada yang bergetar berkata “Ini Bunda Nak…., Hari ini Bunda mandikan Bayu ya…sayang….! akhirnya Bunda penuhi juga janji Bunda ya Nak..” . Lalu segera saja satu demi satu orang-orang yang melayat dan berada di dekatnya tersebut berusaha untuk menyingkir dari sampingnya, sambil tak kuasa untuk menahan tangis mereka.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, para pengiring jenazah masih berdiri mematung di sisi pusara sang Malaikat Kecil. . Berkali-kali Dewi, sahabatku yang tegar itu, berkata kepada rekan-rekan disekitanya, “Inikan sudah takdir, ya kan..!” Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya di panggil, ya dia pergi juga, iya kan?”. Saya yang saat itu tepat berada di sampingnya diam saja. Seolah-olah Dewi tak merasa berduka dengan kepergian anaknya dan sepertinya ia juga tidak perlu hiburan dari orang lain.
Sementara di sebelah kanannya, Suaminya berdiri mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pucat pasi dengan bibir bergetar tak kuasa menahan air mata yang mulai meleleh membasahi pipinya.
Sambil menatap pusara anaknya, terdengar lagi suara Dewi berujar, “Inilah konsekuensi sebuah pilihan!” lanjut Dewi, tetap mencoba untuk tegar dan kuat.
Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja yang menusuk hidung hingga ke tulang sumsum. Tak lama setelah itu tanpa di duga-duga tiba-tiba saja Dewi jatuh berlutut, lalu membantingkan dirinya ke tanah tepat diatas pusara anaknya sambil berteriak-teriak histeris. “Bayu maafkan Bunda ya sayaang..!!, ampuni bundamu ya nak…? serunya berulang-ulang sambil membenturkan kepalanya ketanah, dan segera terdengar tangis yang meledak-ledak dengan penuh berurai air mata membanjiri tanah pusara putra tercintanya yang kini telah pergi untuk selama-lamanya.
Sepanjang persahabatan kami, rasanya baru kali ini saya menyaksikan Dewi menangis dengan histeris seperti ini.
Lalu terdengar lagi Dewi berteriak-teriak histeris “Bangunlah Bayu sayaaangku….Bangun Bayu cintaku, ayo bangun nak…..?!?” pintanya berulang-ulang, “Bunda mau mandikan kamu sayang…. Tolong Beri kesempatan Bunda sekali saja Nak…. Sekali ini saja, Bayu.. anakku…?” Dewi merintih mengiba-iba sambil kembali membenturkan kepalanya berkali-kali ke tanah lalu ia peluki dan ciumi pusara anaknya bak orang yang sudah hilang ingatan. Air matanya mengalir semakin deras membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Bayu.
Senja semakin senyap, aroma bunga kamboja semakin tercium kuat manusuk hidung membuat seluruh bulu kuduk kami berdiri menyaksikan peristiwa yang menyayat hati ini…tapi apa hendak di kata, nasi sudah menjadi bubur, sesal kemudian tak berguna. Bayu tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya dimandikan oleh orang tuanya karena mereka merasa bahwa banyak hal yang jauh lebih penting dari pada hanya sekedar memandikan seorang anak.
Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua yang sering merasa hebat dan penting dengan segala kesibukannya.
Posted in JENDELA KEHIDUPAN
*
Manna Roti Surgawi
29 April
Manna Roti Surgawi
o
= CINTAILAH DENGAN TULUS =
Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah
orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari
pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan.
Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka
cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong
anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-
tugas dengan lebih baik lagi.
Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap
pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda.
Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak
menyenangkan juga.
Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka
cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda:
tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau
gumpalan awan dari balik jendela.
Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai
dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak
ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi
dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di
sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah
selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.
Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai. Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu. Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.
(Pengkotbah 11:4-6)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar